NovelToon NovelToon
BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nesakoto

Demi melunasi utang orang tuanya, Kinara rela mengorbankan dirinya daripada dipaksa menikah dengan pria tua. Dikhianati oleh pria yang dicintainya dan adik tirinya sendiri, ia memilih meninggalkan rumah untuk memulai hidup baru. Namun satu keputusan nekat mengubah segalanya, menyeretnya ke dalam takdir yang mengikatnya dengan pria paling berkuasa yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nesakoto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikhianati

Pagi itu, cahaya matahari menembus jendela kamar Kinara, membelai lembut wajahnya yang pucat. Gadis cantik dengan rambut hitam tergerai indah itu berdiri di depan cermin, matanya sayu karena kurang tidur.

Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata, terlalu banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Dengan tangan gemetar, ia mencoba memilih pakaian yang akan digunakannya hari ini.

Rutinitas pagi seolah tetap berjalan normal—bersiap-siap menuju perusahaan tempatnya bekerja—namun hatinya terasa begitu berat. Hari ini, entah kenapa, ia punya firasat buruk.

Saat menuruni tangga menuju ruang tamu, langkahnya tiba-tiba terhenti. Pandangannya tertuju pada sosok yang tak asing baginya. Bayu.

Pria yang semalaman ia hubungi tanpa henti, namun tak kunjung menjawab panggilan. Kini, pria itu berdiri di ruang tamunya, berbicara dengan Papa dan Mama tirinya.

Degup jantung Kinara berpacu kencang. Apa yang sebenarnya dilakukan Bayu di sini? Bahkan ia sendiri tak pernah sekalipun membawa Bayu ke rumahnya. Kemungkinannya untuk tahu alamat ini pun nyaris nol. Kinara tertegun, batinnya kalut.

Tekk… tekk… tekk… suara hak sepatunya terdengar samar ketika ia menuruni anak tangga. Bayu yang semula masih fokus berbincang dengan Arbian dan Rani, menoleh saat mendengar langkah itu. Pandangan mereka bertemu.

“Kinara…” Ucap Bayu lirih, seolah ada ribuan kata yang ingin ia sampaikan namun tertahan di tenggorokannya.

“Ba-Bayu… kamu ngapain di sini?” Tanya Kinara, suaranya bergetar. Tidak ada sedikit pun kecurigaan, hanya rasa rindu yang semalaman menggerogoti dirinya.

Belum sempat Bayu menjawab, suara sinis terdengar dari samping. “Nggak sopan nanya-nanya begitu! Bayu ini calon suami Diana!” Ujar Rani lantang, menekankan kata calon suami dengan penuh kebanggaan.

Kalimat itu menghantam telinga Kinara bagai petir di siang bolong.

“Ca-cal… calon suami? Tapi kita…” Bibirnya bergetar. Ia hendak mengatakan sesuatu, mengungkap hubungan mereka yang selama ini sudah mereka jalani.

Namun Bayu buru-buru meraih tangannya. “Ayo ikut aku.” Ia menarik Kinara keluar sebelum kata-kata itu benar-benar terlontar, membuat Arbian serta Rani dan juga Diana tertegun.

Kinara masih dalam kebingungan, hanya bisa mengikuti langkah Bayu. Tangannya digenggam erat, dingin, namun penuh kegelisahan.

Di luar rumah, Bayu akhirnya membuka suara. Ia menceritakan semuanya—tentang malam itu, tentang Diana, tentang ancaman, tentang tanggung jawab.

Setiap kata yang keluar dari mulut Bayu menusuk hati Kinara. Ia ingin menyangkal, ingin percaya bahwa semua ini hanyalah kebohongan. Namun saat ia menatap mata Bayu, ia tak menemukan sedikit pun kebohongan di sana.

“Kenapaa…” lirihnya, air mata mulai menggenang. Tangannya mengepal lalu menghantam pelan dada bidang Bayu. “Kenapa kamu tega sama aku, Bayu?!” Suaranya pecah, tangisnya tumpah ruah.

Bayu mencoba memeluknya, ingin menenangkan, ingin menjelaskan. Namun Kinara menepis pelukan itu. Baginya, setiap kata yang keluar dari mulut Bayu kini terdengar egois.

“Aku akan menikah dengan Diana…” Bayu berhenti sejenak, menelan ludah, lalu melanjutkan, “…tapi aku tetap ingin kita bersama.”

Dunia Kinara berhenti berputar. Ia mendongakkan kepala, menatap Bayu dengan pandangan tak percaya. Kata-kata itu lebih menyakitkan daripada ribuan pisau yang menusuk hatinya.

“Nggak!!” Tegasnya, suaranya pecah oleh tangis.

Wanita mana yang rela diduakan? Wanita mana yang mau menjadi bayangan di balik pernikahan orang lain, apalagi adiknya sendiri?

Setelah menarik nafas panjang, Kinara mulai melanjutkan kalimatnya. "Hubungan kita... cukup sampai disini!" Putusnya dengan mata mulai berkaca-kaca.

“Sayang… jangan ngomong gitu, please.” Bayu mendekat, kedua tangannya berusaha menggenggam jemari Kinara yang dingin. “Aku terjebak, Ra… aku nggak punya pilihan. Tapi aku tetap milih kamu! Aku nggak rela kehilangan kamu.”

Namun Kinara tetap bergeming, ia lebih memilih mengakhiri hubungan mereka. Bayu mencoba membujuk, menolak putus, namun ia tahu betul sifat Kinara—sekali ia berkata tidak, maka tidak ada yang bisa mengubahnya lagi.

Dengan berat hati, Bayu akhirnya menyerah. Keduanya kembali masuk menemui keluarga Kinara. Bayu menjelaskan adanya kesalahpahaman, dan di hadapan semua orang ia menyatakan akan membawa keluarganya untuk melamar Diana secepatnya.

Rani tersenyum puas. Bagaimana tidak? Keluarga Minoto adalah keluarga terpandang. Menjadi besan mereka adalah mimpi yang akan menjadi nyata.

Kinara tak kuasa mendengarnya lebih lama. Ia memilih meninggalkan ruangan, melangkah pergi dengan hati yang remuk. Ia masih punya kantor, masih punya pekerjaan—setidaknya di sana, ia bisa melarikan diri dari luka yang baru saja ditorehkan.

Sementara itu, Bayu pamit pada Diana dan keluarganya. Dalam hati, ia sebenarnya tidak berniat bertanggung jawab. Ia hanya ingin menutup aib itu dengan uang. Namun Diana telah mengancam: bila ia tak mau menikahinya, maka berita itu akan tersebar ke media.

Bayu gentar. Nama besar keluarga Minoto bisa hancur seketika. Lebih buruk lagi, ayahnya mungkin akan marah besar, mencoret namanya dari daftar ahli waris.

Bayu tak sanggup menanggung risiko itu. Maka ia memilih jalan pintas: menikahi Diana untuk sementara, lalu menceraikannya beberapa bulan kemudian.

Lagipula… wajah Diana lumayan cantik. Walau tidak secantik Kinara, pikirnya getir.

Dengan pikiran kalut, Kinara mengendarai motor menuju kantornya. Air matanya belum sepenuhnya kering, sementara tangannya refleks memutar gas lebih dalam. Saat itu juga, ia tidak menyadari bahwa laju kendaraannya semakin kencang.

Mobil di depannya tiba-tiba berhenti mendadak. Kinara panik, tangannya refleks menghantam rem tapi semuanya sudah terlambat.

Braaakk! 

Suara benturan keras menggema, membuat tubuhnya terhentak ke depan. Nafasnya terengah. Dengan jantung yang berdegup tak karuan, ia keluar dari mobil. Namun langkahnya langsung goyah saat melihat kerusakan di depan matanya.

Bukan sekadar mobil biasa yang ia tabrak, melainkan sebuah Lamborghini edisi terbaru—mobil mewah yang harganya bahkan tak mungkin ia bayangkan bisa diganti seumur hidup.

Dan ketika pintu mobil itu terbuka, sosok yang muncul membuat darahnya seakan berhenti mengalir.

Renald Dirgantara. CEO tempatnya bekerja.

Pria dengan tatapan sedingin baja itu turun perlahan, berdiri tegak dengan aura menekan yang membuat udara di sekitar terasa menyesakkan. Rahang tegas, sorot mata tajam, dan wibawa yang tak perlu dipertanyakan lagi.

Kinara mematung, tubuhnya bergetar. Bukan hanya karena takut akan ganti rugi mobil, tapi karena yang berdiri di depannya adalah pria paling berkuasa di perusahaannya—dan kini ia kembali membuat masalah besar dengannya.

“Pak… maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja…” Kinara berulang kali menunduk, matanya memohon ampun.

Renald hanya menatapnya dengan tatapan dingin, penuh sinisme. “Sepertinya kau memang harus menyetujui syarat itu mulai malam ini.” Ucapnya, senyum sinis terukir di wajah tampannya.

Kinara tercekat. Ia tahu apa maksud ucapan itu.

Renald melanjutkan, “Uang sepuluh miliar belum juga kau dapatkan, dan sekarang kau harus menanggung biaya perbaikan mobilku. Atau…” ia mendekat, suaranya merendah namun tajam, “…kau lebih memilih melayani Arman Nasution seumur hidup, dibandingkan melayaniku?”

Tawa kecil keluar dari bibirnya, dingin dan menusuk.

Renald sudah memerintahkan asisten kepercayaannya untuk menyelidiki Kinara. Ia tahu untuk apa uang itu dan ia juga tahu siapa Arman Nasution, ia tahu segalanya. Baginya, memberi sepuluh miliar bukan masalah. Namun tentu saja, ia tidak akan memberi tanpa imbalan.

“Saya tunggu di kantor." Ucapnya singkat, lalu masuk ke mobil dan melaju pergi, meninggalkan Kinara yang masih terpaku di tempat.

Kinara melangkah ke arah motornya dengan langkah gontai.  Kepalanya berputar. Hutang belum terbayar, hubungannya dengan Bayu hancur, dan kini ia harus menghadapi tuntutan bosnya.

Saat istirahat makan siang di kantor, Kinara akhirnya memberanikan diri menemui Renald. Ruangannya terasa sangat luas, mewah, dan dingin. Saat ia masuk, pria itu menatapnya dengan senyum tipis yang membuat bulu kuduknya meremang.

“Duduk!” Perintahnya dengan suara bariton yang berwibawa.

Kinara menuruti, duduk dengan tangan meremas ujung rok kerjanya.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan.” Ujar Renald tenang. “Kalau kau masih bingung, malam ini temui aku di hotel Aston, kamar 108.”

Kata-katanya membuat dada Kinara sesak. Mengapa harus di hotel? Mengapa bukan di kantor? Namun ia tahu, Renald pasti punya maksud.

“Aku tidak akan memberi alasan kenapa harus di sana. Kau boleh pergi sekarang." Katanya datar.

Kinara hanya mengangguk, menunduk, lalu keluar.

Di ruangannya sendiri, ia mencoba fokus menyelesaikan pekerjaan. Ia tidak ingin lembur lagi, tidak ingin mencari alasan untuk pulang larut. Ia ingin selesai tepat waktu.

Namun pikirannya terus bercampur aduk—tentang Bayu, tentang Diana, tentang Papa, tentang Renald, tentang hutang.

Saat jam kerja usai, ia pulang. Sesampainya di rumah, ia disambut suara dingin Arbian. “Hari ini batas waktumu mendapatkan uang itu. Papa tahu kamu tidak bisa. Besok kamu ikut Papa menemui Arman." Ucapnya tanpa basa-basi.

Kinara tercekat.

Arbian melanjutkan dengan nada dingin, “Papa tahu hubunganmu dengan Bayu. Tapi sekarang Bayu akan menikahi Diana. Menikah dengan Arman akan membantumu melupakan Bayu.” Tanpa menoleh pada putrinya, Arbian berlalu.

Kinara berdiri kaku. Air matanya jatuh tanpa suara. Dunia seakan menutup semua jalan baginya.

1
sandi sanda
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!