NovelToon NovelToon
Hantu Magang

Hantu Magang

Status: tamat
Genre:Hantu / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: Denny Priyanto

Bara, hantu pemula dengan nilai pas-pasan, mendapat tugas akhir: meneror penghuni apartemen dalam 30 hari atau turun derajat jadi hantu kelas teri. Masalahnya, korbannya adalah Dinda, content creator horor yang skeptis dan malah mengkritik teknik menakut-nakuti Bara karena "kurang estetik".

Di tengah tekanan KPI dari supervisor hantu yang toksik dan tuntutan algoritma media sosial, Bara justru terjebak menjadi asisten pribadi Dinda. Akankah Bara berhasil menyelesaikan magangnya, atau malah gagal total karena terlalu asyik berdebat soal lighting dan angle kamera?

Sebuah komedi horor segar tentang hantu yang takut PHK dan manusia yang takut unfollow.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denny Priyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang untuk Keseimbangan

Di desa, pertahanan sudah siap. Mira telah berhasil mengantar semua anak-anak dan orang tua ke dalam sistem terowongan bawah tanah yang telah dibuat selama berabad-abad, dengan pasokan makanan dan air yang cukup untuk bertahan beberapa hari. Para pria desa berdiri di garis depan pertahanan, membawa senjata tradisional yang telah diberi doa serta beberapa senjata modern yang dimodifikasi dengan teknologi alamiah. Wanita desa berkumpul di belakang garis pertahanan, siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan – mulai dari merawat yang terluka hingga memberikan dukungan energi melalui doa dan ritual tradisional.

Dinda dan Bara berdiri di puncak bukit kecil di belakang desa, memandang armada musuh yang semakin dekat. Di tubuh Dinda, pola cahaya Barong dan Rangda muncul kembali dengan lebih jelas dari sebelumnya. Ia merasakan bagaimana kedua kekuatan itu bekerja sama dengan sempurna, memberikan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa. Bara telah mengatur ulang sistem dirinya ke mode tempur penuh, clipboard-nya sekarang menyala dengan berbagai warna yang menunjukkan data dan informasi penting tentang musuh yang akan datang.

"Analisis lengkap selesai," suara kecerdasan buatan memberitahu Bara. "Mereka menggunakan teknologi yang berasal dari beberapa negara berbeda, dimodifikasi untuk menyerang kekuatan alamiah. Namun sistem mereka memiliki kelemahan pada frekuensi energi tertentu yang sesuai dengan frekuensi kekuatan Barong dan Rangda."

"Kita bisa menggunakannya untuk keuntungan kita," ucap Bara sambil melihat ke arah Dinda. "Kamu akan menyerang dari udara dengan kekuatanmu, sementara aku akan mengganggu sistem kontrol mereka dari darat. Ki Ageng dan desa akan menangani pasukan yang sampai ke garis pertahanan utama."

Dinda mengangguk dengan mantap. "Aku siap. Barong dan Rangda juga siap. Mereka tahu bahwa ini adalah perang yang harus kita menangkan untuk masa depan semua orang."

Ketika armada musuh mencapai jarak seratus meter dari desa, pertempuran dimulai. Pesawat tanpa awak mulai menembakkan rudal ke arah desa, namun sebelum bisa mencapai target, Dinda melompat ke udara dengan kecepatan luar biasa. Dari tangannya muncul bola energi berwarna emas dan merah yang menghancurkan rudal-rudal tersebut sebelum mereka bisa menyentuh tanah.

Sosok Barong dan Rangda muncul kembali dari belakang Dinda, masing-masing menggunakan kekuatannya untuk melawan musuh. Barong mengeluarkan suara mengaum yang kuat, membuat beberapa pesawat tanpa awak kehilangan kontrol dan jatuh ke tanah. Rangda mengeluarkan gelombang energi merah yang menghancurkan sistem elektronik pada kendaraan tempur, membuat mereka berhenti bekerja dan menjadi tidak berbahaya.

Di darat, Bara bergerak dengan cepat dari satu lokasi ke lokasi lain, menggunakan teknologi yang ada padanya untuk mengganggu sinyal komunikasi musuh. Ia juga berhasil mengambil alih kontrol beberapa pesawat tanpa awak dan menggunakannya untuk melawan armada mereka sendiri, menyebabkan kekacauan di antara barisan musuh.

Ki Ageng bersama dengan para pria desa menyerang pasukan musuh yang berhasil melewati pertahanan udara dan darat. Senjata tradisional mereka ternyata sangat efektif melawan perlengkapan tempur musuh, karena telah diberi doa dan energi alamiah yang mampu menembus pelindung teknologi modern. Wanita desa berdiri di belakang mereka, menyanyikan lagu-lagu rakyat yang penuh dengan kekuatan dan harapan, memberikan energi tambahan kepada para pejuang desa.

Pertempuran berlangsung selama beberapa jam, dengan kedua belah pihak saling menyerang dengan kekuatan penuh. Namun seiring berjalannya waktu, keunggulan mulai berpindah ke pihak desa. Kekuatan alamiah yang bekerja sama dengan teknologi modern terbukti jauh lebih kuat daripada kekuatan yang hanya bergantung pada kemajuan teknologi semata. Banyak pasukan musuh yang mulai menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, bahkan beberapa di antaranya mulai berbalik arah dan membantu desa melawan rekan mereka sendiri.

Di lokasi rahasia gurun, Kepala Operasi Z melihat dengan marah ketika layar besar menunjukkan bahwa armadanya sedang kalah. Ia mencoba untuk memberikan perintah tambahan, namun kemudian menyadari bahwa sistem kontrolnya telah diambil alih oleh seseorang. Di layar muncul wajah Bara dengan senyum yang penuh keyakinan.

"Anda telah kalah," ucap Bara dengan suara yang jelas. "Kekuatan yang Anda cari tidak pernah bisa menjadi milik seseorang yang hanya berpikir untuk diri sendiri. Ia milik semua orang dan harus digunakan untuk melindungi dunia, bukan untuk menguasainya."

Sebelum Kepala Operasi Z bisa melakukan apa-apa, suara sirene darurat mulai berbunyi di seluruh fasilitas. "Kami telah menemukan lokasi Anda," suara seorang wanita dari lembaga keamanan internasional terdengar di layar. "Anda dituduh dengan kejahatan terhadap alam semesta dan ancaman terhadap keamanan dunia. Silakan serahkan diri sekarang."

Di desa, pertempuran akhirnya berakhir. Sisa-sisa pasukan musuh telah menyerah atau melarikan diri, sementara armada kendaraan dan pesawat tempur mereka berantakan di sekitar desa. Masyarakat desa berkumpul di halaman rumah Ki Ageng dengan wajah yang penuh kelelahan namun juga kegembiraan. Dinda dan Bara mendekati mereka dengan langkah yang lambat, merasa sangat lelah namun puas karena telah berhasil melindungi desa dan kekuatan primordial yang ada di dalam Dinda.

"Kita telah menang," ucap Ki Ageng dengan suara yang penuh kebahagiaan. "Tetapi perjuangan kita belum selesai. Kita harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk memastikan bahwa kekuatan seperti ini tidak pernah lagi disalahgunakan. Kita juga harus mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan hidup berdampingan dengan kekuatan alamiah."

Dinda mengangguk, kemudian melihat ke arah langit yang mulai membaik. Di ufuk timur, matahari mulai terbenam, menyinari langit dengan warna-warni yang indah. "Kita akan melakukannya, Ki Ageng. Bara dan aku siap untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi dunia ini. Kita tidak akan pernah lagi membiarkan orang lain mencoba mengambil kekuatan yang tidak mereka miliki."

Beberapa hari kemudian, delegasi dari berbagai negara datang ke desa untuk berbicara dengan Ki Ageng, Dinda, dan Bara. Mereka ingin memahami kekuatan yang ada di dalam Dinda dan bagaimana bisa bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan keseimbangan dunia. Desa yang tadinya tersembunyi kini menjadi pusat perhatian dunia, bukan sebagai sumber kekuatan yang harus diperjuangkan, melainkan sebagai contoh bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam dan kekuatan yang ada di dalamnya.

Dinda dan Bara berdiri di tepi sungai yang telah mereka lewati ketika pertama kali datang ke desa, melihat ke arah Gunung Lawu yang megah di kejauhan. Liontin di leher Dinda memancarkan cahaya yang lembut dan damai, sementara clipboard Bara menyala dengan warna biru muda yang menunjukkan bahwa semua sistem berjalan dengan baik.

"Perjalanan kita masih panjang, bukan?" tanya Bara dengan senyum.

Dinda tersenyum kembali, merasakan kedamaian yang luar biasa di dalam dirinya. "Ya, tapi sekarang aku tahu bahwa kita tidak sendirian. Kita memiliki keluarga baru di desa ini, dan kita memiliki tujuan yang jelas – untuk melindungi dunia ini dan memastikan bahwa keseimbangan alam selalu terjaga. Ini adalah perjalanan yang layak untuk ditempuh."

Di langit yang cerah, burung-burung terbang bebas di atas pepohonan, menyanyi lagu-lagu yang penuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dan di dalam hati setiap orang yang tinggal di desa tersebut, mereka tahu bahwa meskipun tantangan akan selalu ada, mereka akan selalu siap menghadapinya bersama-sama – karena itulah makna sebenarnya dari kekuatan, persahabatan, dan keseimbangan.

1
Ita Xiaomi
Selamat ya Bara lulus dgn Cum Laude
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Mbak Yuli bakalan viral🤣
Ita Xiaomi
Benar-benar memanfaatkan 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Berbenah demi ndak dengar Pak Broto ngereog🤣
Ita Xiaomi
Dunia gaib seheboh dunia nyata😁
Ita Xiaomi
Salut ama Bara👍👍👍
Ita Xiaomi
Bara, aku tinggal di Kalimantan loh😁
Ita Xiaomi
Sama-sama ngejar Deadline. Dinda yg lebih mendesak Deadlinenya😁
Ita Xiaomi
Ekspresi Dinda lebih menyeramkan🤣
Putri Ayu/PqxxyZ
mari mampir dicerita ku juga ya kak 😊..
Denns: terimakasih support nya Kaka ;)
Baik Kaka Cantik ssiap.
total 2 replies
Putri Ayu/PqxxyZ
wah keren nih ceritanya kak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!