Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 32
Hari Berganti...
Hari Sabtu ini Fely memilih untuk merapihkan kamar kosnya yang akan ia pakai untuk tempat penyimpanan pakaian juga akan menjadi basecamp bersama sahabatnya..
karena idenya itu Fely telah membayar kost itu tiga bulan kedepan...
Sudah hampir setengah hari Felly dan kedua temannya mendekorasi sedemikian rupa kamar kost dua petak tersebut..
"Aku order makanan aja ya?" Kata Fely karena sudah hampir jam makan siang
"makan bakso aja yu fell, udah lama kita ga ngebakso" kata Rara
"yuk fell di ujung gang aja tuh, samping kedai eskrim, gue mau beli eskrim juga entar"kata Nayla menimpali
"boleh, yaudah yuk.." kata Fely bangkit dari duduknya..
Merekapun menuju sebuah kedai bakso di ujung jalan..
mereka berjalan kaki, menuju kedai bakso tersebut...
**
"Kalian beli ice cream aku beli Snack ya di minimarket sebrang sana?" kata Fely
"oh yaudah oke, gue titip keripik singkong keju" kata Nayla membuat Fely mengacungkan jempolnya tanda mengiyakan...
Fely berjalan sendirian menuju minimarket tersebut... di dalam mini market tersebut mereka memilah milih Snack apa yang hendak ia beli..
Bugh...
"Astagfirullah" kata Fely kaget
"Maaf...." kata Seorang anak kecil yang tengah memegang ice cream dan menabrak Fely hingga kemeja bawahnya terlihat terkena noda ice cream...
"gapapa, kamu kenapa lari-larian di dalam sini, nanti jatuh kebentur rak loh sayang" kata Fely tertunduk melihat anak itu
"Sorry" ucap anak itu lirih..
"lalaaaaa" teriak seorang pria dewasa hingga orang itu mendekati Fely dan anak kecil tersebut, mata Fely membulat melihat sosok pria yang ia kenal, hingga akhirnya..
"Pak Ricoo" tegurnya
"Fely???"
"Daddyyyyy" sapa anak kecil itu..
"Lala, aduh kamu ini Laaa" kata Rico merasa lega melihat anak itu..
Fely semakin bingung dengan apa yang ia lihat...
Oh pak Rico sudah memiliki anak yaa..
wah cantik anaknya..
"Daddy sih maksa bayar, kan aku mau abisin dulu baru bayar" kata Anak kecil bernama Lala itu dengan polosnya
Mendengar itu Fely dan Rico saling tatap dan melempar senyum merekahnya...
"Maaf yaa, hemm pasti baju mu kotor karena kena ice cream Lala" kata Roy seketika ketika melihat tepi kemeja Fely dan celana jeans bluesky nya terkena noda ice cream
"Ah gapap pak Rico, tadi aku juga main balik badan aja ga lihat-lihat" kata Fely sambil melihat kemejanya itu
"Kamu tinggal di daerah sini?" Tanya Rico
"Ah saya kost di sebrang sana pak, jauh si masih kedalam..."
"oh gitu, itu cemilan buat stok ya pasti" goda Rico
"iya pak lagi ada tugas sama temen-temen, hemm kalo begitu saya duluan ya pak, temen saya pasti sudah nunggu" kata Fely sopan
"Hay adik manis, aku duluan yaa.. inget jangan lari-lari apalagi sambil makan, kalo makan baiknya duduk yaaa" kata Fely lembut sambil meruku kan tubuhnya
" Oke Tante, Lala janji ga lagi makan sambil berlari" kata Bocah itu
"Good gril.."
"kalo begitu saya duluan pak" kata Fely kemudian Rico mengangguk dan membiarkan Fely menuju kasir, Rico harus meladeni Lala yang masih mondar-mandir memilih jajanan yang ia mau...
kenapa gadis itu manis sekali, jarang Lala mau nurut perkataan orang lain..
bahkan sama mama pun dia ga nurut...
"Daddy... itu Tante tadi baik yaa? cantik lagi... apa dia bidadari dad?" ucapnya dengan nada anak kecil
"Dia bukan bidadari, dia manusia Lama, sudah ayo cepet.. nanti Oma marah kalo kelamaan kita tinggal di mobil" kata Rico agar bisa bertemu Fely lagi di kasir
Sementara itu Fely telah membayar belanjaannya, ia keluar dengan dua kantong sncak dan beberapa cemila. berat seperti mie cup instan, yang bisa ia stock untuk beberapa hari saat berada di kost..
Terlintas kembali di pikiran Fely...
Pak Rico masih muda banget, kirain aku masih bujangan, taunya sudah punya anak selucu itu... menggemaskan ... Batin Fely sambil tersenyum sendiri membayangkan wajah gadis lima tahun bernama Clara, atau Lala nama sapaan nya...
***
like
komen dan Vote yaa.. bhehehe