Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#
Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.
Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.
Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??
Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!
Happy reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Bimbang
"Dok masih ada 2 lagi pasien anda!'' Tiba-tiba suara Mei yang entah dari mana membuat Anton terperanjat disana, dia segera menoleh kearah Mei yang sudah berdiri di depan mejanya.
"Baiklah kita lanjutkan lagi!"
"Dok, Dinda sudah kembali baru saja bersama kedua orang tuanya."
"Ya saya tahu!"
"Apa Dokter tidak menemui Dinda? Maaf kalau saya lancang saya melihat kedekatan Dokter dengan Dinda lebih dari sekedar Dokter dan pasiennya."
"Maksud kamu!"
"Maaf saya kira Dinda menyukai anda Dok!"
"Oya? Dari mana kamu tahu itu semua!"
"Dari sikapnya, dan saat dia tidak sadar waktu itu orang yang pertama dia sebut adalah nama anda!" Disana Anton sedikit kaget dengan penjelasan Mei dia langsung menoleh kearah Mei dengan wajah yang serius.
"Benarkah, apa itu kamu simpulkan kalau Dinda menyukai saya?"
"Sebenarnya tidak, tapi Dinda pernah sedikit bercerita pada saya kalau di hatinya sekarang selalu terisi dengan nama anda. Bukan karena Andreas kekasihnya yang katanya setiap melihat anda dia melihat Andreas di diri anda!"
"Lalu?"
"Itu karena, sifat dan karakter anda mirip dengan kekasihnya. Anda tahu? Andalah yang sudah membuatnya sembuh dari depresinya, dia benar-benar tulus mencintai anda!"
Deg.....!!
Mendengar semua ucapan Mei membuat Anton sedikit menyesal dengan apa yang dia lakukan hari ini pada Dinda, dia sudah membiarkan Dinda menunggu jawaban darinya padahal dia tulus mencintainya. Anton benar-benar menyesal, dia mengira wajahnya mirip dengan Andreas sehingga Dinda sedikit terobsesi pada dirinya.
Seribu penyesalan sekarang ada di benaknya, dia tahu bagaimana rasanya di kecewakan oleh orang yang di dicintainya. Anton pernah merasakan itu semua saat dia harus berjuang sendiri dengan cintanya yang ternyata bertepuk sebelah tangan.
"Din maafkan sikapku, aku sungguh menyesal telah membiarkanmu pulang dengan membawa sejuta kekecewaan terhadapku, harusnya aku tidak membiarkan itu semua terjadi. Maafkan aku." Gumam Anton didalam hati.
Sementara itu, perjalanan yang harus Dinda dan kedua orang tuanya tempuh masih teramat jauh. Disana nampak Dinda masih tertidur pulas setelah meminum obatnya.
Didalam tidurnya dia sedang bermimpi bertemu dengan Andreas dan Dokter Anton disana, kini hatinya dihadapkan dengan 2 pilihan laki-laki yang sama-sama ia sayangi. Didalam mimpinya Andreas mengucapkan sesuatu pada dirinya.
"Sayang, kalau kamu sudah menemukan penggantiku jangan kamu bersedih lagi ya, kejar cintamu. Disini aku sudah mengikhlaskan mu dengan orang yang bisa menggantikan ku dihatimu, semoga kamu selalu bahagia dan selalu di penuhi dengan cinta ya! Sekarang aku sudah tenang disini aku pamit!"
"Andreas.......!!!" entah mengapa bayangan Andreas langsung menghilang saat dirinya berpamitan pada Dinda, disana Dokter Anton segera mendekati Dinda yang bersimpuh diatas rerumputan hijau.
"Din, sudahlah ada aku disini! Biarkan Andreas pergi dengan tenang ya!"
Disana Dinda langsung menangis di pelukan Dokter Anton, didekapan Dokter Anton dia menemukan kedamaian yang selama ini dia cari, rasa nyaman berada dalam pelukan laki-laki tampan di depannya membuat dirinya juga bisa mengikhlaskan kepergian Andreas pergi menjauh darinya.
"Tolong jangan tinggalkan saya Dok!'' tapi entah mengapa tiba-tiba Dokter Anton yang tadi berada di pelukannya juga tiba-tiba menghilang, Dinda sangat panik disana. Hanya kehampaan yang ia peluk saat ini disana dia mulai panik mencari keberadaan Dokter Anton.
"Dok...Dokter...Dokter Anton! jangan tinggalkan sayaaaaaaaa!!!"
"Din, bangun sayang apa kamu bermimpi?" Disana Bu Sinta berusaha membangunkan Dinda dari tidurnya yang masih menyebut-nyebut nama Dokter Anton.
"Bu, Dinda kenapa?" Tanya Pak Bagas yang duduk di kursi depan.
"Sepertinya Dinda bermimpi mas!"
"Din, bangun sayang kamu sedang di dalam mobil!" Ucap Bu Sinta sekali lagi.
Disana mata Dinda sudah sedikit mulai terbuka, dia mulai sadar dan melihat kesekelilingnya ternyata dia masih ada di dalam mobil, "Ternyata aku hanya bermimpi!" Ucapnya disana.
"Kamu mimpi apa sayang, Ibu sangat khawatir!"
"Maafkan aku Ibu, aku bermimpi bertemu dengan Andreas dan Dokter Anton!"
"Dokter Anton? Apa kamu menyukai Dokter Anton!" ucap Bu Sinta, disana Dinda langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya dia takut kalau Ibunya akan curiga terhadapnya.
"Apa maksud Ibu? Aku hanya bermimpi tadi Andreas berpesan dia menitipkan aku pada Dokter Anton!" Dengan manggut-manggut Ibunya menanggapi ucapan putrinya, sebagai Ibunya dia tahu setiap kebohongan yang putrinya ucapkan.
"Dititipkan ya!"
"Iya Ibu, sudahlah aku mau tidur lagi!" Dinda berusaha menghindar dengan pura-pura akan tidur lagi, biar Ibunya tidak bertanya-tanya lagi soal mimpinya itu.
**
Hari pun sudah mulai sore jam kerja karyawan di kantor Alex juga sudah waktunya untuk pulang, mereka bersiap-siap untuk segera mengemasi barang-barang bawaan mereka.
Disana nampak Tania sudah merapikan meja kerjanya dia ingin segera pulang agar tidak terlalu malam sampai di rumahnya, tapi tiba-tiba Alex sudah berdiri di depan meja kerjanya.
"Tania, kamu sudah mau pulang?"
"Iya, saya mau pulang sekarang!"
"Oya ini untukmu!"
"Apa ini?"
"Itu kunci rumahku, mulai besok kamu tempati rumah itu. Aku minta kamu tidak menolaknya!"
"Tapi, aku belum mengatakan setuju atau tidaknya!"
"Tidak perlu, kali ini aku yang menyetujuinya. Kamu mau terus seperti ini berangkat pagi-pagi dan pulang selalu malam, apa kamu tidak lelah?"
"Sebenarnya aku juga sudah lelah, tapi aku tidak enak padamu kalau cuma menempati saja. Aku sewa saja ya?" Disana Alex tersenyum pada Tania.
"Terserah kamu saja! Oya didepan aku sudah memesankan taxi untukmu, orangnya sudah menunggu mu di depan!" Disana tanpa berkata lagi Alex sudah langsung meninggalkan Tania yang masih berdiri dengan seratus pertanyaan di benaknya.
"Semoga usahaku berhasil, biarlah aku akan merubah sifatku agar Tania tidak merasa aku kejar-kejar cintanya. Semoga ide sopirku berhasil!" Ucap Alex sambil berjalan dan nampak tersenyum culas disana.
"Lex, apa sebenarnya maksud kamu! Kamu membuat aku merasa bimbang!"
Tanpa berfikir panjang Tania langsung mengambil tas selempangnya dan langsung meninggalkan ruang kerjanya, benar saja sesampainya di luar seorang sopir taxi sedang menunggunya disana.
"Atas nama Ibu Tania?"
"Ya saya!"
"Silahkan taxi ini sudah di pesankan untuk anda!"
"Baiklah, terimakasih!"
Akhirnya Tania masuk kedalam taxi yang sudah di pesankan oleh Alex, nampak dari kejauhan Alex sedang melihat kepergian Tania dengan mobil taxi yang sudah sengaja dia pesan untuk mengantar Tania pulang, entah mengapa ada rasa bahagia di raut wajah Alex.
"Bagaimana Pak ide saya!" Ucap sopir pribadi Alex disana.
"Bagus, semoga kali ini saya bisa mengambil hati Tania!"
"Saya pastikan akan berhasil, lakukan terus pendekatan tanpa harus menyentuh, tapi pendekatan langsung lewat perasaannya Pak, saya yakin sebentar lagi Bapak akan mendapatkan cintanya Bu Tania!"
To Be Continued....
Terimakasih yang sudah memberi dukungan dengan like kalian Readers semoga kalian sehat selalu ya...
🙏😊♥️