Generasi ketujuh keluarga The Blairs
Ada lima cerita disini tentang bagaimana cicit Abimanyu Giandra, Edward Blair dan Stephen Blair mendapatkan cinta dan pasangannya.
Duncan dan Scarlett adalah putra dan putri Bayu O'Grady dan Ajeng Pratiwi ( My 100th Secretary )
Aslan dan Diana adalah putra dan putri Omar Zidane dan Nadya Blair ( Love and Justice )
Indiana adalah putra Nelson Blair dan Marisol Braga ( Love and Justice ).
Seperti biasa, cerita ini sangat Membagongkan macam authornya.
DILARANG PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DB - RK - Tetap Nekad Asal Selamat
Manhattan New York
Diana kembali beraktivitas seperti biasa dengan tatapan judes dari Aslan yang hanya bisa beristighfar setiap melihat wajah cantik adiknya.
"Apa? Lu istighfar terus, Mas Singa Jelek? Baguslah, memperpanjang sabar dan usus..." ujar Diana.
"What are you thinking, Dindin?" Aslan merasa gemas dengan adiknya.
"Apaan sih? Memang kapan aku mikir?" balas Diana cuek.
"Allahuakbar... Kayak gini kok ya ditunggu sama Bang Rauf tho yaaaa... " Aslan mengusap wajahnya.
***
Bellevue Hospital New York
Scarlett tersenyum saat melihat siapa yang datang menemui dirinya sambil membawa kebab.
"TJ !" seru Scarlett sambil menghampiri pria bertubuh besar itu. "Bagaimana dengan tanganmu?"
"Healing so well, dokter O. How about you? Apa kamu akan ditahan?" TJ menatap cemas ke dokter cantik yang tidak segan membantu pasien yang diacuhkan rumah sakit.
"Nope. Korbannya tidak akan menuntut aku asalkan aku merawatnya dan mengganti semua biaya pengobatannya" jawab Scarlett.
"Ini untukmu dokter O, kebab turki halal" senyum TJ sambil menyerahkan kantong makanan ke Scarlett.
"Thank TJ" balas Scarlett sembari menerima tas makanan itu.
"Aku pergi dulu Dokter O, yang penting kamu baik-baik saja. Honestly, aku cemas jika kamu ditahan."
"Why?"
"Aku kehilangan dokterku..." kerling TJ membuat Scarlett tertawa.
***
Scarlett mendatangi ruang rawat James dan melihat rekan-rekan pria itu datang membesuknya. Ada enam pria yang terlihat military style, asyik bercanda hingga suasana riuh.
Gadis itu pun memutuskan untuk berbalik karena tidak mau mengganggu para pria itu namun James sudah melihatnya.
"Dokter Scarlett !" panggil James saat Scarlett membalikkan tubuhnya. Mau tidak mau, gadis itu kembali melihat James.
"Yes, Mr O'Connor?" Mata biru Scarlett menatap dingin namun James sudah terbiasa digembleng di militer, mengacuhkan sikap tidak bersahabat dokter itu.
"Perkenalkan, ini rekan-rekan aku di US Air Force. Mereka semua pilot... Ini Raven, Hawk, Eagle, Maverick, Crow and Woodpecker."
Scarlett menyalami semua pria-pria good looking disana dan menoleh ke arah James. "Jika semua ini adalah nama mereka dengan code burung kecuali Maverick, lalu namamu?"
"Blue Jay" jawab Maverick.
Scarlett menoleh ke arah James. Blue Jay? Bukankah itu yang diucapkan James saat membuka matanya.
James hanya menatap datar ke Scarlett. Mata birumu memang mirip warna bulu blue Jay.
***
Diana sedang sibuk mempelajari kasus ketika pintu ruangannya terbuka. Tanpa melihat siapa yang masuk, gadis itu berkata "Ketuk pintu dulu woi !"
"Tampaknya kebiasaan aku tidak mengetuk pintu terulang lagi..."
Diana tertegun saat mendengar suara yang dikenalnya. "Memang kamu Emir tidak punya sopan santun ! Heran, macam tidak pernah diajari ..."
"Sorry, tapi entah kenapa aku gemas ingin menggoda dirimu, Diana" senyum Rauf yang melihat Diana bodo amat dengan perasaan ingin mencubit pipi gadis itu.
"Sorry, bro. Aku bukan marshmellow... "
"Memang bukan..."
"Aku bukan squishy..."
"Memang bukan..."
"Kamu nggak ada omongan lain?" Diana menatap judes ke Rauf.
"Bagaimana kalau kita berpacaran?" Rauf duduk di kursi depan meja Diana.
"Terus?"
"Yaaaa setelahnya kita serius lah..."
"Emir nekad !"
"Biar nekad asal selamat ke pelaminan..." senyum Rauf manis membuat Diana rasanya ingin menjotos wajah pria tampan itu.
***
Meanwhile di Bellevue
Scarlett memeriksa kaki James O'Connor yang membengkak karena pria itu banyak bergerak. Wajah gadis itu tampak judes dan ingin menjitak kepalanya atau menjewer telinganya.
"Bagus Jack... Bengkak lagi kan?" omel Scarlett di depan teman-temannya James. "Memang kamu tidak mau sembuh !"
James hanya menatap tanpa ekspresi. "Salah dokter bedahnya."
Mata biru Scarlett berkilat marah. "Yang mengoperasi kakimu adalah kakak sepupuku dan dia salah satu dokter terbaik di Bellevue. Apa perlu aku panggilkan kemari? Biar kamu dibuat koma biar tidak banyak bergerak hingga kamu sembuh?"
Sontak semua rekan-rekan James berseru heboh karena mereka tahu, baru kali ini ada yang tidak terpesona dengan wajah tampan pilot pesawat tempur itu.
James tampak cemberut. "Mana kakak sepupumu? Biar aku bicara padanya!"
Scarlett tersenyum sinis. "Kamu nantang? Boleeeehhh ..."
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️