NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 TAMPARAN KAK DARIUS.

Suasana ruang karaoke masih dipenuhi tawa para karyawan. Xian yang duduk di samping Juna sengaja melirik ke arah Bee yang sedang tertawa bersama Kriss dan beberapa peserta magang lainnya.

Bee tampak begitu ceria.

Tawanya lepas, matanya menyipit indah, membuat suasana di sekitarnya ikut hidup.

Xian menyenggol pelan lengan Juna. "Lihat deh..."

Kak Juna menoleh sekilas.

"Tawa Bee benar-benar menggoda waktu ngobrol sama anak magang laki-laki itu." Xian sengaja memperjelas. "Kriss. Si pemagang laki-laki itu kelihatannya juga nyaman banget ngobrol sama bee. "

Kak Juna terdiam. Tangannya yang memegang gelas mengepal pelan, Namun beberapa detik kemudian ia mengembuskan napas panjang. "Kalau Bee senang..."

Kak Juna terdiam sejenak "...aku juga ikut senang."

Xian menatap sahabatnya beberapa saat. "Yakin?" Xian terkekeh usil. "Kalau besok Kriss nembak Bee gimana?"

Kak Juna langsung menoleh, Tatapannya begitu tajam.

Xian refleks mengangkat kedua tangan. "Oke... oke... Aku diam. Jangan tatap aku begitu."

Kak Juna kembali mengalihkan pandangannya. Namun matanya tanpa sadar tetap mencari sosok Bee.

Di sisi lain. Jelita yang sejak tadi merasa kesal terus meminum minuman beralkohol.

Satu gelas...

Dua gelas...

Tiga gelas...

Gadis itu terlihat prustasi

"Jelita." Salah satu karyawan mencoba mengingatkan.

"Jangan kebanyakan."

Jelita hanya tertawa. "Gak apa-apa. Aku masih kuat."

" Kalo kamu mabuk jangan repotkan kami, ya. "

" Tenang saja. Aku sudah menghubungi kakakku "

Beberapa saat kemudian langkahnya mulai sempoyongan.

Bee yang melihat keadaan itu segera menghampiri. "Jelita. Ayo pulang." Ajak bee "Kamu sudah kebanyakan minum."

Bee berusaha menopang tubuh Jelita dengan hati-hati.

Namun...

Jelita justru menepis tangan Bee. "Jangan sentuh aku!"

Bee sedikit terkejut. "Kamu mabuk.. Aku bantu."

"Siapa yang minta bantuan kamu?" Suara Jelita mulai meninggi. "Kamu pikir aku butuh dikasihani? Pergi!"

Bee masih berusaha bersabar. "Jelita, nanti kamu jatuh."

"Jangan ikut campur! Dan jangan so baik denganku!! " Jelita mendorong bahu Bee.

Bee mundur selangkah.

Namun karena tubuh Jelita sudah kehilangan keseimbangan... Bukannya Bee yang jatuh...

Jelita sendiri justru terpeleset.

Bruk!

"Ah!" Lutut Jelita membentur lantai pelataran restoran. "Kakiku..." Air matanya langsung mengalir.

Tepat saat itu...

Sebuah mobil berhenti di depan restoran. Kak Darius baru saja datang untuk menjemput adiknya, Melihat Jelita terduduk di lantai sambil menangis, kak Darius langsung berlari.

"Jelita!"

"Kak..." Jelita menangis semakin keras.

Kak Darius menoleh ke arah Bee. Tatapannya penuh amarah "Bee!" Tanpa bertanya lebih dulu...

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi Bee.

Bee memejamkan mata, Tubuhnya sedikit oleng.

Semua orang terdiam.

"Kurang apa keluarga Luwis membesarkanmu? Bahkan sekarang kamu berani mendorong Jelita?"

Bee memegang pipinya yang kembali terasa perih. "Aku tidak—"

"Diam!" Kak Darius memotong ucapan Bee. "Tidak perlu membela diri!"

Pada saat bersamaan...

Kak Juna dan Xian baru saja keluar dari restoran.

Mereka langsung membeku melihat kejadian itu.

Wajah kak Juna berubah dingin, Ia berjalan cepat.

"Darius!"

Kak Juna menarik Bee ke belakang tubuhnya. "Cukup." Tatapan Juna begitu tajam. "Aku melihat semuanya."

"Bee tidak mendorong Jelita. Jelita sendiri yang kehilangan keseimbangan." Jelas kak Juna

Kak Darius ikut menatap tajam. "Kamu jangan ikut campur urusan keluargaku!"

Kak Juna tidak bergeming. "Kalau kamu menampar orang yang tidak bersalah di depan mataku...itu sudah menjadi urusanku."

Xian ikut berdiri di samping Bee. "Aku juga lihat. Bee sama sekali tidak menyentuh Jelita."

"Dia malah mau menolong."

Kak Darius menggeleng keras. "Kalian tertipu oleh dia!" Tunjuk kak Darius kepada bee " Dia selalu berpura-pura baik!"

Kak Juna membalas dengan suara tenang namun penuh tekanan. "Yang kulihat... Bee justru berusaha membantu. Kamu bahkan tidak bertanya apa yang sebenarnya terjadi." Jelas kak Juna "Langsung menjatuhkan hukuman."

Kak Darius mengepalkan tangan. "Jangan memanjakan dia terus! Dia tidak pantas kamu bela!" Darius menunjuk ke arah Jelita yang masih menangis. "Seharusnya yang kamu bela itu Jelita! Karena Jelita adalah calon tunanganmu!" Ucapan itu membuat suasana mendadak sunyi.

Bee membelalakkan matanya. "Apa...?"

Xian ikut tercengang. "Hah? Ko aku gak tau "

Beberapa karyawan saling berpandangan.

"Calon tunangan?"

"Serius?"

Kak Juna sendiri mengernyit tajam. "Siapa yang bilang begitu?"

Kak Darius menjawab mantap. "Papahku akan melamar keluargamu. Kami sudah membicarakannya, dan Jelita adalah pilihan keluarga kami."

Kak Juna tersenyum tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan, Melainkan ketegasan. "Itu rencana keluargamu. Bukan keputusanku."

Kak Darius terdiam.

Kak Juna melanjutkan. "Aku menghormati Om Prans. Tapi..." Kak Juna menghentikan ucapannya "Pernikahan bukan sesuatu yang bisa diputuskan sepihak, Apalagi tanpa persetujuan orang yang akan menjalaninya." Tatapan Kak Juna semakin tajam. "Jadi jangan pernah menganggap Jelita adalah calon tunanganku, Aku tidak pernah menyatakan itu Dan jangan menjadikan alasan itu untuk membenarkan tindakanmu menampar Bee."

Bee yang awalnya sangat terkejut perlahan menundukkan kepalanya, Beberapa saat kemudian... Ekspresinya justru kembali tenang.

"Tidak aneh..." batinnya "Bagi keluarga Luwis... Hal yang menurutku mustahil... bisa saja mereka anggap mungkin, asalkan untuk jelita " Bee menarik napas pelan.

1
Red Blossom
Satukan Juna sama Bee secepatnya thor biar Bee ada yg melindungi
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!