Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.
Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .
Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.
Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.
Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.
Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....
Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Sampai rumah pun Aisyah masih merasa takut. Tanpa terasa ia merasakan nyeri di perutnya.
" Aduhhh ".
" Kamu kenapa sayang , ada yang sakit di perut kamu ". Mahesa mengelus perut Aisyah dan juga meniupnya.
" Mas ambil minyak herbal dulu, kamu berbaringlah !".
Dengan cepat Mahesa mengambil minyak herbal yang aman buat wanita hamil , ia pun menyingkap gamis yang di pakai istrinya lalu mengolesnya di perut Aisyah secara merata.
" Bagaimana ?".
" Udah enakan Mas , terima kasih ".
" Kamu jangan berfikir terlalu berat sayang , Mas tau kamu masih memikirkan kejadian tadi di Mall kan ?".
" Iya Mas , sungguh aku sangat takut sekali , bagaimana kalau dia kembali menculik aku atau kamu Mas ?".
" Jangan takut , Mas akan memperketat penjagaan ".
" Kita pulang saja yuk Mas !".
" Pulang bagaimana...acaranya kan tinggal dua hari lagi sayang , besok juga pasti Bapak sampai di sini, malam ini Gema akan menjemput mereka ".
" Kalau Bang Sapto muncul di acara kita bagaimana Mas ?"
" Dia tidak akan berani sayang, akan ada banyak Polisi di acara kita , sama saja dia menyerahkan dirinya sendiri pada Polisi , lalu percuma saja dong selama ini dia kabur dan bersembunyi ".
" Sudah ah , kenapa kita jadi bahas dia , yang harus ada dalam pikiran kamu itu cuma aku suami kamu, jangan memikirkan laki - laki lain , Mas enggak suka sayang ".
Karena fokus mendengarkan Mahesa berbicara , Aisyah tidak menyadari , tangan suaminya sudah bergerak ke bawah...bahkan sudah masuk perlahan ke dalam sana dengan pelan.
" Akkhhhhhh....Mas Bian ".
Karena kaget , Aisyah reflek teriak.
" Hussstttt ,jangan teriak sayang, nanti Mama kira Mas siksa kamu !".
" Habis Mas Bian kebiasaan deh , pura - pura mijit ujung - ujungnya minta upah ".
" Ini bukan minta upah sayang , tapi terapi biar kamu bisa rileks sayang ".Bisa ae Pak Lurah kalau lagi butuh
" Bukan rileks Mas , tapi bikin keringetan ".
" Ha..ha...ha...kamu bisa saja , tapi mau ya , nanggung nih punya kamu sudah basah ini ".
" Ya kan karena Mas ".
Dan Mahesa selalu menang untuk urusan itu, Aisyah sendiri tidak bisa menolak jika sang suami sudah menginginkannya .
Di luar pintu Mama Zila menghembusakan nafasnya kasar, tangannya yang terangkat hendak mengetuk pintu kamar Mahesa kembali turun lagi setelah mendengar teriakan Aisyah.
" Dasar bocah sableng , katanya enggak enak badan istrinya, eh malah di embat juga". Mama Zila balik arah kembali turun , ia bermaksud menengok menantunya yang tadi mengeluh tidak enak badan , tapi ternyata malah lagi asik sama Mahesa.
Besoknya Pak Umar, Ayu dan kedua keponakannya datang . Mahesa lega , Aca mau melepaskan Aisyah karena merasa sudah ada si kembar buat teman mainya.
Acara berlangsung dengan sangat megah dan meriah , meski perut Aisyah sudah kelihatan membesar, maklum ia hamil anak kembar , jadi meski baru tiga bulan perutnya nampak seperti hamil lima bulan.....tidak mengurangi meriahnya acara tersebut.
Semua tamu tidak ada yang mempertanyakan tentang kehamilan mempelai perempuan, karena di sana tercantum dengan jelas kapan akad nikah di laksanakan.
Mahesa melirik ke seseorang yang tengah naik ke pelaminan . Orang itu tersenyum ke arah Mahesa , tapi tidak dengannya .
Siapa yang mengundang nya sih...bisa - bisa nya datang ke acara ku... batin Mahesa kesal.
" Hai Bi , selamat ya , kamu pintar sekali cari istri....masih muda lagi ".
" Siapa yang mengundang kamu sih?". Bukannya menjawab, Mahesa malah bertanya.
" Aku orang penting Bian , pasti di undang lah sama Papa kamu ".
Alexio , teman kuliah Mahesa...dulu berteman dekat , karena kesalah pahamam mereka sekarang seperti jadi musuh bebuyutan.
Axel ... panggilan untuk pria itu , seorang CEO dari perusahaan yang cukup besar , ia juga menjalin kerja sama dengan Papa Farid, makanya dia bisa ada di sini karena undangan dari papanya Mahesa.
" Sudah ngucapin selamat kan , kalau sudah turun sana , banyak yang antri tuh ".
" Mas Bian , enggak boleh gitu sama teman ". Ucap Aisyah, ia tidak enak , suami dan tamunya itu seperti sedang berseteru.
" Istri kamu selain cantik , baik hati pula ". Axel hendak menjabat tangan Aisyah, tapi ia kecewa karena Aisyah kengatupkan kedua tangannya di dada...Mahesa tersenyum miring melihat itu.
" Sorry Xel , istri aku tau siapa yang boleh menyentuhnya...jadi jangan tersinggung ya ?".
" Ok fine, Aisyah...nama yang cantik ,secantik orangnya , jika kamu merasa tidak cocok lagi dengan Bian , datanglah padaku , dengan senang hati aku akan menerima mu ". Tak lupa Axel mengedipkan satu matanya pada Aisyah.Barulah ia turun ke bawah.
Mahesa ingin mengumpat, tapi urung ...karena Sudah banyak tamu yang mengantri untuk memberi selamat kepadanya dan Aisyah.
Sampai acara selesai, Mahesa kini kembali memasang muka asamnya.
" Tadi itu teman kamu Mas ?" tanya Aisyah yang makin membuat kesal Mahesa .
" Kenapa nanya , kamu naksir sama dia ". jawabnya sedikit ketus.
Aisyah terkekeh, kini ia tau sang suami sedang cemburu , terlihat lucu baginya.
" Kalau naksir memang boleh Mas ?".
" Sayanggg ...".
" Iya enggak , apa dia keturunan bule Mas , hidungnya mancung sekali ".
" Bukan, dia bule KW...tapi tetap saja gantengan Mas kemana - mana , buktinya sampai sekarang belum laku dia ".
" Bukan belum laku Mas, tapi belum datang jodohnya , mungkin saja teman Mas itu terlalu pemilih ".
" Sayang , Mas mau bikin susu dulu ya buat kamu ". Mahesa memilih menghindar dari pada mempermanjang masalah dengan istrinya , bisa tidak dapat jatah malam ini...bisa gawat itu.
Mata Aisyah tertuju pada sebuah kado yang mencurigakan , kado kecil dengan sampul merah muda , entah mengapa ia penasaran ingin membukanya.
Dengan hati- hati ia membuka kado tersebut , matanya membulat melihat sebuah kalung cantik di dalamnya.
Kado tersebut di sertai dengan tulisan kecil.
Kalung cantik untuk wanita tercantik di malam ini.....❤
" Mas , ini dari kamu ?".
" Bukan sayang , coba Mas lihat ".
Melihat isi dan tulisan tersebut Mahesa hendak membuang kalung tersebut.
" Jangan di buang Mas !".
" Kenapa?? kamu tidak rela aku membuangnya...Mas bisa belikan sepuluh kalung seperti ini ". Mahesa mulai meninggikan suaranya.
Aisyah menggeleng , " Mau Mas melarang atau tidak , aku tidak akan memakainya , aku bukannya tidak rela , tapi sebaiknya itu di sumbangkan ke tempat yang membutuhkan jadi lebih bermanfaat, dari pada Mas buang sembarangan gitu karena aku yakin kalung itu harganya cukup mahal ".
" Maarkan Mas sudah berbicara keras pada mu ".
" Lagi pula Mas kan tau , aku tidak suka memakai perhiasan yang terlalu mewah gitu , yang dari Mama Zila saja belum aku pakai Mas ".
" Iya Mas tau ,Mas khilaf, Mas hanya takut saja ".
" Ini minum susu kamu , setelah itu kita tidur , Mas tidak mau melewatkan malam pengantin kita ".
" Penganten basi Mas....perut ku juga sudah ada isinya ....jadi Mas tidak perlu repot - repot bekerja keras lagi buat menghamili aku ".
" Eitss enggak bisa sayang, malam ini Mas dan kamu akan melakukan ritual seperti biasanya ". Pak Lurah tidak mau absen untuk urusan yang satu itu......dia harus sering - sering melakukannya , karena ia pasti akan cuti lama nanti ketika Aisyah melahirkan.
Bersambung...
Like , vote dan comment ya 🙏👍🏻😘