[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Dreeet...dreeet...dreeet!" getaran ponsel Bella di atas meja membangunkan tidur nyenyak gadis itu.
"Hmm!" Bella tampak menggeliat untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku lalu bergegas mengambil ponselnya.
"Halo!" nada suara berat Bella masih dalam dua bola mata yang tertutup.
"Bella!" terdengar suara Rodiah yang sangat ceria.
"Tante!" sontak Bella bangun dari tidurnya.
"Bella, Tante sudah baikan!" ucap Rodiah begitu bahagia.
"Benarkah?"
"Pak Neo sudah memindahkan Tante ke rumah sakit milik perusahaan Kavindra dan langsung ditangani oleh Dokter spesial. Saat Tante bertanya soal biayanya, pria itu hanya menjawab;
Selama Bella bekerja dengan baik bersama Kavindra maka semua masalahnya menjadi tanggung jawab kami!
Wah...kamu beruntung sekali Bel, memiliki Bos yang sangat perduli"
"Syukurlah Tante, Bella sangat khawatir!" Jawab gadis itu dalam mata berkaca-kaca.
"dan...ada satu kabar gembira lagi!" ucap Rodiah.
"Apa itu Tante!" ucap senang Bella.
"Hem!" Rodiah sedikit takut untuk mengatakannya.
"Kabar apa Tante!" desak Bella terlihat sudah tidak sabaran.
"Dery telah kembali," jawab Rodiah membuat Bella terdiam hancur.
"Apa?" Bella hampir saja memaki Tantenya.
"Dengar dulu Bel! Malam pukul 02 dini hari semua urusan tentang Tante dialah yang menanganinya?"
"Tante bicara jangan berbelit-belit, bukannya tadi semua urusan itu ditangani oleh Pak Neo?"
"Iyah benar, Pak Neo hanya sebagai penjamin administrasi saja, semua pelaksanaan bantuan tenaga dilakukan oleh Dery.
Bel! Tante bisa merasakan jika Paman kamu itu sudah kembali seperti dulu" ucap Rodiah meyakinkan Bella.
"Tante, sadar...sadar....sadar!" hentak keras Bella.
"Dery itu sangat licik, Tante! Tolong jangan tertipu, kita tidak tau, masalah apa lagi yang akan ia berikan kepada kitaaaa! Please Tante, kasihani Bella yang sudah terlalu lelah!"
"Bella...Tante sangat yakin, Tante bisa merasakannya, Nak!"
"Sekarang Tante pilih Bella atau pria brengsek itu?" ucap tegas gadis itu dengan geram.
Rodiah terdiam.
"kenapa Tante diam saja, hayo jawaab!"
"Bella!" panggil mewek Rodiah.
"Tante tetap pilih dia? Ok, terserah, tapi ingat, jika ada masalah akibat ulah Dery! Jangan pernah cari Bella lagi!"
"Trup!" dengan geram dan emosi, Bella langsung memutuskan panggilan Rodiah.
*
Rodiah terdiam dalam tatapan lesu, ternyata Dery ikut mendengar jelas obrolan istrinya bersama Bella. Dery memeluk lembut wanita yang masih menjadi istrinya itu sambil mengusap-usap pundaknya.
*
"Apa yang dia pertahankan dari pria tidak berguna itu, dia juga tidak punya anak lagi, dasar perempuan bodoh, bodoh, bodooooh!" teriak histeris Bella begitu geram kepada Tantenya.
Bella menangis sesenggukan, kecewa berat dengan Rodiah yang begitu mudahnya menerima kedatangan Dery.
*
Dalam jatuhan air shower, Bella terlihat masih menangis.
"Hiks...hiks...Rodiah, kau adalah wanita terbodoh yang pernah aku temui. Sudah dipukuli, diselingkuhi, tidak diberi nafkah, baik lahir maupun batin, tapi masih berkenan menerima suaminya.
Apa dia tidak berpikir, jika hartaku sudah habis untuk mempertahankan kehidupannya selama ini, dasar perempuan bodoh, dia juga sama dengan suaminya, benar-benar tidak berguna, aku benci dengan kalian.
Lihat saja nanti! Aku tidak akan sudi membayar hutang Dery sebesar 150 juta itu. Aku akan paksa Tuan Jay dan Pak Neo agar segera meminta hutang itu kepada mereka berdua"
*
Setelah selesai dari kamar mandi, Bella terkejut melihat seekor kucing bersih berwarna putih yang tengah duduk manis tepat berada di pintu kamar Bella, kucing itu sedang menjilati tubuhnya atau membersihkan diri.
Bella yang masih mengenakan handuk, datang menghampiri kucing itu.
"Kucing!" ucapan Terkejut Bella.
(Ternyata kucing itu adalah Jelmaan Jay, setelah mengantarkan Bella tadi malam, pagi itu ia bergegas datang kembali menuju Istana Kavindra karena mendengar suara tangisan, kekecewaan dan kemarahan Bella Arunika, Jay sangat khawatir terjadi sesuatu pada putri Arunika yang mulai bisa ia rasakan, sehingga memaksa Jay untuk mencari tau dan tiba tepat waktu di kamar Bella)
Bella memperhatikan detail area leher kucing itu
"kucing ini tidak mengenakan kalung bed nama, apakah dia kucing baru?" pikir Bella
mengalihkan pandangannya pada jendela yang memang sudah ia buka.
"Aku pikir ini bukan kucing istimewa, mungkin kucing luar yang masuk melalui jendela" ucap polos Bella.
"Tunggu sebentar yah!" gadis itu menutup tirai jendelanya dan Langsung melepas handuknya dengan santai.
Seketika itu pula, Jay melompong melihat lekuk polos tubuh Bella dari belakang sangat indah dan menggoda birahi.
"Ah, dasar perempuan ceroboh!" gerutu Jay langsung menunduk.
"Anjir! Tidak dilihat, namanya menolak rezeki" ucapnya senyum-senyum, sesekali ia mengangkat kepalanya memperhatikan Bella yang perlahan mengenakan satu demi satu pakaiannya.
"Hancur aku, keseringan bersama Bella sepertinya hasratku mulia tumbuh!" celoteh Jay.
Jay mengeong, meminta Bella agar segera membukakan pintu.
"Oh Iyah...Iyah...kau ingin keluar yah!" kata Bella setelah kembali memakai seragam kerjanya yang bersih.
Sedikitpun Bella tidak curiga jika kucing itu adalah Jay, karena yang ia tau, Jay sudah berada di kota setelah mengantarkannya pulang tadi malam.
*
Seperti biasa, walaupun Bella masih dalam perasaan kecewa. Gadis itu tetap ceria bermain bersama para kucing dan menjalankan semua aktifitas kerjanya hingga sore hari.
Bella duduk beristirahat sambil ngemil sebatang coklat. Ia masih diselimuti dalam perasaan kesedihan sambil melihat foto-foto kebersamaannya dengan Rodiah.
Tiba-tiba Bella dikejutkan dengan kehadiran Haruba Neo bersama beberapa orang-orang yang sedang memikul kasur baru menuju tangga.
Setelah menyelesaikan masalah Rodiah dan staf supir yang cedera. Neo lanjut mondar-mandir ke beberapa toko hingga mall mencari kasur kokoh dan terbaik. Pria tua itu mulai sibuk dan heboh mempersiapkan kamar pengantin untuk Jay dan Bella, lengkap dengan dekorasi pengantin malam pertama yang indah dan bergairah.
"Apalagi yang dikerjakan Pak Neo, kapan dia tidur dan istirahat nya? Sepertinya dia bukan hanya seorang asisten saja untuk Tuannya, melainkan, Kakek, Ayah,
Bahkan pelayan untuk Jay?"
Bella melihat sosok Neos dengan senyum geleng-geleng kepala.
"Fisiknya memang terlihat tua, tetapi semangatnya masih seperti anak Belia!" komentar Bella melanjutkan cemilannya dan bergegas mandi sore.
*
Saat Bella berjalan-jalan di halaman depan istana Kavindra.
Perempuan itu terkejut melihat Neo belum juga selesai dengan orang-orang yang terus memikul kasur.
"Ada berapa kasur yang mau di ganti?" ucap bengong Bella sampai berpikir keras.
*
"Mr Neo! Staf saya sudah cukup lelah mengangkat kasur berkali-kali, kasur terakhir yang mereka bawa adalah kasur paling kokoh di dunia. Saya yakin, meskipun pengantin pria dan wanita sebesar bayi dinosaurus, kasur tidak akan roboh!" ucap si perusahaan kasur meyakinkan Neo, ia mulai kesal dengan orang kepercayaan Kavindra itu, karena sudah puluhan kali mengganti kasur.
Neo harus memastikan kasur malam pertama Tuannya harus benar-benar nyaman dan kokoh.
Bella masih berdiri dalam tatapan tidak habis pikir dengan tingkah laku Neo dan wanita itu tidak pernah menduga jika sebenarnya Neo sedang sibuk mempersiapkan kamar pengantin dirinya bersama Jay Kavindra.
Tiba-tiba suara klakson mobilJay mengejutkan Bella yang tadinya fokus memandangi orang-orang pemikul kasur.
"Tuan Jay sudah kembali!" Bella reflek langsung menghampiri Jay di pintu mobilnya.
"Tuan Jay, saya ingin bicara?"
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga