"Kenapa kamu selalu menolak aku Put? apa yang kurang dari aku? kalau memang ada, katakan! aku akan memperbaikinya," ujar Davian kepada Putri.
Ini sudah yang kesekian kalinya Davian menyatakan perasaan kepada Putri. Dan ini juga sudah menjadi yang kesekian kalinya Davian ditolak oleh Putri.
Putri menundukkan kepalanya.
"Kak Davian enggak kurang apa-apa, Kak Davian sempurna. Hanya saja, aku yang tidak pantas untuk Kak Davian," jawab Putri dengan suara lirih.
Lagi dan lagi, Putri kembali mengatakan sebuah omong kosong. Apa maksud Putri dengan gadis itu tidak pantas untuk dirinya? Davian tidak peduli, bagaimana pun caranya, dia akan menjadikan Putri sebagai pasangannya. Davian tidak akan menyerah begitu saja.
Sebenarnya apa yang membuat Putri selalu saja menolak Davian? apakah ada sebuah alasan yang menjadi penyebab Putri terus melakukan hal itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Dwi Febriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daddy pun pernah ditolak
3 Jam sebelumnya
"Kak, hari ini Kak Davi enggak ke kantor kan?" tanya Della kepada Davian.
Saat ini keluarga Persada baru saja selesai sarapan. Hanya saja mereka semua belum meninggalkan meja makan. Mereka masih duduk sembarik menikmati puding coklat yang semalam Mama Laras buat. Kemarin malam Mama Laras memang agak sedikit gabut karena di rumah sendirian saja. Daddy Dani dan Davian lembur, sementara Della berada di butik sibuk mempersiapkan baju-baju untuk acara fashion show nanti siang. Jjadi Mama Laras memanfaatkan waktunya untuk membuat puding yang pada akhirnya baru dimakan pagi ini.
"Iya, kenapa?" ujar Davian balik bertanya.
Kemarin Davian dan Daddy Dani sengaja mengambil lembur agar hari ini mereka bisa meluangkan waktu untuk hadir di acara fashion show Della. Sebagai keluarga, mereka tentu saja akan selalu memberikan suport satu sama lain. Dan saat ini Della lah yang sedang membutuhkan suport mereka.
"Pagi ini kan aku harus langsung ke butik, sementara enggak ada orang yang bisa aku mintai tolong buat ambil bucket bunga yang aku pesen. Kak Davi mau enggak kalau bantu aku ambilin bucket bunga itu?" ujar Della.
Mendengar ucapan Della, Davian tampak mengerutkan dahinya. Rasanya permintaan Della ini agak sedikit janggal, meskipun Davian sendiri tidak tau bagian mana yang janggal. Karena permintaan Della hanya permintaan tolong kepada dirinya untuk mengambil bucket bunga yang kembarannya itu pesan. Jadi, bagian mana yang janggal?
Sementara itu, Daddy Dani dan Mama Laras tampak menyimak obrolan kedua anaknya dalam diam. Namun tanpa Davian sadari, tampak sudut bibir Mama Laras terangkat membentuk sebuah senyuman.
"Enggak ada satu pun orang yang bisa ambil, Dell? bukannya biasanya itu tugas dari pihak EO?" tanya Davian memastikan.
Rasanya tidak mungkin sekali untuk mengambil bucket bunga saja sampai tidak ada yang bisa.
Della sendiri untuk sesaat tampak tergagap dengan pertanyaan Davian.
"Enggak bisa, soalnya bunga itu aku pesan secara pribadi," jawab Della pada akhirnya. Untung saja pada detik-detik yang cukup menegangkan seperti ini Della menemukan jawaban yang tepat untuk dia berikan kepada Davian. "Gimana? Kak Davi bisa kan? kalau enggak bisa ya udah enggak papa. Nanti aku coba cari orang lain buat ambilin," sambung Della seraya memasang wajah memelas.
"Kamu juga lagi free kan Dav? ayolah bantu adeknya," ujar Mama Laras bersuara.
Kalau sudah seperti ini, Davian tidak memiliki alasan lagi untuk menolak. Jadilah Davian menganggukkan kepala mengiyakan permintaan tolong Della.
"Ya udah, gue mau. Ambil nya dimana?" tanya Davian.
Mendengar jawaban Davian, senyum cerah tampak tersungging dibibir Della dan juga Mama Laras. Sementara Daddy Dani tampak tersenyum tipis melihat itu. Disini Daddy Dani memang tau apa yang sedang Mama Laras dan Della rencanakan kepada Davian.
"Di Azalea's Florist, kak. Nanti diambilnya sekitar jam setengah 11 ya. Semua bucket udah aku bayar lunas kok. Jadi Kak Davi tinggal ambil aja," jawab Della dengan semangat.
Davian agak sedikit terkejut mengetahui tempat dimana dia harus mengambil bucket bunga itu. Karena memang selama 3 bulan ini Davian tidak pernah lagi menginjakkan kaki nya ke Azalea's Florist. Kalian tentu tau alasan kenapa Davian melakukan itu bukan? jadi saat Della mengatakan soal Azalea's Florist, Davian cukup terkejut. Davian jadi mengingat sesuatu yang sempat terjadi diantara dirinya dan Putri.
"Kenapa pesan disana?" tanya Davian tidak bisa menahan diri.
Kali ini Della yang ganti mengerutkan dahinya.
"Loh emangnya kenapa? Azalea's Florist toko bunga yang bagus kok. Rangkaian bucket bunga yang Putri sama Rani bikin selama ini enggak pernah mengecewakan. Ditambah itu toko bunga punya Viola," jawab Della.
Mendengar jawaban Della, Davian tampak terdiam. Apa yang Della katakan memang benar, rangkaian bunga Putri dan Rani memang bagus dan tidak pernah mengecewakan, Davian mengakui hal itu. Lalu kenapa Davian seperti tidak menyukai Azalea's Florist? sebenarnya tidak seperti itu. Davian tidak memiliki masalah apapun dengan toko bunga milik Viola itu. Hanya saja keberadaan Putri disana membuat sesuatu dalam diri Davian kembali terusik setelah 3 bulan kemarin coba untuk dia tahan.
"Ya udah, nanti gue ambil," jawab Davian. "aku naik dulu, Ma, Dad,"
Mama Laras dan Daddy Dani menganggukkan kepala mempersilahkan Davian untuk kembali naik ke kamarnya. Lagi pula sarapan memang sudah selesai dan pembicaraan pun sudah memiliki titik temu. Jadi tidak ada alasan untuk Davian tetap berada di meja makan.
Sepeninggalnya Davian, Mama Laras dan Della tampak bertatapan sembari melemparkan senyum satu sama lain.
"Adek sama Mama jahil ya ke Davian," ujar Daddy Dani kepada Mama Laras dan Della.
"Ya abis gimana, Kak Davi jadi berubah dingin sama kaya Bang Daven setelah ditolak sama Putri. Padahal kan aku suka Kak Davi yang kaya biasa," jawab Della.
Mama Laras membenarkan ucapan Della.
Memang, sejak penolakan yang Davian dapatkan 3 bulan lalu, laki-laki itu berubah menjadi lebih dingin dibandingkan dengan Davian yang biasanya. Bahkan tanpa Mama Laras dan Della tau, Davian menjadi lebih sering minum-minum di apartemennya. Daddy Dani tau? tentu saja tau. Karena meskipun Daddy Dani cenderung terkesan cuek kepada anak laki-laki nya, sebenarnya Daddy Dani mengawasi mereka. Terlebih setelah mendengar kabar kalau Davian baru saja ditolak oleh seorang perempuan, Daddy Dani jadi semakin mengawasi Davian. Dan untuk itu, Daddy Dani mempercayakan Marcel untuk terus berada disamping Davian dan mengawasi putra nya itu.
"Udah gitu Kak Davi nggak asik, masa baru sekali ditolak langsung nyerah gitu aja. Padahal kan tinggal pepet lagi aja. Iya nggak Ma, Dad?" ujar Della.
Mama Laras dan Daddy Dani menganggukkan kepalanya setuju.
"Btw, dulu Daddy pernah di tolak cewek enggak?" tanya Della tiba-tiba.
Daddy Dani terdiam sejenak, sebelum akhirnya menganggukkan kepala.
"Pernah," jawab Daddy Dani.
"Loh, pernah? sama siapa Dad?" tanya Della penasaran.
Della memang tidak terlalu banyak tau soal percintaan orang tua nya. Dan Della tidak menyangka saja kalau seorang Ramdani Aditya Persada yang notabene adalah Daddy nya ini, laki-laki yang menjadi pujaan wanita pada masanya ternyata pernah ditolak oleh perempuan. Siapa kiranya perempuan yang berani menolak Daddy Dani?
"Sama Mama kamu," jawab Daddy Dani santai.
Jujur Della cukup terkejut mendengar jawaban Daddy Dani. Ternyata Mama Laras pernah menolak Daddy nya? benar-benar tidak Della sangka.
Sementara itu Mama Laras tampak mengulum senyum tipis.
"Emang iya Ma?" tanya Della memastikan.
"Iya kali, Mama agak lupa," jawab Mama Laras.
Benar-benar, siapa yang menyangka kalau seorang Daddy Danu sempat ditolak oleh perempuan yang saat ini menjadi istrinya sendiri. Kalau begini, harusnya Davian bisa belajar dari pengalaman Daddy Dani kan? siapa tau suatu saat nanti Putri juga akan menjadi istrinya.
Abis dri sblh lm gag up.tau" pindah kesini.Dan kini lom nongol lgi...
hrp jgn lama"liburny y thor...