Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 29 - Penyelamatan
An Jian menundukan kepalanya. Dirinya masih merasa bersalah karena kejadian saat itu. Jika pada waktu itu ia tahu Lu Ming dalam bahaya, Maka dia dan rekan-rekanya akan berusaha menghancurkan formasi itu lebih awal, lalu membantu Lu Ming yang sedang dalam bahaya.
"Tapi, tuan bisakah anda menghukum cambuk saya." Ujar An Jian menundukan kepalanya, dengan wajah yang memerah.
Lu Ming menggelengkan kepalanya, dan membalikan badannya.
Lu Ming sudah tahu sejak lama jika An Jian adalah wanita pedang yang masokis, dia sangat sering memohon agar dihukum cambuk.
"Tuan tunggu saya." An Jian melesat kesamping Lu Ming.
"Tuan, daratan ini sangat Luas dan aman, bagaimana jika kita membuat anak, pasti nanti anak kita akan Tampan seperti tuan atau cantik sepertiku." Ujar An Jian membuat Lu Ming menghentikan terbangnya.
Lu Ming menjentikkan jarinya kedahi an Jian.
An Jian tersenyum dan mendekat kearah Lu Ming.
"Tuan, jangan cuma sentil, tapi pukul aku juga." Ujar An Jian dengan wajah memerah.
"Aku kira kamu sudah berubah, ternyata kamu masih seperti dulu." Ujar Lu Ming tersenyum.
"Jika saya berubah, saya tidak akan bisa dekat dengan tuan." Ujar An Jian tidak merasa bersalah.
Dari dulu Sikap An Jian memang seperti ini saat dengan Lu Ming, tapi jika dengan orang lain dia akan memasang muka mengintimidasi.
An Jian adalah roh pedang. Dulu kala An Jian ini bukan roh pedang,dia adalah seorang malaikat yang sangat cantik, tapi karena dia pernah membuat miliyaran makhluk hidup mati, maka sang penguasa semesta menghukumnya dengan menjadikanya Roh pedang.
Beberapa saat kemudian Lu Ming sampai di alun-alun kota Zuanggao yang sudah sepi dan hanya meninggalkan kereta kuda, dan Sheng Xue, Sheng Qi serta Rong Yan.
"Tuan, anda sudah kembali." Ujar Rong Yan mendekat.
Lu Ming mengangguk.
"Mari kita lanjutkan perjalanan." Ujar Lu Ming masuk kedalam kereta kuda yang diikuti oleh 3 wanita dan satu pria kecil yang tak lain adalah Sheng Qi.
"Tuan Lu, siapa dia?." Tanya Rong Yan dengan tatapan permusuhan saat melihat An Jian yang terlihat dekat dengan Lu Ming.
"Dia adalah.." sebelum Lu Ming berbicara An Jian memotong pembicaraannya.
"Saya adalah kekasih Tuan Lu." Ujar An Jian sambil menyandarkan kepalanya dibahu Lu Ming.
"Aku tidak bertanya denganmu, aku bertanya kepada Tuan Lu." Ujar Rong Yan terlihat kesal.
"Heh... Memangnya apa bedanya, kita memang kekasih, benarkan sayang." Ujar An Jian membuat panas Rong Yan.
"Sudahlah, kalian berdua seperti anak kecil, dan juga jangan berisik, aku akan berkultivasi." Ujar Lu Ming memejamkan matanya, jika dia tidak begini, maka konflik antara keduanya akan berlangsung lama.
"Kakak, kenapa mereka memperebutkan paman Lu?." Tanya Sheng Qi.
"Karena paman Lu kuat, jika kamu juga bisa kuat seperti paman Lu, pasti akan banyak yang mendambakan mu." Jawab Sheng Xue.
"Begitukah"
Sheng Xue mengangguk.
Beberapa hari kemudian, mereka sampai dikota Ma dengan lancar tanpa sedikitpun hambatan.
Lu Ming berkata kepada sang kusir untuk pergi kekediaman keluarga Nie, sebagai seorang kusir tentu dia tahu dimana kediaman keluarga Nie itu.
Beberapa saat kemudian mereka sampai disebuah kediaman yang cukup besar, tapi yang aneh adalah kediaman itu dikepung oleh banyak orang kuat, dari ranah Nascent Soul hingga ada juga satu Body Intergration.
Lu Ming keluar diikuti oleh para wanita dan satu pria kecil.
Tanpa Pikir panjang Lu Ming melepaskan auranya, membuat semua orang yang mengepung kediaman keluarga Nie, tersungkur ketanah tanpa bisa berdiri.
"siapa yang menyuruh kalian mengganggu kediaman muridku." Ujar Lu Ming dengan dingin.
Mereka semua terdiam, tidak berani mengatakan yang sebenarnya hal itu dikarenakan jika mereka menjawab mereka juga akan mati. semua itu karena atasan mereka memberikan segel jiwa kepada orang-orang itu
"karena kalian tidak mau menjawab maka jangan salahkan aku karena kejam.".
mereka semua pasrah, dan tentu mereka terlalu meremehkan guru dari Nie Li yang misterius.
Lu Ming menambah tekanannya, dan beberapa saat kemudian mereka meledak.
"Arhgkk... " Rong Yan menjerit ketakutan.
"Xixixi.... Yan yan bukankah kau berkata ingin menjadi pendamping tuan, tapi kenapa kau melihat ini saja kau berteriak ketakutan. Maaf tuan tidak membutuhkan vas bunga yang hanya bisa digunakan diranjang, dia tentu akan memilihku, karena selain diranjang aku juga bisa bertarung." Ujar An Jian mengejek Rong Yan.
Mendengar itu Rong Yan menggertakan giginya dan mengepalkan tanganya, lalu dia mencoba memberanikan diri melihat jasad ledakan tadi.
Lu Ming masuk kedalam, dan melihat bahwa tempat itu sudah kosong.
Lu Ming kemudian mendeteksi dengan kekuatan spiritualnya dan dia melihat seluruh keluarga Nie sedang bersembunyi diruang bawah tanah.
Lu Ming menghilang dan Muncul diatas pintu ruang bawah tanah.
Dia melihat ada sebuah formasi yang melindungi ruang bawah tanah tersebut, formasi ini dapat menyembunyikan aura keberadaan mereka, sehingga jika ada orang jahat yang masuk, mereka tidak akan bisa menemukan keberadaan mereka.
Lu Ming menyentuh sedikit, dan formasi itu hancur seperti kepingan kaca.
Dia membuka pintu ruang bawah tanah dan turun kebawah.
Melihat Pintu bawah tanah yang meledak mereka semua terlihat ketakutan. mereka berpikir jika yang sudah membobol pintu bawah tanah adalah orang-orang itu.
Mereka semua dalam posisi siaga siap untuk menyerang Lu Ming tapi Nie Lie menghentikanya, karena Nie Lie tahu jika yang datang adalah gurunya.
"ayah, paman berhenti. dia bukan orang jahat. dia adalah guruku." ucap Nie Lie menghentikan para paman dan ayahnya.
"Dia adalah gurumu, tapi kenapa dia terlihat seperti seumuranmu." tanya paman Nie Lie, Nie Fang.
"Paman apakah kamu pernah mendengar jika seseorang sudah mencapai alam keabadian/immortal, dia bisa tetap awet muda." Ujar Nie Lie pada pamanya.
Mendengar itu pamanya menjadi kaget, dan segera memberi hormat kepada Lu Ming.
"Tuan maafkan saya karena lancang." ujar Nie Fang meminta maaf.
.........
Bersambung
ceritanya pendek²