NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32, Akhirnya datang

“Bu Agatha sudah melewati masa kritisnya, dan kini mulai stabil. Untuk anaknya, baik-baik saja bu. Dan akan segera dipindahkan ke ruangan rawat biasa”

Sashi pun akhirnya bisa bernafas lega, ia mulai sedikit tenang. Akhirnya semua hal yang ditakuti nya pun perlahan menghilang.

Perawat mempersiapkan Agatha untuk dipindahkan ke ruangan yang biasa. Sashi pun dipanggil untuk mengurus administrasi lagi. Rupanya beberapa biaya sudah ditangani oleh Kino. Sashi hanya menandatangani berkas-berkas sebagai wali.

Selepas dari ruangan administrasi, Sashi akan menemui Agatha di ruangannya. Namun saat hendak naik lift, ia melihat Rio datang dan menuju lift juga sepertinya ia juga akan menengok Agatha.

Sashi menghentikan langkahnya dan bersembunyi, Rio kesini? Pasti Kino sudah berhasil membujuknya.

Saat ini, Agatha sudah di pindah ke ruangan. Rio menghampirinya, dan Sashi mencoba untuk mengikutinya. Takut-takut Rio macam-macam sama Agatha.

Sashi mengintip dari jendela kecil di pintunya, tampak Rio berdiri di samping Agatha yang masih lemas.

“Rio,” Agatha ketakutan melihat Rio disana.

Namun Rio tidak menampilkan wajah yang menakutkan namun cukup terlihat menyedihkan.

“Bagaimana keadaan anak kita?” tanya Rio membuat Agatha kaget.

Jangankan Agatha, Sashi yang mengintip di balik pintu pun juga kaget mendengar pertanyaan Rio.

“Ba-baik Yo…” ucap Agatha dengan bibir bergetar.

Rio mendekat dan mengelus-elus perut Agatha dengan lembut, membuat Agatha merinding oleh sentuhan Rio.

“Jangan takut Tha,” kata Rio sambil duduk di samping ranjang Agatha. “Aku datang kesini untuk tanggung jawab dengan apa yang udah aku perbuat. Aku udah kehilangan Sashi, aku nggak mau kehilanganmu dan anak kita.”

Seperti tersambar petir, Sashi terheran-heran melihat Rio yang berubah begitu drastis. Ia belum percaya 100% dengan Rio, saat Sashi ingin mencoba mendekat. Rio menyambung ungkapannya,

“Aku memang tidak pantas bicara begini sama kamu Tha,” Rio memegang tangan Agatha yang dingin karena ketakutan. “Tapi aku nggak mau kehilangan semuanya, maaf memang awalnya aku nggak percaya bahwa ini anakku.”

Dengan muka tegangnya, ia melepas genggaman Rio dan berusaha bangun untuk duduk. Rupanya Rio sigap membantunya.

“Jujur,” ungkap Rio lagi. “Aku dulu mengusirmu karena termakan api cemburu, karena kamu didekati laki-laki lain. Dan juga aku berpikir untuk menghentikan perselingkuhan kita, karena aku takut akan kehilangan Sashi.”

Agatha mematung, ia tidak tahu harus percaya atau enggak dengan semua yang Rio ucapkan. Namun hatinya sakit karena ditampar kenyataan bahwa Rio lebih mencintai Sashi

Rio meraih tangan Agatha lagi dan kali ini Agatha tidak memberontak, “Aku memang tidak terlalu mencintaimu. Tapi aku minta maaf, aku kemari hanya ingin menebus kesalahanku. Aku tidak mau hidup seperti bajingan lagi.”

Agatha melunak, “Aku masih belum yakin Yo…”

“Nggak papa, aku mau tanggung jawab dan mau menebus kesalahan-kesalahanku padamu.”

Terdengar naif, namun siapa yang sangka ternyata Rio tulus mengatakannya.

“Aku nggak mau, anak kita bernasib seperti Sashi. Karena dengan menyakiti Sashi aku ingat. Bagaimana rasanya hidup sebatang kara karena keegoisan orang tuanya.”

Sontak air mata Sashi terjatuh, dia tidak menyangka bahwa kisah kelamnya malah menjadi alasan seseorang untuk mau berubah. Dia sungguh tidak menyangka Rio akan seperti itu.

“Jujur Agatha,” sambung Rio. “Aku memang lebih mencintai Sashi, namun aku akan berusaha melepaskannya agar dia bahagia dan aku bisa menjadi ayah dan suami yang baik untuk kalian.”

Rio menangis terisak-isak begitu kata terakhirnya terucap, melihat itu Agatha lalu memeluknya. Hatinya tersentuh akan kejujuran Rio. Meskipun sakit mendengarnya, paling tidak Rio mau berusaha untuk membahagiakannya dan anaknya.

Sementara Sashi yang mendengarnya menjadi luluh, Rio berubah. Dia yang keras, jahat, bahkan berperilaku seperti bajingan bisa berubah karena masa lalu Sashi yang kelam. Dia masih punya hati nurani untuk anaknya.

Melihat Agatha dan Rio sudah menemukan jalan keluarnya. Sashi memilih untuk pergi. Karena sudah ada Rio yang mau tanggung jawab, Sashi memilih ikhlas dan melepaskan semuanya. Ia lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.

Sashi cukup berbahagia dengan keputusan Rio, dia juga sudah lebih tenang untuk segala yang ia lalui kemarin. Ia meninggalkan mereka berdua, dan pergi menjauh.

Dia mulai memikirkan masa depannya, sepertinya dia akan berhenti bekerja. Dia berpikir untuk pergi jauh namun kemana, saat ini saja dia tidak punya rumah. 

Di pikirannya, dia ingin pergi ke luar kota. Tapi kalau di Bandung, ia takut keluarga ayahnya khawatir.

Saat ia berjalan keluar dengan pikiran kosong, ia melihat Giska wanita hamil yang semalam ia selamatkan. Sepertinya dia hendak pulang, namun hanya berdiri saja di depan rumah sakit.

Sashi menghampirinya, “Mbak Giska mau pulang?”

“Eh Sashi,” jawabnya. “Iya…”

“Ayo aku anter.”

“Sebentar Sas, aku bingung,” wajah Giska nampak sedih. “Aku bingung harus pulang kemana?”

“Kenapa emangnya Mbak?” Sashi mendekat. “Kita ngopi di depan yuk.”

Sashi menuntun Giska untuk berjalan bersamanya, sambil ia tarik koper Giska yang cukup besar.

Sesampainya di coffee shop di depan rumah sakit, Sashi memesankan minuman dan sarapan untuk keduanya.

“Rumah Mbak Giska dimana?” tanya Sashi pelan, sambil ia memegang tangan Giska.

“Aku nggak mau pulang ke rumahku. Pasti disana ada suamiku dan selingkuhannya,” ujar Giska memelas. “Aku juga nggak mau ke rumah Papa, nanti Papa sedih melihatku begini.”

Sashi menyeruput kopi hangat yang ia pesan. “Mbak Giska nggak punya saudara?”

“Ada, adikku. Tapi dia di luar negeri.”

Sambil mengunyah sandwichnya Sashi berpikir, “Apa ikut aku aja dulu Mbak. Tapi aku lagi tinggal di hotel untuk sementara.”

“Beneran? Nggak papa?” Giska mulai gembira.

“Nggak papa, nanti aku kalau udah dapet tempat tinggal. Mbak Giska boleh ikut aku juga kok.”

“Gimana kalo kamu nggak usah nyari tempat tinggal dulu, aku akan ikut kamu sampai perceraian ku selesai. Begitu aku sudah mendapatkan apartemenku lagi, kamu bisa tinggal disana dan aku akan pulang ke rumah Papaku.”

“Ah jangan Mbak…”

Dengan hati yang lebih tenang Giska mengambil makanannya, “Udah tenang aja. Asal kamu bantu aku menyelesaikan ini dengan cepat. Kamu boleh tinggal di sana, boleh kamu sewa kalau kamu tidak enak.”

“Tapi Mbak…”

“Udah nggak papa, lagian setelah semua kembali padaku lagi. Aku nggak mau lagi menempati apartemen itu. Jadi daripada aku jual atau kosong, mending kamu tempatin Sas.”

Sashi tidak dapat menolak lagi, dia pun mengangguk. Ia langsung mencoba untuk menghubungi Thalita untuk mengatur pertemuan mereka. Sambil menunggu Sashi menelpon Thalita, Giska menghabiskan sarapannya.

Setelah itu Sashi menghampiri Giska, “Udah aku atur jadwal ketemu Thalitanya Mbak.”

“Oh oke!”

“Sekarang kita pulang ke hotel dulu yuk, aku agak capek nih. Mbak juga perlu istirahat kan.” 

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!