Masih ingat dengan putra bungsuh Pak Zain dan Bu Jihan,
Yes... Labib Muhasibi Khoirul Musthofa yang biasa di panggil Bibi, adek dari Zula
Yang mana kini tumbuh dewasa menjadi laki laki tampan yang cukup dingin
sikapnya bar bar turunan dari kakak dan juga Uminya, yang sering pergi bermotor besar untuk mendatangi tongkrongan para remaja dan tkngkrongan gak jelas
dengan tujuan untuk berkumpul sekaligus berdakwah,
Ya namanya anak kyai se nakal nakalnya dia tetap sholat puasa dan juga mengaji
walaupun aneh dan sering di bilang gus kok tukang nongkrong
tapi itu hanya omongan manusia netizen saja, tapi saat di rumah dia juga punya pesona tersendiri bagi para santri putri
wajah tampannya mampu menghipnotis para santri putri saat mengaji,
walaupun sikapnya yang super duper dingin seperti di kutup utara, dan justru itu yang makin membuat mereka terpesona pada Gus Bibi
gimana kelanjutan ceritanya.. yuk simak.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian kesetiaan
" Abang gak tau harus berkata apa Put, " jawab Ryan bingung sendiri
Jujur Udah hampir 3 bulan dia tidak komunikasi dengan Zula rasanya akan lupa kebersamaan dan perhatian Zula selama 20 tahun lebih ke padanya
Ryan gak bisa berkata apa apa lagi, dan cukup kecewa denga Zula yang seolah tidak mau tahu akan kabarnya dan juga anak anaknya
Itu salah satu bukti nyata pribahasa jawa, becik ketitik olo ketoro
Banyak kebaikan yang sudah Zula perjuangkan dan berikan, tapi terlihat hanya bagaikan titik saja
Dan sedangkan 1 kesalahan yang Zula lakukan, terlihat begitu jelas dan menutupi jutaan kebaikan Zula pada mereka
" Papa gak apa apa kalau mau menikah lagi sama Bunda Fatma" ucap Aira begitu mudah
Dan mungkin ucapan itu kalau terdengar langsung oleh Zula, akan menjadi goresan luka yang sangat dalam untuk Zula
Anaknya sendiri dengan mudah menerima hasutan dari mereka, menerima hasutan dari tante dan neneknya
" Papa masih bingung dengan sikap mamak, kenapa dan ada apa dengan papa" jawab Ryan masih berfikir tentang Zula
" Ngapain di buat bingung udah jelas bang, kak Zula gak peduli sama Abang, abang aja di suruh bawa ke sini, gak mau merawat, anak anak nyusul ke sini juga dia gak nyariin, mereka buah hatinya lho bang, darah dagingnya, ayam aja selalu nyari anaknya, lha ini dia manusia, kok gak pernah cari kabar tentang anaknya, dan gak pernah mau tau bagaimana keadaan anak anaknya" ucap Putri sangat jengkel padahal hal itu yang sangat mereka inginkan
Di sisi lain, tepatnya di kantor Zula mendengar semua pembicaraan mereka melalui audio CCTV yang di pasang secara tersembunyi oleg orang suruhan Zula
Hatinya cukup sakit sejak awal Aira mengizinkan Ryan menikah lagi
" Gue hanya butiran debu yang terbang nempel di bajumu bang, gue bukan siapa siapa, gue hanya ibu dan wanita yang gak pantas untuk kalian" ucap Dinda dengan derasnya air mata yang mengalir
Sakit hati tentu, semua orang akan merasakan sakit di kala dinhina dan di rendahkan,
Apa lagi gak di anggap oleh anak dan suaminya sendiri
Zula memilih diam biar waktu terus berjalan dan menjelaskan semuanya
" Allahu Robbi, aku pasrah kepadamu akan apa yang akan terjadi setelah ini, hanya engkau yang maha tau mana yang terbaik untuk hambamu" ucap Zula dengan menutup mukanya dengan kedua telapam tangannya
" Kuat ya La, elo kuat, elo udah sering di sakiti, elo pasti bisa melewati semuanya " ucap Zula menyemangati dirinya sendiri
Kalau sampai abang dan adeknya tau yang ada makin jadi besar urusannya dan pastiny mereka akab mengamuk pada Ryan
Akhirnya Zula memilih kuat untuk merahasiakan semuanya
Zula sendiri bisa datang ke sana, menjemput dan menjelaskan semuanya
Tapi Zula gak mau, biar semua terjawab pada waktunya
Zula gak mau berdebat dan bertengkar dengan orang gila seperti putri yang pintar bersilat lidah
Mereka udah tua ounya pikiran dan bukan sebentar mengenak sosok Zula
21 tahun Ryan dan Zula hidup bersama, bahkan lebih dari itunsaat mengenalnya
Dan Zula percaya kalau Ryan akan pasti percaya padanya, ya ini termasuk Ujian Zula yang di berikan pada Ryan tentang kepercayaan dan kekuaran cinra mereka
Walaupun sakit, Zula sengaja menahan emosinya untuk meyakinkan Ryan dulu
Kalau sampai Ryan melupakan dirinya berarti Ryan juga gak suka padanya dan gak kompeten dan gak setia gak percaya padanya
" Mari sama sama kita uji kesetiaan kita ya bang" batin Zula menunggu kesetiaan Ryan
Tak lama dari pembahasan hal itu, terlihat dari CCTV di layar laptop Zula, Fatma datang yang langsung di peluk oleh Syifa
Itu menyakitkan sih buat Zula, tapi hal itu sudah sering Zula lihat dan sudah sering Zula kwtahui di setiap anak anaknya dekat sama Fatma
Kalau anak anak gak masalah, dekat dengan siapapun, tapi sakit yang berkali kali lipat datang di kala suaminya dekat dengan wanita lain
" Apakah, 21 tahun akan kalah dengan 3 bulan.. ? Gue saksikan drama kalian ya bang, apa yang akan terjadi nanti, abang punya hati dan bisa memilih" ucap Zula lagi sambil mengusap air matanya
Lalu Zula bangkit dan masuk ke.kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan juga tacap make up lagi karena dia mau berjumpa dengan clayennya
Setelah semua siap Zula keluar dengan membawa berkasnya, karena siang ini akan ada pertemua dengan clayen yang akan bekerja sama dengan perusahaan suaminya
Ya ada beberapa masalah yang perlu di selesaikan, salah satunya perusahaan property yang dulu perusahaan Ryan pernah di bohongi, dan rugi milyaran rupiah
Awalnya Ryan yang kerja sama, dan percaya saja, di lepas uang tersebut
Tapi nyatanya kelanjutan pembangunan dan perusahaannya di lanjutka oleh Zula sehingga kebangkrutan ini tidak di ketahui oleh Ryan
Zula ini bertahan dan terus mencari clayen yang bisa di ajak kerja sama
Kurang telitinya Ryan, membuat semua kacau, dan untung Zula punya banyak perusahaan yang bisa menjadi infestor untuk perusahaan Ryan yang hampir saja ambruk
Dan lama kelamaan para calayen gadungan selama di pegang oleh Zula itu tidak berani mendekat
Di kala sedang genting gentingnya tahap pemulihan perusahaan eh, yang punya perusahaan kabur dan gak mau tau lagi
" Pagi ibuk" ucap karyawan Ryan
" Pagi" jawab Zula sopan dan tersenyum ramah lalu berjalan keluar
Dia yang biasanya sama Ryan sudah 3 bulan terakhir ini pergi sendiri, tanpa di dampingi siapapun,
Karena Zula juga gak mau dan gak nyaman kalau harus pergi bersama dengan mereka atau salah satu dari karyawannya
Di rumah Ryan, seperti biasa mereka sering pergi bareng anak anak dan juga Fatma,
Seperti saat ini, tapi Aceh bukan wilayah sembarangan, dan ada hukum hukuman selain dari pihak kepolisian atau UUD
Ada hukuman seperti halnya kaum arab
Ryan yany sudah twrbiasa hidup di dunia bisnis terlupa akan budayanya atau adat di mana dia lahir
Kini kedua anaknya telah jalan entah kemana dan hanya tinggal mereka berdua saja
Tiba tiba ada anak bawa ice cream sambil berlari dan menumpahi celana Ryan
" Au.... Astagfirullah" ucap Ryan kaget dengan keadaan itu
" Ya ampun sayang," ucap ibunya yang mengejar dari belakang
" Maaf pak, maaf" tambahnya pada Ryan
" Iya buk gak apa apa" jawab Ryan lagi
Dan akhirnya ibu tersebut membawa anaknya pergi dari situ dan reflek, Fatma mengambil tisu dan membersihkan celana Ryan yang kena tumpahan ice cream mana di bagian itu lagi dan tepat terkena rekaman CCTV
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤