NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

Joseph menuju sebuah rumah yang tampak berpagar kokoh dan tinggi, di depan pos penjagaan dia segera menghentikan mobilnya, dengan cepat dia menurunkan jendela mobilnya, penjaga yang sudah menghampirinya langsung tampak sungkan.

"Tuan Muda Joseph, silakan masuk," ujar penjaga itu, penjaga yang lain memberitahukan kepada orang di dalam rumah yang halamannya saja seluas setengah lapangan bola.

Joseph segera menghentikan mobil sport yang sudah lama sekali tak pernah di pakainya itu tepat di depan pintu utama rumahnya, dia melepas sabuk pengamannya, Mery yang duduk di sampingnya tampak gugup, inikah rumah Joseph? bak istana, gumamnya dalam hati.

"Jika orang tuaku bertanya, aku akan mengatakan bahwa kau adalah sekretaris ku, apa kau merasa tak suka dengan hal itu?" tanya Joseph dulu meminta izin.

"Tidak, tidak masalah," ujar Mery seketika, tak ada masalah bahkan jika Joseph mengatakan dia hanya pembantu, tentu Mery pun menerimanya, baginya apapun dia terima asal bisa menemukan Launa sekarang.

"Ya, ayo turun, itu ibuku," ujar Joseph yang menunjuk tak langsung seorang wanita cantik yang bahkan tampak begitu muda, Mery saja minder melihatnya, jika Joseph berdiri atau berjalan bersama ibunya, bahkan mereka akan dikatakan sepasang kekasih.

"Joseph!" teriak wanita dengan gaun putih itu tanpa ragu dan buru-buru menuruni anak tangga lalu memeluk Joseph dengan erat, seolah anaknya ini sudah begitu lama dia tunggu kehadirannya.

"Bu, apa kabarmu?" suara Joseph halus dan lembut menyambut pelukan ibunya, ah, Mery jadi semakin kagum dengan pria ini.

"Well, pangeran yang ditunggu-tunggu sudah pulang juga!" ujar seorang pria kali ini terlihat setengah baya dengan jas formalnya menatap ke arah mereka, Mery langsung mengansumsikan bahwa itu ayah Joseph.

"Kakek," ujar Joseph yang langsung membuat Mery melotot, pria ini kakek Joseph, bagaimana ayahnya lagi? apa mereka keturunan tak bisa tua ya? pikir Mery berusaha bersikap wajar.

"Kau kemana saja? lihatlah kau sekarang kurus sekali," ujar ibu Joseph manja.

"Jangan memanjakan anak seperti itu, dia yang ingin keluar! biarkan saja dia keluar," suara lantang seorang pria yang baru saja datang menaiki kuda berwarna hitam lengkap dengan baju khusus menunggang kudanya, Mery merasa pria ini cocok jadi Abang Joseph tapi dari caranya berbicara, apa ini ayah Joseph?

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah," kata Joseph sedikit dingin menanggapi perkataan Ayahnya . Yap, kali ini Mery tak kaget lagi, ya, sepertinya Joseph keturunan vampire, keluarganya semua terlihat tak menua.

"Baru datang dan sudah ingin membicarakan sesuatu, itulah alasanmu kembali?" tanya Piere pada anaknya.

"Jangan keras begitu pada anakmu, dia baru pulang," ujar Lalita membela anaknya.

"Ah, kau selalu membelanya, masuklah dan tunggu ayah di ruang kerja, ayah akan segera ke sana," kata Piere ingin menaiki anak tangga rumahnya setelah menyerahkan kudanya pada pelayan khususnya, dia berhenti sejenak melihat wanita asing.

"Siapa dia?" tanya Piere lagi, semua mata tertuju pada Mery, Mery jadi gugup karenanya.

"Hanya sekertaris ku," ujar Joseph, Dia memberikan tanda untuk hormat.

"Selamat pagi Tuan, Nyonya," ujar Mery sesopan mungkin dan memberikan salam.

"Bagus, selangkah lebih baik, akhirnya kau serius juga," kata Piere langsung masuk ke dalam rumahnya.

"Sudah jangan di dengarkan apa kata ayahmu, biarkan saja dia, ayo masuk, ibu rindu sekali denganmu," kata Lalita menarik anaknya, perlahan mengajak Joseph masuk dan Joseph segera melihat ke arah Mery. Mery mengerti untuk mengikuti Joseph.

Setelah bercengkramah sedikit, Joseph akhirnya menuju ke arah ruang kerja ayahnya, pintu segera dibukakan oleh asisten pribadi Piere, Joseph segera duduk di salah satu sofa.

"Duduklah dulu, tapi jika ayahku datang kau harus berdiri di sampingku, jika aku minta foto Launa, berikan padaku segera," ujar Joseph memberitahu Mery.

"Baiklah," kata Mery mengerti, dia terkesima dengan arsitektur rumah Joseph bergaya istana-istana Eropa, menurut penjelasan sekilas dari Joseph, dia memang memiliki darah bangsawan.

Ayah Joseph dan ibu Jayden adalah kakak beradik, Ayah Joseph adalah Abang kandung ibu Jayden, begitulah mereka bisa bersaudara.

Tak lama menunggu pintu yang tingginya bahkan hampir 3 meter itu terbuka, dengan setelan formal, ayah Joseph terlihat tak kalah menariknya dengan Joseph.

"Apa yang membuat seorang Christopher Joseph Callahan pulang?" tanya Piere menatap anaknya tajam, dia langsung menyimpangkan kakinya di depan Joseph lalu bersikap tegak sempurna.

"Aku akan menerima semua permintaan ayah agar meneruskan perusahaan dan juga masalah pemerintahan, dengan satu syarat," kata Joseph segera, toh akhirnya dia juga akan tetap melanjutkan perusahan keluarganya, jadi dari pada menyerahkan diri cuma-cuma, lebih bagus sekarang dia memanfaatkan keadaan ini untuk menolong Jayden dan Mery.

"Apa itu?" tanya ayahnya, sudah lama dia menantikan hal ini.

"Aku ingin ayah mencari gadis ini," kata Joseph menadahkan tangannya, Mery segera tanggap, dia mengambil foto Launa dan menyerahkannya.

Joseph segera menyerahkannya ke atas meja, asisten Piere bergerak mengambil foto itu dan menyerahkannya pada tuannya, Piere tak langsung melihatnya, dia menatap wajah serius Joseph, lalu baru melirik ke arah foto itu.

"Siapa dia? gadis yang kau suka?" tanya Piere menatap wajah cantik Launa, selera anaknya bagus juga, tak jauh bedanya dengan seleranya.

"Ya, dia wanita yang aku suka," ujar Joseph yang langsung mengundang kerutan di wajah Mery, tapi Mery tak bisa menanyakan hal itu sekarang.

"Kenapa dia pergi?" tanya Piere lagi.

"Bibinya ingin memisahkan kami, karena itu dia membawanya pergi, satu hal yang aku ketahui mereka membawanya ke Blue Hill," kata Joseph lagi kaku berbicara dengan ayahnya, kerutan di wajah Mery tak mengurai juga, mendengar pengakuan Joseph tadi membuat perasaannya tadi tak nyaman.

"Blue Hill? wow, dia juga termasuk orang yang terpandang jika bisa masuk ke dalam pergaulan Blue Hill, Siapa keluarganya?" kata Piere yang kagum dengan selera anaknya, siapa pun di kota ini tahu, Blue Hill bukan tempat sembarangan. bahkan hanya untuk memasukinya saja punya aturan ketat dan tak bisa sembarangan.

"Aku tak tahu, aku belum sampai ke mengenalnya ke sana, bagaimana?" kata Joseph bertanya dengan satu alisnya terangkat.

"Akan ayah usahakan, menerobos untuk masuk ke sana saja sudah lumayan susah, apalagi harus mencari di wilayah itu, ayah tak berjanji akan cepat mendapatkan jawabannya," kata Piere lagi.

Joseph memainkan bibirnya tanda berpikir, dia lalu berdiri.

"Baiklah, kapan ayah ingin aku ke perusahaan?" tanya Joseph lagi sebelum melangkahkan kakinya pergi.

"Lusa, dan seringlah datang ke sini, ibumu selalu merindukanmu," ujar Piere juga berdiri.

"Baiklah, akan aku usahakan," kata Joseph lagi, gayanya yang bersahaja di luar, dengan gayanya yang kaku dan terlihat angkuh di lingkungan keluarga begitu tampak berbeda.

Joseph segera melangkah keluar dari ruang kerja ayahnya, dia melirik Mery yang tampak berwajah muram, gadis ini memang tak bisa menutupi emosinya.

"Akan aku jelaskan setelah keluar dari sini," kata Joseph yang mengerti wajah Mery yang kesal.

"Tidak di jelaskan juga tidak apa-apa," ujar Mery, Joseph hanya tersenyum mendengar kata yang keluar dari Mery itu.

Mereka segera keluar, Joseph segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah keluar dari pagar rumah itu, dia melirik ke arah Mery yang memperhatikan foto Launa.

"Launa sangat cantik ya," goda Joseph, entah kenapa dia suka melakukannya.

"Ya, tentu, jika tidak bagaimana kau dan Jayden menyukainya, aku hanya tak habis pikir, bagaimana kau bisa menyukai gadis milik sepupumu sendiri?" kesal Mery, tak tahu kesal karena itu atau hal lain, dia hanya kesal saja.

"Itu harus aku lakukan, Jika aku mengatakan Launa adalah temanmu atau temanku, atau malah pacar dari Jayden, ayahku tak akan cepat bertindak, untuk apa dia repot mencari temanku atau pacar Jayden, karena itu aku harus mengakui Launa sebagai wanitaku, sehingga ayahku akan cepat mencarinya, ini aku lalukan untuk kalian," Kata Joseph membeberkan alasannya.

"Benarkah?" kata Mery tak percaya, tapi wajahnya sudah kembali berubah sumringah. Melihat hal itu Joseph senang.

"Ya, benar, aku tak punya perasaan apapun dengannya, hanya ingin kau senang," ujar Joseph Sambil tersenyum manis, seketika membuat Mery salah tingkah dan wajahnya panas, jantungnya sekarang tak beraturan. Joseph melihat Mery salah tingkah menikmati hal itu, gadis di sampingnya ini, manis sekali.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!