Rui adalah anak dari seorang jendral perang, dia meninggal karna dikhianati oleh sahabat dan juga laki - laki yang dia sukai namun dia diberikan kesempatan kedua oleh tuhan untuk hidup kembali, dia bersumpah akan membalas orang - orang yang menyakitinya dikehidupan sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heriyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
Setelah si kecil lahir keluarga jendral pun mengadakan pesta untuk menyambut kelahirannya si kecil
Malam pesta
Orang tua rui : rui tolong kamu lihat apakah kakak dan iparmu dan si kecil sudah siap untuk diperlihatkan kepada tamu
Rui : baik ayah akan rui lihat dulu
Rui dan juga yin pergi ketempat kakaknya dan tiba dikediaman kakaknya
Rui : kakak apakah sudah siap? Tamu sudah menunggu cepatlah kasihqn mereka jika menunggu terlalu lama
Kakak rui : iya sebentar kakak iparmu sedang menandadani si kecil
Rui : akan dijadikan seperti apa? Keponakan kecilku itu? Kenapa belum beres2 juga?
Kakak rui : sabarlah sebentar lagi juga mereka akan keluar
Rui : ish aku sudah tidak sabar menanti nih ingin melihatnya
Kakak rui : kakak pun sama karna kakak disuruh keluar tadi oleh kakak iparmu
Tak lama mereka pun keluar
Kakak rui : nah itu mereka
Rui : wah tampan sekali ya keponakanku ini
Kakak rui : ya tentu saja kau lihat saja bagaimana ayahnya tampan sekali
Rui : ish siapa yang bilang kau tampan pede sekali sih kakak ini?
Kakak rui : ya tentu saja aku tampan mana mungkin kakak iparmu mau denganku kalau aku tidak tampan
Rui : ya...ya...ya...terserah kau sajalah aku tidak perduli denganmu, ayo kakak kita pergi jangan peedulikan dia. Dia sedang gila
Kakak rui : ya kau adik kurang ajar, kau yang gila sembarangan saja kau bilang aku gila jika aku gila berarti kau juga gila karna kita sedarah
Rui : sudahlah kak biarkan saja dia mengamuk
Kakak rui : ya kau gadis nakal tunggu aku, aish kenapa aku bisa punya adik yang nakal sekali? Aku malah ditinggal pergi begitu saja oleh adik, istri dan juga anakku. Kenapa selalu aku yang harus mengalah? Ingin sekali ku jitak kepalanya tapi kalau dia marah nanti aku yang bahaya bisa2 hilang nyawaku ini, tidak2 sudahlah.
Kakaknya pun mengikuti mereka dari belakang dan tiba di pesta
Kakak rui : silahkan untuk para tamu dipersilahkan duduk, mohon maaf karna menunggu lama mari kita mulai saja acaranya
Disana sangat ramai bahkan berbagai kalangan pun datang. Semua pangeran pun datang dan mereka semua mengucapkan selamat untuk keluarga jendral terutama panglima rong juga istrinya, banyak pangeran dan juga pejabat2 yang melihat kearah rui. Keluarga jendral memakai pakaian seragam terlihat sangat serasi sekali dipadukan dengan perhiasaan yang tidak terlalu mewah tetapi membuat semua orang tertuju pada mereka, mereka pun berbincang2 dan rui berpamitan ingin pergi sebentar
Rui : hah aku ingin menghirup udara dulu karna disana terlalu ramai dan pengap
Tanpa dia sadari dia sudah diikuti oleh pangeran ke 3
Pangeran ke 3 : adik rui kenapa berada diluar?
Rui : menengok ke arah suara itu, salam pangeran ke 3. Kenapa pangeran ke 3 ada disini?
Pangeran ke 3 : tadi aku melihat adik pergi keluar jadi aku mengikuti, apakah adik rui ingin pergi jalan2?
Rui : tidak aku hanya ingin menghirup udara saja karna disana terlalu pengap
Pangeran ke 3 : kalau adik ingin jalan, kakak bisa mengantar
Rui : tidak perlu pangeran ke 3 karna ini acara keluarga rui jadi rui tidak mungkin pergi jauh kalau begitu rui permisi masuk lagi ke dalam
Pangeran ke 3 : tunggu sebentar dik
Rui tidak menghiraukannya dia langsung masuk saja kedalam sambil menggerutu
Rui : kenapa sih harus selalu bertemu dengan orang yang tidak ingin kita lihat menyebalkan sekali? Ingin sekali menghajar mukanya agar dia kapok tidak mendekatiku terus
Pangeran ke 5 : salam adik rui
Rui : aish ada lagi penganggu kenapa aku tidak bisa tenang sih sebentar saja benar2 nyebalkan?
Pangeran ke 5 : ada apa adik rui?
Rui : salam pangeran ke 5 tidak ada apa2
Pangeran ke 5 : adik yakin? Kenapa mukanya tampak kesal begitu?
Rui : tidak apa2 pangeran ke 5, ada apa pangeran ke 5 kesini?
Pangeran ke 5 : ah tidak ada aku melihat adik dari kejauhan mangkanya menghampiri adik untuk mengucapkan salam
Rui : oh begitu
Pangeran ke 5 : lalu kenapa adik rui ada disini? Seharusnya kan adik ada disana dipestanya kakaknya adik rui
Rui : oh tadi rui hanya ingin menghirup udara segar sekarang akan kembali lagi kesana
Pangeran ke 5 : oh begitu ya, ya sudah kalau begitu kita bersama - sama saja kesana nya
Rui ingin sekali menghindar tapi sudah tidak bisa dan pangeran ke 3 pun ada dibelakang mereka karna dia menyusul rui
Pangeran ke 7 : salam kakak
Pangeran ke 3 & 5 : salam adik
Pangeran ke 7 : kakal dan adik rui darimana?
Pangeran ke 3 & 5 : kami pergi menghirup udara tadi
Pangeran ke 7 : benarkah rui?
Rui : ya maaf kalau begitu saya pamit dulu
Rui segera pergi dari para pangeran itu karna rui tau pangeran ke 7 akan cemburu kalau melihat dia bersama dengan pria lain terutama kakak2nya
Kakak rui : heh kau gadis nakal kemana saja? Kau tau kan ini acara keluarga kita
Rui : ya aku tau, aku hanya ingin menghirup udara sebentar saja disini terlalu pengap. Kenapa begitu saja tidak boleh? lagipula tadi aku sudah izin dengan ayah dan ibu. Kenapa kau ini repot sekali sih kekanak - kanakan sekali sih
Kakak rui : ya kau gadis nakal aku ini repot
Rui : kau repot apa? Kerjaannya cuma menerima tamu saja dan tersenyum tuh kau lihat kakak ipar yang lebih repot karna harus menggendong si kecil juga harus sibuk mempersiapkan kebutuhan si kecil dasar kau kakak lebay
Kakak rui : ya sudahlah aku tidak ingin bertengkar denganmu, bertengkar denganmu akan panjang nanti urusannya lebih baik kau bantu kakak iparmu menggendong si kecil sana
Rui : ya...ya..ya..tentu saja aku akan membantu tidak sepertimu, we...( menjulurkan lidahnya)
Kakak rui : ish kau ya benar2 membuatku kesal saja kenapa aku harus mempunyai adik seperti dia sih? kenapa tidak punya adik yang penurut saja
Rui : itu deritamu suka2 akulah mau berbuat apa saja lagi pula lebih kau protes saja sana sama ayah dan ibu jangan protes padaku, we..we..we...kabur dengan cepat.
Meskipun kakak rui sangat kesal dengan tingkah adiknya itu tetapi dia sangat menyayangi adiknya itu
Rui : kak sini biar aku yang mengendong sikecil
Kakak ipar : baiklah hati ya rui ( memberikan si kecil)
Rui : iya kakak tenang saja
Kakak iparnya pun lanjut menyambut tamu dan berbincang2, sedangkan rui menggendong ai kecil dan berbicara dengan sikecil
Rui : duh keponakanku sayang kamu lucu sekali sih, ingin rasanya kakak mencubit pipimu juga menciummu ( ih gemas sekali rasanya)
Pangeran ke 7 : kau sudah cocok mengendong bayi lalu kapan kau ingin aku melamar?
Rui : apa yang kau katakan sih hah? Seenaknya saja bicara sembarangan
Pangeran ke 7 : aku kan tidak bicara sembarangan lagi pula kita kan sudah berciuman jadi aku harus bertanggung jawab
Rui : ya kau jangan bicara omong kosong sudah sana pergi nanti kau akan menakutinya
Si kecil : oek...oek...oek
Rui : ish gara2 kau sih si kecil jadi menangiskan, sabar ya sayang tenang maafkan kakak ya membuat kamu menangis ( mengelus2 punggung si kecil )
Pangeran ke 7 pun ikut melakukannya tapi tangannya ditepis oleh rui.
Rui : apa yang kau lakukan?
Pangeran ke 7 : tentu saja ikut mengelus -elus si kecil
Rui : kau cuma ingin modus denganku jangan pura2 aku tau isi kepalamu
Pangeran ke 7 : wah ternyata rui bisa tau ya isi kepalaku bukan hanya tabib juga pembaca pikiran ternyata
Rui : ish dasar kau mesum
Pangeran ke 7 : ya aku mesumkan hanya padamu
Rui : ya dasar tak tau malu
Pangeran ke 7 : aku kan tak tau malu hanya denganmu
Rui : sudahlah malas berdebat denganmu
Pangeran ke 7 ters saja mepet ke rui dan rui hanya bisa pasrah saja menerimanya
contoh 👇👇
"nona apa kamu ingin makan ;tanya si pelayan
"Iya tolong ambilkan makanan untukku ;jawab si A (nona)
😉😉😉