Satrio Hartanto atau biasa di panggil Ario adalah seorang pemuda desa berusia 25 tahun, dia tumbuh di dekat pesisir pantai dengan penduduk tidak terlalu banyak. Dia dua bersaudara mempunyai adik bernama Anggoro yang baru lulus SMP.
Ibunya bernama Ropi'ah seorang penjual nasi di warung pinggir pantai, warung yang terbuat dari bambu dan kayu sangat sederhana sekali tapi rapih dan bersih.
Ayahnyanya seorang petani dan peternak bebek biasa hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya saja.
Suatu hari kampung pesisir pantai itu di terjang tsunami setelah gempa besar, semua rumah di sana hancur dan terbawa arus tidak ada yang tersisa satupun dan hampir semua penduduk hilang terbawa arus tsunami, kecuali Ario dan keluarga karena sedang menghadiri acara perpisahan di sekolah Anggoro adiknya yang jaraknya satu jam perjalanan dari rumahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rorop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NGINEP DI BANDUNG
Ayah buru-buru mematikan telponnya setelah ngobrol dengan seseorang, beliau langsung berbalik mau kembali ke rumah dan ternyata Ario sudah berdiri di hadapannya.
"eh abang" kata ayah Andi.
"ayah menerima telpon dari siapa?" kata Ario pelan.
"itu mang Tantan nelayan kampung sebelah bang" jawab ayah santai.
"mang Tantan ko di beliin cincin yah?" kata Ario penuh penekanan nyebut cincinnya
"itu cincin batu akik bang, ayah tadi ke tokonya membeli cincin pesanan mang Tantan yang merah delima ini cincinnya" jawab ayah dan beliau mengeluarkan cincin itu dari sakunya, ternyata benar cincin laki-laki yang batunya besar.
"tapi kok ayah nelponnya sampai berlari keluar, padahal di dalam aja dekat ibu" Ario masih penasaran.
"kan lagi ngumpul dan lagi ngobrol jadi takut ganggu kalian, kalau ngomong ke mang Tantan harus jelas soalnya dia agak budeg" jawab ayah
"oh gitu, terus ngapain ayah besok harus nganterin ke mang Tantan. Kenapa mang tantan gak ngambil sendiri ke rumah ayah?" kata Ario penuh penekanan.
"kasian dia kecapean bang, tadi juga waktu telpon masih di laut, jadi besok ayah ke sana sambil beli ikan yang dia tangkap. Sudah sering ayah ke sana beli ikan segar pas dia pulang melaut. Dan seminggu yang lalu dia beli kapal nelayan kecil yang baru, soalnya punya dia yang lama sudah rusak gak bisa di pakai lagi. Ayah pinjamin dia uang karena uang dia gak cukup, sebagai bayarannya dia menjual ikan-ikannya ke kita. Nah hasil penjualannya dia berikan ke ayah setengahnya untuk bayar cicilan, setengahnya lagi buat kebutuhan dia dan keluarganya" jawab ayah lagi.
"oooh gitu, memangnya berapa harganya? Mahal gak?" tanya Ario
"yah cukup mahal, makanya ayah pake uang resot dulu yang ayah kumpulin dari tiga bulan lalu dan sebagian lagi tabungan ibu. Oh ya maaf ayah gak bilang dulu sama abang soal uang itu karena nunggu waktu yang tepat, tadinya mau ngobrol tadi malam pas nginep. Eh gak jadi nginep karena banyak tamu dan rencananya sekarang sepulang dari sekolah. Maaf ya bang ayah gak ijin dulu memakai uang resort itu, nanti setelah kumpul uang cicilan dari sana ayah kembalikan lagi" jelas ayah panjang lebar.
"oh ya udah gak apa-apa yah, tapi lain kali bilang dulu ya kalau pakai uang resort biar gak salah paham kan abang periksa tiap minggu. Abang gak bakal ngelarang kok meminjamkan uang, apalagi untuk membantu orang yang sedang membutuhkan" kata Ario.
"iya bang maaf ya" ujar ayah Andi
"iya gak apa-apa, yuk kita masuk kita makan bakso barusan Cecep nganterin" Ario merangkul pundak ayahnya mengajaknya masuk, dia merasa lega ternyata ayahnya tidak memiliki perempuan lain.
Mereka masuk lagi ke rumah dan makan bakso, selesai makan bakso mereka ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul.
Anggoro ngepak pakaian ke dalam tas gendongnya karena mau ikut pulang ke kampung, ayah, ibu dan Anggoro pamit untuk pulang karena sudah jam empat sore.
"bang ibu pulang dulu ya, kapan abang ke sana?" kata ibu Ropi'ah.
"iya bu, gak tau kapan ya, minggu depan juga mau nganter Anggoro daftar ulang ke Bandung" jawab Ario.
"ibu mau ikut gak ke Bandung?" kata Anggoro.
"mau sih tapi lihat situasinya dulu, kalau sibuk dan banyak tamu enggak dulu. Kan adek di sana empat tahun, masih banyak waktu" jawab ibu.
"padahal seru jalan-jalan berempat, ibu, ayah, abang dan aku" kata Anggoro lagi.
"iya lihat situasi dulu aja, yuk kita berangkat udah sore nih. Ayah kan bawa mobilnya lambat, ntar nyampenya keburu malam lagi" kata ayah Andi.
"ya udah hati-hati di jalan ya, selamat sampai rumah" kata Ario.
"aamiin" jawab semuanya hampir bersamaan.
Ayah Andi mengemudikan mobilnya dengan hati-hati karena masih baru bisa nyetir, setelah mobil orang tuanya tak terlihat Ario mengunci pintu rumah dan pagarnya lalu dia masuk lagi ke bengkel karena masih buka.
"ayah dan ibumu ko gak nginep?" tanya Riki.
"mereka sibuk, di resort banyak tamu sampai penuh lagi pada liburan sekolah mungkin" jawab Ario.
"hebat kamu bos, tambah makmur aja hidupnya" Riki mengacungkan jempolnya sambil tersenyum senang.
"aamiin" jawab Ario
Ario duduk di meja kerjanya mengecek pengunjung hari ini, karena setiap pengunjung tercatat di sana kerusakannya apa dan memakai onderdil apa dari bengkelnya jadi jelas nilai uangnya berapa yang masuk.
Jam lima lebih Ario menutup bengkelnya, karena karyawannya udah pada pulang, setelah mengunci bengkelnya dia masuk ke rumahnya yang di sebelah bengkelnya itu.
***
Hari ini Ario dan Anggoro berangkat ke Bandung karena mau daftar ulang, mereka nyampai ke sana jam satu siang dan langsung daftar ulang.
Selesai daftar ulang mereka mencari tempat kos yang dekat dengan kampus, mobil masih di parkiran kampus karena mencari kosannya ingin yang dekat supaya bisa jalan kaki pergi ke kampusnya. Sudah tiga tempat kos yang mereka datangi gak ada yang kosong paling kosongnya dua bulan lagi katanya, mereka berdiri di trotoar dan memutar pandangannya ke sekeliling.
"dek makan dulu yuk di sana, kita belum makan siang abang laper nih" kata Ario sambil menunjuk rumah makan di sebrang jalan tempat kos itu.
"iya bang aku juga udah laper nih" jawab Anggoro
Mereka menyebrang jalan dan memasuki rumah makan itu, Ario dan Anggoro ngambil makanan yang sesuai seleranya karena di rumah makan itu sistim prasmanan jadi ngambil sendiri. Setelah ngambil semua yang diinginkan baru membayarnya.
Ario dan Anggoro mencari tempat duduk yang kosong, kebetulan ada tempat yang kosong di pojok belakang. Lalu mereka duduk di sana dan mulai makan.
"masakannya enak juga, dan harganya murah hampir sama dengan rumah makan kita cuma beda ukuran di sini ayam dan yang lainnya lebih kecil" kata Ario.
"iya bang, coba lihat pepes jamurnya juga seuprit hehehe" jawab Anggoro.
"mungkin ini porsi anak kos dek, kalau punya kita porsi tukang tani" kata Ario.
"bang lihat ke belakang, itu tempat kos juga kan ya?" kata Anggoro, dia gak sengaja melihat ke belakang kakaknya yang ada kacanya.
"iya dek tempatnya bersih dan rapi, ada tanamannya tertata rapi sepertinya adem ya" jawab Ario
"nanti kita coba ke sana yuk" kata Anggoro.
"iya, tapi kita tanya dulu takutnya kostan khusus cewe" jawab Ario.
"iya bang" Anggoro mengangguk dan melanjutkan makannya lagi.
Selesai makan mereka bertanya kepada pegawai rumah makan tentang kosan di belakang rumah makan ini, dan ternyata itu kosan khusus laki-laki katanya di suruh datang aja ke rumah samping karena pemiliknya di sana dan rumah makan ini juga miliknya kata pegawai rumah makan itu.
"mudah-mudahan ada yang kosong ya bang, tempatnya bersih dan rapi sepertinya disini aturannya lumayan ketat buktinya gak ada sampah dan gak berisik" kata Anggoro.
"bagus kalau aturannya ketat supaya terbiasa teratur dan kalau belajar tenang, berarti harus orang yang disiplin baru betah di sini" jawab Ario.
"aku pasti betah bang, cuma boleh gak ya main gitar... Kalau boleh nanti aku mau bawa gitar buat ngilangin jenuh" kata Anggoro.
"ya udah yuk kita ke sana, kita tanya-tanya aja apa yang boleh dan gak boleh" jawab Ario.
Mereka berdua datang ke rumah pemilik kosan itu, rumah sederhana tapi rapi dan bersih.
Ario dan Anggoro di sambut baik oleh ibu kos itu, mereka di persilahkan duduk di ruang tamu.
"apa masih ada kamar kosong satu untuk adik saya bu?" kata Ario setelah mereka duduk di ruang tamu.
"kebetulan ada yang kosong satu hari ini baru aja orangnya pergi, mau diisinya kapan? Soalnya harus di rapiin dulu atau di cat dulu" kata ibu kos itu.
"diisinya paling nanti aja bu sehari sebelum masuk kuliah" jawab Ario.
"oh masih ada waktu ya buat rapiin, soalnya aturan di sini kalau ada yang masuk kos baru kamarnya harus di cat lagi dan kasurnya di ganti. Karena rata-rata yang kosnya lama sampai empat-lima tahunan baru selesai, kalau adek kuliahnya yang D3, S1 atau jurusan kedokteran? kata ibu kos itu dan bertanya kepada mereka.
"ngambil S1 bu, empat tahun" jawab mereka.
"oh iya, yuk kita lihat dulu kamarnya?" kata ibu kos itu.
"iya bu" jawab mereka.
Ibu kos masuk dulu ke dalam mengambil kunci, setelah itu mengajak mereka ke tempat kos itu.
"ini kamarnya dek coba lihat dulu cocok gaknya, ada satu tempat tidur, meja belajar dan lemari. Dan itu kamar mandinya" kata ibu kos itu
Ario dan Anggoro masuk melihat-lihat, kamarnya tidak besar tapi cukup untuk ukuran anak kos. Kamar mandinya ada di dalam tidak bercampur dengan orang lain.
"gimana dek cocok gak?" kata Ario kepada adiknya.
"cocok bang, udah di sini aja" jawab Anggoro.
"nah ini semua di cat dulu termasuk meja belajar, tempat tidur dan lemari. Kasur dan seprenya juga di ganti yang baru" kata ibu kos itu.
"baik buk, kalau gitu kami ambil ini aja" kata Ario.
"ok baik, kita isi dulu pormulir di sana" jawab ibu kos.
Mereka keluar dari kamar kos itu dan kembali ke rumah ibu kos, Ario membayar untuk dua tahun dulu karena kata ibu kos biasanya yang bayar setahun sekali dan tiap tahun naik 5%.
Setelah mengisi data yang di perlukan dan membayar uang sewa untuk dua tahun kedepan, ibu kos menyerahkan kunci kamar itu supaya nanti datang tinggal masuk aja. Dan untuk renopasi kamar masih ada kunci cadangan di ibu kos.
Ario dan Anggoro pamit kepada ibu kos untuk pulang, mereka berdiri dan berjabat tangan setelah itu mereka keluar dari rumah ibu kos itu.
"tenang kalau udah dapat tempat kos mah" kata Ario.
"iya bang, tapi boleh gak nginep di hotel semalam aja? Besok pagi baru kita pulang, sekarang aku mau jalan-jalan dulu di kota Bandung" kata Anggoro sambil menatap kakaknya.
"hmmm boleh juga lagian udah sore, nanti abang cek hotel yang dekat dengan pusat kota setelah di mobil" jawab Ario.
Mereka berjalan kaki sampai kampus karena mobil masih di parkir di sana, setelah lima menit jalan kaki baru mereka sampai di mobil. Padahal kalau naik angkot juga ada, cuma mau tau aja berapa menit sampai kampus dengan jalan kaki.
Ario mencari hotel yang bagus di dekat pusat kota untuk menginap semalam dia melihat-lihat lewat aplikasi, setelah mendapatkan hotel yang cocok mereka berdua meluncur ke sana. Tapi sebelum ke hotel mereka jalan-jalan dulu di pusat kota.
"padat sekali kota Bandung, hampir sama dengan kota Jakarta" kata Anggoro sambil terus melihat keluar kaca mobil.
"iya hampir sama" jawab Ario, dia menjalankan mobilnya pelan karena sambil melihat-lihat sekeliling dan ingin mengenal tempat itu.
Setelah hampir gelap mereka baru selesai berkeliling dan berwisata kuliner juga membeli beberapa stel pakaian, setelah cukup puas dan kenyang mereka masuk ke hotel untuk mandi dan istirahat.
Untung tadi mereka bawa baju ganti dari rumah untuk jaga-jaga jadi tenang nginep di sana, walaupun tadi mereka beli baju baru tapi kalau gak di cuci dulu gak enak kalau langsung di pakai.
yang genit itu.gimana reaksinya..
tidak hanya ario saja tapi ibunya juga bisa kembali bertemu dengan saudara kandungnya.tentu makin bahagia dan sejahtera saja keluarga besar ario
semangat ya ditunggu kelanjutannya..
semoga awet bisa menua bersama
hingga maut yang memisahkan
moga bahagia terus sampai menua bersama hingga maut yg memisahkan