Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.
Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.
Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.
Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.
Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
🍂🍂🍂🍂🍂
"Mau sarapan apa sayang?"
"Pecel contong bie kelihatannya enak" ucap Zuyyin dengan binar matanya membayangkan makan pecel contong dengan lauk rempeyek.
Gus Atha pun hanya menganggukkan Kepalanya dan mencari pecel contong yang menurutnya enak yang tak jauh dari pasar tradisional.
"Yuk sayang turun" ucap Gus Atha yang sudah membukakan pintu untuk Zuyyin.
"Makasih bie" ucap Zuyyin seraya keluar dari mobil.
"Sama-sama sayang" jawab Gus Atha.
Keduanya pun berjalan bergandengan masuk ke dalam warung dan memilih tempat duduk yang paling nyaman.
"Kamu tunggu disini sayang hubby mau pesen dulu" ucap Gus Atha.
Zuyyin pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Gus Atha pun berjalan ke arah penjual pecel contong.
Di warung sederhana yang di datangi Zuyyin dan Gus Atha kali ini, memang tidak memiliki banyak karyawan seperti di restoran, dimana pembeli akan memesan makanannya sendiri dan pemilik warung yang sedang menyajikan makanan untuk pelanggannya.
Keduanya pun makan dengan penuh rasa syukur yang membuat rasa bertambah nikmat itu timbul di antara mereka, bagaimanapun keadaannya mereka sangat menikmati suasananya. Rasanya yang pas di tambah dengan lauk tempe, telur asin dan rempeyek kacang dan tak lupa minumnya teh tawar anget menjadi semakin nikmat
#hadewh makin laper oey🤤
Setelah menikmati sarapan paginya hingga tandas tak tersisa, Gus Atha dan Zuyyin pun berjalan ke arah sang penjual untuk membayar tagihannya. Setelah itu Gus Atha dan Zuyyin berjalan keluar meninggalkan warung tersebut.
Hanya butuh waktu setengah jam Gus Atha pun sampai rumah, keduanya pun turun dari kendaraannya. Gus Atha pun memanggil kang santri untuk menurunkan barang belanjaannya untuk di bawa masuk ke dalam rumah.
Sementara Zuyyin langsung pergi ke kamar karena merasa lelah setelah melakukan aktifitasnya tadi yang sangat menguras tenaga. Tidak seperti sebelum hamil, Zuyyin sekarang mudah lelah dan ingin cepat-cepat beristirahat sejenak di kamarnya untuk merebahkan tubuhnya.
Karena merasa lengket semua setelah melakukan aktivitas di luar rumah, Zuyyin pun membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat. Zuyyin yang sudah segar keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Gus Atha yang masuk ke dalam kamar Zuyyin langsung bertanya pada suami.
"Sudah selesai bie masukin belanjaannya?"
"Sudah semua sayang, tadi minta tolong kang Adzriel untuk membawa ke dapur" ucap Gus Atha yang langsung berlalu ke kamar mandi.
Zuyyin pun merebahkan tubuhnya di pinggir ranjang king sizenya dan bersandar sambil memainkan ponselnya sambil menunggu suaminya selesai membersihkan diri.
Tak sengaja Zuyyin yang merasakan kantuknya dia tertidur terlebih dahulu sebelum Gus Atha keluar dari kamar mandi.
Gus Atha pun mengambil ponsel Zuyyin dan menaruh ya di atas nakas kemudian merebahkan tubuhnya di samping Zuyyin dan menarik pelan Zuyyin dalam pelukannya.
Tak terasa keduanya pun mengarungi mimpinya selama dua jam hingga pukul setengah dua Zuyyin terbangun dari tidurnya.
"Astaghfirullahhaladhim, jam berapa ini belum sholat Dzuhur" ucap Zuyyin sambil melihat jam yang menggantung di dinding kamar.
"Bie bangun, kita belum sholat" ucap Zuyyin sambil menepuk pelan lengan Gus Atha.
"Hmmm…….." hanya gumam kecil yang keluar dari mulut Gus atha.
"Sudah jam setengah Dua bie kita belum sholat Dzuhur" ucap Zuyyin lagi.
Gus Atha pun membuka matanya seraya tersenyum manis dan melihat jam yang menggantung di dinding kamar tidur.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Zuyyin. Gus Atha pun melepaskan pelukannya dan beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Keduanya pun sholat dzuhur berjamaah dan di lanjutkan dzikir dan do'anya.
Setelah melaksanakan sholat ashar Zuyyin pun turun ke bawah untuk membuatkan keinginan Gus Atha yaitu jamur crispy.
Zuyyin pun mengeluarkan semua bahannya untuk membuat jamur crispy dan membersihkan jamurnya dari kotoran dan membelah jadi dua kemudian memasukkan ke dalam tepung kemudian menggoreng nya hingga kini g keemasan sampai habis.
Zuyyin juga membuat ikan goreng nila bumbu pedas manis tak lupa pula cah kangkung untuk menu makan malamnya yang di bantu oleh Zahra.
"Mbak Zahra yang goreng ikannya ya" ucap Zuyyin sambil membersihkan kangkung dari batangnya.
"Nggih neng" jawab Zahra.
Zuyyin pun mengiris bahan-bahan untuk bumbu ikan dan cah kangkung nya.
setelah semuanya selesai Zuyyin pun memasukkan kedalam wadah dan menatanya di atas meja. Zuyyin juga membagikan jamur crispy dengan Zahra.
"Mbak Zahra ini nanti bawa ke kamar ya buat mbak Zahra" ucap Zuyyin.
"Makasih neng" jawab Zahra.
"Aku ke kamar dulu ya buat bersih-bersih" pamit Zuyyin dan langsung keluar dari dapur menuju kamar Gus Atha yang ada di lantai atas.
Zahra pun membersihkan tempat yang tadi di pakai buat masak bersama Zuyyin.
Setelah sholat berjamaah di mushola, Abah dan ummi pun langsung menuju meja makan, sementara Zuyyin masih menunggu suaminya yang sedang berada di kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya setelah itu mereka pun keluar beriringan.
"Kelihatannya enak sekali mi" ucap Abah.
''Yuk kita makan!" Ajak ummi.
Dengan cekatan ummi pun mengambilkan untuk Abah sedangkan Zuyyin mengambilkan untuk Gus Atha sesuai dengan permintaan dari suaminya tadi.
Mereka pun makan dengan hikmat.
"Mi Abah nambh dong, ini enak sekali" ucap Abah sambil menikmati makanannya.
Ummi pun dengan cekatan mengambilkan lagi lauk untuk Abah. Setelah semuanya selesai Abah dan Gus Atha pun pergi meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga. Sedangkan Ummi membantu Zuyyin untuk membersihkan bekas makan malamnya.
🌸 BERSAMBUNG 🌸