Anisha adalah seorang gadis Sholehah yang cantik dan baik hati semenjak kematian kedua orang tuanya Anisha menjadi orang tua tunggal untuk adik semata wayang yang bernama adeliya.sampai akhirnya Anisha bertemu dengan seorang ibu yang sangat baik dan menganggap Anisha anaknya sendiri,tanpa disadari Anisha kalo ibu itu ternyata mempunyai maksud lain dari rasa sayangnya terhadap Anisha.
apakah Anisha mengetahui maksud ibu tersebut?
yuk langsung kepoin novel ku yang pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Selang beberapa menit, kemudian dokter yang menangani Anisha keluar. mereka menghampiri dokter tersebut.
" gimana dokter dengan keadaan anak saya...?" tanya Susi pada dokter Gunawan.
" anak bapak dan ibu baik - baik saja, cuma kecapean aja Bu." jawab nya.
" Alhamdulillah kalau tidak menghawatirkan" ujarnya merasa lega.
" kapan kami bisa melihatnya dok....?" tanya Susi.
" sebentar lagi akan di pindahkan keruangan" jawab dokter Gunawan.
" terima kasih dokter" kata Anton.
" iya sama - sama, kalau begitu saya permisi dulu ya.." kata dokter Gunawan berlalu dari hadapan Anton, Susi dan Adel.
kemudian Anisha dipindahkan keruangan VVIP.
" maaf ibu dan bapak, anak ibu dan bapak sudah kami pindahkan ke ruangan VVIP melati," ujar suster memberitahukan kepada Anton dan Susi.
" oh iya sus, terimakasih banyak..." ujar Anton.
" iya pak sama - sama " ujar suster itu berlalu dari hadapan mereka.
Anton, Susi dan Adel berjalan menuju ruangan VVIP melati untuk menemui Anisha.
Anisha masih tertidur belum sadarkan diri.menurut dokter Gunawan sebentar lagi dia akan sadar.
mereka mendekati Anisha,Adel berada di samping kakaknya.
" sayang..ibu dan bapak keluar dulu ya sebentar..." ujar Susi pada Adel sambil membelai rambutnya
" iya Bu .." jawab Adel.
" kamu sudah makan belum nak" lanjut Anton
" udah pak..." jawabnya.
" ya udah kami pergi dulu ya. " ujar Anton.
dibalas anggukan Adel pada mereka, sambil memandangi kepergian mereka.
selang beberapa menit Anisha membuka matanya dia melihat sekelilingnya.
" dimana ini...?"
" mbak,. mbak sudah sadar..."
" Adel, mbak dimana...? kenapa mbak pakai selang infus segala dek...?" tanyanya pada adiknya.
" mbak, mbak Anisha tadi pingsan,jadi Adel dan Bu Susi dan pak Anton yang membawa kerumah sakit " ujarnya panjang lebar menjelaskan pada kakaknya.
" Bu Susi dan pak Anton...? tanyanya.
dibalas anggukan adiknya.
" iya mbak..."
" dimana mereka ..?" tanya Anisha pada adiknya.
" mereka pergi sebentar mbak keluar"
" siapa sih mbak mereka...? tanya Adel pada kakaknya.
" Del, mbak belum sempat cerita sama kamu dek..." ujar Anisha sambil melihat adiknya.
" cerita apa mbak...? tanya Adel penasaran.
" Bu Susi adalah temannya almarhum bunda dan ayah,mereka bertiga adalah sahabat sejak dulu."
" trus kenapa...? "
" dek, bunda ada amanat buat mbak..." jawabnya dengan pelan hampir tak terdengar.
" amanat apa mbak...?"
" bunda dan Bu Susi sepakat untuk menikahkan mbak dengan anaknya Bu Susi" ujarnya sambil memandang adiknya.
" apa mbak...?" Adel terkejut dengan kata - kata kakaknya.
" maksud nya dijodohkan gitu mbak...?" tanyanya lagi pada kakaknya
" iya dek." jawab Anisha pasrah.
" trus mbak terima....?"
" karena amanat dari bunda,mbak harus terima dek." ujarnya sambil memandang adiknya.
" terus gimana dengan pacar mbak...?"
" mbak ngak punya pacar dek..." jawab Anisha.
" kalau bang Andre....? tanya adiknya sambil melihat kakaknya.
mendengar Adel mengatakan nama Andre Anisha terkejut.
" apa maksudmu dek...?" tanya Anisha pada adiknya.
" mbak, Adel tau kok, kalau mbak suka dengan bang andre.semenjang mbak bertemu dengan bang Andre mbak terlihat bahagia." ujar Adel tersenyum pada kakaknya.
Anisha menarik nafas panjang dan melihat adiknya.
" sebenarnya mbak merasa berat dengan perjodohan ini dek,,tapi mbak ngak bisa berbuat apa - apa. karena ini menyangkut amanat Almarhum bunda dan ayah " ujarnya sedih.
Adel merasa iba pada kakaknya.
" trus apa kata hati mbak..?
apakah mbak pernah ketemu dengan anaknya Bu Susi...?" tanyanya pada kakaknya.