Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang random
acha pulang dari bulan madu selama sepuluh hari dan langsung pulang ke rumah orang tuanya, karena kevin langsung ke kantor setelah dihubungi oleh asistennya.
"every body" acha tiba sekitar jam tujuh pagi saat keluarga sedang sarapan bersama
"kamu jadi melebar gitu dek baru sepuluh hari" ucap freya mengawali pertemuan dengan perdebatan kakak adik yang sulit terhindarkan saat bersama
"biarin, kevin bilang segini paling pas untuk ku, pulen katanya" ucap acha lalu langsung duduk disamping nugroho yang sedang minum kopi sambil membaca
"pi, mi kalian mau cucu berapa?" tiba-tiba saja acha bertanya hal random pada orang tuanya. acha dan kevin tak menunda anak jadi akan segera mencetak sebanyak mungkin,
"sebanyak yang kalian mampu" jawab nugroho dengan santai
"freya ke kantor dulu pi, mi" freya banyak kerjaan dibandingkan melayani adiknya yang pasti akan membuatnya kesal sampai keduanya bertengkar dan akur lagi, seperti itu saja sejak dulu tapi keduanya saling menyayangi dengan caranya masing-masing
hari ini tepat mila kembali ke kota dan akan bekerja seperti biasa, masalahnya sudah selesai lalu diizinkan untuk tetap bekerja dengan freya, awalnya tak mudah dan bahkan mila akan dijodohkan dengan pria kaya dekat rumahnya yang baru saja menduda oleh orang tuanya agar tak usah bekerja lagi. serta keluarganya akan mendapatkan donatur baru
"pagi bu" mila sengaja menjemput freya di rumahnya dan menyambutnya dengan semangat baru. berkat bosnya juga masalahnya teratasi dengan baik. karena memang semuanya masalah berawal dari ekonomi yang sulit
"pagi," jawab freya ketus pada mila
"galak amat masih pagi bu" mila membujuk freya yang ngambek dengan es kopi khusus buatannya
"hm, lumayan jadi saya maafkan karena kamu lama sekali tidak kembali" freya kesal tapi juga senang. lalu meminta mila menceritakana bagaimana orang tuanya di kampung sambil melewati perjalanan yang cukup padat merayap
setelah sampai di kantor freya langsung terkejut dengan tamu yang sudah menunggunya di depan ruang kerjanya . "mila, buatkan kopi" freya meminta mila meninggalkannya dan tamunya
"silahkan masuk pak aksa, ada yang bisa saya bantu?" freya mempersilahkan mantan suaminya masuk dan duduk di ruang kerjanya
"apa kabar freya?" aksa tak menjawab pertanyaan freya tapi balas bertanya kabar pada mantan istrinya
"tentu saja sangat baik, ada perlu apa pagi-pagi kesini pak ?" freya sangat profesional dengan siapa pun terlebih saat di kantor
"langsung saja saya tak akan mengganggu waktumu, ini sebuah proposal kerjasama dengan pemerintah daerah kota ini. tolong dipertimbangkan karena menurut saya cukup menguntungkan untuk perusahaan ini" aksa menjelaskan sedikit isi proposal pada freya. selama ini perusahaan keluarga freya cukup dekat dengan peja *bat dan banyak proyek yang ditangani oleh perusahaannya
"oke\, nanti biar asisten saya yang mengabari asisten bapak jika saya sudah menentukan jawabannya ya pak\, ada yang lain?" freya malas mengulangi kesalahan yang sama dengan nugroho dulu terlalu dekat dengan polit*k dan pej*bat yang memanfaatkan perusahaannya
"saya rasa itu saja, kamu semakin cantik saja freya" ucap aksa memuji mantan istrinya yang sudah lama berpisah dan mengaharuskan lagi bekerjasama dalam waktu lama jika freya menyetujui proposal dari aksa
"terima kasih pak aksa atas pujiannya, maaf saya ada meeting kalau mau disini bisa ditemani asisten saya pak" freya muak melihat laki-laki macam aksa yang terlihat kalem dan family man tapi diluar banyak menjual rayuan
"oke, saya tunggu kabar baiknya ya, semoga kita bisa bertemu dan bekerjasama nantinya" aksa pamit karena tahu freya sudah tak nyaman padanya. mungkin karena ucapannya yang diluar pekerjaan membuuat freya kesal
"silahkan" freya meminta mila mengantarkan aksa keluar dan segera membuka laptop seperti biasa untuk memulai harinya di kantor
freya izin hanya sampai siang hari dan ingin sekali datang ke tempat yang menenangkan baginya, freya merasa penat dengan berbagai macam pekerjaan dan juiga kejadian di hidupnya
hari ini freya memilih untuk pergi ke sebuah taman kota sendirian tanpa mila, entah apa yang ingin dia lakukan seperti hal random saja ingin menghilang sejenak dari jadwal harian yang cukup membosankan
freya duduk dipinggir danau yang ada kursi dibawah pohon, udara sejuk dan tak terlalu banyak orang lalu lalang. beberapa pasangan sedang duduk bersantai atau mengabadikan moment terbaik mereka
freya hanya tersenyum, tak terasa hampir tiga tahun menjanda dan tak ada satu pun ptia yang membuatnya ingin menanggalkan status itu. ataukah freya sudah mati rasa dirinya pun tak mengerti karena sejak awal tak ada juga yang membuatnya begitu berbunga-bunga layaknya orang jatuh cinta
freya teringat evelin dan menghubungi ria untuk sekedar video call dengan gadis mungil itu yang sudah bisa memanggilnya dengan namanya. freya dan evelin ngobrol banyak hal meski ucapannya belum terlalu jelas
, setelah itu freya mengakhiri video callnya karena mila menghubunginya
"ada apa mil? saya ngga ke kantor lagi mau langsung pulang ke apartemen hari ini. oh iya kamu kapan mau pindahkan barangmu atau saya jual lagi apartemennya" freya menghadiahkan sebuah apartemen untuk mila yang dekat dengan miliknya agar mudah jika ada pekerjaan dadakan atau ingin keluar bersama
"saya kan bilang ngga bisa terima bu itu kemahalan" mila tak enak mendapatkan fasilitas semahal itu
"besok sudah harus ditempati, sekarang pulang dan bereskan barangmu sudah saya pamggil jasa untuk membantu packing dan pindah" freya juga menuju apartemen yang dibelinya saat membelikan mila, sesekali ingin menyendiri dan hidup tenang tanpa ada satupun orang yang menganggunya siapapun itu