NovelToon NovelToon
Renjana

Renjana

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:143.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hilmiath_

"Jangan mengejar sesuatu yang tidak pasti itu menyakitkan, dan jangan pernah suka sama gue, bahaya." ___ Arseno Gardapati Wirasena

"Apa salahnya suka sama cowok ganteng, Ketos yang udah pasti punya sikap yang baik, dan satu lagi yang gue suka dari lo, lo itu misterius."___ Queena Crodella Bumantara


Hanya kisah klise seorang gadis petakilan yang mengejar sang Ketua OSIS yang dingin, cuek, dan judes.

Akankah Queena bisa untuk mendapatkan Arsen? Atau nyatanya ia hanya akan terluka dengan perasannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilmiath_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tewasnya Ikan Queena

Sudah dua hari berlalu sejak Queena yang pingsan karena bola basket yang Dewi lempar. Keadaan rumah nya selama dua hari ini begitu tegang, saat sampai di rumah waktu itu Carol benar-benar begitu marah pada Dhisi juga Dewi.

Carol benar-benar melarang Dewi mendekati Queena. Bahkan ia berencana untuk memindahkan salah satu anaknya agar tidak satu sekolah. Namun setelah Queena memohon pada ayah nya itu agar tidak melakukan hal tersebut karena mereka sudah betah di sekolah tersebut.

Dan malam ini Queena berharap ketegangan di rumah nya sedikit membaik dan kembali seperti sebelumnya, atau bahkan benar-benar membaik. Malam ini mereka akan menghadiri acara di kediaman orangtua Carol.

Malam ini Queena terlihat begitu cantik dengan dress berwarna merah yang dibelikan oleh ibu Carol untuk nya. Malam ini adalah acara makan malam bersama di rumah orang tua Carol. Dengan senyuman yang mengambang dan langkah lebar nya Queena menuruni lantai tiga, dimana kamar nya berada.

Saat sampai di lantai bawah ternyata di sana kedua orang tuanya juga Dewi sudah menunggunya. Mereka juga tak kalah terlihat cantik dan begitu tampan.

“Sudah?” tanya Carol pada putrinya itu yang langsung menjawabnya dengan anggukan.

Setelahnya mereka langsung menuju ke arah mobil Carol yang sudah siap terparkir di depan rumah mereka. Queena dan Dewi langsung duduk di kursi penumpang bagian tengah, sedangkan ayah dan ibu mereka duduk di bagian depan.

“Dad, apa akan banyak tamu yang diundang?” tanya Queena sambil memajukan tubuhnya untuk berbicara dengan ayahnya yang kini terlihat fokus menyetir.

“Tidak, hanya keluarga saja,” jawab Carol yang membuat Queena kini menganggukkan kepalanya lalu kembali membenarkan duduknya.

“Oma dan Opa mu juga akan datang,” ucap Carol dengan senyumannya yang bisa Queena melihat dengan jelas dari kaca bagian tengah mobil. Mendengar hal tersebut Queena kembali memajukan duduknya lalu menata ayahnya itu dengan tatapan tak percaya nya. Seolah meminta kepastian.

“Benarkah?” tanya Queena yang penuh semangat.

“Tentu saja sayang,” ucap Carol yang membuat Queena memekik senang karena nya.

Setelahnya Queena memilih untuk diam dan memainkan ponselnya. Ia terlalu sibuk dengan ponselnya, saling mengirim pesan pada sahabatnya. Terkadang juga mengirim pesan sebuah foto dirinya yang kali ini tampak begitu cantik, pada Arsen. Walau ia tahu, Arsen tak akan membuka pesan darinya.

Terlalu fokus pada ponselnya sampai membuat Queena tak sadar jika ternyata mereka sudah sampai di kediaman orang tua Carol. Queena melihat ke sekitar, melihat banyaknya mobil yang terparkir dengan rapi di depan rumah berlantai empat yang begitu besar itu.

“Ayo turun,” ajak Carol yang sudah membukakan pintu mobil untuk Queena. Queena tersenyum tulus pada Carol lalu menggandeng tangan ayahnya itu untuk segera masuk ke dalam rumah besar di depannya.

Saat memasuki rumah tersebut, bagian dalam terlihat begitu sepi. Hanya ada pelayan yang berlalu lalang. Namun saat sudah berada di taman belakang, tempat acara di adakan. Bisa dilihat dengan jelas, taman belakang begitu ramai dengan taman yang sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang indah, juga kursi yang sudah ditata dengan rapi.

“Queena datang,” ucap Queena dengan begitu semangat nya. Hal tersebut langsung membuat atensi keluarga nya itu langsung tertuju pada Queena. Senyuman terlihat jelas di wajah mereka, sambil menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah gadis remaja itu.

“Salam dulu sayang,” ucap Neymi pada cucu nya itu yang kini hanya menyengi saja. Dhisi dan Carol bahkan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan tingkah anak mereka yang satu itu.

Di balik semua orang yang menatap Queena gemas, ada satu laki-laki tua yang hanya menatap gadis itu dengan datar. Queena yang merasakannya memilih untuk acuh. Lalu berjalan ke arah keluarganya yang lain untuk bersalaman.

“Oma, Queena kangen,” ucap Queena pada wanita yang sudah berumur tapi masih terlihat cantik. Lena, nenek dari ibu kandung Queena yang kini juga hadir. Wanita itu memeluk cucu nya itu sayang.

“Opa apa kabar?” tanya Queena pada laki-laki tua di samping Lena, yang tak lain adalah Adam, kakek dari ibu kandung nya.

“Opa baik, duduk lah,” ucap Adam pada cucunya itu. Ia bergeser membiarkan cucu nya itu berada di tengah mereka.

Carol juga ikut menyalami ayah dan ibu mertuanya itu bergantian. Setelah menyalami kedua orang tuanya juga orang tua Dhisi.

“Bagaimana dengan perusahaan Nak?” tanya Adam pada Carol yang kini duduk si belah Adam.

“Semua baik Pa, Papa tenang aja,” ucap Carol dengan senyuman menenangkannya yang membuat Adam menghembuskan nafasnya lega. Adam memang meminta Carol untuk mengurus perusahaan yang seharusnya ia wariskan untuk anaknya, namun karena anaknya sudah tiada jadilah ia meminta Carol yang mengurusnya lebih dulu sampai Queena besar dan akan memberikan bagian Queena untuknya nanti.

“Bagaimana dengan Roy?” tanya Carol sambil menikmati makanannya.

“Entah lah aku begitu lelah dengan nya. Di usianya yang bahkan sudah menginjak kepala tiga, dia masih saja begitu sibuk dengan pekerjaannya tanpa mau memperdulikan jika ia harus menikah,” ucap Adam sambil menggelengkan kepalanya merasa lelah dengan anak bungsunya itu. Carol yang mendengar hal itu hanya terkekeh.

“Sepertinya uncle Roy ingin menjadi sugar Daddy, Opa,” ucap Queena asal yang membuat Oma nya memelotot mendengar ucapan cucunya itu.

“Kamu terlalu banyak membaca Novel semacam itu, Queen,” ucap Carol pada anaknya itu yang kini hanya menjawabnya dengan cengirannya.

“Habiskan makananmu, dan tutup mulut manis mu itu hm,” ucap Lena pada cucu nya itu yang kini sudah tersenyum sambil menghabiskan makananya.

“Queena, ayo pindah tempat. Biarkan para orang tua ini sibuk dengan pembicaraan mereka,” ajak seorang laki-laki tampan seumuran Queena yang merupakan sepupu nya. Anak dari adik ayahnya. Mendengar ajakan tersebut Queena menganggukkan kepalanya lalu segera pergi dengan makannya.

“Magenta, tolong bawakan makanan ku,” ucap Queena karena tangannya yang sudah tak cukup membawa makanannya.

“Ck, merepotkan,” ucap Magenta berdecak kesal yang kini malah membuat Queena menatapnya dengan datar.

“Kak Dewi, ayo ikut dengan kita,” ajak Queena pada kakaknya tersebut yang memang begitu pendiam membuat saudara mereka yang lain tak terlalu akrab dengan Dewi. Sangat berbeda dengan Queena yang memang terlalu banyak berbicara.

“Dimana ikan-ikan ku? Mengapa yang tersisa hanya ikan mu?” tanya Queena saat melihat ke arah kolam ikan yang berada di pinggir taman. Kini Queena dengan kedua sepupu nya juga kakaknya tengah berada di kursi yang dekat dengan kolam ikan.

“Bukan hanya milik mu kak, tapi milik ku juga sudah tidak ada. Dan semua ini karena kebodohan Litta yang mengira ikan kita akan kedinginan jika berada di dalam kolam terus,” jelas Raniya, adik Magenta yang kini duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar

Mendengar penjelasan tersebut Queena memelototkan matanya, dengan amarahnya gadis itu lalu berjalan ke arah Litta, bocah berusia sepuluh tahun yang kini sibuk dengan makananya.

“Aku merasakan bahaya,” ucap Magenta sambil menggelengkan kepalanya mengingat bagaimana tabiat Queena yang memang begitu manja.

“Litta, kamu yang sudah membunuh ikan ku?” tanya Queena dengan amarahnya. Litta yang awalnya sibuk dengan makannya kini menoleh ke arah kakak sepupu nya itu dengan cengiran nya lalu segera berlari karena merasa ia tengah berada dalam bahaya.

Hingga akhirnya mereka malah main kejar-kejaran. Para orang tua yang sudah biasa melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya. Sudah mengerti dengan sikap Queena yang begitu manja mengingat semua orang di sekitar nya selalu memanjakannya, hingga ia malah terlihat seperti seorang bocah di umurnya yang sudah remaja.

“Anakmu yang satu itu sepertinya tidak pernah dewasa kak,” ucap Luna sambil menggelengkan kepalanya dan terkekeh melihat ke arah kakaknya yang kini sudah pusing melihat tingkah anak nya yang satu itu.

“Sangat tidak berbeda jauh dari ibunya,” komentar Lena melihat cucunya itu, menerawang jauh bagaimana dulu putrinya yang suka sekali bertengkar hanya karena masalah kecil dengan putra nya.

**

1
Rita Riau
makam kali thor 🤔 salah ketik ya Thor makam jadi makan 🤭😬
falea sezi
pantes like dikit wong cerita ending gini peran utama bodoh
falea sezi
ne cwek murahan amat jual. mahal. woy qm cantik kok. jd gatel gini ma. cwok. pdhl. uda di sakitin dasar bodoh
falea sezi
males kalo balik gk ada harga dirinya di jadiin cadangan
falea sezi
nyesel abis ne qm arsen
falea sezi
hasil ngerebut gk bakal bahagia disi dan itu karna mu jd wanita gatal
falea sezi
cerai aja males liat disi ma dewi
falea sezi
anak pelacur sama. aja ternyata kek emaknya egoisssss
falea sezi
disi si pelacur
penyuka novel
Seru ceritanya kak, udah lama nunggu kak Hilmi comeback. semangat update nya kak
Muanisah Jariyah
ah araen gak ada effortnya,kurang greget segitu mah
Haryani Yuliwulansih
SMA Bumantara
Haryani Yuliwulansih
😂😂😂
Haryani Yuliwulansih
setiap ada kata makan jadi dibaca berulang, keingat makam yg tulisannya jg makan/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Haryani Yuliwulansih
Sebenernya ceritanya bagus banget, ga bertele², cm sayang hrs banyak revisi, typo dimana² dan banyak yg nyampur² cerita yg tiba² entah dr mana, sehingga setiap baca harus nebak² maksudnya, semangaat terus berkarya thor
Hilmiath: terima kasih sarannya kak. Ini aku juga lagi revisi sekalian lanjutin novel nya. Semoga aja bisa lebih baik ya kak
total 1 replies
Haryani Yuliwulansih
Luar biasa
Haryani Yuliwulansih
makam
Tri Ulidar
pasti si arsen y Thor
Tri Ulidar
lanjut
Tri Ulidar
mudah-mudahan ga bosenin y Thor, lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!