NovelToon NovelToon
KONTRAK PENGANTIN PENGGANTI, TAPI AKU JATUH CINTA PADA SAHABAT SUAMIKU

KONTRAK PENGANTIN PENGGANTI, TAPI AKU JATUH CINTA PADA SAHABAT SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Seranovelle

Di hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan barunya, CEO muda Adrian Mahendra justru ditinggalkan calon istrinya di depan altar. Dengan ribuan tamu undangan, sorotan media, dan kerja sama bisnis bernilai ratusan miliar yang terancam batal, Adrian hanya memiliki satu cara untuk menyelamatkan semuanya: menikah hari itu juga. Orang yang datang menolongnya adalah sahabat sekaligus saudara yang telah menemaninya sejak kecil, Rafa. Namun Rafa datang bersama adik perempuannya, Kayla. Sebuah tawaran tak masuk akal pun diberikan. Menjadi istri Adrian selama satu tahun melalui sebuah pernikahan kontrak. Tidak ada cinta. Tidak ada sentuhan. Tidak ada hak untuk saling memiliki. Setelah satu tahun, mereka harus bercerai dan kembali menjalani hidup masing-masing. Bagi semua orang, itu hanyalah kesepakatan bisnis. Namun tidak bagi Kayla. Selama delapan tahun, ia diam-diam menyimpan cinta untuk Adrian—cinta yang tak pernah berani ia ungkapkan demi menjaga persahabatan Adrian dan Rafa. Awalnya Kayla yakin ia mampu menjaga perasaannya. Hingga perlahan ia melihat sisi Adrian yang tidak pernah diketahui siapa pun. Pria dingin itu ternyata menyimpan luka, kesepian, dan kelembutan yang selama ini disembunyikan di balik wajah tanpa ekspresi. Di saat hati mereka mulai saling mendekat, masa lalu kembali menghancurkan segalanya. Mantan tunangan Adrian muncul sambil mengaku mengandung anaknya. Keluarga Adrian menuduh Kayla sebagai wanita perusak hubungan. Rafa merasa dikhianati oleh dua orang yang paling ia percaya. Sementara kontrak pernikahan mereka semakin mendekati hari terakhir. Saat semua orang mengira kisah mereka hanya akan berakhir dengan perceraian, sebuah rahasia yang telah disimpan selama puluhan tahun akhirnya terungkap. Ternyata, pernikahan kontrak itu bukanlah sebuah kebetulan. Seseorang telah merencanakannya sejak mereka masih kecil. Di antara cinta yang terlambat disadari, persahabatan yang hampir hancur, dan rahasia keluarga yang mengguncang segalanya... Mampukah Adrian dan Kayla mengubah pernikahan yang dimulai karena kontrak menjadi cinta yang bertahan seumur hidup? Atau justru mereka akan kehilangan orang yang paling berharga demi menepati sebuah janji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seranovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati

Suara hujan kembali turun membasahi Jakarta.

Di ruang kerja Adrian, udara terasa lebih dingin daripada biasanya.

Matanya belum lepas dari layar laptop yang menampilkan satu nama.

**Nadia Mahendra.**

Nama itu membuat dadanya sesak.

Dua belas tahun lalu, seluruh keluarga Mahendra menghadiri pemakaman Nadia setelah mobil yang ditumpanginya jatuh ke jurang saat perjalanan menuju Puncak. Mobil itu terbakar hebat. Polisi menyatakan tidak ada kemungkinan korban selamat.

Sejak hari itu, nama Nadia tidak pernah lagi dibicarakan di rumah.

Armand Mahendra bahkan melarang siapa pun membuka kembali luka lama tersebut.

Lalu...

Kenapa nama itu muncul sekarang?

Adrian segera membuka laci meja dan mengambil album foto keluarga yang sudah lama tersimpan.

Di halaman pertama terdapat foto seorang gadis berusia sekitar dua puluh tahun.

Rambut pendek.

Senyum hangat.

Tatapan mata yang penuh keberanian.

Adrian memejamkan mata beberapa saat.

Wajah perempuan di foto itu...

Sangat mirip dengan perempuan misterius yang beberapa kali muncul di balik layar permainan ini.

"Mustahil..."

gumamnya lirih.

Ponselnya bergetar.

Nama Dimas muncul di layar.

"Pak."

"Ada perkembangan."

"Bicara."

"Kami menemukan identitas perempuan yang beberapa hari lalu terlihat di sekitar Mahendra Group."

Adrian langsung berdiri.

"Siapa?"

"Hasil pengenalan wajah tidak menemukan data apa pun."

"Lalu?"

"Tapi ada satu hal yang aneh."

Dimas menarik napas.

"Wajahnya memiliki tingkat kemiripan sembilan puluh tujuh persen dengan almarhumah Nona Nadia Mahendra."

Jantung Adrian serasa berhenti sesaat.

---

Di rumah keluarga Mahendra.

Armand Mahendra sedang menikmati teh pagi ketika Adrian datang tanpa memberi kabar.

"Jarang sekali kau datang sepagi ini."

Adrian tidak duduk.

Ia langsung meletakkan album foto di atas meja.

"Ayah."

Armand menatap putranya.

"Ada apa?"

"Aku ingin bertanya tentang Kak Nadia."

Tangan Armand yang sedang mengangkat cangkir berhenti di udara.

Tatapannya berubah tajam.

"Untuk apa membahas masa lalu?"

"Jawab saja."

"Kak Nadia benar-benar meninggal?"

Ruangan mendadak sunyi.

Pak Surya yang sedang berdiri di dekat pintu memilih keluar perlahan, menyadari pembicaraan itu bukan untuk didengarnya.

Armand meletakkan cangkirnya.

"Polisi sudah memastikan."

"Ayah melihat jasadnya?"

Pertanyaan itu membuat wajah Armand menegang.

"Tidak."

"Lalu bagaimana Ayah bisa yakin?"

"Karena semua bukti mengarah ke sana."

"Bukti atau dugaan?"

Suara Adrian mulai meninggi.

Armand bangkit dari kursinya.

"Sudah cukup!"

"Aku tidak ingin nama kakakmu dipakai untuk kepentingan apa pun."

"Ayah sedang menyembunyikan sesuatu?"

Plak!

Untuk pertama kalinya sejak Adrian dewasa, Armand menampar putranya.

Suara tamparan itu menggema di ruang kerja.

Keduanya sama-sama terdiam.

Armand menarik napas panjang.

Tangannya sedikit bergetar.

"Ayah..."

Suara Adrian melemah.

Armand memalingkan wajah.

"Pergilah."

"Ayah."

"Pergi!"

Adrian menatap ayahnya beberapa detik sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.

Namun tepat saat pintu tertutup, Armand terduduk lemas di kursinya.

Ia membuka laci meja.

Di dalamnya tersimpan sebuah liontin berbentuk bulan sabit.

Liontin yang dulu selalu dipakai Nadia.

"Ayah minta maaf..."

bisiknya pelan.

"Kalau dulu Ayah tidak mengambil keputusan itu..."

"...mungkin semuanya tidak akan terjadi."

---

Sementara itu, di apartemen Rafa.

Kayla sedang menyiram tanaman di balkon ketika bel pintu berbunyi.

Ia membuka pintu tanpa curiga.

Seorang kurir berdiri sambil membawa sebuah kotak kecil.

"Selamat pagi."

"Atas nama Mbak Kayla Arunika?"

"Iya."

"Tolong tanda tangan di sini."

Kayla menerima paket itu.

"Aku tidak merasa memesan apa pun."

"Mungkin hadiah."

Kurir itu tersenyum singkat lalu pergi.

Kayla membawa kotak tersebut ke meja makan.

Rafa yang baru selesai mandi ikut mendekat.

"Apa itu?"

"Nggak tahu."

Kotaknya dibungkus rapi tanpa nama pengirim.

Saat tutupnya dibuka...

Di dalamnya hanya ada sebuah ponsel jadul berwarna hitam.

"Aneh."

Belum sempat mereka memeriksanya, ponsel itu tiba-tiba menyala sendiri.

Layar kecilnya hanya menampilkan satu pesan.

> **"Kalau ingin menyelamatkan Adrian, datanglah sendiri malam ini."**

Di bawahnya terdapat sebuah alamat.

Gudang tua.

Tempat yang sama.

Rafa langsung mengambil ponsel itu.

"Kita laporkan ke polisi."

Namun Kayla terus menatap layar.

Entah mengapa, firasatnya mengatakan bahwa pengirim pesan itu memang sengaja menghubunginya.

Bukan Adrian.

Bukan Maya.

Melainkan dirinya.

---

Di tempat lain.

Perempuan berambut pendek berdiri di depan jendela sebuah apartemen mewah.

Televisi di ruangannya sedang menayangkan berita tentang perkembangan kasus Mahendra Group.

Ia mematikannya.

"Lambat sekali..."

gumamnya.

Pintu apartemen terbuka.

Seorang pria masuk sambil membawa map.

"Semua sudah siap."

"Bagaimana dengan Kayla?"

"Umpannya sudah diterima."

Perempuan itu mengangguk puas.

"Lalu Adrian?"

"Dia mulai mencurigai keluarganya sendiri."

"Itu memang tujuan kita."

Pria itu tampak ragu.

"Kalau dia mengetahui identitas Anda lebih cepat..."

Perempuan itu tersenyum tipis.

"Tidak masalah."

"Karena cepat atau lambat..."

"...dia akan tetap memanggilku dengan sebutan yang sama."

Perempuan itu mengambil liontin berbentuk bulan sabit yang tergantung di lehernya.

Matanya berkaca-kaca.

"Adik kecilku..."

"Apa kau masih mengingat Kakak?"

Di sisi lain kota, Adrian menatap foto Nadia yang tersimpan di ponselnya.

Tanpa ia sadari...

Orang yang selama dua belas tahun ia tangisi...

Mungkin masih hidup.

Dan sedang mengawasinya dari tempat yang sangat dekat.

**Bersambung ke Episode 14**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!