Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benarkah Rindu
Dua hari sudah berlalu, Dewa juga sudah menceritakan semuanya kepada ayahnya. Atmaja tentu saja marah dan kecewa dengan sikap anaknya, dan memarahi Dewa, berbeda dengan istrinya yang diam-diam justru tersenyum bahagia, setelah mengetahui siapa Naura sebenarnya.
Malam itu juga Dewa memutuskan pulang, niatnya untuk menginap di rumah orantuanya dian batalkan, dia malas dan kesal dengan ayah dan ibunya.
Setelah kepergian Dewa, Ningsih mendektai suaminya, "Mas..." ucapnya lembut mengusap lengan Atmaja
"Jangan membelanya, kali ini anak itu memang salah,"
"Tapi dia anak kita, jika kita tidak membelanya, lalu siapa lagi?'
"Apa kau tau siapa Adiwijaya? dia itu pria yang sangat keras kepala, dan putera mu dengan lancang telah berbuat kesalahan, dia telah memaksa gadis itu dan lagi dia menyiksanya," sahut Atmaja dengan wajah kusam, terlihat jelas kekhawatiran di wajah tuanya.
"Aku justru sangat bahagia Mas,"
'Apa maksud mu? saat ini kita sedang dalam masalah besar dan kau bahagia."
'Ya aku bahagia, karena kita akan berbesan dengan mereka, aku yakin mereka pasti akan kembali bersatu,"
"Jangan Mimpi kamu, aku tau betul siapa Adiwijaya, dan apakah kau tau jika dia adalah saingan berat kita,"
'yang akan jadi besan," sahut istrinya dengan senyum lebar.
"Sudahlah sebaiknya kamu istirahat, aku juga pusing dan aku ingin mengistirahatkan kepala ku sejenak," ucap Atmaja yang berjalan menuju kamar, meninggalkan istrinya seorang diri.
***
Dewa baru saja membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, namun lagi dan lagi matanya sangat enggan untuk terpejam, bayangan wajah Naura yang cemberut saat menyambutnya pulang kerja membuatnya secara tidak sadar tersenyum lebar.
"Naura..." bisiknya pelan
"Eh, apa yang aku lakukan, mengapa aku malah memikirkannya, tidak aku tidak boleh begini," bisik hatinya yang lain.
Pria itupun meraih guling dan memeluknya, kemudian memejamkan matanya, berharap agar kantuk segera menyambutnya, sayangnya apa yang dia inginkan tidak menjadi kenyataan, saat dia memejamkan mata, bayangan Naura justru muncul, saat mereka berebut bantal, saat dia memarahi gadis itu dan saat secara tidak sengaja dia mencium bibir Naura, semuanya terus berputar seperti film yang sedang dia tonton.
Dengan penuh kekesalan Dewa duduk dan membuang bantalnya, pria itu juga setengah berteriak, dia benci situasi ini, mengapa saat naura tidak ada, justru bayangannya yang menghantui, "Mengapa aku jadi kepikiran dia?' kesalnya dalam hati.
Dewa bangkit dan berjalan menuju balkon, pria itu menatap langit malam yang gelap, tidak ada bintang apalagi bulan, gelap segelap hatinya saat ini, semua terasa hampa dan kosong sejak tidak ada Naura.
"Naura kau mengacaukan duniaku," ucap Dewa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan kemudian dia kembali ke dalam kamar.
Dewa mengambil bantal dan ingin tidur diluar, dia sudah membaringkan tubuhnya di sofa, lagi bayangan saat dia secara tidak sengaja mencium gadis itu muncul, dan ciuman itu terasa hangat dan nyata, dan tanpa sadar Dewa mengusap bibirnya.
Beberapa saat kemudian dia tersadar, dan duduk. Pria itu menunduk, "Ada apa sebenarnya dengan ku, mengapa aku kepikiran gadis itu terus, gadis yang tidak bisa apa-apa, cantik juga tidak, apa yang dia gunakan hingga aku tidak bisa melupakannya."
Tak menemukan jawaban atas pertanyaannya, Dewa mengambil kunci mobil dan pergi ke klub. Disana Dewa minum seperti biasanya, dia ingin melupakan Naura dan semua permasalahan hidupnya.
"Hai, lo kenapa?' tanya salah seorang temannya yang juga setengah mabuk
"Gue, gue enggak apa-apa."
"Lo lagi patah hati?'
'Gue patah hati, No!' ucap Dewa dan menggoyangkan tangannya
"Lah kenapa lo mabuk?'
"Bukan urusan Lo," ucapnya marah
Dewa berjalan sempoyongan dan keluar dari klub tersebut, diluar dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan istrinya di peluk lelaki lain, dan tanpa basa-basi Dewa menarik gadis itu dan memarahi nya. Dewa kaget karena ternyata dia salah orang, dia pun berlalu menuju mobilnya.
"Nauuuuraaaaa!!!!' teriak pria itu di dalam mobil dan memukul stir mobilnya hingga menimbulkan kebisingan.
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...