Albert Quick, adalah seorang Laki-laki Yatim Piatu yang dirawat oleh Paman dan Bibinya, walaupun Bibinya tidak terlalu baik kepadanya, tapi Pamannya tetap menjaganya hingga saat ini, dirinya Kuliah di tahun ke tiga.
Di dalam kampusnya Albert selalu diejek dan di bully, karena dirinya bekerja sambilan setelah pulang Kuliah.
Disaat dirinya pulang dari kerja sambilan, Hujan sangat lebat. Disaat itu Albert Quick tersambar petir dan dirinya langsung Pingsan. "Ting. Sistem Alfred saat ini sedang mendeteksi tuan rumah dan akan menginstal. Apakah tuan rumah setuju? 'Ya/Tidak'?"
Cerita ini hanya Fiksi dan Imajinasi dari Author. Mohon maaf jika ada kesamaan karakter dan tempat yang tidak disengaja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdee Dalem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Membantu Rosy
Albert telah tiba di Hotel Four Season Season. Dia segera keluar dari Mobilnya dan berjalan masuk lewat Lobby depan Hotel.
Sedangkan seorang Doorman yang melihat kedatangan Owner datang segera memberitahukan kepada petugas Front Office. Petugas Doorman segera menyambut Albert dan meminta kunci mobil Albert untuk diparkirkan olehnya. Di Front Office sendiri saat ini mereka dengan agak gugup menyambut kedatangan sang pemilik Hotel, karena tidak ada pemberitahuan bahwa Owner akan datang menginap malam ini. Sehingga mereka semua segera menyiapkan diri dengan terburu-buru. "Selamat datang Tuan Albert. Selamat malam. Ada yang bisa kami bantu?" Salah satu Resepsionis dengan sopan kepada Albert.
"Aku hanya ingin tidur di kamarku malam ini, tolong kunci kamarnya." Jawab Albert kepada Resepsionis.
Resepsionis segera memberikan sebuah kartu kamar kepada Albert, :"Ini kuncinya Tuan. Adakah yang bisa kami bantu?" Tanya Reception kepada Albert lagi.
"Tidak ada!" Albert dengan melambaikan tangannya ke arah Reception, dan melangkah menuju Lift untuk menuju kamar khusus Owner miliknya di Hotel Four Season.
Albert setelah sampai di kamarnya segera menuju kamar mandi untuk mandi air hangat, untuk merilekskan otot-otot ditubuhnya, setelah hampir seharian dia menyetir mobil. Setelah Albert mandi dan berpakaian, Albert kemudian berjalan ke arah balkon kamarnya, dan mengambil sebuah foto untuk dia sematkan di Status miliknya di aplikasi telepon miliknya, kemudian Albert segera menuju King Size Bed untuk merebahkan tubuhnya.
Disaat mata Albert akan terpejam, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di Hp miliknya. "Albert apakah sudah tidur?"
Albert yang tampak malas karena malam-malam ada orang yang mengganggu dirinya, sebelum tidur. Albert melihat nomor yang tertera dengan sebuah nama Eva Green. 'Apa maunya gadis ini. Malam-malam menghubungiku?' Ucap Albert dalam hatinya.
"Aku mau tidur, karena capek. Ada apa?" Tanya Albert, disertai emoticon menguap.
Berbeda dengan Eva Green yang berada di balik telpon, dia merasa sangat senang dan hilang rasa kantuknya setelah melihat Albert menjawab pesan darinya. "Dimana kamu saat ini?" Eva yang ingin terus berkomunikasi dengan Albert.
"Em, Aku sedang di Hotel." Jawab Albert dengan jujur.
"Hotel mana?" Tanya Eva Green lagi. Sebenarnya Eva Green sangat penasaran dengan latar belakang di status milik Albert. Karena jika tidak salah dengan pemandangan yang di dapat Albert saat ini pasti berada di Four Season Hotel, dan berada di lantai paling atas. Bagaimanapun Albert bisa sampai disana, itulah yang membuat penasaran Eva saat ini.
"Aku di Four Season Hotel." Dengan Albert yang sangat malas mengetik balasan selanjutnya, dan Hp Albert segera dimatikan.
Setelah melihat beberapa detik di Hp Eva, bahwa status notifikasi Hp Albert tidak lagi online, membuatnya sangat kesal. "Apa-apaan ini, kenapa dia mematikan Hpnya. Dasar lelaki tidak peka!" Eva Green yang berbicara sendirian, dengan nada geram.
Saat pagi hari tiba, seperti biasanya Albert tetap melakukan Aktivitas hariannya dengan melakukan, tugas harian dari Sistem.
"Alfred cek status terbaru!" Perintah Albert kepada Alfred Sistem.
Alfred Sistem Type 2
Status.
Pemain ~ Albert Quick
Usia ~ 21 Tahun
Skill ~ Ahli Manajemen,
~ Ahli Beladiri
~ Master Musik
~ Master Singer
~ Prajurit Super
~ Master Analisa
Power ~ 0 / 250 (2)
Saldo ~ 500.500.000.000
Aset ~ Hotel Four Season
~ Trade Center Building
~ 30 % Saham, di W Grup
Poin ~ 35
Toko Sistem : Online
Kabar berita. : Online
"Laporan status terbaru tuan rumah selesai."
"poinku bertambah lagi. Walaupun masih sedikit, aku akan mengumpulkannya untuk dapat membeli kabar berita secara Update."
Setelah selesai dalam menjalankan misi harian, Albert segera mandi. Setelah selesai Albert menuju Restauran untuk Breakfast. Setelah selesai Albert segera menaiki BMVnya dan meluncur menuju ke Rumah Sakit.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Albert segera bertanya kepada petugas dimana letak kamar Rosy saat ini. Setelah mengetahui nomor kamar Rosy, Albert segera berjalan menuju kamarnya Rosy. Sesampainya Albert di depan pintu kamar Rosy, dia segera mengetuk pintu. :"Tok..tok..tok." Suara ketukan pintu.
"Masuk." Jawaban seseorang dari balik pintu, dan jika didengar, suaranya adalah suara orang yang sudah berumur.
Albert segera masuk setelah mendapatkan ijin dari empunya kamar. "Selamat pagi Rosy!" Albert yang menyapa Rosy Keaton, dengan senyum lebar.
Rosy Keaton yang melihat seorang Pria tampan dan saat ini memegang sebuah buket bunga berjalan masuk, membuat perasaan Rosy yang awalnya menderita kemudian menjadi bersemangat. "Albert!" Teriak bahagia Rosy dengan kedatangan Albert.
Perlu diketahui. Sejak Albert menyelamatkan Rosy dari tindakan Biadab Richard Brown, Nama Albert sudah terukir dengan sangat indah di hati Rosy Keaton. Walaupun Rosy tidak kehilangan keperawanannya, tapi tindakan tersebut jelas merupakan aib untuknya. Apalagi mengingat sebuah benda tumpul pendek kenyal milik Richard yang sudah masuk ke dalam mulutnya, serta tubuhnya yang sudah ternoda dengan tangan Richard, membuat Rosy merasakan malu. Karena dengan tindakan itu apakah mungkin ada seorang lelaki yang mau dengannya lagi saat ini.
Terlepas dari rasa terima kasih Rosy kepada Albert, semua tindakan Albert membuat Rosy semakin mengagumi Albert. Di hati Rosy sendiri berujar, 'Tidak peduli jika Albert tidak menerima diriku. Aku akan tetap menjadi wanitamu sampai kapanpun.'
"Bagaimana keadaanmu saat ini, apakah sudah lebih baik?" Albert menanyakan kondisi Rosy yang menurutnya sudah semakin baik.
"Hari ini Aku sudah boleh pulang ke rumah, tapi!" Rosy yang agak canggung untuk berbicara. Kemudian dilanjutkan oleh Bibi pengasuhnya, :"Maksud dari Nona Rosy adalah. Apakah Tuan Albert bersedia untuk memberikan tumpangan untuk pulang." Bibi pengasuh yang kemudian menceritakan kenapa tidak sekretarisnya dan sopir dari perusahaannya.
Untuk menutupi citra negatif dari kejadian kemarin, dan tidak berlarut-larut, maka Rosy minta bantuan kepada Albert, juga menghindari sorot kamera dari para wartawan.
Albert yang mendengar alasan dari Rosy, kemudian menganggukkan kepalanya. Albert bersedia membantu Rosy. Bahkan tanpa Rosy minta, Richard Brown juga telah Albert penjarakan.
Albert kemudian mendorong kursi roda yang diduduki oleh Rosy Keaton. Rosy Keaton dengan menggunakan masker, dan Albert melalui jalur belakang Rumah Sakit, sehingga perjalanan mereka cukup lancar. Hingga beberapa Wartawan yang melihat sekilas Rosy masuk ke sebuah mobil semi mewah, para wartawan segera berlari menuju mereka untuk meminta keterangan terkait kasus yang Rosy Keaton alami.
Didampingi oleh Albert di dalam mobil, Rosy Keaton yang agak sedikit panik, kemudian dengan hangat ada sebuah tangan yang menggenggam tangannya. Perasaan panik kemudian diganti dengan sebuah perasaan yang hangat dan rileks, sehingga membuat Rosy saat ini dengan adanya Albert disampingnya membuat Rosy mempunyai kekuatan.
Para Wartawan yang melihat adegan tangan Albert menggenggam tangan Rosy Keaton, tentu tidak akan disia-siakan oleh para pencari berita. Dengan ini mereka yakin, bahwa Albert adalah seorang laki-laki di balik Rosy Keaton, atau mungkin adalah kekasih Rosy Keaton yang selama ini disembunyikan.