NovelToon NovelToon
Sentuhan Cinta Aura

Sentuhan Cinta Aura

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:954k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Follow akun Ig : @yoyotaa_

Aura Kia Deaveny (25) berkerja sebagai wanita bayaran untuk memberikan cinta dan perhatian pada kliennya. Ia melakukan itu untuk bertahan hidup dan membiayai sekolah adiknya.

Narendra Putra Kavindra (29) seorang CEO dari Kav Corp, perusahaan keluarganya. Ia adalah laki-laki yang terkenal dingin dan kejam pada karyawannya. Fakta menariknya, ia adalah pria yang tidak percaya adanya cinta karena pengalaman pribadinya yang selalu gagal dalam hal percintaan.

Di suatu hari keduanya dipertemukan oleh semesta. Lalu bagaimana kisah mereka? Akankah Aura berhasil membuat Rendra percaya cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Sepasang kekasih harus saling bergandengan

Di cahaya lampu yang remang-remang, Rendra menatap langit-langit kamarnya. Ia mengingat kembali pertemuannya dengan Aura. Pertemuan pertama hingga malam tadi. Semuanya terasa aneh bagi Rendra. Sejak awal Rendra tidak membenci kehadiran Aura, meski diawal ia dibuat kesal oleh Aura.

"Jatuh cinta? Rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakannya."

Rendra pun mengingat lagi hari pertama ia membawa Aura ke rumahnya. Di hari itu, Rendra sengaja meninggalkan Aura berdua saja dengan mamanya. Hal itu bukan tanpa alasan, Rendra hanya ingin melihat bagaimana kemampuan Aura untuk membuat mamanya terkesan dengan pertemuan awal mereka. Dan Aura berhasil melakukan itu. Mamanya selalu menanyakan Aura, Aura dan Aura tiap kali Rendra pulang kerja.

"Bahkan kau dengan mudahnya mengambil hati mamaku, Au. Di saat para mantan ku butuh berhari-hari bahkan ada yang sampai sebulan."

Rendra memeluk gulingnya dan memiringkan tubuhnya. Ia terlelap begitu saja setelah memikirkan Aura.

*

*

Di NC Entertainment

Rendra datang ke perusahaan Ansel untuk membahas kerjasama mereka. Lebih tepatnya bukan kerja sama antara Rendra dan Ansel sih, tapi Ela dan Ansel. Hanya saja Ela meminta Rendra yang bertemu dengan Ansel karena kesibukan Ela untuk merancang berbagai desain pakaian terbaru yang akan diluncurkannya.

"Huh! Sebenarnya aku malas sekali bertemu denganmu!" ucap Rendra.

"Tapi Ela terus saja memaksaku. Katanya dia menginginkan seorang model dari agensimu sebagai model utama untuk peluncuran pakaian merk terbarunya."

"Haha, Ela dari dulu memang tidak salah kalau memilih partner kerja. Tentu saja aku punya banyak kandidat untuk itu. Mana coba aku lihat desain pakaiannya! Mana tahu aku bisa mencocokkan dengan karakter model yang aku punya."

Rendra pun memberikan desain gambar pakaiannya. Ansel melihat dengan teliti dan berpikir keras model yang cocok dengan pakaian yang akan diluncurkan itu.

"Aku punya beberapa kandidat, nanti aku kasih fotonya padamu. Biar nanti Ela saja yang memilihnya," ucap Ansel.

"Huh! Kalau cuma begini saja mah, lewat chat pun bisa!" gerutu Rendra.

"Hahaha."

Gelak tawa muncul dari mulut Ansel. Ia tahu apa alasannya, Ela hanya ingin membuat Rendra kesal dan membantunya.

"Karena sudah selesai, ayo kita mampir ke coffee shop di bawah," ajak Ansel.

"Tidak bisa, aku ada janjian setelah ini. Aku langsung pergi saja," tolak Rendra.

"Dengan siapa?" tanya Ansel yang penasaran.

"Kau tidak perlu tahu!" jawab Rendra yang kemudian berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan Ansel begitu saja.

"Kau pikir aku tidak tahu Ren? Kau akan bertemu Aura, kan? Sepertinya tidak salah aku mengenalkan mu pada Aura," ucap Ansel sambil senyum-senyum senang.

*

*

Langit sudah mulai kemerahan. Aura menikmati suasana itu di atas gedung perusahaan Rendra. Tentu saja bersama Rendra disana. Setelah bertemu Ansel tadi, Rendra menjemput Aura dari rumahnya dan membawa Aura ke perusahaannya untuk menemani dirinya bekerja.

"Kau punya tanggung jawab yang besar Ren untuk mengembangkan perusahaan ini. Jika perusahaan ini sampai berada diambang kebangkrutan, para karyawannya akan kehilangan pekerjaan mereka. Untuk itu suasana hatimu pun perlu ikut mendukung bagaimana kinerjamu nantinya. Selama aku menemanimu bekerja disini, aku suka tanpa sengaja mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang membicarakan mu. Katanya, kau itu CEO yang kejam, dingin, kaku dan tidak punya perasaan. Kesalahan sedikit saja konsekuensinya bisa dipecat dari perusahaan. Kalau tidak dipecat ya, bekerja lembur bagai kuda," jelas Aura.

"Aku tidak peduli dengan apapun yang mereka bicarakan," balas Rendra.

"Ya, aku tahu. Tapi setidaknya kau harus memiliki sedikit rasa empati pada orang. Kau harus membayangkan juga bagiamana jadi mereka. Jangan seenaknya sendiri. Kau tahu, cari kerja itu sangatlah susah. Lihat saja diriku, aku berakhir jadi wanita bayaran karena bekerja sebagai pelayan, SPG dan karyawan gajinya tidak sesuai dengan apa yang sudah aku kerjakan."

Rendra terus memandang Aura sambil mendengarkan wanita itu berbicara.

"Aku harap kau bisa pikir ulang ucapanku itu. Ayo kita pulang! Petang sebentar lagi menjelang," ucap Aura lalu tanpa sadar tangannya menarik tangan Rendra.

Keduanya turun dari rooftop dengan tangan yang saling bergandengan. Untung saja sudah tak ada lagi karyawan yang berlalu-lalang karena waktu bekerja sudah berakhir sekitar satu jam yang lalu. Mungkin jika ada, hanya beberapa pegawai kebersihan saja.

Rendra tersenyum melihat tangannya yang digandeng Aura. Padahal ia sudah membentengi hatinya agar tidak jatuh cinta lagi sebelum lukanya sembuh. Tapi, rasa menggelitik itu hadir begitu saja.

Sesampainya di lantai paling bawah, Aura baru sadar akan kelancangan dirinya. Ia pun melepas genggaman tangannya.

"Eh, maaf Ren," ucap Aura merasa tidak enak hati sudah menyentuh Rendra sembarangan.

Bukannya menerima permintaan maaf, Rendra malah menggenggam kembali tangan Aura.

"Sepasang kekasih itu memang harus saling bergandengan. Justru kalau tidak begini akan menimbulkan banyak pertanyaan orang-orang."

Kali ini Rendra yang berjalan duluan, dengan Aura yang terus memikirkan ucapan Rendra.

Tapi, ini kan sudah sepi dan tidak ada orang. Lalu pada siapa kita harus menunjukan bahwa kita adalah pasangan? Aneh!

Keduanya sudah memasuki mobil Rendra. Rendra reflek memegang wajah Aura, membuat Aura terkejut dan dadanya mulai bergemuruh.

Aaaa, dia ini mau apa si!?

Aura terus berkedip karena tidak siap dengan tingkah Rendra yang serba dadakan. Tiba-tiba Aura mulai menutup matanya pelan-pelan.

Eh, tapi kok tidak terjadi apa pun.

Sebuah sentilan Aura dapatkan di keningnya.

"Aduh!" Aura merintih kesakitan.

"Kau pikir aku mau menciummu? Aku hanya menyingkirkan bulu matamu yang jatuh tahu," ucap Rendra.

Aura jadi malu sendiri dengan tingkahnya tadi. Ia langsung mengalihkan wajahnya ke kaca mobil.

Haduh! Malu aku! Tadi aku mikir apa sih!?

Sementara Rendra ia tersenyum dan melajukan mobilnya keluar dari perusahaan.

Di perjalanan, tak ada obrolan di antara keduanya. Aura yang masih merasa malu, dan Rendra yang membiarkan Aura dengan rasa malunya.

Tiba-tiba mobil berhenti, dan Aura merasakan suatu keanehan.

"Kok, kok?"

"Apa? Ayo turun! Malam ini kita makan malam bersama di rumahku. Papaku sudah pulang ke rumah. Dia ingin berkenalan denganmu," ucap Rendra tanpa dosanya.

Hah! Harusnya dia bilang dulu kalau ingin mengajakku bertemu papanya. Setidaknya aku bisa membawa baju ganti. Tidak memakai pakaian yang aku pakai dari pagi! Huh!

"Kenapa tidak bilang?" tanya Aura yang sedikit kesal.

"Kau kan diam saja dari tadi. Jadi, aku langsung membawamu ke rumah saja," ucap Rendra lalu keluar dari mobilnya.

Aura kesal akan tingkah Rendra yang suka seenaknya sendiri. Ia pun turun dengan raut wajah kesalnya.

"Nanti kau pakai saja baju adikku," ucap Rendra seolah tahu apa yang Aura pikirkan.

Keduanya pun melakukan sandiwaranya lagi. Masuk ke dalam rumah dengan tangan yang bergandengan juga wajah yang berseri-seri.

*

*

TBC

1
Asih Sulastri
Luar biasa
Alif
utangnya lho brp, klo sehari klienya lbh dr 2 pndapatan apa gk ratusan jt sebulan, msuk aklah thor kok katanya hidup seadanya, terkecuali utangnya puluhan milyar barulah percaya
Dyah Oktina
Tinggal bilang k mama naya..pasti d ijinin kla mau ikut suami
Azmi Riyadil: Kak kl ceritanya elnan berjudul apa kak?? 🙏😊
total 1 replies
Dyah Oktina
Luar biasa
LENY
Yg nendang Aura hrs nya dihajar lagi sebelum ke penjara
LENY
syukurlah Rico sdh mati kl tdk mati masih terus berbuat jahat gak ada kapok nya.
LENY
Cerita apa yg sesungguhnya terjadi
LENY
Hrs nya Meira cerita sama salah satu kel Elnan mereka kan baik2 semua.
LENY
Sena tdk ubah nya pelacur tidur sama pelanggan nya 😥🙈bukan cuma sama Ansel aduh.
LENY
ANSEL DAN SENA LBH BEBAS KELAKUANNYA BEDA SAMA AURA YG MASIH MENJAGA KEHORMATANNYA
LENY
LAGI KERJA BEGITU PASTI RESIKO NYA KAYAK BEGINI 🙈🙈MENEMANI LAKI2 BEJAT
LENY
TUH KAN RESIKONYA SEREM NNT AURA DIAMBIL KESUCIANNYA. BIAR AJA RENDRA BAYAR UANG GANTI RUGI NYA.
LENY
BERHENTILAH JADI WANITA BAYARAN AURA KASIHAN KEL RENDRA NNT DIHINA ORANG. KAMU HARUS MENGHARGAI RENDRA DAN KEL NYA CARI PEKERJAAN YG LBH TERHORMAT RENDRA PASTI MEMBANTU KAMU. GAK RELA DAN GAK PANTES JADI WANITA BAYARAN BERHENTILAH AURA
LENY
Kaila wanita matre jalang ih untung ssh putus
LENY
Mami Lena perannya kayak mucikari ya kasarnya. 🙏🙏Aduh smg Aura segera berhenti jd wanita bayaran.
LENY
PEKERJAAN AURA TINGGI RESIKO DAN BNUK NEGATIF NYA MENDING CARI KERJAAN LAIN YG AMAN DI RESTO ATAU APA AJA DRPD MENEMANI LAKI2 BERSUAMI YG BLM TENTU SEMUA BAIK. BISA AJA KETEMU YG BEJAT DIPERKOSA SEREM
LENY
MAAF YA THOR WANITA BAYARAN DISINI APA SAMA DGN PELACUR MAAF BANGET YA KONOTASINYA JELEK BANGET
Junita Makakombo
Kecewa
Junita Makakombo
Buruk
Cia Sanu
selalu keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!