Kisah sukses seorang istri gendut yang berhasil bertransformasi menjadi istri yang cantik dan seksi.
Kok bisa sang istri mati-matian merubah penampilanya menjadi cantik dan seksi, setelah itu suami masuk bui begitu saja.
Inilah kisah rumah tangga pasangan yang kurang harmonis, Kate Winslet dengan Jason Statham. Sampai pada akhirnya Kate berlabuh pada Nathan Wu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana licik rubah betina
Sudah dua hari ini polisi belum menemukan Jason, Suami sekaligus tersangka utama dalam rencana pembunuhan Kate setahun silam
Polisi memiliki bukti rekaman percakapan antara Jason dan Jenny, akhirnya Jenny ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka juga. Sedangkan Marina, Jonathan dan Lea dibebaskan tanpa syarat karena memang mereka tidak terlibat dalam rencana pembunuhan itu. Mereka bertiga shock dengan pernyataan polisi bahwa Jason adalah tersangka utamanya.
Lalu bagaimana dengan nasib mereka?
Karena tidak memiliki tempat tinggal akhirnya mereka bertiga pulang ke rumah Kate, tetapi Jonathan menolak rencana Marina, sebagai seorang ayah mertua dia malu dan merasa bersalah dengan Kate.
"Nggak buk, Kate nggak mungkin memaafkan keluarga kita, selama ini kita selalu menjadi benalu, dan yang lebih parah lagi, anak kita yang tak tahu diri itu malah mencoba melenyapkan Kate. Kesalahannya sudah benar-benar fatal, membunuh adalah dosa besar, Jason layak dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya" terang Jonathan dengan penuh penyesalan, beliau sangat malu dan merasa tak pantas untuk kembali ke kediaman Kate
"Kalau kita tidak pulang kesana, kita semua mau tinggal dimana yah? kamu kenapa jadi laki nggak berguna gitu sih. Nyesel aku nikah sama kamu" pekik Marina marah-marah
"Iya juga Bu, ayah bener... nggak mungkin mbak Kate mau mengijinkan kita untuk tinggal di rumahnya lagi, kalau kita kesana pasti cuma dapat hinaan saja" sahut Lea
Marina kemudian diam untuk berfikir sejenak, lalu ia mengambil handphone di dalam tasnya. Entah siapa yang ia telfon ketika itu, dia tiba-tiba buru-buru memanggil taksi dan naik ke dalam taksi tersebut sambil berkata " kalian berdua, tunggu di perempatan jalan rumah Kate. Tunggu aku kembali"
Jonathan dan Lea tampak saling bertukar pandang
"Mau kemana ibumu Lea" tanya Jonathan
"Mana aku tahu... huh" jawab Lea sinis
Di dalam taksi, Marina menginstruksikan kepada supir taksi untuk pergi ke rumah sakit jiwa xx. Jadi dia akan ke rumah sakit tersebut untuk membebaskan ibunya Kate, dan ternyata Marina juga mengetahui dimana putranya menjebloskan ibunya Kate ke dalam rumah sakit jiwa. Marina memang licik, dia mencoba memperalat ibunya Kate untuk mendapatkan belas kasihannya saja
Sesampainya di rumah sakit, dokter dan dua perawat sudah ada di halaman, mereka bertiga tengah mengiringi seorang wanita paruh baya yang tengah duduk linglung di atas kursi roda.
"Mengenaskan sekali, Damitha benar-benar gila" gumam Marina sambil menggeleng tak percaya
"Dok Damitha benar-benar gila?" tanya Marina sambil terus menilik Damitha yang linglung tak merespon siapa pun
"Iya Bu... nyonya Damitha sudah kehilangan sebagian ingatannya, dan beginilah kondisi fisiknya sekarang" tutur dokter itu
"Wah, ini menyenangkan sekali, Damitha benar-benar gila, itu artinya kedokku tak akan pernah terbongkar." Marina kembali bergumam dalam hati sambil tersenyum licik
Kemudian Marina mengambil alih gagang kursi roda itu, ia mendorong kursi roda itu memasuki taksi dengan bantuan supir taksi
Setelah berada di dalam taksi, ia kembali menginstruksikan kepada supir taksi untuk diantar ke alamat rumah Kate
Ia sudah tidak sabar untuk melihat ekspresi Kate ketika melihat ibunya yang sudah tak waras itu. Kondisi Damitha benar-benar memprihatinkan, badannya kurus kering, rambutnya rapi tetapi terlihat mengembang, dan ia selalu menyembunyikan irasnya ke bawah bahunya, layaknya orang yang ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain
Tibalah Marina di perempatan jalan di dekat rumah Kate, disana sudah ada Jonathan dan Lea yang tengah berdiri gelisah
"Heh bantuin ibu" teriak Marina sambil mengambil kursi roda Damitha keluar
Jonathan yang melihat sontak langsung terkejut dan tak bergeming "Oh Tuhan, Bu Damitha kenapa nasibnya jadi seperti ini. Apakah ini juga salah satu perbuatan putra ku, oh Tuhan tolong ampunilah dosa besar putraku" gumam Jonathan dalam hati
"Hei Jo... Bud** ya kamu, cepat bantuin" teriak Marina kembali memaki suaminya
"Iya...i...ya" jawab Jonathan lalu bergegas membantu mengangkat tubuh ringkih Damita ke atas kursi roda
Setelah selesai Marina memberikan uang tips kepada supir taksi itu, kemudian ia kembali menyuruh Jonathan untuk mendorong kursi rodanya
Di belakang tampak Marina dan Lea tengah asik mengobrol
"Bu... kenapa ibu membawa besan ibu kembali" tanya Lea sinis
"Diamlah, ini adalah cara terakhir kita untuk meminta bantuan pada wanita sia*an itu"
"Maksudnya gimana Bu"
"Bodoh" Marina menyentil kening putrinya
"Ah... ibu... aku bukan anak kecil lagi lah" rengek Lea dengan nada manja
"Kamu masih mau tinggal di istana itu ka? tanya Marina dan Lea pun menjawab dengan anggukan
"Kalau begitu diamlah, peranmu nanti cukup menangis di depan Kate. Apa kamu mengerti?"
"Iya Bu"
Lea kembali mengangguk