NovelToon NovelToon
The Power Of Cinta Pertama

The Power Of Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Safa Cantika humaira

“Dia mantan terindahku, separuh ku ada bersamanya. Sedangkan kekasihku dia orang yang selama ini menjagaku, memberiku semangat, mengangkatku dari keterpurukan. Apa iya aku harus meninggalkan dia demi belahan jiwa ku, atau aku harus memilih dia dan meninggalkan belahan jiwaku untuk kedua kalinya , tapi rasanya sakit jika harus berpisah lagi dengannya” Dafa sangat dilema akan pilihannya.
“Ikutin saja apa kata hatimu” seseorang yang menghampirinya dan merangkul bahunya.
“Jika kamu mau bersama dia pergilah tinggalkan aku, aku sudah ikhlas dengan semua ini. Bukankah aku yang salah dalam hal ini? Aku yang telah meninggalkan kamu dan menyuruh kamu untuk bersama wanita lain.” Air matanya berjatuhan hati tak kuasa menahan rasa bersalah.
“Aku gak bisa ninggalin kamu aku juga gak bisa ninggalin dia, kamu belahan jiwa aku, separuh aku ada bersamamu. Aku ini memang egois aku gak bisa menentukan pilihanku aku gak bisa ninggalin kalian berdua, kalian berdua orang terpenting dalam hidupku setelah orang tua ku.” Menangis tersendak-tersendal dan memeluk mantannya

Dafa akhirnya memilih untuk menikah dengan Amanda.Dad

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safa Cantika humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Permainan itu berakhir, mereka menyantap makanan pesanan mereka, sebelum pulang Denis membayar semua makanan yang dimakan sahabatnya sesuai janjinya.

“Thank ya Den” Dafa ke mobil mengantar Rara pulang

“Sering - sering ya” Kiki berjalan ke mobilnya

“Thank bro” Aldi menuju mobilnya

“Ayo sayang” Denis mengandeng Winda berjalan ke mobilnya

Rara dan Dafa sampai di depan gerbang kostan Rara. Rara membuka pintu mobil “Daf masuk dulu yuk” ajaknya.

“Gak ah aku pulang saja lagian sudah malam” Dafa menolak untuk masuk, ia menancap gas mobilnya kembali ke rumah.

Sampai di rumah Dafa masih terbayang dengan wajah cantik Rara yang semakin hari semakin cantik dan menggemaskan “cantik rasanya aku mau setiap hari bersama kamu, aku tidak ingin sedetik pun jauh dari kamu” Dafa mengganti bajunya, pergi ke tempat tidur.

Esok harinya Amanda telah sembuh, ia menelpon Dafa

Manda

Assalamualaikum Daf

Dafa

Waalaikumsalam, iya Manda

Manda

Kamu jemput aku ya di rumah sakit aku sudah boleh pulang

Dafa

Baiklah, sebentar lagi aku ke sana

Dafa menutup panggilannya. Perasaannya menjadi campur aduk.

“Manda telah sembuh berarti aku sudah tidak bisa bersama cantik lagi, kemaren hari terakhir bareng dia” Dafa bersiap - siap menjemput Manda di rumah sakit.

****

Dafa telah sampai di rumah sakit, ia masuk ke kamarnya Manda.

“Hai Dafa” sapa Manda yang duduk di atas ranjang

Dafa menghampiri Manda dan berdiri di samping ranjangnya.

“Aku kangen banget sama kamu” Manda memeluk erat kekasihnya itu.

“Kamu sudah sembuh” Dafa mengecek dahinya Manda.

“Sudah dong” jawab Manda, ia mengambil tasnya bersiap untuk pergi.

“Kita pulang sekarang ya, kamu mau pulang ke kost apa ke rumah mama kamu” tanya Dafa

“Aku pulang ke kost saja, lagian di sana kan ada Rara” jawab Manda

Dafa dan Manda berjalan ke mobil setelah membawa semua barang - barang Amanda dari rumah sakit.

Di kostan

Manda turun dari mobil, Dafa membawa semua barangnya keluar dari mobil menuju ke rumah kostan.

“Assalamualaikum” Manda mengetuk pintu

“Waalaikumsalam, sebentar ya” jawab Rara dari dalam rumah, kemudian berjalan membukakan pintu “Manda” Rara memeluk Manda yang berdiri di depan pintu ”kamu sudah sembuh?” Tanyanya melihat sahabatnya yang sekarang sudah berdiri di hadapannya.

“Sudah dong, aku sudah sehat kembali”

“Masuk yuk” Rara menggandeng tangan Manda masuk ke dalam rumah, Dafa mengikuti mereka dari belakang.

“Kamu mau kemana sudah rapi” tanya Manda yang melihat Rara merapikan make up di wajahnya.

“Ke kampus” jawab Rara singkat.

“Aku mau ikut juga” ucap Manda yang seakan keadaannya sudah sangat membaik.

“Kan kamu baru keluar dari rumah sakit, besok saja ya kamu ke kampusnya” Dafa membujuk Manda agar tidak berpergian dulu, ia sangat khawatir dengan keadaan Manda sekarang yang baru saja sembuh dari sakitnya.

“Aku sudah tidak apa - apa Daf” Jawab Manda yang merasa bahwa dirinya sudah sangat membaik.

“Biarin saja Daf, lagian kan ada aku yang bisa menjaga Manda” Rara menawarkan dirinya untuk menjaga sahabatnya.

Dafa, Rara dan Manda keluar dari rumah menuju ke kampus.

“Aku duluan ya” Rara ingin mencari taksi.

“Kamu mau kemana?” Manda mencegat Rara pergi “kamu pergi sama aku dan Dafa saja”

“Gak ah aku gak enak” Rara menolak ajakan Manda karena ia tidak sanggup menjadi nyamuk diantara mereka. Dirinya sangat rapuh kalau harus melihat kedekatan Dafa dan Manda.

“Pokoknya kamu berangkat bareng kita saja” Manda terus saja memaksa Rara, sampai membuat Rara tidak memiliki pilihan jawaban yang lain, ia terpaksa harus satu mobil dengan Manda dan Dafa.

“Ayo naik” Dafa berada di dalam mobil.

Manda dan Rara naik ke dalam mobil. Manda duduk di samping Dafa sedangkan Rara duduk di barisan belakang.

“Sayang, nanti pulang kampus kita jalan - jalan ya” pinta Manda menyenderkan kepalanya di bahu Dafa. Rara melihat kedekatan mereka, dadanya begitu sesak dan ia harus menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Boleh” Dafa mengelus rambut Manda yang terurai panjang.

Sebenarnya Aku tidak mau melihat ini semua, kemaren aku sangat bahagia bisa terus di samping Dafa, tapi sekarang aku harus menahan rasa sakit di hatiku lagi, batin Rara.

Dafa melihat Rara dari kaca spion, tangannya kembali memegang setir. “Kamu duduk yang bagus ya, aku fokus menyetir dulu” ucap Dafa perlahan menggeserkan kepalanya Manda.

Dafa mengucapkan kata maaf dalam hatinya.

Sampai di kampus Dafa, Manda dan Rara berjalan bersama.

“Hai Manda, kamu sudah sembuh?” Winda memeluk Manda.

“Sudah dong” jawab Manda berputar - putar.

Dafa kini berdiri di tengah antara Rara dan Manda

Ya tuhan keadaan guwe sekarang benar - benar diantara cantik dan Manda, batinnya.

Dosen pun masuk, semua mahasiswa duduk dengan rapi mendengarkan materi. Tak beberapa lama kemudian 2 sks telah selesai dosen keluar dari ruangan.

“Daf kita jadi jalan - jalan kan?” Manda berdiri dari tempat duduknya berjalan ke mejanya Dafa.

Dafa melirik ke arah Rara yang duduk di depannya sebelah kiri “iiya” Dafa menjawabnya dengan terpaksa.

“Yaudah ayuk” Manda menarik lembut tangan Dafa menyuruhnya untuk bergerak cepat.

“Iya” jawab Dafa yang memasukkan bukunya ke dalam tas“Aku duluan ya guys”

Rara melihat Dafa bergandeng tangan dengan Manda sedangkan ia tidak sama sekali diubris oleh Dafa.

Apa aku harus menyerah dengan ini semua, Manda sudah kembali. Dafa sekarang selalu bersamanya, sedangkan aku, batin Rara

“Hei cantik” sapa winda yang berjalan ke arah Rara “kamu gak apa - apa kan”

“Gak…. aku gak apa - apa” jawab Rara kemudian membereskan bukunya

“Kamu mau kemana habis ini” tanya Winda lagi.

“Palingan langsung pulang”

“Gak mau jalan - jalan dulu sama kita” ajak Winda

“Gak deh win, aku mau langsung pulang saja, aku gak enak badan” Rara mengambil tasnya berjalan ke luar kelas.

“Kenapa Rara” tanya Denis yang menghampiri Winda.

“Gak enak badan katanya jadi mau langsung pulang” jelas Winda

“Yaudah kita saja yang pergi berempat”

“Iya ayo”

Winda, Denis, Aldi dan Kiki pergi ke toko buku untuk mencari buku yang menjadi tugas mata kuliah.

Rara telah sampai di kostan

“Cape juga jalan kaki dari kampus” duduk di teras membukakan sepatunya kemudian masuk ke dalam rumah, Rara menaruhkan tasnya lalu berbaring di atas kasur

“Sepi ya gak ada Dafa, biasanya dia selalu ke sini nemanin aku, ajak aku jalan - jalan, sekarang dia sudah bersama Manda lagi, sedih ya jadi aku”

“Daf” memegang tangan Dafa yang lagi menyetir mobil.

“Iya cantik” Dafa menyebut Manda dengan sebutan cantik, lagi - lagi pikirannya terbayang Rara “eh sorry Manda, kenapa kamu tanya apa tadi”

“Kamu selalu sebut nama cantik, memang siapa cantik itu” Manda terlihat kesal.

“Gak…. bukan siapa - siapa” ucap Dafa mengelak.

“Bukan hanya satu kali kamu manggil cantik buat aku Daf”

“Iya maaf”

“Apa cantik itu mantan kamu iya” Manda sudah tidak dapat menahan emosinya lagi.

“Gak…. bukan, aku minta maaf ya” Dafa mengambil tangannya Manda lalu menggenggamnya.

“Aku mau pulang saja”

“Iya iya aku antar kamu pulang” Dafa melepas tangannya lalu kembali memegang stir.

1
Komang Sri
ashiap thor
Komang Sri
intinya aq suka
Komang Sri
Jangan lama" up nya ya thor,,,
Safa Cantika humaira: Di tunggu ya kak season 2 nya👏👏
total 1 replies
Komang Sri
thor,,,, beneran deh aq kesel sama Dafa, Manda yg tulus malah dibohongin sm Dafa dn temen"nya,,, kasian Manda nnti pas tahu yg sebenarnya🥺🥺🥺
Safa Cantika humaira: Sabar sabar kakk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!