NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Baru aku boleh mati, maksudmu begitu?" Tanya William.

*****

"Aku tak bicara begitu." Balas Akila.

William masih menggenggam tangan Akila.

"Sama saja maksudmu begitu, bodoh. Bantu aku duduk Akila." Ucap William.

"Jangan, tetaplah dalam posisi itu. Kau perlu masa pemulihan dan juga..."

"Aku perlu mandi Akila, tubuhku bau darah. Aku tak mau, sekarang bantu aku mandi saja." Ucap William membuat Akila terdiam saat William menarik tangan Akila untuk membantunya duduk.

Tak ada pilihan lain, Akila akhirnya membantu William.

William perlahan turun dari ranjang membuat Akila membuka pelan kemeja William.

"Ada berapa orang yang kau bunuh?" tanya Akila.

"Tak terhitung." Jawab William yang kini menunduk mengamati wajah cantik milik Akila.

Usai kemeja William terbuka, terlihatlah dengan jelas ada banyak luka disana. Ada juga warna pukulan yang membiru, bahkan luka gores yang banyak.

"Apa yang kau lihat? Apakah tubuhku indah? Bukannya kau dulu sering melihat perut indah ku ini saat kita bercinta, kau rindu ingin menyentuhnya lagi hm?" Tanya William.

Akila mendongak hingga mata mereka bertemu.

"Mau sampai kapan kau mau menyudahi cara gilamu ini William? Ini tubuhmu, setidaknya cintai tubuhmu dan jangan buat tubuhmu sendiri menderita." Ucap Akila.

William memilih diam, ia menarik tangan Akila menuju kamar mandi.

Mencintai diri sendiri? Tidak, William tak pernah berpikir untuk itu. Cinta itu tak ada! Bagi William, hidup ya hidup. Kalau sudah waktunya mati, ya mati.

---

Akila benar-benar membantu William mandi.

Saat ini Akila dan William kembali ke ranjang itu. Tampaknya Akila mengambil kemeja baru yang ada di dalam paper bag itu. Akila membantu William memakainya, sejak tadi tatapan William tak berhenti mengamati wajah Akila.

"Apa ada yang sakit?" Tanya Akila.

"Tidak." Ucap William membuat Akila melihat ke arah luka William, ia menyentuhnya pelan membuat William meringis kecil.

"Sakitkan? Bohong kalau kau berkata tidak sakit. Berbaringlah." Ucap Akila.

William duduk di ranjang itu, ia menahan tangan Akila.

"Berbaringlah di sisi ku Akila." Ucap William.

Akila langsung menggeleng.

"Aku akan tidur di sofa, percayalah bahwa aku tak mungkin bisa kabur darimu. Bukankah itu yang kau ucapkan." Ucap Akila.

"Tidak, naiklah ke ranjang ini dan berbaring disampingku." Ucap William.

Akila tak habis pikir dengan isi otak William.

"Kau terluka William, aku bisa saja menyentuh lukamu saat tertidur. Lebih baik aku di sofa, kau tidurlah dengan nyaman." Ucap Akila.

William menarik tangan Akila.

"Mau aku gendong? Perlukah aku menggendongmu saja Akila?" Tawar William membuat Akila segera naik lebih dulu.

William ini dilawan malah makin menjadi-jadi.

Mau tak mau Akila hanya bisa mengikuti maunya William, ia berbaring di ranjang lebih dulu. Bibir William mengukir senyum yang kecil sekali, ia menyusul Akila.

Dengan santainya William berbaring miring untuk menarik Akila dalam pelukannya.

"Tidur dan jangan berdebat lagi Akila. Jangan berisik, pejamkan saja matamu." Ucap William membawa tangan Akila memeluk pinggang miliknya.

Cup!

Akila merasakan kecupan di puncak kepalanya, William yang memberikan kecupan itu.

Aneh saja, sikap William malam itu cukup hangat dari biasanya. Tapi kembali lagi, bahwa William memang punya sikap yang mudah berubah.

Akila membenamkan wajahnya di dada William saat William memperdalam pelukan itu.

---

Di sisi lain - Apartemen kota X.

Atheos masih membuka matanya, ia menatap Athena yang tiba-tiba terbangun.

"Aku lapar." Ucap Athena tak bohong.

Atheos menggeser makanan yang sempat ia masak.

Athena yang pada dasarnya memang lapar, akhirnya memilih makan dalam diam. Atheos sudah sejak satu jam tadi tertidur, jadi kini hanya Athena yang bangun.

"Athena, apa kau mau melakukan sesuatu besok? Ayo pergi ke suatu tempat." Ajak Atheos.

"Kemana?" Tanya Athena sambil mengunyah makanannya.

"Ke suatu tempat, aku ingin kau mengambil sesuatu dari seseorang. Ambil rambutnya." Ucap Atheos.

Athena jelas bingung, apa maksud ucapan Atheos.

"Rambut apa yang sedang kau bahas? Aku tak mengerti." Jujur Athena.

Atheos semakin mendekat.

"Kau kesal dengan pria bernama William Hartawan kan? Temuilah dan jambak saja seakan kau tak sengaja." Ucap Atheos memberi ide.

Athena bersemangat untuk melakukan hal itu, tapi untuk apa ia berlaku seperti itu?

"Ambil helaian rambutnya, aku butuh itu." Ucap Atheos.

"Jangan bilang kalau kau..."

"Hm, aku ingin mengetahuinya. Kalau dia adalah Daddy asli kita, maka dia sungguh orang terbodoh yang ada di dunia ini. Dia sangat bodoh karena menyakiti Mommy hingga sejauh ini!" Ucap Atheos.

"Apa yang akan terjadi kalau dia memang Daddy kita?" Tanya Athena.

Atheos tersenyum miring.

"Memangnya apalagi? Bukankah kita butuh dia untuk melindungi Mommy dan kita?" Ucap Atheos membuat Athena berhenti makan.

"Kau mendukung dia? Aku tak suka Atheos." Ucap Athena tidak setuju.

Atheos menggeleng kecil.

"Bukan seperti itu, aku mau dia takut kehilangan Mommy. Hanya itu, bagaimanapun aku sudah mencari tahu tentangnya. Dia punya power yang bagus. Percayalah denganku, jika memang dia Daddy kita, dia perlu membayar momen dia yang mengabaikan kita selama ini. Apapun caranya, ada bayaran untuk perlakuannya selama ini pada Mommy. Yang lebih konyol, dia tak tahu bahwa kita berdua ini ada. Daddy macam apa itu." Ucap Atheos.

Athena cukup kesal tapi ucapan Atheos ada benarnya.

"Kapan aku bisa menemuinya?" Tanya Athena.

"Aku sudah mengatur rencana yang baik, ayo kita pergi berdua besok." Ucap Atheos.

"Kau yakin?" Tanya Athena.

Atheos mengangguk.

"Sangat yakin." Balas Atheos.

Athena mengukir senyum saat Atheos tersenyum padanya.

"Jika dia Daddy ku, maka aku bersumpah akan membuatnya sulit karena memilikiiku. Mommy itu milikku, ah aku kesal mengingat dia memeluk Mommy terus." Kesal Athena melanjutkan makannya dengan hati yang emosi membayangkan wajah William.

---

Pagi itu - Rumah Sakit

Mata Akila terbuka, tak ada lagi pelukan yang seerat tadi malam. Sosok William tak lagi ada di ranjang yang sama dengannya.

Akila menoleh, ia temukan pria itu tengah menelpon seseorang.

Sepertinya William sibuk.

"Hm? Katakan saja. Apa ada masalah lagi?" Tanya William pada seseorang yang ada di balik panggilan itu.

Jika Akila mengingat tentang William, nyatanya Akila tak pernah menemukan waktu istirahat pria itu sejak dulu. William terlalu sering bekerja bersama hal-hal yang menakutkan. Namun kini ada hal yang cukup berbeda dari William yang dulu.

William mampu tidur dengan lelap dalam pelukan Akila.

Lebih tepatnya pelukan yang William ciptakan sendiri.

Akila turun dari ranjang itu, ia membiarkan William tetap berbicara melalui panggilan itu, saat pintu kamar mandi tertutup tampak William sadar kalau Akila sudah bangun.

"Jaga saja Markas itu, awasi dan terus laporkan segalanya padaku." Ucap William memberi perintah.

Setelahnya William putuskan panggilan telepon itu.

Tubuh William memutar, ia menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Tak lama Akila keluar dari sana, wajahnya lebih cerah usai cuci muka. Langkah Akila terhenti di depan William.

"Apa lukamu baik-baik saja?" Tanya Akila.

William mengangguk kecil mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Akila.

"Hm, ini hanya luka kecil dan bagiku luka ini bukan sesuatu yang membahayakan diriku. Aku tak mudah untuk mati, jadi kau tak akan cepat bebas dariku." Ucap William.

Akila mengangguk, ia mau acuh saja tapi tangannya ditarik oleh William saat Akila hendak pergi.

"Bekas apa yang ada di perutmu itu?" Tanya William membuat wajah Akila langsung menegang.

"Apa yang kau bicarakan?!" Tanya Akila berusaha menarik tangannya dari William tapi tak bisa.

"Haruskah kita memeriksanya? Kebetulan sekali kita ada di rumah sakit." Ucap William.

Raut wajah William tampak dingin.

Akila menggeleng dengan cepat.

"Aku tak mengerti kau bicara apa. Lepaskanlah!" Ucap Akila berusaha menarik tangannya hingga William berucap lagi.

Suara William membuat Akila terdiam, ia juga berhenti berontak dari cekalan kuat William.

"Apa kau telah membuang rahimmu?" tanya William.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!