NovelToon NovelToon
Call Me, Your Baby!

Call Me, Your Baby!

Status: tamat
Genre:CEO / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Allena Sari

⛔️Latar cerita suasana kantor ⛔️

Setelah menganggur lebih dari 1 tahun, akhirnya penantian kerja pun tiba. Meskipun bukan kerja full time, alias masih internship tapi setidaknya sudah berpenghasilan. Pengenalan hari pertama dengan mentor justru membawa cerita panjang bagi hidupku. Mulai dari pertemuan dengan kakak kelas semasa sekolah, Gilang dengan sikapnya yang selalu menggoda tak jua membuat aku luluh jatuh cinta. Justru, pria yang dingin dengan sikap tak mudah ditebak membuatku jauh lebih penasaran tentang kehidupannya. Pria itu bernama Raka, seorang asisten manager yang kini membuatku merasa gila dengan segala perintahnya. Di tengah kebersamaan, aku merasa ada satu hal ganjil yang terjadi pada diri Raka.Gak cuma tingkahnya yang amatir, tapi sikapnya yang bak petir menyeretku penasaran jauh dalam kehidupan pribadinya.

Cover by Pinterest
Edit by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Allena Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32 Siapa ini By?

Kring.. kring.. kring.....

"Duh udah pasti kacau ini, semuanya udah langsun teleponin gue." Gilang dengan nada suaranya yang panik jelas saja membuatku sebagai anak baru disini ikutan panik.

Sementara Raka masih mematung entah apa yang ia sedang pikirkan dikondisi mencekam ini.

"Apa skenario terburuk?" Aku bertanya pada Gilang sebab aku masih belum paham dengan semua ini.

"Serangan massa."

"Ha? Bagaimana bisa?" Aku bertanya sekali lagi sebab masih belum paham apa yang dibahas oleh Gilang saat ini.

"Angka saham perusahaan ini anjlok karena tersebarnya isu penggeledahan masal sehingga grup Karya sudah melepaskan diri sebagai investor di perusahaan ini." Gilang menjelaskan secara pelan meski aku tahu ia sangat panik dengan kondisi yang terjadi.

Aku mengamati Raka, ia terlihat begitu bingung, entah apa yang dipikirkan. Jika ia hanya seorang pekerja biasa tak mungkin akan terlihat sebingung itu. Sebetulnya, siapa Raka ini?

"By, lo pulang duluan aja sekarang." Perintah Gilang agar aku bisa sampai di rumah lebih awal untuk menghindari kejadian yang mungkin saja akan mencekam.

"Lo bagaimana, Bang?" Aku yang ikutan panik langsung membereskan barang-barangku diatas meja tanpa peduli izin dari Raka yang masih mematung dan diam di sebelah sana.

"Gue mau telepon polisi dulu untuk pengamanan gedung." Jawab Gilang.

"Sudah By, sana pergi." Desaknya yang memintaku agar segera meninggalkan gedung ini.

"Mas Raka...."

"Sudah, sekarang kita semua turun!" Perintah Raka yang sontak membalikkan badannya dan seolah terbangun dari tidurnya walaupun pada saat diam ia tetap membukakan mata.

"Gedung ini bagaimana?" Gilang yang masih kekeh untuk menjaga aset kantor.

"Ini keputusan terbaik yang bisa gue kasih, Lang. Lo ikut turun sekarang!" Perintah Raka yang jelas ini adalah kondisi darurat.

Akhirnya kami bertiga menuruni lift yang untungnya masih berfungsi dengan baik, sebab intuisiku belum ada massa yang berdatangan menuju kantor ini.

Setelah sampai lobi, kami pun melihat masih sepi dari berbagai sisi.

"Oke, lo pada pulang hati-hati. Jangan pakai apapun identitas kantor ya." Raka yang terlihat terburu-buru langsung berlari menuju pintu keluar mungkin saja menuju parkiran mobilnya.

"Lo naik apa?" Tanya Gilang kepadaku sembari melepaskan lanyard bertuliskan logo perusahaan dan identitas pegawainya.

"Gue pesan ojek online. Gak apa-apa lo pulang duluan aja." Aku mempersilahkan Gilang agar pulang duluan saja, sebab jika ia menungguku pasti akan lama. Proses pemesanan ojek online bukannya ketika pesan langsung dapat, namun harus mengetahui juga posisi driver, seringkali mendapatkan driver dengan posisi keberadaannya jauh sehingga butuh waktu untuk menunggunya hingga sampai di titik penjemputan.

"Udah bareng gue aja. Lo bakal lama nunggu ojek sampai, By." Ajak Gilang.

"Lo bawa helm dua?" Tanyaku kepadanya agar memastikan pula aku mengendarai sepeda motor dalam kondisi yang aman.

"Ada." Ia langsung menarik dan menggandeng tanganku tujuannya adalah untuk mempercepat langkah kaki demi terburunya waktu untuk menghindari massa yang tak tahu kapan tibanya.

Aku mengenakan helm dan menaiki motor maticnya ini. Di sepanjang jalan ibukota ini sudah terlihat beberapa titik kumpul keramaian yang membawa spanduk berukuran besar.

"By, untung cepat geraknya tadi. Kalau tidak udah diseruduk massa." Ucapan Gilang yang terdengar begitu bersyukur bisa cabut dari kantor lebih awal dibandingkan kedatangan massa.

"Kalau massa sampai di kantor, bagaimana dengan kondisi kantor sendiri Bang?" Dari sisi penumpang ini aku bertanya kepadanya dengan intonasi yang sedikit lebih kencang agar ia bisa mendengar apa yang sedang aku tanyakan.

"Tadi gue minta Raka telepon polisi sih, harusnya saat ini sudah ada penjagaan dari mereka juga." Jawab Gilang sembari fokus mengendarai sepeda motornya.

"Raka kenapa begitu panik melihat kejadian ini ya? Padahal ia juga statusnya hanya staff biasa meskipun asisten manager namun ia tak punya kuasa untuk mengendalikan apapun." Aku yang penasaran langsung saja ku tanyakan kepada Gilang.

"By... Dari awal sudah gue bilang kan lo jangan cari tahu siapa Raka. Udah biarin aja. Intinya apa yang lo lihat, lo lupakan, apa yang lo dengar juga lo lupakan." Gilang memberikan aku pengertian kembali agar tidak mencari tahu tentang identitas Raka sebenarnya.

Jujur, aku adalah tipe orang yang penasaran. Dengan cara bicara Gilang yang seperti ini aku punya keyakinan bahwa Raka ini ada sesuatu yang ganjil. Namun, aku belum tahu apa yang ia sembunyikan selain identitasnya yang membuatku terus bertanya.

Setelah sampai di depan rumahku, ku ajak Gilang untuk mampir terlebih dahulu.

"Bang, masuk dulu aja, minum." Aku menawarinya masuk.

Ia langsung memarkirkan sepeda motornya, dan masuk ke dalam rumahku.

"Lo baru pertama kali datang kan?" Aku sambil mengingat apakah manusia ini pernah ku undang atau tidak. Namun, dari semua ingatanku, sepertinya ia tak pernah datang ke dalam rumah ini.

"Iya, ini pertama kalinya gue By." Jawabnya sembari melihat beberapa pajangan foto yang terpampang di ruang tamu.

"Silahkan duduk." Aku menyambutnya dengan baik bak seorang tuan rumah yang menyambut tamunya.

"Lo mau minum apa, Bang?"

"Ada pilihannya?" Baru saja menginjak rumah ini, ia sudah mulai menjadi Gilang yang kukenal lagi, usil, penggoda, dan aneh.

"Iya ada. Lo mau susu, sirup, teh, kopi, atau jus?" Tanyaku sembari mengingat isi di dalam kulkas dan persediaan bahan makanan yang telah ku susun.

"Kalo jus, ada jus apa?"

"Apa perlu gue antar lo ke kulkas gue biar lihat sekalian ada apa aja?" Ucapku dengan tersenyum.

"Loh kalau dibolehin sih ya ayo, By hahaha." Ia justru membalas pertanyaanku padahal itu hanya sebuah candaan.

"Ya sudah gue air putih dingin aja."

Pada akhirnya tetap air putih juga, kenapa harus putar-putar Gilang.........

"Oke sebentar aku ambilkan." Aku langsung menuju ke dapur untuk mengambil gelas tamu dan nampan, lalu ku tuangkan air dingin dari dalam dispenser hingga airnya penuh. Setelahnya, aku membawa nampan tersebut kembali ke ruang tamu untuk memberikannya kepada pria yang telah mengantarku pulang tadi.

"By ini foto lo sama siapa?" Gilang sedang berdiri menunjuk salah satu foto yang terpampang di depan ruang tamuku.

"Kakak gue." Balasku.

"Lo punya kakak? Kok gue baru tahu." Gilang menoleh dan melirik ke arahku.

"Iya punya kakak, tapi dia di luar negeri sih. Gue juga jarang kontakan sama dia." Jawabku.

"Di sebelah abang lo, ini dua orang lagi siapa?" Tanyanya lebih mendetail.

"Gak tahu gue, lupa juga dan gak pernah gue tanya sama orang tua ataupun dengan kakak." Aku juga jadi bertanya-tanya siapa sosok dua pria kecil lagi di dalam foto ini.

"Jarak umur lo dengan abang lo berapa tahun sih? Kok bisa gak seakrab itu."

"Gak jauh sih, cuma 5 tahun doang. Tapi emang dia udah lama di luar negeri jadi ya udah jarang banget komunikasinya."

"Kenapa dia bisa tinggal disana, By?"

1
sari
lanjutkan thor
Allena Sari: Cerita terbarunya sudah tayang yaa kaaa dengan judul Trap of Your Love, yukkk merapatt💕💕
total 1 replies
sunshine wings
Votenya sudah meluncur ya thor..
🫰🫰🫰🫰🫰
sunshine wings: gaskeun thor.. yeah..
💪💪💪💪💪
💕💕💕💕💕
total 2 replies
mang tri
Masa Azka sih, kemarin aja dia mau melecehkan km. yg bener aja
sunshine wings
Mauuuu authorkuuu.. yeah..
💪💪💪💪💪
Votenya tar besok Senin ya thor.. muahhhh..😘😘😘😘😘
Allena Sari: Cerita terbarunya sudah tayang yaa kaaa dengan judul Trap of Your Love, yukkk merapatt💕💕
total 1 replies
sunshine wings
Selamat ya sekali lagi Mas Raka dan Gaby.. Semoga langgeng yaa..
👏👏👏👏👏
💕💕💕💕💕
sunshine wings
Aku juga bakal kangen ma Gaby author..
😫😫😫😫😫
😘😘😘😘😘
sunshine wings
Selamat ya Mas Raka dan Gaby..
Semoga SAMAWA ya..
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖
sunshine wings
Restuilah mereka Om Tante.. 💖💖💖💖💖
sunshine wings
Keputusan yang tepat Gaby.. 👍👍👍👍👍
sunshine wings
Mauuuuuu thor.. 👏👏👏👏👏
💕💕💕💕💕
sunshine wings
YESSS!!!
Aku padamu othorkuuu..
♥️♥️♥️♥️♥️
Alifah
ini gmn si...jangan keroyokan donk ..naksir nya🤭..kasian Gaby..ntar bingung milihnya 🤭
sunshine wings
Haduh Gaby.. kok kita yang pusing.. Raka juga main petak umpet ma perasaannya.. 😅😷
lanjut lagi thor.. 💪💪💪
Alifah
lanjut Thor 🥰
Allena Sari: Yuhuu sudah update nih kakk, jangan lupa vote dan komen yaa🫰
total 1 replies
sunshine wings
sama mas Raka aja By.. 🌹💕
sunshine wings
terus lanjut thor.. 💪💪💪
sunshine wings: Yeah.. 💕💕💕
total 2 replies
sunshine wings
kasian Raka.. 😔😔😔
sunshine wings: iyaa.. pasti dong authorkuu.. 👍🌹🫰
total 2 replies
sunshine wings
lanjut lagi othorku.. 💪💪💪
sunshine wings
Uh! gumus ma jalan ceritanya Othorkuuu..
👍👍👍👍👍
🥰🥰🥰🥰🥰
💕💕💕💕💕
sunshine wings: pasti dong author sayang.. 👍🫰💕
total 4 replies
Fida
labillll emang tu raka😂😂😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!