NovelToon NovelToon
Jadi Sugar Baby Duda Lapok

Jadi Sugar Baby Duda Lapok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:261.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: rizal sinte

Karena merasa kecewa pada sang papah dan juga sahabatnya sendiri yang memiliki hubungan secara diam-diam di belakangnya.
Kiara pun memutuskan untuk menjadi sugar baby dari sahabat papahnya sendiri untuk ajang balas dendam.

Lalu bagaimana reaksi sang papah setelah mengetahui semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Sesuai perkataan Alex tempo hari jika laki-laki itu akan membawa Kia pergi ke suatu tempat. Pagi-pagi sekali laki-laki itu bahkan sudah datang untuk menjemput Kia yang bahkan mungkin masih didalam mimpi.

" Mau sampai kapan kamu tidur?"

Alex sudah seperti tuan rumah, bisa keluar masuk begitu dengan mudah bahkan seenaknya. Dan sekarang ini bahkan laki-laki itu masuk tanpa izin ke dalam kamar anak gadis perawan seenaknya saja. Sedangkan Reza saja harus mengetuk pintu dulu, jika tidak dibukakan pintu Reza tidak berani masuk. Sementara Alex, laki-laki itu seperti tidak memiliki etika lagi. Art di rumah Alex tidak ada yang berani melarangnya, jangankan untuk menegur atau mengusir, menatap matanya yang tajam saja para ART begitu ketakutan sebhingga membiarkan saja Alex yang sebagai tamu selayaknya tuan rumah.

" Jika kamu tidak mau bangun, jangan salahkan aku kalau nanti khilaf."

Alex kembali membangunkan Kia dengan cara yang berbeda. Laki-laki itu merangka di kasur setelah menarik selimut yang menutupi tubuh Kia, kemudian mendidih tubuh gadis itu.

" Kia ... kenapa kamu selalu wangi, bahkan belum mandi sekalipun. Dan aku sangat menyukainya." Alex mengendus-endus leher Kia seperti seekor anjing bahkan menjilat nya.

Antara geli dan enak Kia mengeluarkan suara tanpa ia sadari dengan mata yang masih terpejam.

" Aaaah ..."

Alex menyeringai, laki-laki itu kembali mencium, menjilat bahkan mengigit kecil leher Kia hingga menimbulkan merah disana tanda kepemilikan.

" Jika kau tidak mau bangun juga, aku bisa menggila, Kia." Alex frustasi dia mengusap wajahnya kasar lantaran bagian bawahnya sudah begitu sangat mengeras hingga celananya menjadi sempit dan sesak.

Alex kembali menatap Kia, gadis ini begitu sangat seksi dan itu membuat nya menjadi resah lantaran tidak bisa memakannya saat ini. Alex mati-matian menahan hasratnya demi menghormati Kia yang masih sangat muda juga polos. Dan lebih utamanya Alex masih memandang Reza sebagai sahabatnya, sebab itulah Alex tidak akan merusak Kia demi kebutuhannya tersebut.

" Kia bangunlah, jika kamu tidak bangun sekarang juga aku bakal membukakan bajumu dan menyusu disana." Ancam Alex tidak main-main. Kesabarannya tidak setipis tisu.

Kedua mata Kia spontan langsung terbuka lebar mendengar ancaman Alex. " Om Alex," ucapnya terkejut.

" Apa ini masih mimpi?" Gumam Kia sambil mengumpulkan kesadaran. Ia menepuk pipi nya dan terasa sakit. " Aw, ini nyata, lalu tadi ..." Kia menatap Alex curiga. Antara mimpi dan nyata, Kia pun langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi untuk memastikan sesuatu.

Alex menaikan sebelah alisnya menatap Kia yang seperti orang linglung.

" Om Alex, dasar laki-laki tua mesum." Kia melihat bekas gigitan Alex di lehernya.

Kia tidak sadar jika Alex berbuat mesum padanya saat ia tidur tadi lantaran ia mimpi basah sedang berhubungan badan yang sialnya laki-laki itu adalah Alex. Pantas saja ia merasakan sentuhan nyata hingga terbawa sampai ke alam mimpi, dan sialnya begitu intim sekali.

" Ini semua gara-gara laki-laki tua itu, pikiran ku menjadi kotor." Kia membasuh wajahnya untuk menjernihkan pikirannya. Bayang- bayang dalam mimpi itu membuatnya frustasi.

" Kenapa lama sekali, apa tidur lagi di dalam sana?" protes Alex saat Kia baru saja keluar dari kamar mandi. Laki-laki itu sudah menunggu hingga satu jam. Kesabarannya lagi-lagi sedang diuji.

" Lagian Om ngapain sih pagi-pagi datang kesini. Memangnya gak ada kerjaan apa? Gangguin banget," ketus Kia acuh melewati Alex begitu saja sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Kia sudah berpakaian utuh, ia tidak mau memperlihatkan tubuhnya pada Alex jika tidak cepat -cepat memakai pakaiannya.

Alex menghela nafasnya, ia berjalan mendekati Kia yang sedang duduk di depan meja rias. Alex mengambil hair dryer lalu mengerikan rambut gadis itu agar lebih cepat. Ia gregetan lantaran sangat lambat sekali pergerakan Kia.

" Om ngapain sih? Aku bisa sendiri," kesal Kia.

" Kamu terlalu lambat, apa kamu lupa kalau kita mau pergi kesuatu tempat," ucapnya masih mengeringkan rambut Kia.

" Kan aku gak janji mau ikut, lagian aku sibuk hari ini." Kia malas mengikuti keinginan Alex. Apalagi tidak jelas kesuatu tempat itu kemana.

Alex meletakkan hair dryer karena sudah cukup kering rambut Kiya lalu iya mendongakkan kepala Kia hingga gadis itu dapat melihatnya dari belakang.

" Jangan menguji kesabaranku lagi baby, cepatlah bersiap-siap atau aku seret paksa sekarang juga."

Mengerikan, Alex nampak sangat mengerikan hingga membuat dia tidak dapat berkutik lagi. Dan seperti terhipnotis, gadis itu pun langsung patuh dengan cepat menyiapkan dirinya.

" Gadis pintar." Alex tersenyum lebar melihat Kia sudah berdandan sangat cantik hari ini. Iya bahkan terpanam melihatnya.

" Kamu dandan terlalu cantik, apa Kamu sengaja ini tebar pesona, hem."

Salah lagi, Kia menahan geram dalam hatinya. Tangannya mengepal kuat, ingin sekali rasanya iya melayangkan pukulan di wajah laki-laki tua ini yang sialnya begitu tampan hingga ia tidak tega untuk merusaknya.

" Aku sudah terlahir dengan wajah cantik, mohon terima kenyataan itu," jawab atuh iya kemudian ia mengambil tas selempangnya memasukkan handphone dan charger ke dalam tas.

Alex diam, dia tidak berkomentar apapun lagi membuat Kia tersenyum miring melihatnya. " Ayo cepetan, jadi pergi gak?" Kata Kia yang sudah berada di ambang pintu.

Alex terhenyak, laki-laki itu pun melangkah cepat menyusul Kia yang sudah berada di lantai bawah.

" Kita sebenarnya mau pergi ke mana sih, Om?" Tanya Kia saat ini mereka sudah berada dalam mobil.

" Nanti juga kamu tahu sendiri, dan kita bakalan menginap di sana selama 2 atau 3 hari," jawabnya sambil mengemudi.

" Hah, kok nginap sih?" Kia terkejut. " Terus kenapa Om gak bilang dari tadi. Kalau tahu bakalan menginap, aku nggak bakalan mau!" Marah Kia bahkan dengan nada tinggi. Ia sangat kesal sekali sepanjang pagi ini.

" Sekarang kan udah bilang," jawab Alex santai, sepertinya ia sengaja menyembunyikan hal tersebut karena bakalan tahu jika ia mengatakan akan menginap beberapa hari, tentu gadis itu bakal menolak mentah-mentah.

" Dasar gila, kenapa Om seenaknya gini sih sama aku. Ngeselin tau gak." Kia ingin menangis sekarang. Ia tidak tahu mau kemana dan apa tujuannya. Kia menyesal karena sudah mendekati Alex.

Alex tidak berkomentar apa-apa mendengar ocehan Kia yang memaki dirinya. Dia terus saja fokus mengemudi dan membiarkan gadis itu berbicara sendiri sampai lelah dengan sendirinya.

" Sekarang jawab pertanyaan ku." Kia mulai serius, dia menoleh menatap tajam Alex.

" Kita mau kemana, dan apa tujuannya hingga harus menginap segala. Jika Om tidak mau menjawab, aku bakalan lompat dari mobil ini," ancam Kia tidak main-main. Bahkan gadis itu sudah membuka sabuk pengamannya.

Alex menghela, sepertinya ia harus mengalah. Kia gadis yang nekat, tentu Alex tidak ingin membuat anak sahabatnya itu terluka.

" Kita pergi ke Bandu untuk menghadiri pernikahan," jawab Alex.

Kia memutar bola matanya malas lantaran harus bertanya kembali. Apa susahnya tinggal mengatakan semuanya tanpa harus di tanya lebih dulu.

" Pernikahan siapa? Apa itu sangat penting? Dan apa hubungannya sama aku?" Kini Kia langsung menodongkan pertanyaan beruntun.

" Pakai dulu sabuk pengamannya," titah Alex sebelum menjawab pertanyaan Kia.

" Jawab dulu," sentak Kia kesal. Laki-laki ini sepertinya memiliki hobi membuat orang kesal.

" Pakai sendiri atau aku yang pakai kan?" Alex memberi pilihan, dengan nada tegas membuat Kia kembali tak berdaya.

" Iya, iya. Kau memang laki-laki tua yang menyebalkan," gerutunya semakin kesal saja. " Sudah kan, nah sekarang jawab pertanyaan ku!" Kali ini Kia tidak mau lagi bersabar.

" Reza!" Singkat, padat. Namun menjawab semua pertanyaan Kia.

" Apa!"

1
Eci cia
banyak iklan promosi kurangi iklannya
Eci cia
ceritanya seru tapi banyak iklan promosi jadi badmood baca
Qaisaa Nazarudin
Nah pria yg gini yg aku suka,Walau pernah Nikah tapi tidak menjadikan Teh Celup sebagai pelampiasan setelah menduda..
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA tapi OBSESI.. WANITA2 didalam Novel mengerikan sekali ya,Semuanya nekad2 banget..
Qaisaa Nazarudin
Akibat kelamaan Jomblo, Sekali nya dapat pacar malah daun muda..Gimana gak khilafnya...😅😅
Qaisaa Nazarudin
Waahh Jangan2 papa kamu Nikah nih...😂
Bunda
nyimak🙏
Teuku Muhammad Farid Fahrezi
Aku sebel kali ceritanya campur aduk gini.
Bunda Daviq Alfarizi
banyak cerita lain yg nongol, membingungkan
Sri Susanti
hadeh kenapa campur aduk sih
Lawang Malang
gak jelas banget ini bikin kecewa
Anhy Salewa
knp papax kia brbohong demo wanita
Nur Asma
kenapa banyakan promo sih kan jadi melenceng jauh dari novel aslinya ihh agak gimana juga nih author nya
Siti Rohani
loncat ksana kesini critanya.. kyk kodok aja😞
Jaeniusmi Avtar
ko eps ny bda" si?
Heni Diana
jadi gx bagus terlalu banyak selingan
Fitri Newzelen
cara bacanya gimna kk, ceritanya di selang seling jadi gak fokus ke 1 cerita padahal seru loh 🥺
Eka Yuniastuti
ga asik baca nya thor😏
Yulleanz Yuniie
kenapa cerita nya di campur campur sihhh
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ga tau kenapa aku tuh suka bangt sama novel yang judulnya sugar baby,udah banyak sekali yang aku baca ceritanya om om terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!