Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana liburan
Kenzo menatap layar ponsel nya, Freya mematikan panggilan nya secara sepihak dan hal itu sangat membuat Kenzo penasaran.
Kenzo menghela nafas dan meletakkan ponsel nya di meja ia melanjutkan kembali acara minum anggur nya. Ia benar-benar ingin menyerah merayu Freya, Kenzo punya harga diri juga, ia juga merasa menyedihkan jika terus di tolak berulang-ulang kali, karena selama ini tidak ada wanita yang berani menolak seorang Kenzo kecuali Freya.
Kenzo meminum wine di gelas nya sambil membayangkan Freya, bagaimana caranya biar ia melupakan wanita itu, ah lama-lama ia bisa gila jika seperti ini, tadi Kenzo ingin mengabaikan panggilan gadis itu, namun tidak bisa.
Suara bel rumah yang terus berbunyi membuat Kenzo sadar dari lamunan nya. Kenzo kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu utama, siapa yang datang malam-malam begini, jika itu Yuda maka Kenzo akan langsung menghujani nya dengan umpatan, dan sumpah serapah karena berani menganggu nya malam-malam.
Namun saat membuka pintu Kenzo benar-benar terkejut saat melihat Freya yang datang gadis itu berdiri di ambang pintu dan menatap ke arah nya.
"Freya.."
Katakan bahwa Freya sudah gila, ia melihat Kenzo langsung saja Freya mendekati pria itu dan sedikit berjinjit, lalu mencium bibir Kenzo. Hal itu sangat membuat kenzo terkejut, ia masih merasa ini nyata atau bukan.
Kenzo membiarkan Freya memagut bibir nya dengan tidak beraturan, kemudian ia mengenggam kedua tangan Freya yang berada di tengkuknya lalu menurunkan nya. Freya memejamkan mata dan melepas ciuman nya, jarak wajah mereka sangat dekat.
Freya membuka mata dan menatap wajah tampan itu, Freya tidak buta ia sadar bahwa Kenzo sempurna, Freya juga bukan manusia, bohong jika ia mengatakan tidak tertarik pada Kenzo, nyatanya Freya hanya menahan dirinya selama ini.
"Frey katakan apa yang ingin kamu sampaikan..."
"Soal penawaran itu... Aku..."
Kenzo menaikkan sebelah alisnya ia berharap Freya mengatakan hal yang menyenangkan.
"Aku menerima nya, aku bersedia menjadi wanita mu Ken, aku bersedia selalu berada di samping mu."
Kenzo terdiam, ia masih merasa ini seperti mimpi. Kenzo mengangkat dagu Freya dan mengusapnya dengan pelan.
"Apa? Coba katakan sekali lagi..." pinta Kenzo.
"Aku bersedia menjadi wanita mu Kenz.. hmph".
Kenzo langsung memagut bibir Freya dengan kasar dan memberikan ciuman panas dengan hasrat menggebu-gebu disana.
"Aku pastikan kamu tidak akan menyesali pilihan mu Frey, kamu memilihku maka kau akan mengenal bagaimana Kenzo yang sebenarnya."
Kenzo meraih tangan Freya dan mengenggam nya dengan erat.
"You will be my Queen, Freya Alessandra."
Kenzo sambil mengecup punggung tangan Freya. Hal itu membuat perasaan Freya bagai di luluhlantakan, jantung nya berdegup kencang karena perkataan Kenzo, baru menerima penawaran Kenzo pria itu sudah memperlakukan nya layak nya seorang Ratu. Freya hanya bisa berharap bahwa ia tidak menaruh hati kepada Kenzo apalagi melepaskan seluruh hatinya kepada pria itu, Karena Freya yakin suatu saat ia akan merasakan rasa sakit yang begitu dalam.
Reza terpaksa membatalkan janji nya bersama Freya untuk liburan. Reza tau Freya menunggu, namun kepentingan nya saat ini sangat mendesak karena berhubungan dengan Rania.
Rania mengantarkan Reza pulang hingga tiba di depan pintu rumah nya. Rania tersenyum, ia masih merasa sangat senang saat bersama Reza In hari ini.
"Reza, hari aku sangat bangga sekaligus berterimakasih padamu, aku senang karena hari ini kamu mau meluangkan waktu untuk bersamaku."
ehun menggeliatkan tubuh nya ke samping dan ia tersenyum saat melihat punggung telanjang Somi, sudah lama ia tidak merasakan siapapun berada di samping ranjang nya ketika bangun pagi, Somi berada di samping nya membuat pagi nya jauh lebih indah.
*****
Kenzo mendekati tubuh Freya dan mengecup punggung telanjang itu, hal itu membuat Freya menggeliat dan mulai membuka matanya. Ia ingat bahwa telah menyerahkan diri kepada Kenzo, dan saat ini ia merasakan lengan pria itu melingkar di perut nya. Freya memejamkan mata sebentar, ini sudah pagi ia harus pulang jika tidak ingin Reza curiga.
Freya merubah posisinya menjadi duduk, Kenzo yang merasa heran pun ikut duduk dan memeluk Freya dari belakang, ia meletakkan dagunya di pundak sempit Kenzo, dan mengecup potongan leher gadis itu.
"Ken aku harus pulang sekarang."
Wajah Kenzo langsung berubah menjadi sebal. "Ck tidak usah pulang disini saja, kita berangkat ke kantor bersama."
Freya menggeleng ia melepaskan diri dari pelukan Kenzo dan mulai berdiri. Kenzo menghela nafas kasar.
"Sayang sudah aku bilang tidak usah pulang."
"Tidak bisa Ken, semalaman aku berada disini dan aku takut Mas Reza curiga, nanti kita bertemu lagi di kantor."
Kenzo berdiri dan memeluk tubuh Freya dari belakang.
"Menyebalkan sekali, padahal aku ingin melakukan nya lagi." gerutu Kenzo.
"Maafkan aku, aku harus pulang dulu sekarang oke."
Freya membalikkan tubuh nya dan mendaratkan kecupan di bibir Kenzo.
"Biarkan aku mengantar sayang..."
"Tidak usah aku sendiri saja, nanti Reza curiga."
Freya langsung berjalan tergesa keluar dari kamar Kenzo, pria itu menghela nafas kasar, baru saja ia berniat melakukan tapi Freya sudah pergi.
****
Freya tiba di rumah nya, ia buru-buru mengambil barang semalam yang ia jatuhkan untung keadaan nya masih utuh, Somi sudah memastikan penampilan nya baik. Kemudian ia masuk ke dalam rumah nya, langsung saja Somi di sambut oleh Jong In.
"Sayang kamu sudah pulang? Soal kemarin maafkan aku..."
"Sudahlah Mas, aku mengerti posisimu, lagi pula kamu baru bekerja disana tentu harus profesional juga." ucap Freya dengan wajah tulus dan nada yang lembut. Ia sama sekali tidak mengungkit soal ciuman Reza dan Rania karena dirinya sendiri lebih parah dari mereka berdua.
"Sayang sekali lagi maafkan aku, aku berjanji akan menggantinya dengan waktu yang tepat."
Freya tersenyum dan mengangguk. "Aku bersedia menunggu mu ada waktu Mas, aku mandi dulu ya."
Reza melihat Freya membawa banyak barang bawaan mereka kemarin ia semakin tidak enak hati pada kekasihnya.
"Apakah semalam kamu menginap di tempat Alana?" tanya Reza.
"Tentu saja, aku tau kamu sibuk dengan masalah kantor dan pasti lembur juga kan, aku sudah lama tidak ke rumah Alana juga, jadi aku memutuskan menginap disana, aku mandi dulu oke sebentar lagi harus berangkat ke kantor."
Reza tersenyum dan mengangguk. Freya melangkah melewati Reza dan senyuman tulus di wajah nya berubah menjadi seringaian, kebohongan itulah yang di lakukan Freya sekarang, lebih baik ia bersenang-senang dengan Kenzo, untuk apa juga memikirkan Reza, ia sudah sangat bosan dengan pria itu
Freya mematut penampilan nya di cermin, hari ini ia terlihat begitu sempurna, barang-barang branded melekat di tubuh Freya saat ini, ia terkejut saat melihat uang di rekening nya bertambah lagi, siapa lagi pelakunya kalau bukan Kenzo. Freya memulaskan lipstik berwarna pink soft di bibir nya, ia menatap gelang mahal yang pernah di berikan Kenzo, hari ini Freya memilih menggunakan gelang itu. Blouse berkerah V itu membuat leher jenjang Freya terekspose, Freya memakai heels lalu menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh nya. Penampilan Freya sangat menawan dan jauh berbeda dari biasanya.
Freya keluar dari kamar dan melihat Reza yang menatap nya dengan pandangan heran, ia merasa penampilan Freya ini sangatlah berubah, wanita itu terlihat glamour, biasanya Freya sangatlah sederhana dan tidak pernah mencolok.
"Sayang kamu sudah selesai? Mau aku antar?" tanya Reza membuat Freya menggerutu dalam hati, memang Reza sungguh suami yang tidak peka.
"Tidak usah, aku naik taksi saja, kamu bisa langsung berangkat daripada nanti terlambat." jawab Freya.
"Baiklah, aku akan menjemput mu nanti saat pulang".
Freya hanya mengangguk dan tersenyum. "Jika tidak bisa jemput jangan di paksakan juga, mulai sekarang aku ingin mandiri."
Reza hanya tersenyum, Freya mendekati Reza dan mengecup singkat bibir suami nya itu.
"Aku berangkat dulu." pamit Freya.
Reza mengangguk, kemudian Freya keluar dari pintu, Reza menatap kepergian Freya, entah kenapa ia merasa Freya banyak berubah, gadis itu tidak lagi sering merengek kepada nya ataupun bermanja-manja, cara bicara Freya juga berubah lebih terkesan dingin, Reza tidak tau entah itu firasatnya saja atau ada hal lain yang membuat Freya berubah.
Freya berangkat ke kantor naik taksi, ia sudah jarang meminta Reza mengantarnya, Kenzo selalu ingin menjemput namun Freya melarang karena bisa jadi Reza akan curiga, hubungan mereka akan tercium dengan cepat jika Kenzo terang-terangan begitu. Setiap pulang dari kantor Kenzo selalu membawa Freya kerumah nya. Dan Freya selalu berbohong kepada Reza bahwa ia lembur.
Mulai pulang dari kantor Kenzo selalu membawa Freya kerumah nya. Dan Freya selalu berbohong kepada Reza bahwa ia lembur.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor