NovelToon NovelToon
Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Single Mom / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Dilamar di hari pernikahan temannya, disaksikan ribuan pasang mata. Anggun merasa dia adalah orang yang paling bahagia di dunia ini kala itu. Namun sayangnya, siapa yang menyangka kalau rumah tangga mereka akan terancam oleh kedatangan orang ketika pilihan dari keluarga kandung yang tidak suka dengan kehadiran Anggun sebagai menantu keluarga mereka.

Akankah Anggun bisa tetap bertahan setelah badai besar itu datang? Bagaimana sikap Dion sang suami saat dihadapkan dengan kedatangan orang ketiga yang orang tua kandungnya pilihkan? Ikuti kisah mereka di sini yah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part *32

Hati, jika sudah tersakiti, masalahnya akan sangat rumit. Seperti itu juga Anggun saat ini. Karena rasa sakit, dia merasa begitu jijik dengan suaminya sendiri.

Bukan tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Dion. Hanya saja, Anggun merasa sangat tidak siap sekarang.

Dia takut kalau penjelasan itu akan semakin memperburuk rasa yang ada dalam hatinya. Tepatnya, jika Dion berucap kata maaf dan mengatakan kalau itu semua kekhilanfan semata. Maka dia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan pada Dion karena rasa sakit itu nantinya.

Sementara Dion kini sudah pasrah. Dia tidak ingin memaksakan dirinya untuk membuat Anggun semakin merasa tidak suka. Maka dari itu, dia akan memberikan Anggun ruang untuk menentukan sendiri apa yang Anggun inginkan.

Mereka sampai di ruangan dokter setelah berjalan dengan diam sambil sibuk dengan pikiran masing-masing. Saat melihat kedatangan mereka, dokter perempuan itu langsung menyambut dengan senyuman dan mempersilahkan mereka untuk duduk.

"Bagaimana keadaan saya, Dok? Apa ada penyakit yang sangat serius di tubuh ini sekarang?" tanya Anggun dengan cepat untuk mendahului Dion.

"Itu ... sebenarnya tidak ada penyakit sama sekali, mbak."

"Maksudnya? Istri saya baik-baik saja, dokter?"

"Tapi kenapa saya bisa pingsan tadi, Dok?"

Dokter tersebut mengukir senyum manis di bibirnya. Lalu, dokter itu langsung mengulur tangan untuk bersalaman dengan salah satu dari keduanya. Hal itu semakin membuat Anggun dan Dion yang sudah dasarnya bingung, bertambah bingung lagi.

"Sebelumnya, izinkan saya mengucapkan selamat untuk mbak dan mas. Selamat atas kehamilan istrinya, Mas. Semoga kalian bisa menjaga titipan ini dengan baik."

"Apa! Saya hamil?!"

"Ya ... ya Tuhan ... be--benarkah itu, Dok? Istri saya hamil? Anggun sedang hamil?" tanya Dion dengan perasaan sangat bahagia.

"Iya. Istri anda hamil muda saat ini. Usia kandungannya sangat muda, baru memasuki minggu keempat. Jadi, harus dijaga dengan sangat baik. Jangan sampai kelelahan, kecapean sedikitpun."

"Baiklah, Dok. Saya akan jaga istri dan calon anak saya dengan sebaik mungkin ke depannya."

Dion begitu bahagia. Sampai air mata harus tidak bisa dia tahan. Sementara Anggun, dia hanya bisa terdiam mematung dengan pandangan sayu.

Bukan Anggun tidak senang dengan kehadiran calon anaknya itu. Tapi, kehadiran janin itu pada waktu yang tidak tepat. Pada saat rumah tangga mereka sedang berantakan, dan berada di ambang perpisahan.

Anggun masih tidak bisa berkata apa-apa ketika mereka sudah berada di luar rumah sakit. Dia masih diam tanpa ekspresi apapun.

Dengan tatapan kosong, bak patung hidup tanpa jiwa.

"Anggun. Aku .... "

"Jangan sentuh aku, Kak. Aku tidak siap bersentuhan dengan kamu. Tolong mengertilah."

"Baiklah kalau gitu. Aku tidak akan menyentuh kamu sekarang. Tapi, tolong dengarkan penjelasan aku, Gun."

"Tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Karena hubungan kita sudah rusak sejak lama. Tidak ada penjelasan yang bisa memperbaiki kerusakan itu, Kak Dion."

"Foto yang kamu lihat itu tidak nyata, Gun. Apa yang terdapat dalam foto itu tidak sama dengan kenyataannya. Aku masih tetap menjadi milik kamu. Tidak menyentuh orang lain sedikitpun, Anggun."

Anggun terdiam. Sementara Dion yang merasa punya kesempatan emas untuk menjelaskan apa yang terjadi, terus menjelaskan semuanya. Mengatakan segalanya tentang hubungan dia dengan Sisil, juga, mengatakan semua alasan kenapa dia terpisah dari Anggun selama ini.

Anggun masih diam. Dion paham dengan apa yang Anggun rasakan. Sulit untuk Anggun menerima semua penjelasan itu tanpa ada bukti yang nyata. Karena itu, Dion langsung membuka bajunya untuk menunjukkan bekas cambukan yang dia terima beberapa waktu yang lalu.

"Apa yang kamu lakukan, kak Dion? Apa kamu sudah tidak waras lagi sekarang, ha? Kenapa buka baju di tempat umum seperti ini?"

Anggun mendadak panik. Dia tidak ingin suaminya jadi pusat perhatian semua orang yang ada di parkiran rumah sakit ini. Tubuh Dion memang bagus, dengan dada bidang, juga perut yang sedikit berbentuk. Karena itu, dia tidak ingin mengundang mata untuk melihat tubuh suaminya sekarang.

"Jangan lakukan itu, kak Dion. Jangan buka bajumu atau kamu akan jadi pusat perhatian orang lain," kata Anggun sambil menahan tangan Dion.

"Kamu tidak akan percaya jika aku tidak menunjukkan bukti, Gun. Aku akan menunjukkan bukti yang ada di tubuhku. Karena aku tidak akan membiarkan kamu salah sangka lagi."

Anggun kalah kuat dari suaminya. Dion langsung membuka kemeja yang dia pakai dengan cepat. Anggun yang merasa malu, kini melirik ke arah sekitar, ada banyak mata yang melihat mereka. Hal itu semakin membuat Anggun merasa tidak karuan.

"Lihatlah, Gun! Abaikan mereka semua."

Anggun sebenarnya malas untuk melihat. Tapi karena sudah ada di depan mata, dia tidak bisa untuk menolak.

Mata Anggun melebar saat melihat bekas cambukan yang masih terlihat memerah dipunggung suaminya. Reflek, tangan itu menyentuh lembut punggung Dion yang seperti masih belum sembuh dari luka sayatan cambuk yang memukul punggung putih itu.

"Ini ... bekas cambukan?" Anggun berucap lirih sambil menyentuh bekas luka tersebut.

"Iya. Itu bekas cambukan papa yang tidak punya hati."

Setelah berucap, Dion langsung memutar tubuhnya untuk melihat wajah Anggun.

"Sekarang kamu percaya, bukan? Aku tidak pernah mengkhianati kamu sedikitpun, Gun. Kamu selalu jadi prioritas aku selama ini."

"Kenapa tidak bilang sejak awal? Kenapa baru sekarang bicaranya? Apa kamu pikir aku tidak akan membantu kamu, kak? Jika kamu bicara sejak awal, ha?"

"Karena aku tahu kamu pasti akan membantuku, maka dari itu aku tidak bicara padamu tentang masalah ini. Aku tidak bisa membiarkan kamu berada dalam masalah besar. Apalagi sampai kamu celaka."

"Terus sekarang?"

"Anggun. Maafkan aku." Dion berucap sambil menjatuhkan diri ke dalam pelukan sang istri.

"Sekarang, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan. Aku akan melindungi kamu dengan semua cara yang aku bisa. Cara yang tentunya tidak akan menyakiti hati kamu sebagai istriku. Juga dengan semua kekuatan keluarga Prayoga yang masih tersisa untuk aku."

Anggun tidak bisa berucap lagi. Tidak tahu harus berkata apa. Karena saat ini, dirinya sedang berada dalam dilema. Ingin percaya, tapi hati masih terasa sakit karena luka. Tapi, tidak ingin percaya. Bukti nyata sudah dia lihat dengan mata kepalanya. Dan, anak dalam kandungannya ini membutuhkan sosok papa untuk kelahirannya kelak.

"Gun."

Anggun langsung mendorong sedikit tubuh Dion yang awalnya masih bersandar di pelukannya. Dia sadar kalau Dion terlalu berlebihan, dan hatinya masih belum bisa menerima Dion seperti sebelumnya.

"Aku tahu kamu butuh waktu untuk memaafkan aku, istriku. Untuk itu, aku tidak akan memaksa kamu. Sekarang, ayo kita pulang terlebih dahulu. Ingat apa yang dokter katakan, anak dalam kandungan ini harus kita jaga dengan sepenuh hati."

1
ayu cantik
bagus banget
angel
kog ampai bab ini sy msh GK gerti Napa Dion bodohnya gk ketulungan 😏
Molive(virgo girl)♍
sukses selalu thor
Rani: makasih banyak2 🥰
total 1 replies
Molive(virgo girl)♍
akhirnya legah😮‍💨

padahal tadi emosiku
sudah mengebuh_gebuh
Molive(virgo girl)♍
orang tua macam kek kamu
sangat halal untuk di binasakan...
Molive(virgo girl)♍
mertua modelan kayak mereka yg mati...
bakalan aku buat acara syukuran
besar_besaran😤
Molive(virgo girl)♍
iya itu yg dari tadi kuharapkan
bangunkan sisi gelap
dan tujukan taring mu
SIALANG....
Molive(virgo girl)♍
jangan kau hanya bisa nangis SETAN
bangun dan buat perhitungan
BINATAN...
anak yg kau kandun mati sia² karna kegoisan mertua gila mu itu
jangan di biarka lolos begitu saja
PENGECUT🤬🤬🤬


iiihhsss emosi kali...
Molive(virgo girl)♍
Dion sini aku kasih cara nya
1- minta pengertian istri mu
2-nikahi si lonton itu
3-berakting sebaik mungking selama beberapa bulang...
4-Lumpuh kan mereka seumur hidup

percayalah gk ada lagi yg berani mengamcam😃
Molive(virgo girl)♍
kau enak melaksana kan tugas
tapi kasian
si anggun yg tersiksa secara fisik dan bating
*SU
Molive(virgo girl)♍
karna kau gk punya pendirian
SETANG IBLIS 😤😤😤
Kustriana Handayani
blm mudeng....
Jade Meamoure
suka thor...novel anda tidak berbelit bersilang tadah juga chapter yg tak terlalu banyak itu bikin happy.,.thanks n sukses selalu
Jade Meamoure
temennya Bang Toyib tuh
MFay
Duhh... keluarga Toxic
Risma Farna
Lah pamannya yg berbuat Anggun yg kena... mana Anggun ndak tw masalah pamannya lagi
Risma Farna
Anggun harusnya jujur ma Damarbklu dia dah nikah... ntar Damar dah ada hati trus berharap lebih dri dlsekedar rekan kerja bisa berabe... coba aja bi Ina jujur ma Anggun smua masalah Dion...
Risma Farna
trus ortu kandung Anggun kmn???
Risma Farna
jodohnya anggun dah muncul
Risma Farna
Paling jga Sisil deketin mama kandungnya Dion krna harta aja... sikapnya slama ini hanya topeng belaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!