Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khasiat Air Mata
Tempat yang luas, dengan beberapa kawah yang meletup-letup sangking panasnya. Membuat hawa di sekitar tempat tersebut menjadi panas sepanjang waktu.
Dan di sinilah Oregon berada, di mana dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Karena ada di antara kawah-kawah panas tersebut.
Itulah sebabnya, dia berjalan dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Untuk mengindari rasa panas akibat hawa panas yang keluar dari kawah-kawah tersebut.
"Di sini sangat panas sekali. Bagaimana jika Aku sampai terkena sinar di kawah itu?" gumam Oregon dengan memperhatikan letupan-letupan air panas yang ada di dalam kawah.
Dia mulai menghitung, "satu, dua, tiga, empat, lima... ternyata ada lima kawah!" seru Oregon, begitu mengetahui, berapa jumlah kawah yang ada di tempat ini.
"Aku harus bisa segera pergi dari sini. Tapi, jika Aku masih berwujud seekor naga, Aku tidak bisa keluar dari sini."
"Tapi jika Aku menjadi manusia, Aku juga harus merangkak naik untuk bisa melihat bagaimana keadaan di luar sana."
Semua pilihan yang, dari kedua wujudnya, sama-sama menyulitkan oregon sendiri. Karena dia memang belum begitu sempurna ilmunya, sebagai seekor naga, sehingga bisa keluar dari tempat ini dengan mudah.
Akhirnya dia memutuskan untuk tetap bisa keluar dari tempat tersebut, dengan mengubah wujudnya menjadi manusia.
Tap tap tap!
Akhirnya kaki kecil Oregon bergerak lincah ke sana kemari, menghindari air kawah yang meletup-letup ke atas.
Bahkan sesekali, ada letupan yang sangat tinggi.
Pletuk!
Pletuk!
Swaasss!
Suara-suara letupan kian terdengar ramai, sama seperti irama musik. Di saat kaki kecil Oregon, berlari-lari menuju ke tebing yang tinggi. Mencari jalan supaya bisa keluar dengan mudah dari tempat ini.
"Itu ada akar pohon yang menjalar. Semoga Aku bisa menggunakannya, sebagai alat panjat, supaya Aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini."
Tempat yang sangat tidak nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Karena selain kawah, dengan airnya yang panas, di sini tidak ada tempat yang benar-benar bisa digunakan sebagai empat tinggal.
Benar-benar sebuah tempat tahanan yang sangat menyiksa. Dan tidak semua orang bisa bertahan di tempat seperti ini.
"Hap!"
Oregon mulai memanjat tebing yang ada akarnya, untuk tumpuan, supaya bisa naik ke atas seperti sedang panjat tebing.
Srekkk!
Srakkk, clakkk...
"Auwwwhhhh..."
Oregon terjatuh dari ketinggian, di saat dia sudah setengah perjalanan memanjat tebing tersebut.
Kini dia terjatuh dengan posisi ada di pinggir kawah yang panas.
"Auwwwhhhh..."
Oregon mengaduh sekali lagi, di saat sikunya sobek terkena bebatuan yang runcing.
"Ahhh..."
Tubuhnya susah untuk digerakkan, sehingga Oregon mengaduh dengan memegangi pantatnya.
"Bagaimana Aku bisa keluar dari sana sini dengan mudah?"
"Naga Zeero... di mana Kamu?"
Oregon mengeluh, karena tidak ada naga Zeero yang bisa membawanya terbang, dan pergi tempat ini.
Sekarang, dia terduduk sambil meringis. Memegangi sikunya yang terluka.
"Ibu..."
Dia kembali ingat dengan ibunya, Ellie, disaat bagian tubuhnya ada yang terluka.
Dulu, sewaktu masih hidup bersama dengan ibunya saja, Oregon akan meminta pertolongan pada ibunya. Jika ada kaki atau tangannya yang terluka, sewaktu pulang dari hutan.
Tapi biasanya, Oregon justru menyembunyikan luka tersebut, agar ibunya tidak tahu. Karena dia tidak mau diomeli.
"Kamu tidak hati-hati ya? Kok bisa terluka. Besok tidak udah pergi ke hutan. Di rumah saja. Biar ibu yang mencari hewan buruan."
Begitulah kira-kira dulu, jika ibunya, Ellie, memarahi Oregon.
Sekarang, Oregon merindukan ibunya. Dengan semua amarahnya dan nasehatnya juga
Dia benar-benar merasakan kerinduan untuk bisa bertemu dengan ibunya. Hingga akhirnya air mata Oregon jatuh tanpa dia sadari.
Tes... tik!
Tes... tik!
Bunyi air mata Oregon yang harus ke lantai, membuat kawah yang ada di dekatnya berhenti meletup-letup.
"Hahhh!"
Dengan rasa penasaran yang tinggi, Oregon mencoba untuk menyentuh air kawah tersebut.
"Mhgvjchd. Tidak panas? mdhgggyiyghf."
Oregon merasa heran dengan air kawah yang tiba-tiba tidak terasa panas lagi.
Dan yang lebih pengejutkan adalah, air kawah tersebut terasa sejuk di kulit tangan Oregon.
Matanya jadi berbinar-binar senang, karena melihat air kawah yang terasa sangat menyejukkan. Sehingga membuatnya lupa diri dan langsung menceburkan dirinya ke dalam kawah tersebut.
Byurrr!
Sleep...
Byurrr!
Sleep...
Oregon sampai lupa diri, hingga dia mandi dengan berendam dalam waktu yang lama.
Swaasss...
Di saat Oregon keluar dari dalam kawah, sosoknya sudah tidak lagi menjadi manusia. Tapi seekor naga yang sangat gagah dan tampan.
Dua tanduknya yang tadinya masih pendek, kini telah memajang tegak ke atas. Dengan batu permata yang ada ditengah-tengah tanduk tersebut. Tepat di atas kedua matanya juga.
Sungguh tampak sempurna pada bagian kepala seekor naga. Di tambah lagi dengan kulit tipis yang menggelambir di sekitar kepalanya, mirip dengan kipas jika sedang mekar. Dan Sayapnya juga telah memajang.
"Wahhh... ini sebuah kejutan. Apa ini adalah mukjizat dari air kawah yang ganas karena panasnya tadi?"
"Tapi, Aku tidak merasakan rasa panas sama sekali?"
Oregon kembali bertanya-tanya, dengan keajaiban yang terjadi padanya sekarang ini.
Dia tidak menyadari bahwa, semua ini karena khasiat dari air mata naga yang sangat penting untuk pengobatan. Dan air matanya tadi, adalah air mata pertama, di saat Oregon sudah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
Kwakkk...
Kwakkk...
Kini dia mulai mengeluarkan suara, untuk membuktikan kesempurnaan sosoknya sebagai seekor naga.
Blekkk... blekkk...
Kepakan sayapnya mekar sempurna, tidak terlalu besar, tapi tidak terlalu kecil.
sekarang dia mulai berputar-putar, dengan mengepak-ngepakkan sayapnya. Mengitari tempat kelima kawah di bawahnya.
"Jika satu kawah berkhasiat seperti ini, bagaimana jika lima kawah?"
Oregon justru merasa penasaran dengan kawah-kawah yang lainnya.
Tapi setelah berpikir sejenak, dia tidak ingin membuang waktu lagi. Oregon segera terbang tinggi untuk bisa keluar dari tempat tersembunyi. Yang merupakan tempatnya di tahan.
Oregon masih dalam keadaan terbang, mengitari kawasan tahanan yang sudah dia tinggali untuk beberapa waktu lamanya.
Kini dia ingin segera pergi ke kerajaan kla n untuk mencari ibunya.
Kwakkk...
Kwakkk...
Suara Oregon yang terdengar lantang, membuat beberapa burung dan hewan yang ada di sekitarnya, berhenti beraktivitas. Karena ingin melihat suara siapa yang sudah membuat mereka terkagum-kagum.
Blekkk... blekkk...
Sayap Oregon mengepak dengan sempurna. Dia menuju ke kerajaan klan naga. Meskipun sebenarnya dia juga tidak tahu, di mana letak dan arah yang benar, untuk bisa sampai di kerajaan leluhurnya itu.
Tapi Oregon yakin, dengan mengikuti keyakinannya. Jika dia akan sampai di kerajaan klan naga, yang seharusnya sudah dia pimpin.
"Aku datang Ibu, naga Zeero."
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen