Melihat dua orang wanita yang sangat dia cintai didepannya meninggal, serta Kakak laki-laki yang selalu bersama dengannya sejak kecil. Kemudian, di susul oleh kedua Papanya. Dengan ketiga adik kecilnya yang diikat dengan kejam di pondasi baja, membuat darah Arsen mendidih, sejak itu hatinya di penuhi dengan dendam.
Bertahun-tahun Arsen mencari pria yang tega membunuh keluarganya. Akan tetapi, sangat sulit, walaupun berkali-kali dia hampir menangkapnya. Hingga akhirnya, dia bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan wanita yang dia cintai berada di samping pembunuh itu.
Bisakah Arsen membalaskan dendamnya, atau terjebak dengan dendamnya sendiri, terjebak pesona gadis itu?
Yuk, baca kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zee Merutuki Takdir
Tubuh wanita itu sudah bersih dan dipakaikan pakaian sexsy, wanita itu adalah Zee. Pintu terbuka perlahan, Johan terkejut saat melihat tubuh molek sedang tertidur pasrah di atas ranjang dengan pakaian yang menggoda.
"Apa ini hadiah yang dimaksud, Sony?" Johan bergumam, melepaskan pakaiannya dan mencampakkan sembarangan arah, naik perlahan di atas ranjang.
"Kau? Gadisku? Ada apa dengan luka ini? Kau sudah dipakai orang lain?" Johan menarik kasar pakaian dalam Zee yang masih memejamkan mata. Ada beberapa lebam dan memar dibagian lengan paha dan perutnya.
Menyibakkan pakaiannya ke atas, melumat dada Zee dengan rakus sambil merobek semua pakaian Zee dengan kasar.
"Ini menyebalkan saat aku harus menyantap milikku setelah orang lain memilikinya. Apa bajingan kecil Arsen itu juga menyicipi dirimu? Kau dibuang oleh mereka? Hah?" Johan berkata setelah melepas lumatan dari dada Zee.
"Sialan, Ini menyebalkan." Dengan kasar, dia menghisap milik Zee. Membuka kaki gadis yang masih tak sadarkan diri itu dengan lebar.
"Shit, ini nikmat!" Johan meludahi milik Zee dan langsung merudal paksa Zee yang masih tak sadarkan diri.
Johan terbelalak saat miliknya susah masuk, bahkan dia memberi air ludah beberapa kali. "Ini memang hadiah yang paling aku suka, kau masih terjaga. Hahaha. Sony memang terbaik!" seru Johan saat menembus milik Zee dengan keras.
"Aah!"
Setengah sadar, Zee melihat wajah yang masih kabur tengah berada di atasnya, dia merasa tubuhnya disentuh, wajahnya dicium, dan sesuatu terasa aneh dan sakit entah dibagian tubuh mana. Zee ingin memberontak, melawan, tapi seluruh sendi dan tubuhnya lemah. Jangankan mendorong orang yang kini menyentuh tubuhnya, membuka matanya dengan lebar pun ia tak sanggup.
Suara menjijikan itu terus terdengar ditelinga Zee, tubuhnya di raba dan dijamah. Dia ingin berteriak marah, tapi suaranya tak bisa keluar. Hingga matanya kembali terpejam.
Entah berapa lama, namun kini mata Zee sudah bisa terbuka lebar, dia mencoba mendorong tubuh yang tengah memeluknya dari belakang, dia hendak bergeser dan pergi.
"Kau sudah bangun Sayang?" Suara berat pria yang tengah memeluknya dari belakang terdengar.
Pria itu membalik badan Zee, sehingga wajah mereka saling pandang satu sama lain.
"Kau!" Zee terkejut.
"Ya, aku Sayang. Kau terkejut, kau berharap tidur dengan pria lain?" Johan mengangkat dagu Zee. "Itu tidak akan pernah terjadi Cintaku, kau milikku." Johan langsung mencium bibir Zee.
Zee memberontak dan menggigit bibir Johan. Pria itu tidak peduli, dia terus melanjutkan melumatnya, memegang tangan Zee yang memukulnya dan mengunci kaki Zee yang memberontak.
Johan memutar tubuh Zee, gadis itu tertelentang dengan kedua tangan terangkat ke atas dan dipegang kuat dengan satu tangan kekar Johan. Sementara kakinya di kunci dan dipaksa terbuka lebar dengan kedua kaki dan satu tangan Johan yang lain.
"Cuih!" Zee meludahi muka Johan saat bibir mereka terlepas. Bibir Johan terluka karena gigitan Zee.
"Hahaha, kucing pemarah!" Johan membenamkan kepalanya di dada Zee dan menghisap dengan kasar. Zee memberontak, menggoyangkan tubuhnya agar terlepas, namun itu membuat Johan semakin bersemangat karena senjata tumpulnya tergesek dan menegang keras.
"Kau sudah tidak tahan ya? Kau menggoyangkan tubuhmu saking tak sabarnya ingin menikmati peraduan kita?" Johan tersenyum mesum.
"Gila, lepas!" Zee berteriak marah. Namun kemarahan itu terlihat menggemaskan oleh Johan.
Kaki Zee diangkat ke atas bahunya sebelah, dia menindih Zee dan mengunci tubuh Zee, hingga milik mereka bersatu.
"Fvcxk!" Zee mengumpat marah, air matanya menetes.
Johan mengusap lembut pipi Zee dan menghapus air matanya. "Aku akan memanjakan dirimu Sayang, jangan bersedih. Nikmati ini." Johan mulai menggoyangkan tubuhnya.
Entah berapa kali Johan menyetubuhi dirinya, Zee hanya bisa pasrah, dia memeluk lututnya di atas ranjang setelah kepergian Johan. Air matanya tak berhenti.
Dia bahagia saat bekerja di Jerman, apalagi saat mendengar kabar jika kakak laki-lakinya sudah berubah menjadi lebih baik. Dua bulan lagi mereka berjanji akan bertemu dan hidup damai di Belanda. Ada rumah sederhana yang aman sudah dibeli Zean. Mereka akan berjualan roti dan beberapa makanan di sana.
Hingga suatu hari, Zee bermasalah dengan seseorang ditempat kerjanya di Jerman, yang menyebabkan dia di sekap beberapa hari dan diperjualbelikan dengan beberapa wanita lainnya. Dia berusaha kabur, namun tertangkap dan dipukul, diterbangkan entah kemana. Hampir saja saat itu dia dilecehkan saat baru saja mendarat dan pindah ke markas baru, namun ada yang tertarik dengan dirinya yang masih perawan dengan bayaran yang lebih mahal.
Dia di kirim ke dalam kapal kargo, diselundupkan dalam tumpukan kotak yang terbuat dari kayu, lalu di suntik pingsan. Saat dia sadar, bajunya sudah di ganti menjadi pakain pendek dan seksi. Dia ditarik pada tiga orang pria tua yang sedang menawar dirinya. Tawaran yang paling tinggi adalah pemenang dan bisa membawanya.
Diperjalanan saat berpindah tangan, tepatnya di sebuah Bar terkenal, dia kembali melawan, berharap ada tempat dan kesempatan dia kabur, namun setelah dia sadar, dia sudah kembali ditangan manusia jahat, bahkan kini dia sudah dilecehkan.
"Aku tidak ingin menjadi wanita pemuas!" Zee menjambak rambutnya frustasi. Dia mencoba menjalani hidup baik, namun takdir tak pernah baik. Zee merutuki takdirnya.
"Aku benci dengan semuanya, kenapa saat kecelakaan, aku tidak juga ikut bersama kalian Mama, Papa! Kenapa?" jerit Zee sambil memukul dadanya sendiri.
Sejak kecil, kehidupan ini begitu keras, orangtuanya pergi, keluarganya mengambil alih semua harta peninggalan orangtuanya, sang kakak keluarga satu-satunya pun juga menelantarkannya. Saat sedikit pengharapan muncul, kini kembali hancur. Hancur lebur.
"Aaaaaahh! Aku benci!" teriak Zee dengan urai air mata kesakitan.
Semoga dia bisa segera bebas dari Johan..
Btw Jay jealous tuh, calon istrinya diganggu cwo lain..
Arsen tidak akan berhenti sampai dendamnya terbalaskan..