NovelToon NovelToon
Empty Love Syndrome

Empty Love Syndrome

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Instagram elis.kurniasih.5

Perjuangan cinta sepasang suami istri yang menikah karena cinta.

Akankah mereka bertahan dengan berbagai ujian yang datang silih berganti? Akankah kekosongan cinta yang sempat hadir karena kesibukan keduanya menambah kerapuhan bahtera rumah tangga itu?

Cekidot
Maaf ya, cerita ini bertebaran bawang yang bisa buat mata perih perih dikit 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai latihan setir

“Sorry, Sir. Saya datang terlambat,” kata Alana tepat di hadapan Alex.

Alex yang sedang duduk di kursinya dan memainkan laptop itu pun langsung bersandar pada dinding kursi dan menatap Alana. Wanita itu tampak berkeringat. Terlihat jelas bahwa Alana berlari atau berjalan cepat untuk sampai ke tempat ini.

“Kamu naik angkutan umum?” tanya Alex dengan memainkan pulpen.

Alana mengangguk.

Jarak yang sangat berbeda antara kantor Reno dan kantornya membuat Alana tak ingin merepotkan sang suami dengan mengantarnya terlebih dulu. Lagi pula Reno sudah menjemputnya hampir setiap ia pulang kerja. Alana berinisiatif untuk meminta Reno mengantarnya hingga di halte tempat biasa Dewi menunggu suaminya saat meminta untuk berangkat bersama. Sekali tiga uang, Alana melakukan hal itu agar Dewi sadar dan tak lagi meminta suaminya untuk berangkat bersama. Alhasil, apa yang Alana lakukan pun berhasil. Dewi kepergok melakukan itu satu kali lagi oleh Alana dan sejak saat itu, Dewi tak lagi meminta Reno untuk berangkat bersama dan menunggu di halte itu.

“Kalau begitu, besok saya akan siapkan kendaraan untukmu, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” sahut Alex memuat Alana menganga.

“Saya tidak bisa mengendarai kendaraan, Sir,” jawab Alana pelan.

“Oh ya? Kalau begitu saya akan daftarkan kamu untuk les menyetir.”

Ingin rasanya Alana protes. Namun, wajah datar itu, membuat Alana tidak punya daya upaya untuk protes. Ia pun terpaksa menerima tawaran sang bos untuk berlatih setir dan mengemudikan kendaraan roda empat itu. Sepertinya, ia akan meminta bantuan Bilqis lagi.

****

Satu minggu berlalu, aktifitas Reno dan Alana masih sama setiap minggunya. Alana bertambah sibuk, karena setiap pulang kerja ia harus latihan setir dan pulang agak malam. Reno yang sedang mengejar target perusahaan pun tidak pernah pulang tepat waktu. Keduanya sama-sama pulang dalam keadaan langit yang sangat gelap. Dan, seampainya dirumah hanya tinggal rasa lelah.

Dret … Dret … Dret …

Telepon Alana terus berdering. Ia sempat mengabaikan telepon itu karena sedang berada di ruang meeting untuk menemani bosnya yang mengadakan koordinasi oleh beberapa staf.

Alana mengambil ponsel yang sengaja ia masukkan dilaci saat berada di ruang meeting. Ia melihat nama Bi Tuti, asisten rumah tangga yang merawat sang nenek di sana.

“Assalamualaikum, Bi.”

“Waalaikumsalam. Mbak Al, susah banget sih diteleponnya,” ujar Tuti.”

“Maaf, Bi. Tadi Al lagi rapat. Kenapa, Bi?” tanya Alana.

“Nenek ga mau makan, Non. Semua makanan dimuntahin. Non nangti pulang kerja ke sini ya! Kasihan nenek belum masuk makanan. Kalau di suapi Mbak Al, mungkin mau.”

Alana mengangguk. “Ya, nanti Alana kesana pulang kerja. Makasih ya, Bi.”

Tuti mengangguk. “iya, Mbak. Kalau gitu, Tuti tutup teleponnya.”

“Iya.” Alana pun mengangguk.

Kebetulan, hari ini hari Jumat. Ia akan menginap di rumah sang nenek karena besok adalah ahri libur. Alana pun dengan segera memberi kabar sang suami melalui pesan whatsapp.

Di sana, pesan itu hanya ceklis dua dan belum berubah warna. Alana memahami kesibukan sang suami. ia pun kembali meletakkan ponsel itu tanpa meneleponnya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, ponsel Alana bergetar. Di sana terlihat notif dari Reno. Ia pun segera membuka pesan itu.

“Iya, Sayang. Tidak apa. Nanti malam Mas nyusul ke rumah nenek. Oh ya, Mas minta maaf. Sepertinya malam ini Mas tidak menjemput karena Pak Richard mengajak Mas makan malam dengan klien.”

Alana langsung mengetikkan jari di tuts itu. “Iya, Mas. Ngga apa-apa. Hati-hati ya.”

Lagi-lagi, Reno masih ceklis dua dan tak langsung membaca balasan pesan itu.

Waktu menunjukkan pukul lima sore. Alana mulai merapikan tumpukan yang berserakan di meja kerjanya. Ia ingin pulang cepat untuk menemu sang nenek. Kebetulan, hari ini pekerjaannya tidak sepadat kemarin.

Alana berjalan menuju ruangan Alex. Ia ingin berpamitan. Walau biasanya, setiap ia hendak pulang, Alex sudah lebih dulu pulang.

Ceklek

Alana membuka ruangan Alex tanpa mengetuk. “Oh, saya kira Sir sudah pulang.”

Alex yang langsung menatap Alana saat pintu terbuka pun menggeleng. “Saya menunggu seseorang. Sudah lama saya janji untuk mengajaknya jalan-jalan.”

Alana tersenyum. Ia pikir, Alex akan bertemu dengan kekasihnya, atau wanita yang sedang dekat dengan duda ini. Tapi nyatanya, Alex sedang menunggu putrinya datang dan jalan-jalan di malam menjelang weekend.

“Pekerjaan hari ini sudah selesai. Boleh saya pamit lebih dulu?” tanya Alan yang langsung diangguki Alex.

“Silahkan.”

Alana kembali tersenyum dan membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan itu. Namun, Alex kembali memanggil Alana.

“Alana.”

Alana pun langsung menoleh. “Ya.”

“Bagaimana belajar setirmu? Sudah bisa? Kalau sudah, kamu bisa bawa mobil operasional kantor.”

Alana menggeleng. “Belum, Sir. Beri saya waktu satu minggu lagi.”

Alex mengangguk. “Baiklah.”

****

Hubungan Reno dan Dewi pun masih sama. Menurut Dewi terkadang Reno perhatian dan terkadang pria itu sangat kaku. Hal itu, membuat Dewi tetap pada posisinya. Hingga saat ini, wanita itu belum berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. Reno pria yang sulit ditaklukan.

Dewi selalu salah mengartikan perhatian Reno, seperti saat siang tadi.

“Dew, aku bawakan makan siang. Katanya kamu tidak bawa bekal kan?” ucap Reno.

Mata Dewi langsung berbinar. “Wah Ren. Kamu perhatian banget.”

“Iya, dong. Kamu kan stafku. Kalau kamu sakit dan tidak masuk kerja, nanti aku juga yang repot ngurus kerjaan sendirian.”

“Dasar kamu, Ren. Azas pemanfaatan.”

Reno tertawa. Namun, dalam hari Dewi senang dimanfaatkan seperti ini oleh Reno. Ia merasa menjadi orang yang dibutuhkan oleh pria yang ia sukai ini.

1
Dewa Rana
segan Thor, bukan enggan
Annisa Yuda
ada yang baru keluar dari kandang 😂
Annisa Yuda
bangun tidur coma pake boxser dikamar sama lawan jenis?? sesantai itu💣
Vitriani
Luar biasa
Dewa Rana
sebelumnya manggil "Sir" sekarang ganti "pak"
Dewa Rana
sepatu kets Thor, bukan sepatu cats
Dewa Rana
gimana caranya berdiri di atas tungku Thor 😃😃
teh rebahan
👍👍
Dewa Rana
memprovokasi Thor, bukan memprovokatori
Komang Diani
keren banget
Savitri Eka Qodri
Luar biasa
ALNAZTRA ILMU
rumah seperti tongkang pecah menanti mu alana😅😅
ALNAZTRA ILMU
iya benar. lu bdh
ALNAZTRA ILMU
elegan
ALNAZTRA ILMU
sedihhh
ALNAZTRA ILMU
mati
Miyagi Mitsui
Reno Reno
Miyagi Mitsui
ada niat..sepatutnya sesama wanita kan..jangan lah jadi perampas
Dewa Rana
ibunya siapa Thor
Dewa Rana
pelajaran buat kita agar jangan takabur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!