Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 32
"Maafin, Kakak!" ucap Arnold setelah pria itu tiba di rumah mewahnya.
Sepasang adik kakak itu berjalan menuju pintu utama begitu turun dari mobil. Sementara Awan diantar lebih dulu karena jarak rumah pria itu lebih dekat.
Rainy tersenyum mendengar ucapan sang Kakak. Lalu, ia menghentikan langkahnya begitu sampai di depan pintu hingga membuat Arnold juga berhenti melangkah.
"Kenapa Kakak mesti minta maaf, aku bersyukur mempunyai kakak seperti Kakak? Jika saja aku sendiri, mungkin hidupku akan terus berada dalam keterpurukan." Rainy tersenyum menatap kakaknya tersebut.
Arnold mendekat, lalu memegang kepala sang adik dengan menatapnya intens. "Lupakan Sky, dan mulailah hidup barumu! Aku percaya kau bisa melupakannya," ucap Arnold dengan senyuman lembut.
"Terima kasih, Kak!" Rainy menghambur memeluk tubuh kakaknya tersebut.
"Aku akan berusaha untuk melupakan Mas Sky, Kak! Dan aku akan menikah seminggu lagi dengan Kak Awan jika Kakak merestui!" ucap Wanita itu dalam pelukan sang kakak.
Deg
Pria itu terkejut mendengar ucapan sang adik, karena ia tidak pernah tahu bahwa sahabatnya tersebut menyukai Rainy~ adiknya.
"Kalian sudah saling mencintai?" tanya Arnold seraya melonggarkan pelukan gadis itu.
Rainy tersenyum saat mendengar pertanyaan dari sang kakak. Lalu, menggeleng dengan wajah yang tertunduk.
Arnold pun menarik pergelangan tangan sang adik, lalu mengajak wanita itu duduk di sofa kamarnya.
"Katakan apa yang terjadi? Jika kamu tidak mencintai Awan kenapa kau mau menikah dengannya?" tanya Arnold dengan wajah bingung.
Rainy pun menatap wajah tampan sang kakak dengan wajah sendunya. "Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk melupakan Mas Sky, Kak! Mungkin dengan menikah dengan Kak Awan, aku bisa melupakan segalanya~ tentang masa lalu ku!" Rainy pun meluruhkan air mata, hingga membuat Arnold memeluknya kembali.
"Maafin aku yang selalu menyusahkan Kakak!" ucap Rainy dengan tangisan yang terisak-isak.
"Jika itu demi kebaikanmu, maka aku kan merestuinya!" ucap Arnold tersenyum.
Seketika Rainy meregangkan pelukan pria itu sambil menatapnya dengan mata yang membola dan senyum yang mengembang. "Benarkah?" tanya wanita itu antusias.
Arnold menganggukkan kepalanya pelan dengan senyum tipisnya hingga membuat Rainy memeluk Arnold kembali dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Kak!" ucap Rainy.
"Kamu tidak perlu berterima kasih, apapun akan kulakukan demi kamu, Sayang!" ucap Arnold sambil membelai rambut wanita itu.
_________
Sementara di tempat lain, Awan sedang melamun, pria itu merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya sambil menatap langit-langit kamar.
"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, apakah aku harus mengembalikan Rainy padanya? Tapi jika dia memang mencintai Rainy, dia harus berjuang untuk mendapatkan Rainy, dan aku pun akan berusaha untuk tidak melepaskannya!" gumam Awan dengan senyum tipisnya.
Pria itu memejamkan matanya, namun bayangan Rainy seakan-akan menari-nari dalam ingatan pria itu.
"Sial!" umpat Awan seraya beranjak dan pergi untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sementara di tempat lain, Sky kembali ke rumahnya dengan langkah gontai setelah mengelilingi kota tanpa tujuan.
Pria itu melamun memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan Rainy kembali, namun pria itu tidak kunjung mendapatkan solusinya.
"Pa …!" panggilin Pelangi begitu Sky melewati ruang keluarga.
Namun, pria itu hanya menoleh tanpa menjawab panggilan sang anak hingga membuat Pelangi meneteskan setitik air matanya setelah bayangan pria itu menghilang dari pandangan matanya.
"Aku tidak mau papa terus menerus seperti ini, dimana aku harus mencarimu, Ma! Aku sudah tidak sanggup melihat papa yang seperti ini!" ucap Pelangi seraya beranjak dan lari meninggalkan ruangan tersebut.
Gadis itu menutup pintu kamarnya dan berdiri di balik pintu seraya menangis terisak-isak, lalu meluruhkan badannya dengan kesedihan yang mendalam.
"Kembalilah, Ma! Pelangi mohon, kembalilah!" ucap gadis itu dengan tangisan pilunya.
Pelangi duduk lesehan seraya menatap foto Rainy dengan dirinya yang ia letakkan di setiap dinding kamarnya.
"Mama … kenapa Mama tega sama Pelangi, kenapa Ma! Pulang lah, Ma! Pulang … !" Pelangi menangis terisak-isak di kamarnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
👍❤