NovelToon NovelToon
Istikharah Cinta

Istikharah Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:298.8k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

"ISTIKHARAH pada hakikatnya bukan untuk memilih diantara dua pilihan, tapi untuk menetapkan hati disatu pilihan." Anisa Rahman.


"CINTA adalah ruang dan waktu yang diukur oleh hati, dan terdiri dari satu jiwa yang menghuni dua tubuh." Rahmat Hidayatullah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA TAHUN KEMUDIAN

Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa pernikahan Anisa dan Rahmat kini menginjak tahun ke tiga. Bahagia? Tentu saja Rahmat merasa sangat bahagia memiliki istri seperti Anisa yang selalu mengerti dirinya. Selalu ada untuknya, dan selalu memenuhi setiap kebutuhannya.

Begitupun dengan Anisa, tentunya ia bahagia memiliki keluarga baru yang begitu menyayanginya. Bahkan menganggap dirinya lebih dari seorang menantu. Namun, kebahagiaan yang dirasakan oleh Anisa tidak begitu lengkap karena selama tiga tahun membina rumah tangga ia belum juga dikaruniai seorang anak.

Yah, meski sang suami beserta keluarganya tak begitu mempermasalahkan dirinya yang tak kunjung hamil, namun tetap saja ia sebagai wanita yang sudah menyandang status sebagai istri merasa tak sempurna jika belum memberikan keturunan terhadap suaminya.

Di ruang keluarga Anisa duduk tampak melamun, namun tatapannya tertuju pada Yusuf yang sedang bermain bersama adik perempuan nya yang kini sudah berusia satu setengah tahun.

Anisa terus memperhatikan putra dan putri Hanifah itu dengan mata berkaca-kaca. Saat melihat kakak iparnya itu tengah mengandung anak keduanya, ia juga berharap bisa segera hamil. Namun hingga kini tiga tahun telah berlalu benih itu belum juga tumbuh di rahimnya.

"Udah, Nis, jangan dipikirkan terus. Nanti juga kalau sudah waktunya Allah juga pasti kasih." usapan lembut di pundaknya sedikit membuat Anisa tersentak.

"Eh, Umi." ucap Anisa dengan tersenyum pada ibu mertuanya itu. Ibu mertua yang sama hebatnya dengan ibunya, ibu mertua yang selalu menyemangati dan menguatkannya dari gunjingan orang-orang diluar sana yang sering membicarakannya karena tak kunjung hamil.

"Nanti kalau Rahmat lihat kamu sedih seperti ini, pasti kamu dimarahin lagi." ucap umi yang membuat Anisa tersenyum hambar.

Yah, sang suami selalu memarahinya jika ia selalu bersedih perihal dirinya yang tak kunjung hamil.

"Mas gak suka lihat kamu seperti itu. Menikah tak selalu tentang keturunan, Nis. Mungkin saja waktunya belum tepat, dan kita tunggu saja waktunya yang tepat itu dengan kelapangan hati yang penuh kesabaran."

Belum lagi saat ia menyuruh suaminya untuk menikah lagi agar mendapatkan keturunan, Rahmat benar-benar marah dan mendiami nya.

Anisa mengusap wajahnya saat terlintas kata-kata yang selalu diucapkan oleh sang suami. Seharusnya ia tak perlu khawatir karena tak ada yang mempersalahkan dirinya tak kunjung hamil, namun entah kenapa rasanya ia merasa benar-benar tak becus menjadi istri.

"Nis, kok ngelamun?" tegur umi yang membuat Anisa terkesiap.

"Eh, engga kok umi." jawab Anisa dengan berusaha tersenyum, meski hatinya benar-benar merasa sedih. Prihatin pada dirinya sendiri.

"Umi, Nisa pamit ke kamar dulu ya, Umi." ucap Anisa kemudian beranjak dari tempat duduknya.

"Iya, kamu istirahat ya Nis, dan jangan terlalu banyak pikiran nanti kamu sakit." kata umi Kalsum.

Anisa menanggapinya dengan anggukan sembari tersenyum, kemudian segera pergi ke kamarnya.

Sesampainya didalam kamarnya, Anisa merangkak naik ke atas tempat tidur kemudian berbaring miring. Ia menarik selimut menutupi wajahnya. Yah, sepertinya yang sudah-sudah, ia selalu menangisi dirinya sendiri yang merasa tak berguna.

Di tahun pertama pernikahannya, ia bersama Rahmat datang ke rumah sakit memeriksakan diri, dan dokter mengatakan jika dirinya yang mengalami sedikit bermasalah pada kesuburan nya. Tetapi, tetap akan bisa hamil jika menjalani perawatan yang tepat dan teratur. Namun, hingga di tahun ketiga dirinya masih tak kunjung hamil juga membuat Anisa merasa dirinya tak sempurna sebagai wanita karena tak bisa mengandung seorang anak.

Tangisnya kembali pecah, dengan erat ia menyumpal mulutnya dengan selimut agar suara tangisnya tak terdengar oleh yang lainnya.

Hingga terdengar suara pintu kamar terbuka, Anisa mencoba meredam suaranya. Ia tahu itu adalah suaminya yang datang usai mengajar.

Anisa mengusap air matanya, ia kemudian membenarkan posisi berbaring nya seolah-olah ia sedang tertidur. Namun, apa yang ia lakukan itu tak dapat menipu sang suami.

"Sudahlah Nis, Mas tahu kamu gak tidur. Ayo bangun, sini peluk Mas mumpung Mas belum mandi. Kamu kan suka bau keringat Mas." ujar Rahmat terkekeh sambil melepas kancing kemejanya satu persatu lalu membawa dirinya duduk ditepi ranjang.

Dan seperti biasa, Anisa yang selalu berusaha menyembunyikan kesedihannya dari sang suami, alhasil selalu gagal dan berakhir kembali tersedu-sedu didalam pelukan suaminya itu.

"Mas," ucapnya sesenggukan sambil memeluk Rahmat dengan erat.

"Harus berapa kali sih Mas harus bilang, agar kamu tidak memikirkan hal itu." ucap Rahmat dengan nada berat. Sejujurnya ia tak tega melihat istrinya seperti itu. Namun, entah kenapa ia merasa sedikit kesal melihat sang istri selalu saja mengingatkannya pada hal yang sama sekali tidak pernah ia permasalahkan.

1
imhe devangana
Aroma2 jahil ini sm calon suami Annisa🤭
seandainya dia crt ke rahmat atau abi ridwan soal mimpinya
imhe devangana
🤭🤭🤭
Hera sasuwe
👍🏻
imhe devangana
thor kok nm suami Hanifah berubh jd Andre kan di awal crt nm nya indra. knp bab2 akhir berubh jadi Andre
imhe devangana
Andre apa indra ya nm suami Hanifah?
imhe devangana
Masya Allah, luar biasa dr sekian puluh novel yg sy bc ini yg sangat berkesan krn di jelaskan sangat terinci, seperti soal mahar & soal istiharah & msh banyak nasihat2 atau petuah yg dpt dijdkan pelajaran terkhusus sy pribadi.
jazakillah khairan thor, sukses selalu dlm karya2 nya
imhe devangana
Masya Allah, tabarakallah thor
imhe devangana
mudah2an tanda2 Annisa ngidam
imhe devangana
cm meluruskan,Masha Allah jika melihat kebaikan & subhanallah jila melihat keburukan.maaf klu salah thor 🙏🙏🙏
🥰🥰🥰🥰
imhe devangana
bab ini btl2 sangat2 dalam hikmahnya.pelajaran yg sangat besar untuk ku pribadi. dibalik makna seprangkap Alat sholat dijelaskan dg rinci.
thot terima kasih, jazakillah khairon 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Nurlinda: terima kasih kembali kk 🙏❤️❤️
total 1 replies
imhe devangana
ternyata andiran jodoh Ustazah Nia.gmn ya🤔 ustazah nia suka ustad rahman tp dia menikah sm Annisa skrng Andrian sepupu Annisa mencari jodoh dlm mimpinya yaitu Ustazah nia. hemmmm
imhe devangana
dasar bocah, msh kecil sdh ingkar janji 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NaNa
Luar biasa
Yhunie Andrianie
aq juga punya tahi lalat ditelapak tangan, tpi di sblah kiri😁
Sanatun Eka Ayu Aprilya
yang di maksud menyambung rambut itu juga masang bulu mata palsu, sanggul ya kak.
.
bukan rambut kepala di sambung dgn rambut saja.
Sanatun Eka Ayu Aprilya
adik dari ibu kalau di tempat saya panggil nya bu lik, bibi.kalau bude itu kakak perempuan dari ibu..
.
beda daerah beda panggil an kali yahh..
Neny Suswiyanti
👍🏻
Abel Erlene
itu ibu aku. tapi yg dilihat ayahnya hehehe
Emy Bundanya Aisyah
ko zahra..bukannya annisa
Mia Amilia
alur ceritanya singkat dan padat, suka sekali alur ceritanya membuat degdegan jadi gak bisa tidur mau terus baca nya
Nurlinda: terimakasih ulasannya kk 🙏🙏🙏😘😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!