NovelToon NovelToon
Muslimah In Love

Muslimah In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Siapa yang kamu pilih? Daniel seorang kristiani berwajah tampan, ramah dan baik hati kepada semua orang. Terlahir dari keluarga kaya tapi tetap rendah hati. Atau Arfan laki-laki shalih, ketua Rohis di kampus, memiliki wajah teduh dan tampan sehingga banyak dikagumi oleh wanita-wanita di kampusnya.

Aku memilihmu tapi tidak tahu siapa yang Allah pilihkan untukku. Aku tidak mau terlalu cepat memilih karena kelabilan pikiran ini. Maukah kau menunggu selagi aku memantapkan hati?

-Alisha Sabiya Nadifah

Naskah ini pertama kali dibuat pada tanggal 5 Maret 2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Dua

Mobil Honda Mobilio terparkir di depan tempat kos Ica sejak setengah jam yang lalu. Mobil tersebut menjadi pusat perhatian penghuni kos yang lain. Bukan karena mobil kinclong nya tetapi karena sang pemilik yang bersandar di mobil nya.

Dianis heboh sendiri saat melihat Daniel sudah berada di depan kos padahal kereta mereka masih akan berangkat pukul 8, itu masih 1 jam lagi.

"Udah, nggak apa-apa." Ucap Ica. "Kita berangkat sekarang aja, dari pada Kak Daniel nunggu kita kelamaan." Ica tengah merapatkan tutup toples bening berisi ikan kecil pemberian Daniel. Ica hendak membawanya pulang karena tidak akan ada yang merawat ikan tersebut selama liburan.

"Kita kelamaan juga dong nunggu kereta di stasiun." Dengus Dianis. Awalnya Dianis senang karena mereka tidak perlu naik angkot ke stasiun tapi sekarang ia sebal sendiri pasal nya Daniel datang terlalu awal.

"Mending kita yang nunggu dari pada dia."

"Ya udah!" Dianis mengalungkan bantal leher kesayangannya dan menarik koper kecil tempat menampung semua pakaiannya.

Ica tersenyum melihat tingkah Dianis, rasanya baru kemarin mereka main petak umpet dan lari-larian di sekolah tapi sekarang sahabat nya itu sudah dewasa dan cantik, walaupun tingkah nya sama saja seperti anak ABG.

"Kami pamit bu." Ucap Ica, ia mengembalikan kunci kamar kepada ibu kos yang sedang duduk di teras, sengaja untuk melihat mereka yang hendak pulang.

"Kalian juga libur satu bulan kan?" Ibu kos melihat Ica dan Dianis bergantian, bagi anak-anak kos disana, bu kos adalah ibu kedua bagi mereka.

"Iya bu." Ica mengangguk.

"Jangan kangen aku bu." Dianis memeluk bu kos dan mencium pipi nya.

"Jangan keliaran kemana-mana lo ya kalian." Bu kos mencubit lengan Dianis gemas. "Udah sana pulang, tuh kasian kokoh ganteng nungguin di depan." Bu kos menunjuk Daniel dengan dagu nya.

Daniel melihat Ica yang berjalan ke arah nya, ia tersenyum manis sangat manis seperti manisan buah, wajahnya cerah seperti mentari di musim panas. Andai Daniel bisa melihat Ica lebih lama lagi, tapi sayang nya ia hanya bisa bersama gadis cantik itu selama kurang lebih setengah jam dari sekarang. Perjalanan dari tempat kos ke stasiun paling lama 10 menit, itu jika Daniel mengendarai mobil dengan kecepatan paling rendah.

"Sini." Daniel mengambil alih koper milik Ica, membawanya masuk ke dalam bagasi.

"Makasih kak." Kata Ica. Daniel juga membantu Dianis memasukkan koper ke dalam bagasi.

"Dek Ica bawa ikan itu?" Daniel melihat Ica yang memeluk toples berisi ikan pemberiannya.

"Iya, disini nggak ada yang rawat jadi aku bawa pulang." Ica masuk ke dalam mobil menyusul Dianis yang sudah duduk manis disana.

"Duluan ya." Seru Ica melongokkan kepala lewat jendela yang terbuka dibalas lambaian oleh teman-temannya yang masih berada di depan gerbang bersiap-siap pulang.

"Nanti aku main ke rumah Dek Ica ya sekalian ajak Arfan?" Daniel menoleh ke belakang melihat Ica yang sudah duduk di jok belakang.

"Hm?" Ica mengangkat kedua alisnya. Waktu itu Daniel pernah bertanya apakah ia boleh berkunjung ke rumah Ica dan gadis itu memperbolehkan asal Daniel tidak sendiri.

"Boleh asal jangan nginep." Sahut Dianis.

Ica mendelik sedangkan Daniel tersenyum lebar hingga mata nya semakin sipit, Dianis sampai ikut tersenyum melihatnya.

Seganteng ini Ica nggak mau?

"Ayo jalan, keburu telat." Ica mengalihkan pembicaraan.

"Bukannya masih lama ya?" Dianis polos, Ica melihat Dianis dengan pandangan gemas ingin menyumpal mulut sahabatnya itu dengan sari roti kesukaannya agar bisa diam.

Dianis mendekatkan wajah ke telinga Ica dan berbisik, "Eh, Kak Daniel punya mobil banyak ya?"

Mungkin, Mall aja dia punya banyak apalagi cuma mobil. "Nggak tahu." Ica mengedikkan bahu, merubah posisi duduk nya agar lebih nyaman dan memandang lurus ke depan saat Daniel mulai menjalankan mobil nya. Ica belum memberitahu Dianis bahwa ternyata orangtua Daniel adalah pemilik hotel jinggo tempat mereka praktikum, dan memiliki beberapa mall di Banyuwangi, Jember bahkan Bali. Jika tahu, pasti Dianis heboh tingkat dewa karena mereka se-kudet itu hingga tidak tahu Daniel bukan lah orang biasanya seperti mereka.

Ponsel Ica bergetar panjang di dalam tas kecil nya tanda ada telepon masuk. Tertulis nama Kak Arfan di layar ponsel Ica.

"Assalamualaikum Ca." Arfan mengawali di seberang sana.

"Waalaikumussalam." Jawab Ica, pandangannya tak sengaja bertemu dengan Daniel melalui spion depan. Ica segera mengalihkan pandangan ke arah lain dari pada terlalu lama melihat Daniel.

"Kamu udah berangkat?"

"Iya lagi di jalan mau ke stasiun."

"Shanum titip jilbab buat kamu nih, udah dari seminggu yang lalu tapi aku lupa mau kasih."

"Ya udah nggak apa-apa Kak, aku ambil pas balik kesini lagi aja, nanti biar aku WA Shanum."

"Kamu belum sampai stasiun kan?"

"Baru sampai SPBU Kak." Ica melihat keluar, mobil berbelok kanan ke arah pasar sebelum sampai di stasiun Rogojampi.

"Aku jalan juga deh sekarang."

"Eh-" Belum sempat Ica mencegah Arfan untuk mengejarnya, sambungan telepon sudah terputus.

Daniel melihat Ica dari spion atas, ia sudah bisa menebak siapa si penelepon. Kadang Daniel merasa khawatir karena saingannya mendapat cinta sang muslimah cantik Ica adalah Arfan, dilihat dari segi manapun Arfan lebih unggul.

Daniel menghentikan mobil nya di depan stasiun, ia turun lebih dulu berjalan memutari mobil lalu membuka pintu untuk Ica.

"Makasih Kak Daniel." Ica tersenyum sekilas pada Daniel, ia turun dari mobil disusul Dianis.

"Itu Kak Arfan." Tukas Dianis saat mereka hendak masuk ke stasiun.

Ica melihat Arfan turun dari motor dan menghampiri nya dengan membawa paper bag. Kok cepet sampe nya? Begitu pikir Ica.

"Aku lewat jalan pintas." Ujar Arfan seolah-olah tahu apa yang Ica pikirkan. "Oh kalian dianter Daniel." Arfan melihat Daniel yang berdiri di samping Ica.

"Iya." Jawab Ica.

"Ini titipan Shanum, katanya dia lagi belajar jahit." Arfan menyodorkan paper bag berwarna coklat yang langsung diterima oleh Ica.

"Shanum jahit sendiri?" Ica ingin melihat jilbab di dalam sana tapi kesulitan karena tangannya yang lain membawa toples berisi ikan.

"Iya." Arfan mengangguk.

Sementara Ica, Dianis dan Arfan mengobrol, Daniel memeriksa ponsel nya yang berdenting dua kali.

Jemput Deanna

Sekarang

Daniel memasukkan ponsel nya kembali ke dalam saku, malas membaca pesan dari Mama nya yang tidak bisa diganggu gugat padahal ia masih ingin menemani Ica paling tidak sampai gadis itu masuk ke dalam kereta.

"Aku balik duluan ya." Ucap Daniel dengan senyum yang dipaksakan.

"Iya." Ica memutar kepala melihat Daniel. "Makasih Kak udah dianterin." Tambah nya, raut wajah Ica berubah mengiratkan kesedihan sekilas, hanya sekilas sampai ia menutupinya dengan senyuman. Tidak ada alasan untuk sedih.

"Kamu mau nunggu sampai kereta datang?" Daniel melihat Arfan.

"Umm...." Arfan berpikir, melihat Ica. Emang boleh?

"Nggak usah." Ica menggeleng, siapa dirinya hingga harus ditemani Arfan sampai kereta datang. "Kereta kita masih lama."

Arfan mengangguk paham, tadinya ia juga bingung karena Ica berangkat ke stasiun terlalu pagi tapi sekarang ia sudah tahu jawabannya.

"Aku pulang ya, hati-hati di jalan." Daniel tersenyum ke arah Ica, berat sekali rasanya meninggalkan gadis mungil itu. Mereka tidak akan dalam waktu yang lama, Daniel ingin sekali menarik Ica ke dalam pelukannya sebagai salam perpisahan tapi itu tidak mungkin. Daniel hanya bisa menatap Ica lama dan membalikkan badan masuk ke mobil nya.

Mata Ica berkaca-kaca melihat mobil Daniel semakin menjauh dari pandangannya. Kenapa rasanya ada air mata yang hendak luruh? Ica beristigfar dalam hati, menyebut nama Allah berkali-kali tiada henti untuk menenangkan hati nya.

"Kak Arfan nggak pulang?" Suara Dianis menyadarkan Ica yang lama terdiam.

"Aku tungguin kalian deh, anggap aja Kakak yang lagi nganterin adek nya merantau." Canda Arfan menimbulkan tawa Dianis sedangkan Ica hanya tersenyum tipis dan sekuat tenaga menelan air matanya agar tidak ada yang luruh sedikitpun.

Arfan bertanya-tanya apakah Daniel sudah memberitahu Ica jika besok lelaki berdarah tionghoa itu akan mengikuti jejak Kakak nya. Melihat Ica sekarang, sepertinya Daniel belum memberitahu nya. Mereka berteman dekat pasti Ica akan senang jika Daniel akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Allah, begitu pikir Arfan.

1
flower12
bagus banget ceritanya
Mirna: makasih sayang 🥰
total 1 replies
falea sezi
zyan ne munafik
Rere Winda
ihh kirain laki² zayann
Rere Winda
baru mampir thor👍bagus nih ceritanya
Mirna: Wah makasih kak, semoga suka sampe akhir cerita
total 1 replies
ಡNaツ
beneran gabisa move on sama ica dan daniel, download noveltoon buat baca ulang ini doangggg
Mirna: Yeay udah ada sekuel nya lo sekarang, jangan lupa baca juga 😘
total 1 replies
Wury Ayra
suka bgt sama ceritanya
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Jaga Hati Babang Daniel jika ingin satu Amin yg sama sama ica 🤭🤭 tapi harus satu iman dulu ya 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Suatu hari nantik 🤔🤔🤔🤔
Emang icha nya mau sama Babang 🤭🤭
iya tidak maniss karna manis nya udah di Icha nyaa 🤭🤭 jadi tak apa kue nya Hambar asal orang nga Manisss 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Waduhhhh Rakuss nyaa Bang 🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Ngarep ya Bang di Tawarin 🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
sok nanyak lu bang 🤭🤭
bilang aja mau mintak 😅😅🙈🙈
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Bohongg terussss 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
ngintilin kamu Icha 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
sok atuhh Bang di makan 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Makanya Harus Satu Iman & Amin yg sama Bang 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Bau Bau Mualaf ini mahh 🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Aduhhhhj senyum mu melelehkan Banggg🤭🤭 Meleleh tapi bukan Eskrim bangg 🤭🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Sabarrr Babang,, Dek Ica mu Menghadap Allah dulu yaa 🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Sekalian bilang yg Cantik plus Mungil 🤭
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Waduhhhh Babang Daniel sampek kebawa Mimpi yaa perihal Binatang yg di kataan Dek Ica 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!