NovelToon NovelToon
I'M FINE

I'M FINE

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:813.6k
Nilai: 5
Nama Author: Virzha

Bagaimana jadinya jika kedua orang yang memiliki sikap yang bertolak belakang mejalani kehidupan dalam sebuah ikatan pernikahan?

Dewa pria sederhana yang ingin meraih asa si Universitas internasional dengan bermodalkan bea siswa. Bertekad menjadi siswa terbaik, justru mengantarkannya ke jurang kehancuran hingga harus menikah dengan Zoya. Wanita pembuat masalah yang ternyata memiliki kehidupan penuh luka.

Zoya di benci oleh Ayahnya sendiri karena di anggap sebagai pembunuh sang ibu. Kurangnya kasih sayang dan perhatian membuat Zoya menjadi anak yang sangat nakal.

Sampai ia di jebak oleh Kakaknya sendiri hingga menikah dengan Dewa untuk balas dendam.


Bagaimana kisahnya? langsung baca ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar Kerja.

Apa yang dikatakan Dewa sepenuhnya benar, ia kini menjadi pandangan ibu-ibu yang sedang berbelanja di warung. Tentu saja hal itu sangat aneh, seorang laki-laki tapi membeli pembalut.

"Buat siapa pembalutnya?" tanya pemilik warung memandang tampilan Dewa yang masih sangat muda ini.

"Buat istri saya Bu, Yang ada sayapnya berapa harganya?" kata Dewa tak mau menatap kemana-mana, telinganya kini bahkan sudah menangkap bisik-bisik nyeleneh tentang dirinya.

"Oh, udah nikah? Berapa bulan?" tanya pemilik warung kepo.

"Udah Bu, Berapa harganya?" Dewa tak mau meladeni pertanyaan ibu itu, ia segera mengambil pembalut yang sudah di bungkus plastik.

"10 rebu, yang ada sayapnya mahal dikit soalnya" kata Ibu itu membuat Dewa langsung mengeluarkan uangnya dan membayarnya.

Dewa segera pergi dari warung itu melewati banyaknya ibu-ibu yang sedang berbelanja pagi, ada juga wanita muda yang mungkin juga penghuni daerah kontrakan sana. Dewa sangat malu sekali, dan ia tak ingin melakukan hal bodoh ini lagi lain kali.

"Zoya, Ini barang yang kau butuhkan, buka pintunya" Dewa kembali mengetuk pintu kamar mandi.

Zoya segera membuka pintunya dan mengeluarkan tangannya untuk menerima pembalutnya.

"Ini, Setelah itu cepatlah keluar, lni sudah cukup siang, aku bisa terlambat melamar pekerjaan nanti" kata Dewa menyerahkan pembalut yang baru di belinya pada Zoya.

"Baiklah, tapi ehm...." Zoya memandang Dewa ragu.

"Apalagi?" Dewa mengangkat alisnya sebelah.

"Tolong ambilkan ce la na da lam ku, Aku lupa membawanya" kata Zoya membuat Dewa tercengang.

"Apa kau bilang? mengambil ce la na da lam mu? Kau memang sengaja mengerjai ku ya" kata Dewa tampak sebal.

"Tidak, aku benar-benar lupa membawanya, milikku yang tadi sudah kotor" kata Zoya.

"Jangan bohong kamu"

"Enggak, Kalau nggak percaya lihat saja" kata Zoya asal.

"Baiklah, aku akan melihatnya" kata Dewa ingin mendorong pintu itu tapi dengan cepat Zoya menahannya.

"Kau gila, Aku tidak akan membiarkanmu masuk, cepat ambilkan ce la na da lam ku, Atau kau mau aku disini terus biar kau tidak bisa bekerja sekalian" kata Zoya memelototi Dewa.

"Iya iya aku ambilkan, letaknya dimana?"

"Di lemari"

Meksi sebal setengah mati, Dewa tetap mau mengambilkan underwear Zoya, ia membuka lemari kecil dimana pakaian miliknya dan Zoya tampak sudah tersusun rapi, pandangan Dewa menyapu mencari apa yang di inginkan Zoya. Saat melihat benda itu wajah Dewa memerah dan entah kenapa jantungnya berdetak kencang. Otaknya sepertinya sudah teracuni dengan pemandangan kemarin malam.

Sialan!

Dewa segera menyambar satu segitiga berwarna hitam dan menyerahkannya pada Zoya agar wanita itu cepat keluar kamar mandi dan ia akan segera bersiap untuk melamar pekerjaan.

"Hari ini aku tidak membeli sarapan, kau bisa membelinya di perempatan jalan nanti, Uang yang kemarin masih ada kan?" kata Dewa seraya membenarkan kancing lengan kemejanya.

"Masih ada apanya? Kau memberiku uang hanya 50 ribu ya sudah habis" kata Zoya seadanya.

"Kenapa kau habiskan? Bukankah kau hanya membeli makan siang saja?" kata Dewa kaget mendengar itu.

"Aku memang hanya menggunakannya untuk makan siang, tapi harganya memang segitu, itu saja kurang, untung aku masih punya simpanan" kata Zoya lagi.

"Jangan membeli makanan yang mahal-mahal, sekarang kondisi kita berbeda, kau harus mulai merubah cara hidupmu" kata Dewa.

"Iya, tapi kau juga harus cepat mendapatkan pekerjaan, aku bukannya matre tapi aku wanita yang berpikir realistis" kata Zoya.

"Terserah apa katamu, yang jelas kau harus berhemat sekarang, setidaknya sampai aku mendapatkan pekerjaan kalau kau tidak ingin makan nasi dengan garam" kata Dewa membuat Zoya mendengus.

"Sudah jangan banyak bicara, cepatlah pergi dan bawa uang yang banyak kalau pulang" kata Zoya.

"Kau pikir mendapatkan uang semudah memetik daun" kata Dewa kesal.

"Mau di lanjutkan juga? Ini sudah jam berapa? Kau bilang tempatnya jauh" kata Zoya membuat Dewa langsung melihat jam tangannya.

"Astaga, ini semua gara-gara dirimu, Aku berangkat sekarang" kata Dewa ingin cepat-cepat pergi.

"Dewa tunggu" kata Zoya menghentikan langkah Dewa.

"Apa?" tanya Dewa tak sabar.

"Ehm...." Zoya tampak bingung mau mengatakan apa, ia lalu memberanikan dirinya untuk mengambil tangan Dewa dan meletakkannya di dahinya.

"Selamat bekerja ya" kata Zoya malu sekali.

Dewa mengedipkan matanya berkali melihat tingkah Zoya, sedetik kemudian tersenyum tipis. "Terima kasih, Aku berangkat sekarang" kata Dewa mengelus rambut Zoya sebentar sebelum pergi meninggalkan rumah.

Zoya memegang kedua pipinya yang memanas karena apa yang baru saja di lakukannya, dia ini kenapa sih? kenapa menjadi salah tingkah seperti ini? dia tidak gila kan?

******

Dewa duduk bersama beberapa orang yang juga memiliki tujuan yang sama dengannya, yaitu melamar pekerjaan. Kebanyakan dari mereka umurnya sepertinya sama dengan Dewa, ada sekitar 15 orang yang melamar hari itu, tapi Dewa tak satupun mengenalnya.

"Lu darimana?" tanya seorang pria muda yang memiliki rambut sedikit panjang di kuncir.

"Dari Satra Wangi Bang, Abang sendiri darimana?" kata Dewa.

"Wah jauh banget, gua anak sini aja. Jangan panggil gua Abang, panggil Bayu aja, gua rasa kita seumuran" kata Bayu sepertinya orang yang supel dan mudah bergaul, ia bahkan tanpa ragu mengajak Dewa berkenalan.

"Oke Bayu, Aku Dewa" kata Dewa mengulurkan tangannya.

"Dewa, lu kenapa milih kerja disini? nggak nerusin kuliah?" tanya Bayu menyambut uluran tangan itu.

"Enggak, aku nggak punya uang" kata Dewa tersenyum kecut jika mengingat bagaimana nasibnya.

"Sama kalau gitu, bokap sama nyokap gue juga pas-pasan, namatin gua SMA aja harus jual tanah warisan" kata Bayu.

Dewa tersenyum mendengarnya, sepertinya Bayu ini memiliki sifat yang blak-blakan.

"Kamu sendiri kenapa milih ngelamar kerja disini?" Dewa kembali bertanya seraya menunggu namanya di panggil.

"Deket rumah, hemat biaya, lagian disini gajinya gedhe, ada jaminan kontrak juga. Tapi ya itu, kerjanya berat" kata Bayu.

"Nggak ada kerja yang nggak berat Bayu, Kalau tinggal makan itu yang enak"

"Udah lama tau kalau itu mah" kata Bayu membuat Dewa tersenyum.

Mereka kembali mengobrol ringan dan tak lama nama Bayu di panggil, dan beberapa saat kemudian Dewa. Selama interview, Dewa banyak di tanya ini itu, selain itu manager disana mengatakan kalau sebelum mulai bekerja semua calon pegawai harus di trainee dan menjalani pelatihan selama satu minggu di Jakarta.

Dewa sedikit ragu saat mendengar hal itu, ia memikirkan bagaimana Zoya kalau ia tinggal seminggu di Jakarta. Wanita itu sekarang tidak punya siapapun selain dirinya, lalu siapa yang memberinya makan nanti? Jika memang ia meninggalkan Zoya, ia harus memberinya uang untuk sehari-harinya, tapi darimana ia mendapatkan uang?

Happy Reading.

Tbc.

1
Ervin Bata
sangat suka pas lagi down mulai muncul case yg buat kita wajib baca kelanjutannya, sukaa sekali 👋👋👋
Nani heri Upitarini
dewa bodoh sekali,knp g fokus aja kuliah dan jd sukses ,drpd ikut nafsu pacaran yg akhirx menghancurkan impian dan harapnx
Rifa
bagus banget sampek aku baca lg wlupn udah tamat bacanya soalnya suka banget alur critanya
Ig: @putriaayu_98: makasih banyak beb 🥰🥰
total 1 replies
ami
Luar biasa
Dini Badar
semoga saja dewa sadar knpa zoya bertingkah seperti itu, jgn pernh membenci zoya, krna zoya mencintaimu,
sid Kiah
kayakx seru nih
Ig: @putriaayu_98: kuys langsung baca kak, hehehe
total 1 replies
Ersa
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terimakasih banyak kak 🥰
total 1 replies
aira aira
suka bnget ma ceritanya, trima kasih buat yg nulis krna bagus bnget jalan ceritanya,
Ig: @putriaayu_98: terimakasih banyak ya kakak 🤩
total 1 replies
senjasabdaalam
loh ada ya tanda lahir naga gtu baru tau biasanya kan cuma kyak tompel gtu
senjasabdaalam: oh begitu kuria naga spesifik gtu🤣
total 2 replies
Ull Ulull
AAAAAAAAA
Ull Ulull
AAAAAaa
Seroja
sumpah aku ikut deg-degan gemetar
Seroja
mahasiswa thor, bukan murid,, masak anak kampus di bilang murid 🤪🤪🤪🤪
Kardi Kardi
banyak ibadah dan berdoa, agar dipermudah urusannya. amin ya allah
Kardi Kardi
makhluk ciptaan TUHAN mengikuti pikirannya.
Kardi Kardi: yupsss. destiny never know
total 1 replies
Kardi Kardi
belah duren monthonkkkk
Kardi Kardi: yeyyyyy. photonk kue seblaknyaaa
total 1 replies
Kardi Kardi
wowwww meritttttt
Kardi Kardi
muantaffff. fanazzz. fanazzzz..yeee
Kardi Kardi
ayolahhh. ghasfollll. come onnnn
Kardi Kardi: yuhuuuu
total 1 replies
Kardi Kardi
alhamdulillahhh. insha allah everything is ok. amin ya allah
Kardi Kardi: amin ya allah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!