NovelToon NovelToon
Love You, Encik Shin!!

Love You, Encik Shin!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Bepergian untuk menjadi kaya / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:312.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: kamiya san

Latar cerita: negara upin ipin dan susanti

Tak ingin bangkrut habis-habisan, Dhiarra, 24 tahun, rela datang dan tinggal di rumah Shin Adnan, adik angkat lelaki ayah tiri, bersama para saudara tirinya.

Dhiarra sedang jungkir balik akibat ulah ayah tiri yang terjerat kasus korupsi dana negara. Dan kini justru membawa lari sang ibu serta menguras keuangan Dhiarra.

Karena iba dan rasa bersalah, Shin menawari Dhiarra sebagai sekretaris pribadi sekaligus desainer perusahaannya. Dhiarra yang jelita itu menyanggupi sambil menunggu sang kekasih datang menyusul untuk menikahi.

Shin Adnan yang tampan ibarat bujang mapan dan matang yang sedang menjaga calon istri orang.
Dan masalah susah itu hadir saat hati Dhiarra dan juga Shin merasa tidak tenang jika saling berhadapan..

Plagiat minggir!! Tenggelam saja ke lautan!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kamiya san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Bertemu Shin Adnan

Dua perempuan beda status sedang berada di depan meja rias. Keduanya nampak terpantul setengah badan di tampilan kaca bening. Yuaneta telah bersiap untuk merias puk-puk wajah mulus Dhiarra yang halus.

"Bayangkan, Ra... Kau ingin wajahmu beraura bagaimana..? Imut manis... Dewasa menggoda.. Menggairahkan.. Menantang.. Dingiin... Mistis...Melas.. Atau kau justru ingin nampak mengantuk..?!" Yuaneta bertanya seru sambil menahan tawanya.

"Pilihan seram dan sadis ada nggak, Nett.. ?" Dhiarra pun mengumbar senyuman.

"Ada dooong, tinggal njiplak wajah si Shareefa Daanish saat jadi Dara di Rumah Dara.. Cantik jugaaa..., gimana..?" Yuaneta mulai melumasi kulit wajah Dhiarra dengan cairan serum yang bening.

"Ha..ha..ha.. Kita bayangkan, Nett. Bagaimana tegangnya om Shin jika wajahku kayak Dara.. Mungkin hipertensi, dan seluruh baju akan dilemparnya balik ke mukaku..," sambil bicara, Dhiarra tersenyum mengingat wajah Shin saat tegang dan marah.

"Iyaa...lalu dia lari tunggang langgang..takut kau perkosa.. Ha..ha..!" kali ini Yuaneta benar-benar tertawa.

"Heih...Nett, sejak kapan Dara jadi tukang ranjang, Dara dan Maya kan jago cincang...," Dhiarra nampak tegang tiba-tiba.

Ingat film horor Rumah Dara yang pernah ditonton bersama Adrian setahun lalu. Benar-benar tegang dan seram. Ibu dan anak yang sangat psikopat.

"Yah..kali ini kita bikin Dara versi lain doong, biar aura Dara di wajahmu tidak sadis, tapi panass dan maniss..!" jemari Yuaneta sambil terus bergerak di wajah Dhiarra.

"Nett..Nett ..Neeeettt !! Seriusss yaaa.. Jangan lalu kau bikin wajahku serupa Dara beneran, ogah aku..! Terus jangan menor..! Bikin samar.,tipiiiss., tapi kuaatt.!!" takut juga Dhiarra jika sang karib melukis mukanya jadi sadis.

" Ha..ha..ha.., keder juga kan? Bener nggak mauuu?! Pantau saja hasil sulapku di situ !" Yuaneta menunujuk cermin dengan telunjuknya. Dhiarra nyengir tersenyum, membetulkan posisi duduk sengetnya jadi nyaman dan manis.

🍒

Satu jam kemudian...

"Nett, thanks ya, salam buat suamimu saat bangun...," jari Dhiarra menowel pipi Yuaneta. Mendadak sang karib sigap menangkap jemari Dhiarra dengan tangannya.

"Jangan lupa! Kita dah taruhan, suatu saat jika kau cintrong pada pamanmu, baju yang kau pakai tuh akan jadi milikku..," wajah Yuaneta serius.

"Akan kubuatkan yang baru lagi, Nett. Kita kembaran..," Dhiarra tersenyum.

"Tidak... Kau bagi baju lain, meski baru pun aku tak mau. Ingat itu, Raa...!" Yuaneta melepas jemari Dhiarra dari sambaran tangannya.

"Ya sudah. Jika begitu, baju ini tak kan pernah kau miliki. Sebab, aku akan menikah dengan Adrian. Bukan cintrong pada Shin Adnan.. Bye..Assalamu'alaikum, Nett..!" Dhiarra berjalan cepat menuju jalan besar di ujung gang.

'Wa'alaikumussalam..!!" Yuaneta membalas seru salam dan diam di tempat. Menatap sang karib sambil yakin menerawang. Berharap Dhiarra akan bernasib sepertinya. Berjodoh dengan lelaki asing dan jauh dari negeri tercinta...

🍒🍒🍒

Baju modis yang nampak indah dipakai Dhiarra itu benar-benar press body pada bagian-bagian yang patut, namun tetap pantas dan sopan dilihat. Sesuai dengan riasan yang diciptakan sang karib di wajahnya. Dhiarra terkesan anggun, dewasa dan berkelas. Dan tentu saja cantik meresahkan, tapi jauh dari kesan murahan.

Sebuah rumah makan elite di Tasik Utama, Melaka International Trade Centre (MITC) Ayer Kerohlah tujuan Dhiarra kali ini. Salah satu pusat kota di Ayer Keroh yang strategis dan nyaman.

Pintu rumah makan Cibiuk MITC hampir saja dicapai. Dhiarra sedikit melambat jalan untuk mengatur nafas serta langkah melenggang. Menghempas segala aura lemah yang masih melekat di dirinya. Dan kembali berjalan tenang melewati pintu masuk menuju meja yang telah dikabarkan oleh Shin Adnan barusan.

🍒

Dua lelaki dewasa tengah tertawa sebab membincangkan kekonyolan gadis yang tengah mereka tunggu-tunggu. Mulut keduanya terdiam dan mengatup rapat perlahan tiba-tiba setelah mengikuti gerak kepala para pengunjung lain ke arah pintu masuk di resto.

Wanita sangat cerah mempesona sedang melenggang anggun menuju meja mereka dengan tenang. Faiz dan Shin tercekat menahan nafas saat wanita cantik yang bahkan Julie Estelle pun dilibas, melempar senyum indahnya yang hangat.

Ya, mereka sadar bahwa wanita yang tengah jadi objek pandang para pengunjung di resto elit itu adalah gadis yang sedang mereka tunggu..Dhiarra Lara..

"Assalamu'alaikum.. Selamat malam, encik berdua...Boleh saya duduk..?" suara lembut tegas itu menghanyutkan.

"Eh..Wa'alaikumussalam.. Selamat malam juga, Dhiarra.. Silahkan duduk saja... Kursimu sedang menunggu..!" ini adalah sambutan ramah dari Faiz.

"Apa saya datang lambat..?" basa-basi dari Dhiarra. Gadis itu telah duduk manis, tepat di depan Shin.

"Tidak masalah, Dhiarra.., sebab engkau malam ini datang cantik sangat..!" Faiz tak segan menggombal. Matanya tak lepas dari Dhiarra yang sedang tersenyum.

"Terimakasih, bang Faiz..!" sekali lagi Dhiarra tersenyum.

Lalu sepasang mata bintang memandang Shin di depannya. Pemilik alis golok dengan mata yang sedang meredup itu justru memandangnya dengan horor. Rasa ragu nervous menyapa Dhiarra sesaat..

"Mana kawanmu..? Apa kau menipuku, Dhiarra..?" ini adalah pertanyaan dari Shin. Meski lirih, tapi suara itu sedang stereo yang maksimal.

"Saya sedang tidak ingin menipu anda, encik Shin," wajah Dhiarra yang cerah itu semakin jelita. Memandang Shin tanpa berkedip dan samar tersenyum.

"Lalu..?" suara stereo Shin terdengar lebih lirih.

"Bolehkah saya minum sebentar?" suara lembut itu sangat tegas dan sopan. Selain Dhiarra memang sedang kehausan, ini adalah bagian dari akting.

"Minumlah..," sepertinya Shin tidak mampu bicara panjang-panjang.

"Terimakasih..," tangan indah mulus itu mengambil gelas jeruk hangat yang telah dipesankan oleh Shin.

Entah darimana Dhiarra belajar cara minum seperti itu, bibir merah padatnya terlihat menggoda dan seksi saat menempel di gelas. Menghisap dan meneguk isi gelas dengan caranya yang menggemaskan.

Shin menaikkan alis golok sambil menghirup dan menahan nafasnya. Memalingkan muka memandang pada Faiz. Lelaki melayu yang dipandang pun sedang sama resahnya. Menyisir rambut dengan jari tangan dan memandang sang tuan dengan tatapan yang kosong.

Sesaat kedua lelaki itu saling pandang dengan sama-sama mengangkat dua alis hitam mereka, lalu keduanya pun tersenyum. Dan berbarengan menoleh ke arah yang sama saat suara lembut renyah itu mulai lagi terdengar.

"Mmmmm....Saya ingin bincang serius dengan encik berdua. Khususnya dengan anda, encik Shin,,, selaku pemilik Shin's Garment tempat saya bekerja," Dhiarra memandang Shin dan Faiz bergantian.

"Cakaplah..," jawaban Shin sangat pendek.

"Malam ini saya memberanikan diri datang sendirian guna memenuhi undangan anda. Sebab saya akan memberi pengakuan..," bibir sensual itu berhenti bergerak sejenak. Menatap lekat pada Shin Adnan. Kedua mata bintang dan mata laser itu saling bertemu pandang adu kuat. Dhiarra menyamarkan goyah matanya dengan melanjutkan bicara.

"Sebetulnyaa..., tokoh kawan pesantren saya tuh tak ada. Dan perancang enam baju yang anda ambil itu adalah saya sendiri. Sayalah desainer itu, encik Shin..,," terasa sangat lega. Dhiarra merasa berdegub sendiri akibat proses pengakuannya barusan.

Tapi....Dhiarra heran. Ekspresi yang ada di wajah Shin biasa saja. Tidak terkejut.,,tegang,, ataupun marah. Mata itu hanya meredup memandangnya. Begitu pun Faiz.., justru hanya nampak bengong memperhatikan Dhiarra. Keduanya sama sekali fast respon..

1
My atee
Luar biasa
Ike Styaningsih
semangat terus karyanya 👍🏻👍🏻👍🏻
Annisa Sekar
luar biasa
Kamiya San: Love you, Kak
total 2 replies
Annisa Sekar
Kecewa
Debbie Teguh
duh iler cb ditampung ya, iiizz ambilkan ember buat ncik shin wkwkwk
rika atthoriq
luar biasa bagus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
luar biasa 👍👍👍
HeraAnalia M Nasir
ok
Ester Hadasa Ruru
cerita yg menarik
Kamiya San: jangan bintang 4 dong kak... bintang 5 yaaa
author nangis... rate bintangku biasanya 5.. dpt tambahan dr kakak 4 .. Ratenya turun jadi 4.9
tolong ditukar ya... Terimakasih...😭😭😭
total 1 replies
hania putri
nah loh, papa udah warning shin
hania putri
masih aja lu ogeb diara.. harus nya dr percakapan terakhir pun kamu udah harus ngertiiiii.
hiiiiih gemes deh gue
hania putri
mirip judul di sinetron ikan terbang 😂
hania putri
semua status ada papa, cucu, besan dan menantu. paket komplit pokok nya
hania putri
nah kan, ada apa dgn adrian?
hania putri
dayus itu artinya apa ya kk?
semacam pecundang kah?
hania putri
eh mulut nya ya, ga boleh itu teriak2 begitu 😂
hania putri
sedih banget deh
hania putri
kepala atas bawah nyut2an ya om 😂
hania putri
mulai jujur, bagus diara.
hania putri
diara mulai galon ni yee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!