NovelToon NovelToon
Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Arkya

"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.

Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.

Gadis itu bernama Zahira Banafsha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Satu jam sudah Zahira menunggu Adam di parkiran Swalayan tapi laki-laki tampan itu belum juga menampakkan batang hidungnya.

Sudah Zahira telpon berkali-kali juga tapi tidak kunjung diangkat. Zahira mulai gelisah, cuaca sedang mendung mungkin sebentar lagi hujan akan turun. Zahira pun mencoba menghubungi Adam lagi.

"Duh.. Kak Adam ke mana sih, kenapa tidak diangkat?" Dengan ponsel yang masih menempel di telinga.

"Apa jangan-jangan lembur ya, makanya nggak sempat jawab?" Zahira menatap layar ponselnya sedetik kemudian ia matikan panggilannya karena percuma.

Beberapa menit kemudian terdengar suara sepeda motor yang tidak asing lagi di telinganya dan berhenti tepat di depannya, siapa lagi jika bukan suara sepeda motor Adam. Zahira pun merasa lega, Adam sudah tiba di hadapannya.

"Akhirnya Kak Adam datang juga. Satu jam aku nunggu Kakak, aku telfon juga nggak Kakak angkat." Adu Zahira.

"Maaf, tadi aku menyelesaikan dulu pekerjaanku. Biar besoknya tidak menumpuk." Jawab Adam merasa bersalah.

"Pantesan, ayo pulang sekarang! Mendungnya gelap nih keburu hujannya turun." Zahira langsung naik di jok setelah memasang helm.

Adam melajukan kendaraannya cukup kencang. Mengingat langit yang lagi mendung untung saja jalanan tidak terlalu ramai. Zahira pun mau tidak mau harus memeluk tubuh Adam karena Zahira takut akan terjatuh. Adam juga tidak protes Zahira memeluk tubuhnya.

Di tengah jalan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Terpaksa Adam berhenti, tidak mungkin juga ia menerobos air hujan yang bisa saja membahayakan nyawanya dan Zahira.

"Kita berteduh dulu ya, hujannya cukup deras." Adam menoleh ke belakang setelah mematikan mesin sepeda motornya. Zahira mengangguk lalu turun dari motor.

Mereka berteduh di depan ruko bersama pengendara sepeda motor lainnya.

"Kak.. pasti orang rumah cemas nih, kita pulang telat." Ucap Zahira menunjukkan raut khawatir.

"Sudah, kamu tenang saja. Tadi aku sudah menghubungi Bapak dan Ayah kalau aku dan kamu bakalan pulang telat nanti." Jawab Adam menenangkan Zahira.

"Syukur deh.." Ucap Zahira dengan perasaan lega kini ia tidak akan khawatir jika kedua orang tuanya mencemaskan dirinya yang belum pulang.

"Hujannya anteng banget, bisa-bisa kita pulang malam jika begini." Gumam Zahira mengeluh.

"Kenapa? Kamu takut jika kita pulang malam?" Tanya Adam memandang Zahira yang menekuk wajahnya.

"Bukan takut, cuma dingin aja." Jawab Zahira seraya memeluk tubuhnya sendiri. Meskipun baju mereka tidak basah tapi tetap saja Zahira merasa kedinginan.

Adam merasa kasihan melihat Zahira menahan hawa dingin. Ia pun melepas jaket yang ia kenakan agar dipakai Zahira.

"Pakailah ini biar kamu tidak kedinginan lagi." Ucap Adam sambil memasangkan jaket pada tubuh Zahira.

"Eh, nggak usah Kak.. Kak Adam pakai aja. Nanti Kak Adam kedinginan juga." Ucap Zahira berusaha untuk menolak.

"Aku tidak akan kedinginan Zahira, jadi pakailah!" Perintah Adam dengan nada dinginnya.

Zahira terpaksa memakai jaket Adam daripada laki-laki itu marah.

Hujan masih turun belum menampakkan akan berhenti. Waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah enam sebentar lagi akan Maghrib. Pengendara lain yang tadi ikut berteduh nekat menerobos hujan meskipun sudah tidak sederas tadi.

"Kak, apa kita akan menunggu hujannya berhenti?" Tanya Zahira lagi.

"Ya, karena aku tidak ingin basah kuyup seperti mereka." Tunjuk Adam dengan dagunya pada pengendara yang menerobos hujan.

Hening..

Hening..

"Em, Kak. Aku udah keluar dari tempat kerjaku." Ucap Zahira kepada Adam yang menatap air hujan.

Adam menoleh. "Aku senang akhirnya Bosmu memberimu izin. Jadi mulai besok kamu sudah tidak bekerja lagi kan?" Tanya Adam memastikan.

Zahira mengangguk. "Iya, aku juga dapat pesangon lebih. Sebagai hadiah pernikahan kita." Jawab Zahira menampilkan senyum lebarnya membuat Adam tersenyum tipis, tangan kanannya mengacak-acak kerudung Zahira.

"Ya Tuhan..." Pipi Zahira rasanya bersemu merah.

.

.

.

Bersambung...

1
Shifa Burhan
novel menunjukan bertapa munafiknya wanita
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa


Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya

contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor

dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor

sekian dan Terima kasih
Shifa Burhan
kalau posisi dibalik ada wanita lain yang begitu dan adam malah beraksi kayak Zahira pasti reader2 wanita udah pasti ngamuk semua pada adam, katain adam tidak tegas dan tidak menghargai perasaan istri lah

tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
Astrianingsih
pinisirin
Han Lifa
Luar biasa
Shifa Burhan
pelakor diperlakukan kasar

ini pebinor diperlakukan lembut

ini kehebatan wanita kalau buat novel
Shifa Burhan
kalau pelakor yang berulah
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan

tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah
Arkya: iya ya Mams.
total 1 replies
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
semoga adam dan zahira bahagia...
Rhenii RA
Salad bukan salat
Wulandari Wahyuni
sama suami mksdnya kakk kan?
Arkya: Apa Kak?
total 1 replies
Inara Rizky Haky
sebenarnya adam kenpa si ma zahira
Vany Olla
bgus certanya
Kartinahkaton Love Nowfal
baik
Nafik Yuliyan
😀😀😀😀😀😀😀😀😍😍
Yanny Tjadu Hina
ceritanya keren👍👍
Nafik Yuliyan
so sweet 😍😍
Nafik Yuliyan
gemes deh
Nafik Yuliyan
ahay kak adam 😍😍
Nafik Yuliyan
😍😍😍😍😍😍😍😍
Licha Yati
sempurna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!