Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.
Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.
Namun, takdir berkata lain.
Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:
[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]
Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....
#kehidupandidesa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Geliat NagariShop
Keesokan paginya, suasana di kantor pusat Budiman Mart terasa bagai markas komando perang. Budiman duduk di kursi kebesarannya dengan melipat tangan di dada, menatap layar monitor besar yang menampilkan grafik trafik NagariShop, aplikasi marketplace lokal milik keluarga Vilmey yang hampir mati kalah bersaing dengan raksasa nasional.
Di sebelahnya, Sutan Chaniago baru saja merapikan pulpen setelah penandatanganan kontrak digital kilat senilai tiga miliar rupiah.
"Semua sudah legal secara hukum, Saudara Budiman," ujar Sutan dengan nada serius penuh wibawa.
"Dana tiga miliar rupiah dari kas ekspansi Anda sudah resmi ditransfer ke rekening penampungan NagariShop khusus untuk subsidi voucher diskon sembilan puluh sembilan persen. Tidak ada aset fisik yang diagunkan. Jika uang ini habis, secara hukum Anda tidak mendapatkan tanah, bangunan, ataupun mesin."
Wajah Sutan, menatap Budiman dengan rasa tak percaya. Kenapa, pria yang meributkan hutang tetangga ratusan ribu, malah melemparkan uang miliaran rupiah secara percuma pada perusahaan start up yang hampir mati itu?
"Bagus sekali, Pak Sutan. Bagi Ambo, itu merupakan hukum yang sangat indah," sahut Budiman dengan senyum sinis yang mengembang lebar.
"Apa Saudara yakin?" Kali ini Sutan lebih menekan suaranya mencoba mengusik keseriusan yang terlihat tak serius.
"Tentu saja Ambo yakin, Pak Sutan. Dari segala hal tentang keyakinan dalam berbisnis, kali ini adalah yang paling-paling saya yakini," ucap Budiman setengah gila.
Sutan hanya menggeleng kepala lemah. Dia tidak bisa turut andil selain permasalahan surat-menyurat legalitas perusahaan. Tentu saja apa pun keputusan Budiman, dia harus mengikutinya.
Budiman melirik ke arah sudut matanya. Layar hologram Sistem masih berkedip-kedip statis, masih mengalami delay berpikir karena tidak menemukan celah semen atau batu bata untuk dikonversi menjadi aset fisik.
'Ayo, Sistem gilo! Uang itu sudah lepas dari tangan awak secara hukum. Tidak ada bangunan Klenteng, tidak ada lagi mata air purba.'
'Begitu jam sepuluh siang ini tombol diskon ditekan, tiga miliar awak akan menguap diperas oleh emak-emak pemburu diskon di seluruh Sumatra Barat! Kau mau sulap apa lagi sekarang?!' tantang Budiman dalam hati, merasa di atas angin.
Pas pukul 10.00 WIB, promosi gila-gilaan itu resmi mengudara.
Efeknya instan dan mengerikan. Kabar tentang "Budiman Mart yang bekerja sama dengan NagariShop sedang membagikan diskon 99% tanpa kuota pembelian."
Berita itu langsung menyebar bagai wabah di grup-grup WhatsApp keluarga, Netizen TokTok, dan Instagram se-Sumatera Barat.
[ Ding! ]
[ Trafik aplikasi NagariShop melonjak 8.000% dalam waktu 3 menit! ]
[ Server mengalami beban ekstrem! ]
"Uda! Gila, Da! Aplikasi NagariShop langsung stuck, muter-muter kayak gasing!" lapor Anto panik sambil menunjukkan layar ponselnya yang memunculkan logo loading abadi.
"Bagus! Biar crash! Biar servernya meledak!" seru Budiman bersemangat, hampir saja bertepuk tangan.
'Kalau servernya crash total, uang subsidi tiga miliar itu akan hangus di dalam sistem karena transaksi gagal, dan pihak Vilmey tidak bisa mengembalikannya karena kontraknya adalah dana hangus! Dengan begini, Awak bisa rugi total! Hahaha!'
Namun, tepat ketika Budiman sedang merayakan kemenangan mentalnya, ponselnya pun bergetar. Pada layar, tertera panggilan telepon dari Vilmey.
Budiman mengangkatnya dengan nada santai. "Ya, Saudari Vilmey? Server kalian sudah tumbang, kan? Sudah awak duga—"
"Saudara Budiman," potong suara Vilmey dari seberang telepon.
Anehnya, suara partner yang biasanya sedingin es itu kini terdengar bergetar karena syok, bercampur dengan nada kagum yang luar biasa.
"Kamu ... kamu benar-benar seorang monster bisnis."
Alis Budiman bertautan. "Ha? Monster apa pula itu?"
"Server NagariShop yang kita kembangkan memang nyaris meledak lima menit lalu karena serbuan ratusan ribu pengguna secara serentak," jelas Vilmey cepat, napasnya terdengar memburu.
"Tapi tepat di detik kritis itu, karena trafiknya terlalu ramai dan unik, algoritma dari raksasa teknologi Amazon Web Services (AWS) Asia Pasifik mendeteksi lonjakan tersebut sebagai fenomena e-commerce lokal paling organik tahun ini!"
Jantung Budiman mendadak melewatkan satu detakan. "T-tunggu ... terus apa hubungannya sama AWS?!"
"Mereka baru saja menghubungi tim IT kami!" seru Vilmey, dan Budiman bisa mendengar suara riuh sorak-sorai tim IT di belakang saluran telepon Vilmey.
"AWS sepakat memberikan subsidi server super-komputer gratis selama lima tahun sebagai bagian dari program Startup Accelerator mereka, sekaligus menyuntikkan dana kemitraan infrastruktur digital senilai Lima Puluh Miliar Rupiah untuk NagariShop karena kita berhasil memecahkan rekor trafik lokal!"
Budiman membeku di kursinya. Ponselnya nyaris merosot dari genggaman.
Belum sempat Budiman mencerna kegilaan itu, layar hologram biru di depan mata Budiman mendadak berkedip dengan warna emas yang luar biasa silau.
[ Ding! ]
[ Menghitung Hasil Investasi: Dana Rp3.000.000.000 milik Pengguna berhasil menyelamatkan Startup lokal dan memicu suntikan dana asing senilai Rp50.000.000.000! ]
[ Berdasarkan klausul tersembunyi hukum korporat, Budiman Mart secara otomatis menguasai 35% saham NagariShop sebagai investor awal! ]
[ Valuasi Saham Digital Budiman Mart saat ini meroket menjadi: Rp17.500.000.000 (Tujuh Belas Setengah Miliar Rupiah) ]
[ Ding! ]
[ Menghitung evaluasi misi: Karena Anda gagal total untuk meraih kerugian, maka dari dana keuntungan tersebut Anda diwajibkan melakukan ekspansi untuk membuka cabang Budiman Mart di setiap kabupaten dan kota di Sumatera Barat! ]
[ Catatan Sistem: Langkah ini diharapkan agar semua warga Sumatera Barat tanpa terkecuali dapat ikut merasakan pengalaman belanja di Budiman Mart. ]
[ Batas Waktu Ekspansi Massal: 30 Hari harus sudah selesai. Jika gagal mengeksekusi dana keuntungan ini ... Pengguna akan menerima hukuman berupa tambahan modal tunai dua kali lipat! ]
[ bersambung ]