NovelToon NovelToon
Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:199.7k
Nilai: 5
Nama Author: chustnoel chofa

Viona Karisma, adalah wanita yang berusia menuju 25 tahun, cantik, seksi dan karir yang cemerlang, tapi tidak dengan kisah percintaannya, beberapa kali menjalin hubungan dengan lawan jenis selalu berakhir dengan kegagalan.
Hingga akhirnya sang Mama me jadi resah, dan berniat menjodohkan putri semata wayangnya dengan Reno Bagaskara yang mempunyai sebuah bengkel cukup besar.
Apakah Viona akan mau menerima perjodohan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa lagi dia, Sayang

🌸

🌸

Reno dan Viona sudah sampai di taman kota pada hampir petang, cahaya matahari perlahan sudah mulai sirna, dan kembali ke peraduannya. Setelah memarkir mobil, keduanya berjalan sembari menautkan kedua tangan mereka.

Tangan kanan Reno menenteng sebuah kantong plastik warna putih, yang berisi cemilan dan juga minuman kaleng yang sempat mereka beli di tengah perjalanan menuju ke taman tadi.

Begitu menemukan bangku beton yang masih kosong, keduanya bergegas mengehempaskan bokong dengan lega.

"Vio ... " Baru saja bokong mereka menempel pada bangku, terdengar panggilan dari seorang laki-laki.

Viona mendongak, dan agak kaget saat melihat sosok yang sudah memanggil nya."Kak Dewa." Viona berguman, dengan hati yang agak berdebar menatap wajah pria yang tampan itu.

Sementara Reno hanya bisa mengerutkan keningnya, ada rasa cemburu yang perlahan menyusup di dalam hatinya. Apalagi melihat pria yang cukup tampan dan terlihat mapan itu.

"Hei, kamu tambah cantik saja." Pria yang di panggil kak Dewa itu mengulurkan tangan kanan, berniat menyalami Viona.

Wanita itu terlihat canggung, lalu menoleh kepada sang suami, berniat meminta persetujuannya. Reno menghela napas, lalu mengangguk, mengijinkan istrinya membalas jabatan tangan laki-laki itu.

Merasa tak enak, Viona hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dada, sebagai balasan.

Dewa sontak merasa tidak enak, lalu segera menarik tangan yang terulur tanpa mendapat sentuhan itu.

"Makasih, Kak."

"Kamu kemana aja Vio, aku lama nyari kamu lho," Kata Dewa, dia bahkan tak menganggap Reno ada, membuat suami Viona itu geram, dan ingin mengajak laki-laki itu baku hantam saja.

"Aku ada kak, di rumah aja, kakak sama siapa ke sini?" Tanya Viona.

"Aku sendiri, baru pulang dari kantor, dan entah mengapa ingin sekali ke sini, rupanya feeling ku nggak pernah salah, ternyata aku bisa ketemu kamu disini." Dewa berkata panjang dan lebar, membuat Reno bertambah geram.

"Ehem." Reno bergaya batuk, dan membuat Viona segera mengenalkan suaminya.

"Mas, kenalkan dia kak Dewa, kakak kelasku waktu SMA."

"Reno." Kata Reno sembari mengulurkan tangan, dan segera di sambut oleh Dewa, kedua pria itu saling berjabat tangan dengan mata yang saling menatap tajam.

"Dewa."

Viona melihat kedua pria itu tampak saling bersaing, hah, tentu saja, Dewa adalah mantan cinta monyet Viona pada masa putih abu-abu dulu. Mereka juga sudah tidak pernah bertemu hampir tujuh tahun.

"Mas Reno suami aku, Kak." Viona menjelaskan, tak ingin Reno mengeluarkan taring lagi karena cemburu.

"Oh." Dewa tampak kaget, dia melepaskan tangannya, dan mata memicing.

"Kamu nggak sedang bercanda kan?"

"Nggak kak, ngapain juga aku bercanda, dia suamiku kak. Kami menikah hampir dua bulan." Viona menambahkan.

Kedua tangan Dewa mengepal, dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa mantan cinta pertamanya sudah menikah, padahal dia mati-matian menolak semua rayuan dan godaan gadis yang ada disekelilingnya.

Menaruh harapan yang begitu besar, bila suatu saat bisa bersama lagi dengan Viona, tapi kenyataannya membuat hatinya begitu sakit tapi tidak berdarah.

"Siapa tahu hanya karena kamu ingin menghindari aku saja." Dewa masih belum bisa menerima.

"Jangan ngaco kak, kita sudah lama berakhir kan? jangan lupa, kakak kan yang dulu mutusin aku?" Viona tersenyum sinis.

"Aku terpaksa Vio, karena waktu itu ingin fokus dengan kuliahku, aku berjanji dalam hati, bila sudah sukses, akan mencari dan menikahi kamu." Lirih Dewa, ada nada keputus-asaan dalam setiap kata-katanya.

"Maaf kak, semua sudah berlalu, dan sekarang aku sudah sangat bahagia dengan suamiku." Viona memeluk lengan suaminya, untuk menunjukkan kepada laki-laki itu, bahwa dirinya sudah ada yang memiliki.

Reno tersenyum penuh kemenangan, dia merasa di atas angin, dengan pengakuan sang istri.

"Baiklah, bila memang kamu sudah bahagia, aku ikhlas, tapi bila kamu merasa tidak bahagia, aku akan selalu siap menerima kamu Vio."

Reno mengeraskan rahangnya, dia berdiri dan menantang pria itu."Apa maksudmu?"

"Nggak ada, aku hanya ingin mengatakan kalo aku akan selalu menunggu Viona." Dewa tersenyum kecil.

"Kak Dewa, tolong lupakan aku ya, suamiku sangat baik dan kami saling mencintai, jangan pernah mengharapkan aku lagi." Viona ikut berdiri, tetap dengan posisi memeluk lengan suaminya.

Dewa mengalihkan pandangannya, saat di rasa netranya kian memanas, dan mungkin sebentar lagi, air matanya akan turun.

Viona tertegun, merasa kasihan dengan Dewa, dia tidak pernah tahu, bila pria itu masih saja menunggunya, bukankah dulu Dewa yang memutuskan jalinan kasih mereka, begitu pria itu lulus sekolah, sedang Viona masih duduk di bangku kelas dua. Mereka memang beda dua tingkat.

"Maaf kak, suatu saat pasti akan kakak temukan wanita yang lebih baik dari aku, dan lebih kakak cintai."

Dewa mengulurkan tangan lagi kepada Reno, dan tanpa ragu di sambut oleh Reno.

"Selamat Bro, Viona adalah wanita yang paling manis dan paling baik, jangan pernah sekalipun berniat menyakiti hatinya, karena aku adalah orang pertama yang akan memberimu perhitungan." Kata Dewa bernada ancaman.

"Hanya pria bodoh saja yang berniat menyakiti hati Viona, perlu kamu tahu, aku sangat mencintainya, bahkan mungkin cintaku lebih besar dari pada rasa cintamu buat istriku, terima kasih, karena sudah pernah menjaga jodohku." Reno tersenyum.

Dewa ikut tersenyum, walaupun sangat getir dia rasa. Setelah itu pria itu pamit undur diri dari hadapan mereka.

"Siapa lagi dia, Sayang?"

*bersambung...

jangan lupa tinggalkan jejak ya,like love dan komen...

🌸

🌸*

1
DenMasHerryGrp
viona bodoh..apapun alasan jangan bersentuhan bahkan pelukan sama beruk kondor mantan..itu salah besar...ngerti gak wanita oon...
Nanang Aja
kalau istri lagi pengen bawaanya ngambek
Nanang Aja
ke bayang nikmat nya😁
Nanang Aja
cie cie cie ada yg cem......... 😁
ione
Luar biasa
Shifa Burhan
tidak bisa kah kalian sebagai wanita buat cerita istrisakah ya salah, dia minta maaf dan berusaha meluluhkan hati suaminya tampa membuat drama2 pemutar balik fakta jadi seolah2 suami balik yang salah

simple istri salah ya salah tidak usah buat drama2 lagi,
Tati Rosyati
makin seru ceritanya... semangatt terus thor...
Santi Rizal
gitu dong masalah cepat selesai
Santi Rizal
janda gatel Amira
Santi Rizal
mama Mela keren memberikan nasihat yg baik buat Vio
Santi Rizal
gitu dong Vio... belajar jadi istri yang baik
Santi Rizal
akhirnya satu persatu terlaksana
Santi Rizal
Reno sabar banget... viona keterlaluan deh...masa lom melaksanakan kewajiban sebagai istri
Santi Rizal
gemesin banget Reno SM viona... udah nikah msh jaga jarak... keren
Santi Rizal
aku suka banget cerita nya
Isna mansur
ceritanya seru Thor..aku suka..semangat berkaryanya..
👍👍👍
Ronawati Bend
selamat baby ken, saking asik baca rupanya dah tamat aja. makasih tuk cerita yang bagus ini.
Ronawati Bend
akhirnya.... setelah lama menunggu ya mas reno.
Ronawati Bend
good
nisa
mksih kk ok critanya👌👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!