NovelToon NovelToon
MY SUGAR DADDY

MY SUGAR DADDY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Balas Dendam / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dwi Lestari

[ Aku hamil, Om. ]

Meskipun sempat gamang, pesan singkat itu berhasil kukirimkan bersama dengan surat keterangan bahwa kehamilanku sudah berjalan tujun pekan.

Om Adrian adalah lelaki ketiga yang berhasil kupertahankan lebih dari setahun lamanya sejak aku terjerumus dalam hubungan terlarang. Perbedaan usia kami terpaut dua puluh empat tahun, tapi tak menjadi penghalang hubungan yang mulanya memang terjalin hanya demi kesenangan.

Dia berbeda dengan dua Sugar Daddy-ku sebelumnya yang memang berstatus lajang. Ya, dia beristri. Dan dengan kehamilan ini aku berencana untuk menggantikan posisi istrinya.

Terkesan tak tahu diri, bukan?

Namun, percayalah aku punya alasan. Alasan yang bila kujelaskan pun tak akan mampu dimengerti sebelum kalian mengalaminya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maju Selangkah

"Sebenarnya aku adalah tipe orang yang tak suka ikut campur dengan urusan orang lain. Namun, mengingat Pak Wira adalah salah satu pemegang saham di perusahaanku dan bisnisnya gelapnya melibatkan perdagangan manusia dan anak di bawah umur ... aku benar-benar tak bisa membiarkannya. Apalagi mengingat fakta bahwa dia yang menjerumuskan Mas Rama pada dunia kelam itu."

Dalam sikap tenangnya bisa kulihat kilat tajam dari sorot mata bening Mbak Amira.

"Sejak satu setengah tahun lalu aku sudah merasakan ada yang salah dalam diri Pak Wira. Selain pongah dan seringkali merendah untuk meroket, aku juga tak suka dengan caranya menatap para wanita dengan sorot merendahkan. Tak jarang dia juga terang-terangan melakukan pelecehan secara verbal, tapi tak pernah ada satu pun korban yang melaporkan. Dari data yang sudah kami kumpulkan dari berbagai sumber. Dia kebal hukum, suamimu sebagai pengacaranya sudah sering sekali kelabakan menangani berbagai kasusnya. Dalam beberapa kesempatan dia bahkan kedapatan menyuap jaksa. Mengerikan sekali, bukan?" Senyum tipis berarti cemoohan itu membuatku tertegun menatap sosok di hadapan. Mbak Amira seolah tak habis pikir dengan berbagai kejahatan yang sudah dilakukan pria tua itu semasa hidupnya.

"Ah, iya. Tentang kasus kebakaran yang menimpa keluargamu dua puluh lima tahun silam. Meskipun sempat kesulitan akhirnya kita mendapatkan sedikit datanya."

Deg!

Aku menoleh menatap Tante Sarah yang tubuhnya tiba-tiba menegang. Terlihat jelas trauma akan kebakaran itu masih tersisa dalam dirinya.

"Ilham!" Mbak Amira memanggil pria berkulit putih dengan tahi lalat di bawah matanya itu.

Dia datang dengan sebuah laptop yang menyala, diikuti Kevin dari belakang.

"Tercatat di sini bahwa keluarga Sadewo pernah melakukan kerja sama dengan keluarga Adijaya." Bang Ilham mulai menjelaskan.

Refleks aku meremas ujung jaket saat melihat foto kakek yang hanya aku tahu dari cerita Tante Sarah sedang berjabat tangan dengan Pak Harun--kakek Mbak Amira.

"Saat itu WTV menjadi satu-satunya media partner PT. AJ sebelum beralih kepemimpinan menjadi FaTV milik Pak Wira."

Suara isakan pelan mulai terdengar dari mulut Tante Sarah. "Tante masih ingat saat itu stasiun TV kita baru berumur tiga tahun, tapi sudah mendapatkan banyak dukungan sponsor. Salah satunya memang dari PT. AJ yang mengiklankan semua produknya di TV kami," gumam Tante Sarah dengan sedikit tersendat-sendat.

"Hidup keluarga kita berkecukupan saat itu, Lea. Sebelum Pak Wira datang mengajukan kerjasama, sebelum dia datang membawa

petaka." Isakan Tante Sarah semakin kencang. Tak ada yang bisa kulakukan selain merengkuh tubuh rapuh itu. "Meskipun tahu kebenarannya, tapi Tante terpaksa tetap bekerja di bawah kepemimpinannya untuk menyambung hidup. Sampai akhirnya dia menyadari kalau kita adalah keturunan Sadewo yang tersisa." Tangisku ikut pecah menatap Tante Sarah yang bercerita sambil terisak-isak.

"Dia benar-benar psikopat gila yang berhasil menghancurkan hidup seluruh keluarga kita. Sayangnya sampai saat ini kebakaran itu tak bisa dibuktikan sebagai kejahatan, melainkan kecelakaan!"

"Dua tahun setelahnya perusahaan kita tumbang. WTV bergabung dengan Fahlevi's Entertainment dan berubah nama menjadi FaTV."

"Aku turut prihatin dengan masalah yang terjadi. Bagaimana pun perusahaan itu seharusnya menjadi milik kalian," sahut Mbak Amira. "Belum terlambat untuk memperbaiki keadaan. Aku mohon kerjasamanya, kita mulai pelan-pelan untuk memutar situasi. Dan merebut kembali hak-hak kalian serta memberi Pak Wira pelajaran. Sejauh pengamatanku kekuatan Pak Wira hanya ada di tiga partner bisnisnya. Yang pertama adalah perusahaan travel milik Pak Hans yang merupakan sponsor utama, yang kedua Arden's Grup, dan ketiga perusahaanku. Terlepas dari tiga itu, perusahaannya hanyalah penyedia prostitusi yang dibalut media hiburan. Padahal yang mereka jual kebanyakan hanya visual, settingan, dan kemolekan." Mbak Amira terdiam sesaat, sebelum melanjutkan.

"Jadi, tugas kita hanya mencari celah agar dua perusahaan itu menarik saham mereka, lalu sedikit demi sedikit membongkar semua kebusukan Pak Wira dari satu-satunya orang kepercayaannya. Yaitu Pak Adrian."

Aku dan Tante Sarah berpandangan, tanpa sadar kami melontarkan pertanyaan yang sama.

"Caranya?"

"Jadi, begini ...."

***

"Ngelamun bae!" Kevin menyenggol lenganku yang sepanjang perjalanan menuju apartemen hanya melamun memikirkan percakapan dengan Mbak Amira beberapa saat lalu.

Sebelumnya kami juga sudah mengantar Tante Sarah sampai rumah.

Beberapa kali aku dibuat menggeleng tak habis pikir dengan rencana-rencana brilian yang sudah disusun wanita cantik berjilbab itu.

Kalau semuanya berjalan sesuai rencana. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk menumbangkan Pak Wira.

Demi Tuhan aku sudah tak sabar untuk melihatnya berlutut dan meminta maaf di depan publik sembari mengakui semua kejahatannya.

"Vin ...."

"Hmm?" Kevin mengalihkan pandangan dari jalanan, sementara kedua tangannya masih stay pada setir.

"Kamu yakin rencana ini bakal berhasil?"

"Entah kenapa aku, sih yakin. Daripada rencana sebelummya yang menempatkanmu dalam bahaya. Sekarang kita bahkan nggak butuh umpan, Lea. Jadi, kecil kemungkinan buat gagal. Lagipula mereka udah sangat berpengalaman. Beda sama kita yang amatiran dan cuma modal nekad doang."

"Kamu bener, Vin. Kita beruntung dapet bantuan dari orang yang tepat. Ternyata Om Lian nggak setega itu pergi tanpa ngelakuin apa-apa." Entah kenapa menyebut namanya membuat dadaku kembali terasa nyeri.

Belum ada 1 x 24 jam tapi aku sudah benar-benar merindukannya.

"Aku mengenalnya sejak balita, Lea. Walaupun sikapnya kadang sedatar papan penggilasan, tapi hatinya sehangat pantat panci."

"Please, Vin. Perumpamaan macam apa itu?"

"Sedang mencoba mencairkan suasana, Lea. Lagian dari tadi tegang amat kayak mau ujian."

"Terserah."

"Dih, dasar wanita."

***

Tok! Tok! Tok!

Ting! Tong!

"Lea! Lea! Lea!"

Kutendang selimut hingga teronggok di bawah ranjang, saat mendengar suara gedoran dan bel yang ditekan tak sabar diiringi suara nyaring Kevin berteriak di luar.

Demi Tuhan aku bahkan baru sempat satu jam terpejam, tapi dengan kurang ajarnya pagi ini dia sudah membangunkan dengan cara yang amat sangat barbar.

Dengan terpaksa aku bangkit dari posisi berbaring, dan menyeret langkah menuju pintu.

Ceklek!

"Ada ap--"

"Buruan nyalain TV sekarang! Buruan!" Dengan heboh dia mengapit tanganku yang masih sempoyongan menuju ruang tamu, lalu mendorongnya pelan agar terduduk di sofa.

Sedikit enggan kuraih remote yang tergeletak di sofa dan menekan tombol power sampai layar datar berukuran 42 inci itu menyala.

"Yaelah kelamaan!" Dengan cepat Kevin merebut remote dari genggaman tanganku.

"Chanel FaTV nomber berapa?" tanyanya tak sabar.

"Ya, mana aku tahu. Kita baru pindah sehari. Aku belum otak-atik TV," semburku tak kalah sewot.

"Nah, untung masih ada beritanya. Liat! Kerja Tim Mbak Amira bener-bener warbiasa, bukan?"

Aku tertegun melihat berita yang baru tayang pagi ini. Tampak di sana Pak Hans yang baru saja semalam hampir saja melecehkanku tengah dibekuk dua orang polisi tak berseragam di pusat hiburan malam.

*Exclusive* Pengusaha Travel berinisial H.A. baru saja dibekuk polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba dan penggelapan dana Jamaah Haji yang batal diberangkatkan tahun ini.

Mataku sontak melebar. Hanya dengan satu malam mereka berhasil mencari bukti konkret untuk menjebloskan pengusaha sekelas Pak Hans!

Kalau begini Pak Hans bukan hanya mundur sebagai salah satu partner bisnis Pak Wira. Tapi tua bangka itu juga akan di-cap sebagai pengkhianat, karena menyiarkan berita tersebut secara exclusive di stasiun TV miliknya!

Sekarang aku benar-benar merinding. Sebenarnya orang macam apa Mbak Amira dan Tim-nya ini?

.

.

.

Bersambung.

Note : Sekali lagi aku infoin. Kisah Amira Dkk, udah bisa kalian baca di cerbung 'Karma : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri' dijamin nggak kalah seru dan menegangkan di tiap partnya yang nggak keduga.

1
Leni Fatmawati Fatmawati
aduh Lea ampun deh ini judul ny mertuaku adalah ayah dari anak kandungku dan sekarang menjadi adik dari suamiku🤭😅😅
Isnay Maulani
maacih thor 🙏
sukses trs tuk karya2nya y 💕💕💕💕
shepty
cukup berliku dan penuh rintangan kisahmu lea udh kayak kisah kera sakti pagi nyari kitab suci
shepty
wow nggak ada om lian kevin pun jadilah yg penting baik dan bisa mengerti kondisi lea yg pasti selalu ada bt lea dan melindungi juga menghibur lea
shepty
rumit
shepty
ah kevin ganggu aja orang mau anu anu juga
shepty
aku pengen liat adrian wira dan lidia hancur sehancur"nya tak dianggap jd manusia serendah"nya kesel bgt gw ama trio kwek kwek ini yah ya ampun
Yolanda Wulan
😂😂😂😂😂👍👍
Reichann~
nama ku jeruk
Yolanda Wulan
Ya Ampuuuunnnn kocak banget ini si Kevin🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yolanda Wulan
😂😂😂😂😂😂
Yolanda Wulan
😂😂😂😂😂😂😂😂
Yolanda Wulan
🤣🤣🤣🤣😂😂😂
Reichann~
pengen cakar
Reichann~
ganti kk aja kamu kevin kasian banget aku sama kamu
Ena Safitri
sebenrnya smpe sini blum ngerti tentang kehamilan lea, apa itu anak dari Adrian ayah kandungnya,, secara kalau sama lian kan blm pernah berhubungan badan,, kalau ngga hamil sama Adrian kenapa Adrian bilang harus menggugurkan berrti lea sma Adrian ayah kandungnya pernah berhubungan badan dong thor, kalau belum pernah berhubungan badan adrian ga bakal nyuruh gugurin kandungan lea pas lea kasih tau, berrti dgn nyuruh gugurin secara ga langsung Adrian sering berhubungan badan sama lea anak kandungnya,, terus kalau lea bukan anak adrian ga mungkin, soalnya kan td D awal di bilang kalau nita mmah ny lea D campakan adrian selaku suaminya saat nita hamil, berrti adrian emang ayah lea, yg D sayangkan di sini kenapa lea harus mnjadi sugar baby adrian dan parah kalau smpe pernah berhubungan badan,, ga mungkin kan kalo itu hamil dr sugar daddy pertama, secara sma adrian aj udah setahun lebih, smpe sini masih pusing aku thorr map ya
Monica Monic
y
krisan
lanjut
Novianti Ratnasari
kaya nya anak nya Om Lian
Novianti Ratnasari
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!