Zayn adalah korban bully di sekolah dan di lingkungan rumahnya.
suatu hari Zayn yang sedang dikerjai oleh Clara dan teman-temannya di sebuah rumah kosong yang terlihat tua. Mendadak Zayn dapat melihat hantu setelah terjatuh dari kursi saat hendak mengambil sepatunya yang tersangkut di lampu hias yang tergantung di ruang tamu rumah kosong tersebut.
Zayn yang terjatuh itu pingsan dan setelah siuman, Zayn mendadak dapat melihat hantu cantik si pemilik rumah kosong itu.
Maudy. Ya, nama hantu cantik itu adalah Maudy.
Setelah pertemuan itu keduanya menjalin hubungan pertemanan.
Awalnya pertemanan itu tidak ada ketulusan karena saling ingin memanfaatkan.
tetapi apa jadinya kalau mereka berdua menjadi saling jatuh cinta karena terbiasa bersama?
"Kenapa lo jadi hantu?" tanya Zayn.
"Karena gue masih penasaran sebelum dendam gue terbalas."
"Lalu, setelah terbalas apa yang akan lo lakukan?"
"Gue hilang dari dunia ini, karena itulah perjanjian nya saat dulu gue nolak untuk dibawa ke alam selanjutnya," jawab Maudy.
"Deg," jantung Zayn seolah berhenti berdetak saat mendengar itu.
bagaimana kisah percintaan antara hantu dan manusia kali ini? yuk simak kaka semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam
"Hahahaa, memangnya kamu pikir saya dukun abal-abal!" kata paranormal itu dan pertarungan sengit pun tak dapat dihindari, Maudy sempat terpental lalu arwahnya dimasukan ke botol yang sudah disiapkan oleh paranormal tersebut.
Paranormal itu merasa menang, tertawa terbahak-bahak. lalu kembali ke alam manusia membawa Maudy bersamanya.
Paranormal itu membuka mata, setelah itu ia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Samuel yang terus memperhatikannya.
Sementara itu, Zayn selalu memikirkan Maudy membuat dirinya tidak fokus dalam bekerja, memang Zayn sekarang sudah menemukan orang yang dipercayanya untuk mengurus kafe cabang.
****
Zayn pergi mencari Maudy ke rumahnya, tetapi Zayn diusir oleh Samuel yang sedang membersihkan teras rumah itu, Samuel juga merasa kalau rumah itu sudah aman dari gangguan Maudy terbukti Samuel dapat membereskan rumah yang sempat menjadi sarang hantu itu.
****
"Sudah beres, hantu itu sudah saya kurung!" kata paranormal itu pada Widuri melalui sambungan teleponnya.
Setelah itu, paranormal tersebut menyimpan botol rahasia itu di ruang bawah tanah, tersimpan rapih dalam kotak yang sudah ia segel.
Bagaimana dengan nasib Maudy?
Dapatkah Zayn menemukannya?
Cerita akan segera berlanjut ke session DUA!
****
"Maudy kemana ya, masa dia pergi ninggalin gue gitu aja sih!" gerutu Zayn yang sekarang sedang berada di tepi danau, sesekali melempar batu ke air danau yang tenang itu.
Sudah satu minggu Zayn hidup tanpa Maudy, membuat hatinya terasa hampa tanpa kehadiran hantu cantik, centil yang selalu bisa membuat Zayn menggelengkan kepala.
"Lo bodoh banget sih, Zayn! Kenapa lo mesti jatuh cinta sama hantu! Udah berkali-kali Maudy bilang kalau dia hantu! Tapi kenapa lo terus mengelak, dia bukan bidadari, Zayn!" teriak Zayn membuat dirinya menjadi pusat perhatian muda-mudi yang sedang berada di area danau itu.
Zayn yang sedang duduk di batu besar itu mengusap wajahnya kasar. Tanpa Zayn sadari sebenarnya sudah satu minggu itu juga dirinya selalu diikuti oleh Wita yang disarankan agar selalu ada untuk Zayn di masa-masa sulitnya.
Dari kejauhan, Widuri memerintahkan Wita untuk segera menghampiri Zayn.
"Masa tau-tau nyamperin gitu aja sih, Mah. Nanti Abang curiga lah dia!" jawab Wita.
"udah ah, Wita mau pulang aja," kata Wita seraya meninggalkan Widuri yang menatapnya datar.
"Ini anak, kemaren minta dijodohin, sekarang aku udah berhasil nyingkirin hantu itu dianya malah gitu, rugi nih aku kalau kaya gini caranya!"
Mau tidak mau akhirnya Widuri mengikuti Wita, sedangkan Zayn, pria yang semakin tak terurus itu meninggalkan danau dan kembali ke kafe untuk memeriksa pekerjaan anak buahnya.
"Maudy, kita buka kafe bareng, lo selalu ada disaat gue susah, sekarang gue susah, Dy. Susah hati tanpa lo!" gumam Zayn dalam hati, pria berbadan kurus itu tidak fokus mengendarai motornya membuat dirinya menabrak kucing yang sedang menyebrang jalan.
Zayn pun segera menepikan motornya, turun dari motor seraya menggaruk kepalanya yang gatal karena ketombe.
Zayn berjongkok seraya berkata,
"Astaga, gimana ini. Maafin gue ya cing, gue nggak sengaja!"
Setelah itu, seorang wanita menghampiri Zayn, wanita itu adalah Clara. Clara tanpa sengaja melihat Zayn yang berdiri di tepi jalan itu.
"Kubur dengan cara baik-baik, Zayn!" kata Clara seraya memberikan kantong plastik berwarna merah pada Zayn.
Zayn pun menerima itu tidak lupa mengucapkan terimakasih.
Zayn mengubur kucing itu di belakang kafe ditemani oleh Clara.
"Makasih, ya!" kata Zayn seraya menepuk kedua tangannya yang sedikit kotor terkena tanah.
"Sama-sama," kata Clara.
"Zayn, gue mau tanya sesuatu, lo butuh karyawan nggak? Gue butuh kerjaan!" kata Clara yang berdiri di samping Zayn.
"Kalau di toko gue nggak ada, di tempat lain mau?" tanya Zayn, pria berwajah oriental itu tidak ingin mengingkari janjinya pada Maudy, walaupun Maudy sudah beberapa hari ini tidak terlihat.
"Boleh deh, Zayn. Apa aja asal halal," kata Clara tersenyum manis dan baru kali ini Zayn membalas senyum Clara membuat Clara seolah mendapatkan angin surga.
****
Di ruangan gelap dan sempit itu terlihat Maudy sedang berusaha memecahkan kaca yang mengurung dirinya, tetapi usaha Maudy selalu gagal, sehingga kekuatan Maudy semakin hari semakin menurun.
"Gue nggak bisa kaya gini terus!" kata Maudy dengan mata yang menyorot tajam menyimpan dendam pada dukun sialan itu.
"Zayn!" teriak Maudy yang tidak dapat didengar oleh siapapun.
(Untuk beberapa part ke depan, Maudy tidak ada dulu ya, akan fokus pada kehidupan Zayn dan menyelesaikan cinta segitiga Zayn, Wita dan Clara dulu)
Maudy, hantu itu merana di dalam botol seorang diri, berharap seseorang akan menemukan dan membuka tutup botol yang sudah disegel itu.
Maudy duduk melipat lutut dan memeluk kakinya, entah sampai kapan Maudy akan berada di dalam botol itu.
****
Zayn mengantar Clara dan ini pertama kali bagi Zayn membonceng seorang wanita yang nyata, sehingga membuat gosip di tetangganya. "Zayn boncengin cewek!" kata salah satu tetangga Zayn yang melihat itu dan gosip segera terdengar sampai ke telinga Sulasih.
"Apa perempuan itu yang selalu Zayn ajak bicara di telepon?" Sulasih bertanya-tanya.
"Baguslah, jadi aku nggak perlu besanan sama si Wiwid itu!" gumam Sulasih yang sedang duduk di ruang laundry menghitung pemasukan.
Sedangkan Zayn, pria itu mengantar Clara sampai ke depan toko Amira, karena memang yang membutuhkan karyawan baru adalah Amira.
"Makasih ya, Zayn," kata Clara seraya turun dari motor matic Zayn.
Zayn menganggukkan kepala, setelah itu Zayn meninggalkan Clara yang berdiri di tepi jalan itu.
****
Clara pun segera masuk ke toko Amira membuat Clara sedikit terkejut, dirinya tidak menyangka kalau akan kembali berurusan dengan keluarga Danesh.
"Sial, kenapa Zayn ngantar gue ke sini!" gerutu Clara dan gadis cantik nan seksi itu tidak mengutarakan niatnya, melainkan pura-pura belanja di toko tersebut.
"Enak banget ya mereka, hidup gue hancur gini mereka enak-enakan!" gerutu Clara dalam hati. Lalu Clara melihat Lily yang sedang berjaga di kasir membuat ide jahatnya itu keluar, Clara ingin membalas dendam, ingin keluarga Danesh hancur!
Setelah berbelanja, Clara keluar dari toko dan segera kembali ke kos.
"Sayang, kamu bawa apa?" tanya Marina pada Clara.
"Cake, ini pasti enak. Clara yakin Mamah pasti suka!" kata Clara seraya memberikan bingkisan itu.
Marini pun segera mengambil cake tersebut dan segera menyantapnya.
"Eemm. Ini enak banget, kamu beli di mana?" tanya Marini.
"Di toko kue lah, Mah. Masa di toko material," jawab Clara seraya mengambil handuk, Clara kembali keluar dari kamar untuk mandi.
"Sial, lihat mereka sakit hati gue! Apa yang harus gue lakuin buat kasih pelajaran ke mereka?" kata Clara yang sekarang sudah berada di kamar mandi.
Bersambung.
Kira-kira apa yang akan Clara lakukan kali ini?