NovelToon NovelToon
Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Badboy
Popularitas:42.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

+++Happy reading++++
Di ingatkan, cerita ini hanyalah fiktif belaka dari pemikiran penulis, jadi bila ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaafkan.

Cerita ini berkisah tentang seorang narapidana yang harus menebus hutang pamannya dengan cara menikahi seorang wanita yang cacat.

Kok segitu doang sih, min?
Penasaran? ya, dibaca dong kawand:)
Mohon saran dan kritik, agar bisa memperbaiki diri lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Pintu Gudang

"Apa kamu yakin akan menggunakan senjata itu?" Tanya Milla. Dia nampaknya ragu dengan rencana Deka untuk membawa senjata.

"Tentu." Jawab Deka menuntun Milla berjalan ke arah tangga. Deka berjalan di samping Milla membantunya menuruni tangga.

"Maaf, karenaku kau terlibat hal seperti ini." Batin Milla menuruni tangga. Dia tahu kalau Deka berjalan disampingnya dengan sabar. Memang susah bagi Milla untuk menuruni tangga. Untuk itu ia pindah dari kamarnya di lantai 3 ke lantai 2. Sebenarnya Milla ingin dilantai 1 saja agar mudah, namun sayang dilantai 1 tidak ada ruang kamar.

Nampaknya butuh waktu untuk dapat pergi dari sini. Dan deka sadar akan hal itu.

"Maaf," Ucap Deka.

"Kenap,, aaa."

Deka menggendong Milla ala bridal style untuk menuruni tangga. Ternyata Deka meminta maaf sebagai ungkapan untuk meminta izin menggendong Milla. Mau tak mau Milla harus menerimanya meski hal itu membuatnya begitu malu.

"Apa tidak ada jalan lain selain gerbang depan untuk keluar dari sini?" Tanya Deka memikirkan opsi lain untuk mereka kabur.

"Sebenarnya ada satu lagi."

"Dimana?"

"Dibelakang gudang."

"Gudang? Dimana itu?"

"itu tepat dibelakang mansion ini."

"Oh, oke."

Deka memilih untuk lewat jalan lain daripada harus berhadapan dengan sisa penjahat itu secara langsung. Menghadapi mereka memang mudah, tapi membawa Milla pergi adalah prioritas pertama.

"Hhm, apa kau akan terus menggendong ku?" Milla merasa tak enak Karena daritadi masih digendong oleh Deka.

"Aku minta maaf akan hal itu. Tapi aku harus tetap menggendong mu sebab waktu kita terbatas. Lagipula kau tidak seberat itu. Jadi tak perlu khawatir."

Di depan Deka melihat sebuah bangunan lama. Nampaknya itu yang Milla sebut dengan gudang.

"Dimana pintu keluarnya?" Tanya Deka setelah sampai tepat di depan gudang.

"Dibelakang gudang ini ada pintu kecil. Kita bisa keluar lewat sana."

"Apa kita harus masuk ke dalam?"

"Iya."

Deka menurunkan Milla.

"Apa kau punya kuncinya?"

"Tidak, Nana yang selalu memengang kuncinya."

"Nana? siapa itu?"

"Dia adalah pelayan pribadiku. Di,,"

"Siapa lagi yang tahu kalau disana ada pintu keluar?"

"Hhhhm, kurasa tidak ada. Hanya dia, eh kurasa Albert juga tahu."

Sementara Milla menjelaskan, tangan Deka sudah mengotak-atik kunci pintu gudang.

"Ayo masuk," Ajak Deka menarik Milla masuk bersamanya.

"Bukannya seharusnya terkunci?" Batin Milla heran.

Gudang itu sangat gelap karena benar-benar tertutup. Untungnya Deka membawa sebuah senter dari salah satu pria tadi. Di dalam sana banyak barang-barang yang nmapak masih bagus meski semuanya sudah berdebu.

Mereka akhirnya sampai di pintu belakang gudang. Seperti yang dikatakan Milla tadi, benar-benar ada pintu untuk keluar di sana. Deka melepaskan genggaman tangannya dan mencoba membobol pintu itu.

Saat Deka berhasil membuka pintu itu, dia berbalik menghadap ke arah Milla. Lalu berkeliling gudang mencari sesuatu. Tak lama ia menemukan yang ia cari.

"Pakai ini. Biar kubantu kau menggunakannya." Deka berjongkok di depan Milla.

"Eh, apa ini?"

"Lebih baik kau menggunakan sepatu dari pada hanya sendal. Setidaknya dengan begitu kau bisa berlari kencang."

Sikap Deka seperti ini membuat Milla sedikit canggung. Dirinya seperti anak kecil yang hendak ke sekolah. Mungkin terkesan memalukan tapi entah kenapa ia suka.

"Sudah." Deka kembali berdiri berhadapan dengan Milla.

Deka kemudian mematikan senter miliknya.

"Kau siap?"

"iya."

"Dari sini kita akan berlari. Kenali suaraku dan ingatlah suaraku. Jika kau lelah panggil aku. Dan jangan lepaskan tangan ku, paham?" Pesan Deka dalam kegelapan.

"Iya, akan kuingat itu."

"Baiklah, ayo pergi!"

1
Ratna Rahayu
seruuh
Widati Dati
ceritanya menarik, cuma bahasanya kurang enak...
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
semoga secptnya Mila bisa meliht lagi dan bisa saling jatuh cinta dengan Deka...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Gendon
lanjutkannn turrrr
Ina Yulfiana
semoga Milla bisa membuka htinya untuk Deka percylh Deka bisa melindungimu dri orang² yg berbuat jaht kepadamu...


next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
FUN: thanks support nya😇
total 1 replies
Ina Yulfiana
wah Akhirnya Deka cm Milla mau Unboxing...
lebih baik hapus kontrak pernikahanya jdilah pasngn yg sesungguh'a kasihan Milla Deka dia butuh orang yg bisa menjaga'a...


next semngt sukses selalu
Halu
udah buta bego pula 🤦
FUN: Tapi cantik😀
total 1 replies
Gendon
lanjuttt turrr
FUN: siap pak supir otw🤣
total 1 replies
Halu
Pake bajasa popoler aja lah gausah pake LW
FUN: Siap kak, mimin tampung sarannya. Makasih banyak sarannya 🤗
total 1 replies
Halu
deka umur berapa? di penjara 15 tahun apa 3 tahun?
gak di jelasin ditail? t
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!