#PLAGIAT DILARANG MENDEKAT !
📚Mata kita bertemu, dan tiba-tiba aku lupa bagaimana caranya bernafas.🍙
Sesuatu yang kau benci. Semua orang pasti tidak akan berurusan dengan itu. Namun lain bagi wanita manis berambut hitam ini. Robin namanya. Dia akan melakukan apapun itu demi kesembuhan ibunya. Walaupun itu adalah sesuatu yang sangat dia benci sekalipun.
"Aku mungkin membenci diriku sendiri karena melakukan hal tidak senonoh seperti ini. Tapi, aku tidak akan membenci ibuku yang membuatku terpaksa melakukan ini." (Robin)
#Ingat ini adalah karya oda sensei tetapi aku bumbui dengan imajinasi ku. Dan cerita disini gak ada terkaitnya dengan buah iblis sekian :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Nabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. 2 Nyawa
...Yo guys selamat datang di dunia imajinasiku :)...
...Disclaimer tentu saja oda sensei ...
...Story by daranabilah ...
...Pairing zorobin ...
...📚🍙📚...
"Bagaimana kondisi Robin?" tanya Luffy kepada Zoro yang sedang duduk dengan kepala menunduk, di sampingnya adalah pintu ruang operasi Robin yang baru dilakukan beberapa jam yang lalu.
"Entah, bahkan sudah 2 jam tapi... operasi nya masih belum selesai." jawab Zoro dengan lirih sambil menyederkan punggung di dinding sambil memejamkan mata hitam milik nya.
Tentu saja, masih sangat membekas sekali ingatan tentang Robin yang bersimbah darah segar yang terus menerus keluar dan dia memejamkan mata indahnya. Sangat membuat Zoro ketakutan.
Jika Zoro diberikan 2 pilihan yaitu memilih anak yang tengah berada di kandungan atau Robin, dia akan segera berbicara dengan tegas yaitu memilih Robin hidup, tetapi bukan berarti Zoro tidak menginginkan bayinya yang akan keluar perkiraan 1 bulan ke-depan.
"Tenang Zoro, Robin dan kandungannya pasti akan baik-baik saja." ujar Najiko dengan penuh kelembutan tetapi hanya di balas dengan hembusan nafas Zoro,
"Maaf Zoro, jika saja aku datang lebih cepat." ucap Nami yang terus menerus menetes kan air matanya karena tidak datang lebih cepat.
"Tidak Nami... harusnya aku berterima kasih, jika saja kau tidak ke kamar mandi waktu itu.. aku pasti tidak akan mengetahui hal ini." elak Zoro di iringi senyuman tipis di bibirnya.
"Nee, sejak kapan Zoro menjadi bijaksana seperti ini?" tanya Luffy kepada Usopp yang masih membulatkan mata karena melihat perubahan dari Zoro.
"Entah lah, mungkin sejak kau koma." jawab Usopp sambil berbisik.
"Hei hei... kalian berdua kenapa bisik bisik?" tanya Ace yang sedang menggendong anaknya yang masih tertidur.
"Eh ti-tidak." elak Usopp.
"Oh itu tadi aku hanya hmpppp." seketika mulut Luffy di tutupi dengan tangan Usopp.
"Sttt Luffy." geram Usopp.
"Hei, apa yang kau lakukan kepada suami ku!" bentak Hancock yang tidak terima dengan sikap Usopp terhadap suami tercintanya.
"Eh, sumimasen sumimaseeennnn." ujar Usopp dan membuka mulut Luffy.
"Anata, kau baik-baik saja?" tanya Hancock dengan penuh kelembutan.
"Hah, aku baik-baik saja kok sayang." jawab Luffy yang seketika membuat pipi Hancock menjadi merah padam.
"Eh Luffy, kau baru saja bilang sayang kyaaa." pekik Hancock kegirangan.
Mereka semuanya hanya bisa meklumi dengan tingkah laku dari Hancock, ada gemas ada yang biasa saja dan bahkan tidak mengubriskan hal tersebut.
Semoga kalian semua baik-baik saja batin Zoro sambil terus memikirkan Robin dan ke-dua anaknya yang dikandung Robin di dalam sana.
...📚🍙📚...
"Mama," teriak 2 anak kembar yang berbeda jenis kelamin nya berlari menuju ke arah Robin yang masih enggan melangkah dari tempat berdirinya sekarang. Bisa dibilang Robin berada di tengah tengah.
"Mama kenapa mama lama sekali, kami menunggu mama dari tadi." ucap ke-dua anak itu sambil menegelamkan kepala mereka di dada Robin yang berjongkok ketika mereka sedang berlari menghampiri nya.
Kenapa aku tiba-tiba jongkok dan seolah-olah menyambut mereka berdua ?, Batin Robin
"Eh kalian berdua mungkin salah orang, aku bukan mama kalian." elak Robin tapi tetap memeluk ke dua anak tersebut tetapi tidak bisa dipungkiri di dalam hatinya dia merasa ingin terus memeluk ke-dua anak tersebut yang seolah-olah bahwa dirinya memang ibu dari kedua anak tersebut.
"Mama... kami mau ketemu papa." tutur mereka berdua sambil bertatapan dengan Robin dan seketika membuat Robin menjadi kaget.
Muka mereka berdua mirip sekali, yang cewek seperti ku sedangkan yang cowok seperti Zoro. Seperti kloning, batin Robin yang memperhatikan ke-dua wajah anak tersebut.
Apa jangan-jangan aku sedang di alam lain?.
"Nee, jadi kalian ingin bertemu dengan papa kalian ?" tanya Robin dan dianggukan oleh mereka berdua.
Sudah kuduga...
"Mama juga mau sayang, tapi mama bahkan tidak tau cara untuk keluar dari tempat ini." tutur Robin dengan penuh kesedihan.
"Hanya ada satu caranya mama." kata anak kecil berjenis kelamin perempuan.
"Benar hanya ada satu caranya yaitu kita harus bisa melewati pintu itu." lanjut anak kecil berjenis kelamin laki - laki sambil menunjuk pintu yang ada dibelakang Robin.
"Ya sudah, ayo kita kesana." ucap Robin.
"Enggak ma, disana sangat sakit dan aku sangat ketakutan." elak anak kecil berjenis perempuan sambil memeluk Robin dengan erat.
Hoho tidak semudah itu Ferguso :v *Author
"Lagi pula hanya boleh 2 nyawa yang boleh melewati pintu itu." lanjut anak kecil yang sangat mirip Zoro bahkan seperti kloningnya.
Hanya 2 nyawa?
...📚🍙📚...
"Bagaimana Law?, apa Robin dan kandunganya baik-baik saja?" tanya Zoro kepada Law yang baru saja keluar dari ruang operasi tentu saja yang lain juga sedang tegang melihat nya.
"Buruk, aku kesini ingin meminta persetujuan mu apakah kau pilih nyawa anak mu atau istri mu?" tanya Law.
"Tentu saja istriku!" jawab Zoro dengan lantang.
"Tapi kemungkinan hanya 45% Robin bisa selamat." elak law dengan lirih.
"Aku percaya Robin pasti bisa selamat." ucap Zoro dengan tegas dan setelah itu law kembali lagi kedalam ruang operasi.
Mereka yang sedang menunggu Robin mulai berkomat kamit membaca sederetan doa.
Jika benar-benar ada Tuhan disini, kumohon ya Tuhan... tolong jangan ambil nyawa istriku. batin Zoro sambil memejamkan matanya dan duduk kembali dan tanpa sadar Zoro sudah mengeluarkan buliran air mata.
...📚🍙📚...
"Bagaimana, apakah kau berhasil?" tanya seorang wanita dengan kacamata persegi yang ada di matanya kepada seorang lelaki.
"Tentu saja, tapi apakah kau tidak keberatan tinggal di dalam jeruji besi?" tanya lelaki itu sambil menghembuskan rokoknya.
"HAHAHAHA!, kenapa kau ingin sekali mengetahui tentang ku sudah sana pergi?!" bentak wanita tersebut sambil melemparkan segepok uang berwarna merah untuk pria tersebut dan tanpa permisi lelaki itu pun sudah pergi meninggalkan wanita tersebut.
"HAHAHAHA, kenapa Zoro?, kenapa kau tidak mau kembali padaku?" tanya wanita tersebut.
"Kenapa kau malah memilih wanita ****** itu." lanjut wanita itu sambil menghancurkan benda benda yang ada disekitar nya.
Bahkan istriku masih lebih baik dari pada kau ******...
"Bahkan aku bisa mendengar dari mulutmu sendiri kau memanggilku ******." ujar wanita itu sambil membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk.
"Jika aku tidak bisa memiliki mu maka wanita itu juga tidak boleh memiliki mu." tutur wanita tersebut sambil mengambil pistol yang ada di laci meja tersebut dan mengarahkan kepala pelatuk di area pelipis kanannya yang tentu saja sudah membuka kuncinya.
Dan aku berharap kau akan menyesal karena telah menyia-yiakan ku Roronoa Zoro.
Klik...
Doorrr
Bersambung...
Huee siapa kau hah ?!
Beraninya melakukan hal sekeji itu kepada Robin ku:(
Jika hanya 2 nyawa maka nyawa siapa kah yang tidak tertolong?
*bingung gak sih dengan pertanyaan ku :v
See you Next chapter...