NovelToon NovelToon
Ujung Ombak Di Kaki Senja

Ujung Ombak Di Kaki Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Bad Boy / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:463k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

"Kamu, Istriku! Namamu Senja, Aku ingat itu."

Naurally Senja Hafidza. Seorang santri Wati yang pernah mondok di salah satu pesantren dekat pesisir Pangandaran. Merasa terkejut tatkala seorang pria berwajah tampan namun berambut gondrong dan berpenampilan bak berandal, yang memang pernah la temui beberapa kali di pantai tempat ia menghafal Al-Qur'an ketika sore hari. Tiba-tiba hadir di depannya dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya.

"Maaf, kita baru beberapa kali bertemu dan dalam ketidak sengajaan. Mana mungkin saya adalah Istri Saudara."

Sedangkan di posisi laki-laki tersebut, yaitu Keindra Alif Hibridzi, saat ini ia sedang mengalami amnesia, pasca bangun dari koma, akibat kecelakaan motor beberapa bulan yang lalu. Di dalam ingatannya, hanya menyisakan seorang nama saja yaitu Senja. Parahnya lagi, di ambang halusinasinya, Senja adalah seseorang yang pernah ia nikahi dan saat ini adalah Istri Sah nya.

UJUNG OMBAK DI KAKI SENJA. Mari mulai baca saja, Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Kepastian Hilal Untuk Halal,

..."Matahari tidak kehilangan keindahannya saat tertutup awan. Begitupun dengan kamu! dalam keadaan apapun, di mataku... kamu akan tetap cantik."...

...-Keindra Alif_...

...🍃🍃🌷🍃🍃...

Kei dan Senja masih saling diam. Kei menyadari Senja menitikkan air mata, maka ia pun menyesal karena telah berbicara dengan nada agak meninggi.

"Maafkan aku! aku hanya sedang merasa pusing dengan kehadiran Rhailla. Karena aku tidak dapat mengingat dia, seperti apa dirinya dahulu. Maka dari itu, aku takut salah dalam bertindak. Bisa saja semakin lama, Rhailla akan curiga jika aku sedang mengalami amnesia." ujar Kei dengan merengkuh tubuh Senja.

"Maafkan aku juga Ay! mungkin aku terlalu egois dengan tidak memahami kamu. Jujur saja, aku takut kamu berubah. keadaan kamu sudah jauh berbeda dari beberapa bulan lalu."

"Mungkin hanya perasaanmu saja! aku tetap Kei yang kemarin koq? kamu sendiri banyak berubah kan, dari segi penampilan?" tanya Kei dengan lembut.

"Ia sih," Senja menyeringai malu. "Sungguh kan Ay? kamu tidak akan berubah padaku? walaupun aku berubah menjadi jelek?" lagi-lagi Senja merasa kehilangan kepercayaan diri.

"Ahahaha ya tidak dong, Sayang!" Kei malah tertawa.

"Sayang... matahari tidak kehilangan keindahannya saat tertutup awan. Begitupun dengan kamu! dalam keadaan apapun, di mataku... kamu akan tetap cantik dan terbaik. Apalagi seluruh tubuh mu tertutup, dan hanya aku yang dapat melihat! maka itu adalah kecantikan yang sesungguhnya dan luar biasa," ujar Kei memandang Senja intens sembari tersenyum.

"Terima kasih Ay!" Senja tersipu malu.

"Kamu koq jadi parnoan begini, Huh?" tanya Kei dengan mengangkat sebelah alisnya.

"Astaghfirullah'aladzim. Mungkinkah kini, aku sudah kufur nikmat. Ampuni hamba ya Rabb." ucap Senja dengan menghela napasnya berat.

"Semoga tidak, Sayang!"

"Aamiin."

***

Dua Minggu kemudian.

Sudah dua Minggu, Senja selalu ke kantor Kei setelah pulang kuliah. Ia akan berada di dalam ruangan Kei, sesuai permintaan Kei menemaninya atau mengerjakan tugas serta menuangkan ide-ide menggambarnya untuk desain pakaian terbarunya.

Seperti siang ini. Senja baru saja tiba di dalam kantor Kei bersama Sabrina.

"Assalamu'alaikum, Mas!" ucap senja ketika masuk ke dalam kantor Kei.

Namun, tidak ada jawaban dari dalam kantor. Lalu ia masuk begitu saja. "Tidak ada orang Sya! Mas Kei dan Arka ke mana ya?" tanya Senja kepada Sabrina.

"Kurang tahu Kak! mungkin sedang ada urusan di luar kantor." jawab Sabrina.

"Arka tidak menghubungi Anti, Dek?" tanya Senja.

"Tidak Kak, dari semalam Aku belum mendapatkan pesan apapun dari Ka Arka." jawab Sabrina.

hubungan Arka dan Sabrina akhirnya mengalami kemajuan yang lebih baik. Sabrina membuka diri untuk Arka lebih mengenalnya, walaupun dengan batasan-batasan tertentu.

Bahkan dua minggu kedepan, orang tua Arka akan datang ke Jakarta untuk bertemu Sabrina dan bisa saja itu adalah hari lamaran untuk Sabrina. Karena Sabrina sudah mengiyakan ketika Arka berbicara kepada Willy sebagai perantara antara dirinya dan Sabrina. Bahwa orang tua Arka hendak mengkhitbah Sabrina. Dan Sabrina tidak menolak.

"Baiklah. Kita tunggu saja deh! mungkin mereka sedang ada urusan di luar kantor." ujar Senja.

Akhirnya mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruang tersebut. menunggu Kei kembali. Senja sudah berusaha menelpon Kei beberapa kali namun, teleponnya tidak tersambung.

Setelah sepuluh menit Senja menunggu, pintu kantor pun terbuka. Senja begitu sumringah ketika ia menoleh. Namun, senyuman di bibirnya melemah seketika. Tatkala ia lihat siapa yang datang.

Bukan Kei ataupun Arka. Melainkan itu adalah Rhailla. Ia begitu tenang dan percaya diri masuk ke dalam kantor Kei.

"Oh ada orang," ucap Rhailla, dengan tetap berdiri nampak angkuh. "Kei-nya mana?" tanyanya lagi.

"Kurang tahu, sejak kami masuk, Mas Kei memang tidak ada di tempat." jawab Senja dengan tenang. Sabrina waspada, karena Arka selalu mengingatkan, agar hati-hati jika bertemu dengan perempuan itu.

"Oke! Lalu...Kalian sedang apa di sini?" tanya Rhailla masih dengan nada angkuh dan meremehkan.

"Kami memang diminta Mas Kei untuk datang kemari," jawab Senja dengan tetap tenang.

Sedangkan Sabrina nampak kurang nyaman dengan kehadiran Rhailla, ia merasa pandangannya terganggu dengan pakaian yang dikenakan oleh Rhailla.

Rhailla masih berdiri dengan angkuh dan menatap keduanya dengan tatapan sinis. Namun, Senja tidak terganggu dengan kelakuan Rhailla.

Hanya saja, tatapan Sabrina nampak tidak nyaman dengan cara berpakaian Rhailla. Dress pas boddy dengan panjang bawahnya tidak lebih panjang satu jengkal dari organ kewanitaannya. Seandainya Rhailla berjongkok atau menungging, di perkirakan otomatis akan memperlihatkan bagian intimnya.

Rhailla nampak anggun, berjalan berlenggak-lenggok menghampiri sofa kosong di sebelah Senja. lalu ia duduk dengan cara yang elegan, menyilangkan sebelah kakinya hingga menampakan kedua paha mulusnya, karena tidak tertutup apapun. Dress yang ia kenakan sudah terangkat lebih naik.

"Astaghfirullah," gumam Sabrina. Senja pun, berkali-kali mengucap Istighfar di dalam batinnya.

Rhailla duduk santai dan nampak cuek pada mereka berdua. Rhailla membuka kaca mata hitamnya dan meletakkan di atas meja, menyibakan sebentar rambut curlienya. Laki-laki mana yang tidak tergoda dengan pesona Rhailla.

"Oke! Aku koq baru melihat kalian akhir-akhir ini ya? kalian siapanya Kei?" tanya Rhailla tetapi dengan tatapan angkuhnya.

"Kami... sepupunya Mas Kei." jawab Senja dengan tersenyum ke arah Rhailla.

"Sepupu dari mana? kok aku baru melihat kalian? sepertinya wajah kalian ini tidak mirip dengan keluarganya Kei. Semua keluarga Kei kebanyakan di luar negeri. Itu yang aku tahu, tapi aku tidak tahu kalau ada sepupu Kei yang tinggal di desa."

"Kak, memangnya Mas Kei bisa memilih untuk sepupuan dengan orang mana saja, tidak kan? kami memang jarang bermain ke Jakarta. Karena saat ini kami sedang berkuliah disini. Maka kami tinggal di rumah orang tua mas Kei." jawab Senja.

"Kalian tidak naksir Kei, kan? tanya Rhailla tanpa basa basi.

"Oh... tentu tidak," jawab Sabrina dengan sedikit tidak bersahabat.

"Baiklah kalau begitu, ingat ya Kei itu milikku. Tidak ada satupun yang boleh menyentuh Kei, dia calon suamiku. Ya memang, kami pernah gagal tunangan. akan tetapi, itu tidak masalah. Saat ini aku sedang dekat dengan Kei. dan mungkin satu langkah lagi aku akan dapat meraih Kei." Ujar Rhailla dengan sombong dan kepercayaan diri tinggi.

Senja dan Sabrina hanya saling lirik dengan menggelenglan kepala mereka pelan.

"Siapa nama kamu?" tanya Rhailla menunjuk Senja dengan dagunya.

"Senja, Kak!" jawab saja sembari tersenyum

"Ambilkan aku minum dong, aku haus, pakai batu es tapi sedikit saja." ucap Rhailla.

"Baik, Kak!"gulanya berapa sendok?" tanya Senja

"Koq gula? madu dong!" sentak Rhailla. Senja hanya tersenyum, sedangkan Sabrina nampak masam ketika melihat Rhailla.

"Kalau begitu, tunggu sebentar! Saya ambilkan di pantry." ucap Senja.

"Biar aku saja kak," tawar Sabrina. ia tidak tega melihat Senja harus membuat minuman untuk perempuan itu.

"Tidak perlu Sya, kamu tunggu di sini saja. Hanya buat minuman saja, sebentar kok!" jawab Senja dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya.

"Tapi Kak~!"

"Aku maunya dia yang membuatkan minuman untukku!" sentak Rhailla kepada Sabrina.

"Assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikum salam."

Berbarengan dengan Rhailla yang membentak Sabrina, pintu kantor Kei terbuka dan itu adalah kei serta Arka yang datang.

"Ada apa ini?" tanya Kei dan menatap tajam pada Senja, meminta penjelasan.

"Bie!" gumam Arka. Namun, gerakan bibir Arka terbaca oleh Sabrina. Arka segera memposisikan dirinya di depan Sabrina, kala melihat mata Sabrina mulai berkaca-kaca hendak menangis.

"Jelaskan padaku, apa yang sedang terjadi di sini?" tanya Kei kembali sedikit sarkas.

"Ooo Keii, tidak ada apa-apa koq! hanya saja para sepupu kampungan kamu ini banyak berdebat. Aku kan hanya meminta di buatkan minum." ucap Rhailla dengan nada manja dan langsung berdiri serta menghampiri Kei.

"Stop! jangan pernah sentuh Saya!" Seru Kei dengan nada tinggi.

"Sa--Sen--Senja! Syabie, jangan pernah kalian dengarkan orang ini. Apalagi mengikuti perintahnya. kalian bukan babu dia. kalian adalah keluargaku." Tegas Kei dengan nada peringatan.

"Ba-baik Mas!" Senja menunduk.

"Tentu Mas!" timpal Sabrina.

"Hei kau! camkan baik-baik perkataanku. Aku tidak ingin melihat maupun mendengar kamu memerintah mereka berdua lagi. Jika tidak! saya pastikan, kerjasama kita gugur." ancam Kei pada Rhailla.

"Kei!"

"Silakan kamu keluar dari ruangan saya! kamu tidak pantas berada di sini. Karena kamu bukan mahram saya." tegas Kei sembari menunjuk jalan keluar.

Rhailla mendengus kasar sembari mengnentakan sebelah kakinya. "Kamu akan menyesal memperlakukanku seperti ini Kei." ancam Rhailla pada Kei.

"Kamu yang akan menyesal. Ku pastikan itu!" sarkas Kei membalas ancaman Rhailla.

Tidak banyak bicara lagi, dengan rasa kesal, Rhailla keluar begitu saja dari ruangan kantor Kei.

"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" Kei meraih Senja dalam pelukannya, begitu Rhailla sudah tidak nampak lagi dan menutup pintu.

"Tidak Ay!"

"Mengapa kamu diam saja? lawan dong!" Kei menatap wajah senja dan memegang kepalanya sayang.

"Mas! tidak setiap kejahatan, kita harus lawan dengan berbuat jahat pula. Aku hanya ingin membuat Rhailla sadar, bahwa menjadi sederhana dan rendah hati itu tidak buruk!"

"Huff! Sayang...!"

"Bie! kamu juga tidak apa-apa kan?" tanya Arka nampak khawatir. Tanpa sadar, ia hampir saja meraih kedua tangan Sabrina.

"Kampret! jangan sentuh Syabie." Sentak Kei dengan menepis kasar tangan Arka.

"Yaelah Kei... ganggu aja! sedikit doang kali, pasti dosanya juga dikit kok!" protes Arka.

"Gak boleh! awas lu ya, kalau nyuri-nyuri pegang Syabie di belakang kita," ancam Kei kembali.

"Ok Kei, maksudnya...Oke gua gak janji." Arka tergelak, Kei menarik Arka lalu melingkarkan lengannya di leher Arka.

"Berani bantah ya, gue laporin Mami. Baru tahu akibatnya!"

"Ay! jangan." Senja menarik Kei.

"Kak Arka!" Sabrina nampak Khawatir. Namun, ia tahu Kei hanya bercanda.

"Uhuk...uhuk... Bos sadis lu Kei, ampun Kei...ia ia gua gak akan sentuh Syabie sampai halal."

"Nah gitu dong! bagaimanapun Syabie sekarang adek gue dan gue harus melindunginya, itu pesan nyokap. Tahu kan lu?" Kei melepaskan Arka.

"Ia tahu..."

"Neng Syabie, makanya cepat dong kasih kepastian hilal untuk halal, biar A'a halalin kamu secepatnya. A'a Attut salah noel kamu Neng! lama-lama A'a di pites tuh sama Bos sadis." rajuk Arka dengan memanyunkan bibirnya ke arah Kei yang sekarang sudah duduk di sofa dengan merangkul tubuh Senja.

"Emm, kalau begitu, Syabie juga takut Kak Arka salah pegang. Maka....hilal halalnya tidak perlu menunggu sidang isbad dari kedua orang tua Kak Arka. Sekarang Syabie siap di ajak ke penghulu." ucap Syabie malu-malu.

"What? seriusan Bie?" tanya Arka merasa terkejut. Sabrina pun mengangguk pasti dengan tersenyum, pertanda mengiyakan.

"Aaaa... terima kasih Bie. Besok kita halalan ya?" Sabrina hanya tersenyum lebar namun menunduk.

Senja dan Kei saling pandang dengan senyuman mengembang dari bibir mereka.

"Kei... gua pinjem pelukan!"

Arka meraih tangan Kei dan segera menariknya. "Apaan si lu, pelukan sama tembok sana!" canda Kei dengan mengekeh.

"Kei sebentar, bro."

"Ogah! takut adu banteng, stang lu sama stang gue."

"Hed Kei. Tega bener." akhirnya Arka memeluk tas kerjanya Kei dengan gemas, sesekali ia kecupi. senja geleng-geleng kepala melihat tertawa kecil. Kei sudah terpingkal-pingkal dan Sabrina menutup mulutnya dengan telapak tangan, ia sedang menahan tawa.

Anggap Kei:

Anggap Senja:

Anggap Arka:

Anggap Saja Sabrina

Anggap saja Rhailla.

Bersambung...

1
Renesme
Baguuus 👍👍👍
Heryta Herman
hahaha..batal deh mas kei mesra"an sama ayank senja gara" tamu bulanan...
Heryta Herman
selalu saja ada orang ke tiga/pelakor,dlm cerita/novel..apapun genre nya...
bikin nge drop dan malas bacanya...
walau ujung cerita nya bahagia...
Gladys Aira
Luar biasa
Balqis Adzraa
Bagus 👍 banget ceritanya,, sukses terus
Ukhty fillah
👍👍
Follow Author.IG: rosenoor_193
Good
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🙏🙏🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Sulaiman Efendy
GK ADA CERITA KHUSUS BUAT ANAK2 MEREKA KAH THOR, SERU KYAKNYA KLO OTHOR BUAT CRITA ANAK2 MREKA..
Follow Author.IG: rosenoor_193: ada sih tapi belum ada waktu nulisnya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PERASAAN YG HAMIL DLUAN SYABIE, KOQ MLH SNJA YG LHIRAN DLU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI KERJAA ILLA..
Sulaiman Efendy
HADIAH SPCIAL SENJA PASTI AKN BRIKAN HAQ SUAMI ATAS DIRINYA.
Sulaiman Efendy
PACAR ALIAS KUTEK WILL😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
QYANA HRS CERITA KE ETHAN TTG KLICIKAN ILLA..
Sulaiman Efendy
DLU KEI CINTA QYANA, TTPI QYANA CINTA MA ETHAN, GK NYANGKA BANGET...
TERNYATA QYANA BKN 11-12 DGN RHAILLA, TTPI 1-100,, SEMUANYA ULAH LICIK ILLA RUPANYA..
Sulaiman Efendy
QYANA DN RHAILLA SMA SAJA TUU, 11-12..
BETUL KATA SENJA, MASA KLO UDH NIKAH MSH NONGKRONG DI CLUB BRSAMA LKI2 YG BKN MAHRAMNYA, MMG HRS DISELIDIKI...
Sulaiman Efendy
UNTUNG ADA ALINA YG BERITAHU...
Sulaiman Efendy
SYABIE DI JODOHIN MA ARKA AZA TUUU..

KOQ KEI PELUKAN MA RILLA, ADA APA...??
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA PALING MALAS KLO BCA CERITA ADA ORG2 MASA LALU KDUA PASANGN YG BRPOTENSI GANGGU KBAHAGIAAN TOKOH DI CERITA..
Rina Susilowati
ceritanya bagus bener..singkt tapi banyk pelajaran yg diperik.. terima kasih ka ROS SY BERHARAP ADA SQUEL DARI ANAK KE , ARKA , ETHAN DAN WILI..PASTI KEREN
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih Akak. Nanti di pikirkan ya 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!