NovelToon NovelToon
MY CEO

MY CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: agh arn

Zeyn Lein Zong merupakan seorang CEO dari ZLZ Company, perusahan terbesar di Negara A, dia memiliki paras yang sangat tampan dan menawan sehingga banyak wanita yang terpesona olehnya.Dibalik wajah tampan nya Zeyn memiliki sifat yang sombong, arogan, dingin, dan kejam. Sifat yang dimiliki bukanlah sifat aslinya. Hingga dia harus bertemu dengan seorang gadis desa yang yang mempunyai sifat dan karakter berbanding terbalik dengannya.

Arn Crysi Leonard merupakan putri seorang petani dari sebuah desa di Negara A yang sedang melanjutkan pendidikan di salah satu kampus ternama Negara A. Kampus tersebut merupakan kampus bagi orang-orang kalangan atas, Arn bisa masuk ke kampus tersebut berkat kepintaran yang dimilikinya sehingga Ia mendapatkan beasiswa.Pada awalnya kehidupan kampus berjalan seperti biasanya tanpa adanya masalah, hingga tiba pada saat dimana Arn harus bertemu dengan seorang pria yang arogan, sombong, dingin dan kejam. Tanpa Arn ketahui sang ayah menyimpan rahasia darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon agh arn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

“Ahhhhh”

Teriakan Arn mengejutkan Zeyn yang baru keluar dari kamar mandi. Zeyn hanya mengenakan handuk yang melilit pada pinggangnya. Zeyn menghampiri Arn dan menutup mulutnya.

“Kenapa berteriak? orang akan menyangka saya berbuat hal yang aneh-aneh padamu” Arn berontak dalam pelukannya.

“Hmm.. hmmm.... hmmm” Arn berguman tak jelas.

“Saya akan melepaskanmu, tapi janji jangan berteriak” Arn mengganggukan kepala dan Zeyn melepaskan bekapannya.

“KAU KENAPA HANYA MEMAKAI HANDUK” Zeyn yang mendengar itu hanya mengangkat alis. Bukanya orang setelah mandi harus memakai handuk. Kecuali, orang itu membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.

“Saya baru selesai mandi. Seharusnya kalau mau masuk kamar pria itu, ketuk pintu terlebih dahulu” Zeyn mengingatkan Arn.

Arn sangat malu. Ini juga salahnya yang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.

“T-tapikan bisa menggangantinya di dalam kamar mandi” bantah Arn.

“Saya tidak membawa baju ganti”

“Kalau begitu anda harus membawanya kedalam kamar mandi” Arn mencari alasan lagi.

Zeyn yang mendengar itu tersenyum. Gadis ini benar-benar tidak takut padanya. Zeyn mendekat, segera Arn mundur beberapa langkah. Zeyn terus maju, begitupun dengan Arn yang terus mundur. Sampai Arn tidak bisa lagi mundur karena gerakannya terhalang pada dinding. Zeyn mengunci pergerakan Arn dengan meletakan kedua tangannya di sisi tubuh. Arn ingin segera lolos dari cengkraman Zeyn, namun apalah daya dia tidak bisa kemana-mana. Arn terus berdoa dalam hati semoga saja Leon atau siapapun datang untuk menolongnya dari monster yang ada di depannya. Pikirannya sudah berkelana kemana-mana, sungguh dia sangat merutuki kebodohannya. Zeyn menatapnya dengan begitu intens dan memajukan badannya agar lebih dekat dengan gadis kecilnya. Deru napas Zeyn dapat dirasakan oleh Arn. Zeyn menyelipkan tangannya pada pinggang ramping Arn. Arn sekarang benar-benar gugup, tas yang masih berada di tangannya jatuh akibat terkejut. Zeyn mengelus pipi Arn dengan begitu lembut, membuat Arn merasahkan sensai aneh pada dirinya.

DEG...DEG....DEG....

Bunyi detak jantung keduanya. Arn menutup matanya rapat-rapat ketika pandangan Zeyn jatuh pada bibir kecilnya. Tapi, tidak terjadi apapun apapun pada bibirnya. Arn membuka matanya dan terlihat Zeyn yang sudah selesai mengganti baju dan mendekati Arn kembali.

“Mengharapkan lebih?” tanya Zeyn pada Arn.

Jangan di tanya pipi Arn sekarang semerah tomat. Zeyn semakin ingin menggoda gadis di depannya ini. Arn segera mendorong tubuh Zeyn agar menjauh darinya.

“Me-mengharapkan apa. Saya kelilipan, jadi.. jadi memejamkan mata. Iya, kelilipan” Arn tergagap. Kemudian melangkahkan kaki menuju pintu.

Sebelum dirinya berhasil membuka pintu tangan kekar Zeyn menariknya hingga  kedua bibir mereka bertemu. Mata Arn terbuka lebar, sedangkan Zeyn menutup matanya meresapi rasa manis yang diciptakan oleh bibir kecil Arn. Salah satu tangannya menahan tengkuk Arn dan tangan yang lain menarik pinggang kecil itu agar semakin dekat dengannya. Kini tidak ada jarak diantara mereka. Arn memberontak agar di lepaskan tapi Zeyn tidak mengijinkannya. Zeyn menggoda Arn agar bisa membalas permainannya. Arn yang sudah terbawa suasana pun ikut memejamkan mata dan mengikuti permainan yang diciptakan oleh Zeyn. Zeyn menggit bibir bawa Arn agar diberi akses lebih dan berhasil. Beberapakali Zeyn memutar kepalanya seolah mencari posisi yang tepat. Bibir Arn begitu manis dan kedepanya akan menjadi candu untuk Zeyn, mungkin saja. Di dalam kamar itu hanya terdengar bunyi decapan dari kedua insan yang saling menyalurakan kenikmatan melalui bibr mereka. Arn memukul punggung Zeyn. Stok napasnya hampir habis. Zeyn yang mengerti melepas bibir keduanya. Arn segera meraup udara sebanyak-banyaknya. Zeyn mengecup kening Arn dan memeluknya erat. Arn mendorong tubuh Zeyn dan menampar pipi Zeyn dengan keras.

“APA YANG ADA LAKUKAN?. ANDA JANGAN BERLAKU SEENAKNYA PADA SAYA. JANGAN KIRA AYAH SAYA MENYUKAI ANDA, SAYA JUGA AKAN MENYUKAI ANDA. DENGAN ANDA MELAKUKAN INI PADA SAYA, MEMBUAT SAYA TAMBAH MEMBENCI ANDA” Zeyn hanya memasang wajah datarnya dan mendekati Arn.

“KAMU MILIKKU, DEK. DAN AKU BERHAK MELAKUKAN APAPUN PADAMU” Zeyn berbisik dengan suara yang sangat rendah, membuat Arn ketakutan. Arn mendorong tubuh Zeyn dengan keras dan melarikan diri dari kamar terkutuk itu.

Setelah Arn jauh dari kamar Zeyn, Leon keluar dari persembunyiannya. Leon menyaksiakan apa yang mereka lakukan. Kini benar-benar hilang harapannya. Jika kakaknya sudah melakukan hal sejauh itu, maka kesempatan itu hilang sudah.

“Aku harap kalian bisa bersama” monolog Leon.

“Kakak makan” tanpa mengetuk pintu Leon menerobos masuk.

“Kalau masuk...”

“Ketuk pintu dulu. Tidak sopan” Leon meniru ucapan sang kakak ketika dirinya tidak mengetuk pintu.

“Makan kakak. Paman sudah menyiapkan banyak makanan enak” Leon menarik tangan sang kakak agar keluar dari kamar.

Kedua saudara itu berjalan beriringan menuju ruang makan, disana sudah ada Tuan Leonard, dan Violen yang menunggu sedangkan Arn masih berada di dapur untuk mengambil sup. Arn yang berada di dapur terkejut dengan keberadaan Zeyn yang sedang bersandar pada kulkas. Arn segera membawa mangkuk berisi sup ke ruang makan meninggalkan Zeyn yang tersenyum simpul atas tingkahnya. Mereka makan dengan diam dan setelah selesai mereka semua kembali ke kamar.

Di dalam kamar, Arn terus saja memegang bibirnya. Pikirnya jauh mengingat kejadian yang baru saja di alaminya beberapa jam yang lalu. Violen yang melihat itu menjadi penasaran.

“Baru habis apa ayo....”

“Setan” kaget Arn. Arn memandang Violen dengan tatapan membunuh.

“Habisnya melamun. Ini sudah malam nanti kesambet mau” Violen menakut-nakuti.

“Vio, kalau mau menakut-nakuti orang, cari orang baru sana. Aku itu pemilik kamar ini, dari dulu tidak pernah di rasuki setan. Kecuali setanya itu kamu" ketus Arn.

“Cerita dong, kenapa tadi lama di kamar tamu” Arn yang mendengar itu tersedak ludahnya sendiri. Kenapa Violen harus menanyakan hal itu.

“Kan kamu tahu aku di minta ayah sama si kulkas untuk membawakan tasnya” gugup Arn.

“Tapi kok lama, kalian tidak melakukan hal yang aneh-anehkan?”tanya Violen.

“H-hal aneh apa?” tanya Arn balik.

Melihat muka Arn yang nampak gugup membuat Violen merasa yakin jika telah terjadi sesuatu di kamar tadi. Apa lagi sejak keluar dari kamar tamu Arn banyak diam dan terlihat menghindari Zey. Bukan hanya itu bibir kedua orang itu terlihat bengkak, meski bibir Arn lebih bengkak dari Zeyn. Violen pun  tersenyum dan memeluk Arn, dia sudah dapat menebak apa yang terjadi pada Arn dan atasannya itu. Violen berharap ini adalah langkah awal bagi keduanya.

Sedangkan jauh di ibukota sana, tampak ketiga pemuda yang sedang berunding.

“Wahhhh.... berani sekali dia menjadi penghianat. Aku tidak menyangka” kata satu pemuda.

“Pada hal paman dan bibi sudah sangat mempercayainya” sahut pemuda yang lain.

“Dasar tikus tidak tahu di untung” sambar pemuda yang lainnya.

“Benar-benar, tidak tahu membalas kebaikan orang” pemuda yang lainnya ikut bersuara.

“Kalian ini sedang membicarakan apa? dari tadi hanya mengumpat tidak jelas” tanya pemuda yang paling tinggi diantara mereka.

“Zico, kau ada disini?” tanya Reyhan.

“Kalian pikir aku ini pajangan ya. Badan besar begini masa tidak terlihat” kesal Zico karena tidak terlihat oleh kakak-kakaknya.

“Jawab saja pertanyaanku dan jangan memasang wajah sok imut begitu. Apa kau mendengar pembicaraan kami?” tanya Ken.

“Dengar. Aku dengar kalian mengumpat. Apa kalian mengupatku?” bukan mendapat jawaban, melainkan elusan dada yang dilakukan oleh keempat orang itu.

“Andaikan ada Leon, pasti aku tidak kesepian. Punya kakak empat tapi sibuknya minta ampun. Kak Zeyn juga kenapa harus bawa Leon segala. Tidak tahu apa saya kesepian. Ditambah lagi punya empat orang kakak yang pikirannya penuh dengan berkas-saham-laporan, berkas-saham-laporan, ckckckck... kapan mau punya pacar” keempat pemuda itu langsung melihat ke arahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Brayen.

“Kak Zeyn sudah dapat gandengan, walaupun masih dalam proses. Tapi akhirnya mereka akan tetap menikah. Lalu kalian kapan?. Tunggu ayam jantan bertelur dulu baru punya pacar. Menyedihkan sekali.”

“KAU” mereka berempat menunjuk Zico.

“Kau mengatai kami. Memangnya kau ada. Leon sudah punya, walau Violen yang mendekatinya. Kau?” Zico yang mendengar itu hanya tersenyum. Diambil ponselnya mengotak-atik sebentar lalu memperlihatkan kepada mereka berempat.

“Pacarku”

“Sejak kapan kau punya pacar, kenapa kami tidak tahu” tanya Reyhan.

“Jangan percaya, dia pasti berbohong pada kita” timpal Sam.

“Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Leon dan Arn. Pada Violen juga” ketusnya.

Dret...dret.... ponsel Zico bergetar. Zico tersenyum dan memamerkan pada empat kakaknya, jika sang pacar sedang menelpon.

“Para jomblo. Aku angkat telpon dulu ya” Zico melambaikan tangannya. Keempat orang itu hanya mengutuk Zico yang membuli mereka. Jika biasanya mereka yang membuli Zico kali ini si bongsor yang membuli mereka balik.

Tbc

1
Afandi Bejo
Lumayan
Afandi Bejo
Kecewa
agh arn
ramaikan
Erni Yustriyanti
gantung ceritanya thooorrrrr
Erni Yustriyanti
terlalu banyak percakapan tp tdk di jelaskan siapa saja, bikin pusing yg baca hrs menerka2
Rini Mulyati
Visual nya ga cocok
Olsho Serba
lama next nya mbak
Dani Wirayanti
Kapan nikah thor?
Herma Wati
semangat lanjut thor
Natalisna
lanjjuuuuut thor.. keseruan cinta zeyn dan am..
Herma Wati
semangat lanjut thor
lusika
visual nya ngga cocok orang profilnya aja aktor italiii tpi visual e knpa Korea thorr?jujur aku ngga suka jdi mls
Natalisna
good thor lanjuuut.. jgn lama² up. nya..
✨bintang✨
sudah ku duga klo Zeyn sedang merencanakan sesuatu
Herma Wati
semangat lanjut thor,makin seru nih
Herma Wati
semangat lanjut thor
Natalisna
jangan kelamaan up nya thor nanti kelupaan alur cerita nya.. ini aja cerita nya udh bikin bingung.. di selesaikan cepat thor perubahana sukap zeyn..
"SisterGirls"
Maaf kak kenapa alurnya dibuat gak jelas Kak? disini saya bacanya smpe bingung mana yg lawan mana yg kawan karna terlalu banyak teka teki, saya yg tadinya suka sama ini novel jd agak malas baca karna alurnya kemana mana, banyak muncul peran baru tp gak jelas perannya karna terlalu disembunyikan maksud dan tujuannya jadi saya gak paham alur cerita nya gimana. . 🙂🙏
"SisterGirls"
puyeng thor lama2 ini novel CEO atau novel teka teki. . bacanya slalu bikin bingung. .
Qiara Qia
zeyn sdh gila...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!