Setelah resmi menyandang gelar sebagai Janda Febry Lie Prayoga, Andita akhirnya memutuskan menerima lamaran Bagas yang merupakan mantan kekasihnya.
Shinee yang diam-diam mencintai Bagas,tidak terima atas lamaran Bagas kepada Andita yang adalah mantan istri kakaknya Yoga.
Apakah Shinee dapat merebut Bagas dari Andita ?
atau justru terjebak dalam kebuasan Erwin ?
Ikuti ceritanya di "Pacarku Suami Temanku Part 2"
Bagi pembaca baru Novel ini, silakan baca Pacarku Suami Temanku Bagian 1.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelmia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~29
"Pa...ma, hari ini Bagas dan Andita izin keluar Karena waktunya mepet, jadi hari ini kita harus melakukan pemotretan Preweding." Jelas Bagas ketika mereka sedang sarapan.
Andita menatap Bagas terdiam dan terpaku dalam persekian detik, bagaimana bisa Bagas merencanakan semuanya sendiri. sementara dirinya,bahkan tidak terbayangkan sedikitpun soal Pre-wedding.
"Mas...kok Dita gak di kasih tau soal ini ?"
"Maaf soal itu. tadi malam Mas mau kasih tau tapi lupa, sudahlah kamu tenang aja semuanya sudah ada yang ngatur kok. Mas yakin konsepnya pasti kamu suka."
Ayu mengangguk memberikan pengertian pada Andita untuk menurut saja,tak perlu banyak protes.
"Apakah Robert dan Erwin ikut serta ?" Tanya Brata pada Bagas.
"Iya pa, justru mereka berdua yang Bagas kasih tanggung jawab soal ini."
"Jam berapa mas ?" Tanya Andita.
"Sore. kamu bisa istirahat dulu, sambil nunggu pihak vendor datang ke sini membawakan baju yang sudah Mas pesan. Nanti mereka juga akan membawakan beberapa baju sebagai referensi,kamu pilih saja mana yang terbaik menurut kamu untuk kita pakai. Sesuai dengan konsep outdoor. Sahut Bagas
"Hmm...iya mas." Andita mengangguk
"Ya sudah cepat habiskan sarapan kalian, mungkin tidak lama lagi mereka akan datang." Perintah Ayuningtyas
Bagas dan Andita sibuk mempersiapkan Preweding mereka yang bisa di katakan dadakan, lain halnya dengan Brata dan Ayuningtyas. Kedua suami-istri itu juga tengah sibuk merancang persiapan pernikahan anak-anak nya.
Brata dan Ayuningtyas menatap satu sama lain, lalu berjalan dari halaman depan hingga belakang dan berhenti di tepi kolam renang.
"Undangan 300 orang masih di tampung sama halaman depan sampai belakang." Brata bergumam seakan berbicara dengan dirinya sendiri.
"Mas...kenapa sebanyak itu ?" Tanya Ayu.
"Karyawan Subroto group ribuan orang dari berbagai divisi, yang pastinya akan di undang staf-staf tertentu saja. Mereka berhak tau terlebih dahulu ketimbang yang lainnya mengenai pernikahan Bagas dan Andita, supaya apa ? supaya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perusahaan ketika mereka melihat Andita dan Bagas bersama."
"Apapun alasannya jangan sampai rumor diluar sana mencoreng wajah Subroto group dan nama besar Bagas di dunia bisnis." Jelas Brata
"Apa teman-teman arisan Ayu perlu di undang juga mas ?" Tanya Ayuningtyas.
"Belum perlu, pernikahan mereka cukup di hadiri staf Subroto group, keluarga inti, KUA, teman dan sahabatnya. Kita akan membuka untuk umum setelah resepsi nanti."
"Iya mas."
"Yang mas inginkan pernikahan mereka berjalan lancar dan sah tanpa ada kendala apapun, itu point yang terpenting. itu sebabnya, Mas membatasi jumlah undangan." Brata memberikan penjelasan kepada istrinya.
"Setidaknya, mereka sudah sah menjadi suami-istri jika ada yang berusaha menghancurkan hubungan antara Bagas dan Andita." Batin Brata
Setelah sepakat Brata dan Ayuningtyas mengadakan pertemuan secara pribadi dengan pihak vendor pernikahan, yang akan mereka serahin tanggung jawab mengatur tenda, catering, dekorasi, master ceremony, dan perlengkapan lainnya.
...----------------...
Setelah Treadmill 15 menit dan Push Up 100 kali, Bagas kembali ke kamarnya. Membuka baju basahnya karena berkeringat, dengan bertelanjang dada Bagas keluar menuju balkon untuk mengeringkan tubuhnya yang basah.
Tubuh Athletic Proporsional itu nampak berkilau mengesankan keseksian tersendiri bagi seseorang yang sedang memandangi nya. Perlahan melangkah semakin mendekat, lalu memeluknya erat.
Bagas tersenyum lalu menarik tubuh mungil itu agar menghadapnya, kedua tangan besarnya mengungkung Andita dengan bertumpuh di pembatas balkon.
Andita tampak kikuk karena posisi mereka sangat dekat hembusan nafas Bagas menyapu hangat di wajahnya,dadanya bergemuruh tak beraturan,aliran darah nya seakan mendidih melaju kencang memenuhi syaraf-syaraf di tubuhnya.
Bagas tak melewatkan kesempatan ini, mendekatkan dirinya lebih rapat mengunci pergerakan Andita. Bibir merah merona milik Andita tak pernah mampu menahan dirinya, lembut dan kenyal.
Kehidupan dalam diri Bagas menggeliat dan meronta hanya bersentuhan dengan bibir Andita, Bagas tak kuasa menahannya memeluk erat tubuh Andita semakin merapat dengan tubuhnya, mengg*s*kkan benda itu pada inti yang masih tertutup pakaian lengkap, Bagas memejamkan mata menikmati keindahan imaginasi nya, agar benda itu lekas memuai.
"Aghhh....sayaaanngg....." Geram Bagas di ceruk leher Andita.
Bagas menatap bola mata Andita dan memberikan kecupan manis di kening wanitanya itu ada rona kemerahan di wajah keduanya, Meskipun hal itu tidak terjadi sungguhan tetap saja membuat keduanya malu-malu kucing.
"Maafin Mas ya" Bagas mengecup tangan Andita.
"Mas mandi dulu, celananya lengket." bisik Bagas dan berlalu meninggalkan Andita yang terpaku menatap nya.
Kemudian Andita pergi dari sana ketika seseorang mengetuk pintu kamar.
"Iya Bi ?" Sahut Andita ketika Art berdiri di depan pintu.
"Anu non, ada pihak vendor pre-wed dateng." Ucapnya dengan logat Jawa yang kental.
"Oh iya Bi, suruh naik aja." Titah Andita
Sang vendor rupanya datang bersama 2 orang pegawai boutique langganan Bagas, mereka membawakan beberapa baju yang akan di cocokkan dengan tubuh Andita.tak membuang waktu , orang suruhan dari boutique meminta Andita mencoba beberapa gaun yang mereka bawah.
Andita menatap beberapa gaun yang ada di hadapannya. sebuah gaun putih tanpa lengan, bertabur mawar indah di bagian ujung yang menjuntai bak ekor burung cendrawasih menarik perhatian nya.
Gaun sutra nan indah cantik dan menawan, sederhana namun berkelas.
"Sayang...kamu menyukai nya ?" Tiba-tiba Bagas menyentuh kedua bahu Andita dari arah belakang.
Andita mengangguk namun ada keraguan dalam anggukannya.
"Tapi mas, harganya pasti sangat mahal." Jujur Andita
Bagas mengecup lembut puncak kepala Andita,lalu meletakkan dagunya di ceruk leher Andita.
"10 gaun seperti ini mas berikan, kebahagiaan mu adalah segalanya.cobalah jangan risaukan soal harga, kalau mas tidak mampu bayar, kita bisa hutang....hehehe." Bagas terkekeh
"Mas jangan bercanda deh." Sungut Andita
"Mas tidak bercanda. Selama ini mas sudah berjuang keras, dan itu untukmu. Ayo coba sekarang, berhentilah memikirkan hal yang lainnya."
"Mbak bantu calon istri saya." Titah Bagas pada pegawai boutique.
"Baik pak." Sahut mereka, lalu Bagas keluar menemui sang vendor.
...----------------...
Di bandara
Semalaman Erwin berpikir akhirnya, memutuskan untuk melepaskan Shinee, melepaskan dalam arti jauh dari jangkauan nya namun tetap dalam kendalinya.
Shinee bahagia karena dapat pergi dari Erwin, tapi di satu sisi dirinya mengkhawatirkan sesuatu.
Erwin memandangi gadis yang tengah duduk di hadapannya, berat rasanya melepas tapi memaksanya tetap berada di kota K akan membuat hati gadisnya semakin terkoyak.
Shinee mendongak menatap wajah kaku dan dingin yang berdiri di depannya,segurat senyum pahit terbit di wajah cantiknya.
"Bekerjalah seperti biasa,jangan melakukan hal bodoh yang akan merugikan dirimu sendiri.satu hal lagi jika benihku tumbuh dirahimmu,jangan pernah berpikir untuk membunuhnya. Kalau hal itu sampai terjadi,aku akan membunuhmu bersama perusahaan mu itu." Erwin berbisik mengintimidasi Shinee
"Kamu pikir rahimku tempat penitipan benih kotormu itu !! Aku tidak sudi!!!" Dengus Shinee.
Erwin mengepal kan kedua tangannya,menahan emosi yang menyulut di dadanya.
"Sekarang pergilah, mereka akan selalu bersamamu." Tukas Erwin, Shinee ternganga tak percaya ketika melihat bodyguard Erwin akan pergi bersamanya ke Singapura.
Erwin menatap kepergian Shinee hingga gadis itu menghilang dari pandangan nya, berjalan gontai menuju mobilnya. Baru saja akan membuka pintu mobilnya, ia berbalik ketika sebutan serigala menggema memenuhi pendengaran nya.
"Hei... serigala!" Tiba-tiba Shinee ngos-ngosan berdiri di belakang Erwin.
"Apa kamu baru saja berlari ?" Erwin tampak khawatir dan menatap perut Shinee.
"Jangan berlebihan. Apa kamu tidak ingin memeluk ku ? Sebelum aku pergi darimu ?". Shinee menatap Erwin.
Erwin menutup kembali pintu mobilnya mendekat ke arah Shinee berdiri,Memeluk dan mencium bibirnya penuh perasaan.
"Dengarkan aku Shinee,kamu tidak akan pernah pergi dariku. Ini hanya untuk sementara,jadi jangan senang dulu." Erwin menggendong Shinee sampai pintuk masuk.
"Jaga dirimu baik-baik, hubungi aku kalau kamu sempat." Pesan Erwin
"Hmmm...bye." sahut Shinee lalu berjalan masuk terburu-buru.
"Jangan berlari!" Seru Erwin.
Shinee menoleh sambil mengacungkan jari tengah nya, Erwin beranjak dari sana setelah yakin gadis itu berjalan tanpa berlari.
...----------------...
TBC
mampir ya Thor ke karya ku
~ Mencintai Istri Temanku
sayang sekali 😥😥
padahal ceritanya bagus 🥰🥰
semangat nulis lagi dong Thor 😇😘😘🥰🥰
buat shinee hamil bayi2 erwin