AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.
Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Siswa-siswa di sekeliling mereka mulai berbisik-bisik.
Beberapa dari mereka menatap Al dengan pandangan iba. Mereka tahu betul siapa Deno, anak dari salah satu komite sekolah yang kaya raya, donatur terbesar yayasan, dan sosok yang tak tersentuh hukum sekolah.
Tapi Mereka tidak tahu bahwa Al yang berdiri di sana sekarang bukanlah Al yang dulu.
"Aku gak butuh lapor guru. Dan aku gak butuh uang haram dari keluarga lu buat benerin motorku," kata Al dengan suara tenang.
"Wah, belagu banget nih anak! Terus lu mau apa? Mau sok jagoan mukul gua?! Hah? Sini, pukul kalau berani!" kata Deno menatap Al.
"Mukul kamu? Itu terlalu murahan. Tangan gua terlalu berharga buat menyentuh sampah kayak lu," balas Al dingin.
Al bergerak dengan sangat tenang di atas layar sentuh. Ia membuka sebuah folder yang berisi file-file hasil sadapan rekaman satelit dan CCTV sekitar yang ia bobol tadi malam.
Satu ketukan pada layar.
Klik.
Bukti-bukti itu langsung terunggah ke media sosial dan juga terkirim ke situs web resmi sekolah.
Deno yang melihat Al sibuk dengan ponsel, ia berpikir jika Al takut dengannya.
"Ngapa lu diam aja? Lu takut, kan? Lu gak ada bukti makanya lu cuma bisa main HP! Mau menuduh gua tanpa bukti? Gak mempan, Bro. Bokap gua bisa bikin lu dikeluarkan dari sekolah ini dalam waktu lima menit!" ledek Deno sambil melipat tangannya.
Al menurunkan ponselnya, memasukkannya kembali ke dalam saku celananya.
Ia menatap Deno dengan tersenyum sinis.
"Bukti? Kau sungguh mau bukti, kan? Kau tinggal cek aja di media sosial atau web sekolah sekarang. Siapa tahu... kau melihat wajah tampanmu sendiri di sana," kata Al dengan santai.
Deno terbahak-bahak, menganggap ucapan Al hanya gertakan sambal. "Ha ha ha! Dasar payah! Pengecut lu! Mau main sebar hoaks di sosmed? Silakan! Gak bakal ada yang percaya sama anak miskin kayak lu!"
Ting!
Ting! Ting!
Drrrtt... Drrrtt...
Tiba-tiba, koridor itu dikejutkan oleh bunyi notifikasi massal.
Bukan hanya satu atau dua ponsel, melainkan puluhan ponsel milik siswa yang ada di sana berbunyi secara bersamaan.
Sebuah pesan siaran darurat otomatis masuk ke forum web sekolah.
"Eh, apaan nih? Ada pop-up video di web sekolah," celetuk salah seorang siswa di barisan belakang.
"Bentar, ini... ini kan Deno?" sahut siswi di sebelahnya dengan mata terbelalak.
Seketika, Mereka serentak membuka ponsel masing-masing dan memutar video yang baru saja terunggah.
Di dalam video pertama, terlihat dengan sangat jelas menggunakan kualitas definisi tinggi (HD), Deno tengah merusak dan menggores bodi motor Al di parkiran yang sepi.
Namun, tidak berhenti di situ. Al tidak hanya mengunggah video tadi malam.
"Gila... ini bukan cuma soal motor," bisik seorang siswa dengan nada ngeri.
Ada Video rekaman beberapa bulan lalu di mana Deno sedang membully seorang anak berkacamata di gudang belakang, memaksanya menyerahkan seluruh uang jajan dan memukulnya.
Di video lain, terlihat Deno merogoh tas bendahara kelas dan mengantongi uang kas.
Bahkan, ada rekaman luar sekolah yang memperlihatkan Deno sedang membully anak-anak SD di gang sempit, mengambil uang jajan mereka, dan memukul karena mereka menangis.
...❤⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️❤...
Hay gaes...
Di sini ada yang mau masuk grub khusus aku nggak?
Jadi kalau ada novel baru aku share di grub, terus para pembaca juga bisa saling kenal satu sama lain dan saling berinteraksi.
Kalo mau gabung aku share no WA ku ya di sini. chat aja ya, aku nggak galak kok, yang pastinya nggak makan orang🥰🥰 Terima kasih.
0821 6438 0651
Di tunggu ya🥰