Season pertama---
Cerita tentang Stefani Axelsen gadis cantik yang di jual ayah tirinya, lalu bertemu dengan Max, dan dia terpaksa harus menikah dengan Maxim Alexander pengusaha muda kaya raya dan juga seorang bos mafia karena suatu kejadian yang tak diduga oleh Maxim yang langsung jatuh hati pada Stefani karena keras kepala nya pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah mereka...??
Season ke Dua----
“Uncle, jangan lihat aku sebagai bayi kecil lagi. Karena aku sudah tumbuh besar sekarang.
Jadi bisakah Uncle untuk buka hati sedikit saja buatku? Aku lelah mengejarmu uncle.”
-Mattea Martha Alexander Luciano
“Atea, jangan buat aku seperti mencintai anak sendiri. Jangan menungguku, aku tak bisa mencintai siapapun saat ini.”
-Thomas Jenafi.
_________
“Ana, apa kau tidak lelah terus berlari? Berhentilah Ana, dan temukan kebahagiaanmu. Bukannya aku tak mau kau kejar, tapi bahagiamu bukan denganku.”
-Matteo Michaelino Alexander Luciano.
“Kak Matt, larilah sejauh mana yang kau bisa. Tapi jika kau lelah, lihatlah ke belakang, masih ada aku yang terus menatapmu dan berharap untuk kau genggam lalu kita berlari bersama.”
-Anastasya Ingriciya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Menikah
Waktu dua Minggu bukanlah waktu yang lama bagi seseorang yang memiliki segala kekuasaan dan kekayaan seperti keluarga Luciano untuk menyiapkan pesta pernikahan yang megah tentunya.
Tapi atas permintaan Stef yang tidak ingin pernikahan yang megah dan meriah membuat keinginan Lucky untuk membuat pesta pernikahan bagi anaknya itu harus menelan kekecewaan. Dengan alasan Stef yang masih kuliah dan juga umurnya yang masih sembilan belas tahun membuat Lucky menyetujui permintaan Stef untuk membuat pernikahan ini tertutup saja.
Dan saat Stef sudah tamat kuliah nanti barulah mereka berencana untuk membuat pesta pernikahan besar besaran tentunya sebagai ganti kini mereka yang hanya akan mengucapkan janji suci saja terlebih dahulu.
Sedangkan Max sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, karena baginya menikahi Stef saja sudah cukup untuknya. Dan ia juga tidak ingin mengumbar pernikahannya karena nantinya jika orang orang tahu bahwa Stef adalah istrinya maka nanti musuh-musuhnya pasti akan mengincar Stef yang dijadikan umpan untuk menghancurkan bisnis Max.
~
Di sebuah ruangan terlihat seorang gadis cantik yang sedang duduk menghadap kaca memperhatikan MUA yang meriasnya. Memoleskan setiap sudut wajahnya dengan bedak yang akan merubah wajah cantik Stef untuk menjadi ratu sehari.
Sedangkan Masseria sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Dan Stef ditemani oleh Lie didalam ruangan.
"Stef." panggil Lie lembut membuat Stef mendongak tapi kembali melihat kaca karena wajahnya kini masih dirias.
"Iya ibu?" jawab Stef dengan nada bertanya.
"Apa kau bahagia?"
"Tentu!" jawab Stef singkat.
"Apa kau benar benar mencintai Max?" tanya Masseria lagi.
"Ya," jawab Stef lagi. "Apa ada yang ingin ibu sampaikan?" sambung Stef bertanya heran.
"Ibu hanya ingin mengatakan kalau kau harus selalu mencintai suamimu nanti, dukung dia dalam kondisi apapun, jangan mudah percaya dengan omongan orang diluar sana, karena kini kau akan menikahi pria yang tepat!"
"Baik ibu."
*****
Seorang pria memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah melalui pantulan cermin yang ada didepannya. Menatap setiap inchi tubuh yang dibalut jas pengantin itu mencari jika saja ada yang terlihat suatu kesalahan pada penampilannya.
Setelah lama memandang penampilannya yang sepertinya tidak memiliki kesalahan sedikit pun Max akhirnya berbalik dan duduk disebuah sofa yang tersedia di dalam ruang kamar itu. Melihat ponsel, ia menekan beberapa huruf hingga suara David menjawab di seberang sana.
"Holla Max," sapa David.
"Holla, apa kau sudah mengurusnya?" Max langsung bertanya kepada David.
"Tentu saja, kau bisa menjalankan pernikahanmu dengan tenang, dia ada digenggaman ku!" David menjawab yakin, membuat Max menghela nafas lega.
"Baiklah, cepatlah kau kemari!" titah Max.
"Baiklah,"
*****
Seorang pria menunggu wanitanya dengan harap cemas di Altar. Sungguh dia sangat gugup saat ini, keringat dingin membasahi dahinya. Jantungnya berdetak kencang tak kala dia melihat calon mempelainya berjalan diiringi oleh sang papi yang memegang tangannya.
Semua mata menatap takjub pada Stef, gaun pengantin yang berwarna putih menjuntai kebelakang dengan hiasan mahkota yang sangat indah membuat Stef semakin terlihat cantik, senyum Max mengembang saat Stef berjalan perlahan kepadanya dengan diiringi oleh Lucky sang papi.
Max berjalan kedepan untuk menyambut tangan Stef, Masseria dan Lie menatap keduanya dengan mata yang berkaca-kaca, mereka sungguh bahagia melihat pernikahan Max dan Stef. Semua orang melihat kedua pasangan itu dengan takjub, Max yang sangat gagah dengan tuxedonya dan juga Stef yang sangat anggun dengan gaunnya.
Berjalan mendekat kearah Pendeta, Max terus menggenggam tangan Stef yang bergetar karena gugup.
"Tenang sayang," ucap Max memenangkan.
"Aku sangat gugup Max!" jawab Stef.
"Begitupula denganku!" jawab Max singkat.
Mendengarkan segala nasihat pendeta keduanya mengangguk hingga akhirnya janji suci itupun terucap dengan lantang yang terucap dari hati masing-masing diwarnai keharuan yang membuat semuanya bahagia. Dan janji suci itupun di akhiri dengan Max dan Stef yang berciuman bibir sebagai bukti bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri.
Riuh tepuk tangan mengiringi ciuman mereka. Semua orang yang datang ke gereja sebagai undangan menatap keduanya bahagia.
"Aku mencintaimu Stefani Axelsen."
"Aku juga mencintaimu Maxim Alexander Luciano."
.
.
.
.
Part ini sengaja dipercepat saja alurnya ya.😊
.
.
TBC.
.
.
Love❤️❤️❤️ EgaSri
bianca jd sekertaris baru udah kegatelan...